NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jun

Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.

Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.

Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13: Hari-hari Bahagia, Rahasia Darah Naga & Latihan Bersama

Hari-hari berikutnya di dalam gua berlalu dengan damai, hangat, dan penuh kebahagiaan yang belum pernah dirasakan Zhou Ming sebelumnya. Kesepian yang dulu selalu menyelimuti hatinya kini lenyap sepenuhnya, digantikan oleh suara tawa riang Yue’er yang selalu terdengar di setiap sudut ruangan.

Setiap pagi, Yue’er adalah orang pertama yang bangun. Ia akan berlari kecil keluar kamar, rambut panjangnya masih terurai indah, wajahnya berseri-seri menyapa Zhou Ming yang sedang bersiap berlatih atau memasak sarapan. Ia selalu membantu dengan cara kecil: mengatur piring, melipat selimut, atau sekadar duduk di samping sambil bercerita hal-hal kecil yang ada di pikirannya yang polos.

Setelah makan pagi, Yue’er akan bermain dengan semua mainan pemberian Zhou Ming dengan sangat gembira. Kadang ia menyusun balok menjadi istana raksasa, kadang ia menggambar pemandangan indah di atas kertas, kadang ia hanya duduk diam memeluk boneka beruang besar sambil mendengarkan Zhou Ming membacakan buku cerita. Semua hal sederhana itu terasa sangat berharga baginya, karena untuk pertama kalinya ia merasakan kehangatan keluarga dan kasih sayang.

Zhou Ming juga tidak pernah membiarkannya sendirian terlalu lama. Di sela-sela waktu latihan dan berburu, ia selalu menyempatkan waktu untuk menemani Yue’er. Kadang mereka bermain kejar-kejaran di halaman luas di depan gua, kadang mereka duduk bersama di tepi kolam air spiritual sambil melihat ikan kecil yang berenang, kadang Zhou Ming mengajarkannya menulis huruf-huruf dasar dan pengetahuan umum dunia luar.

Namun Zhou Ming tidak lupa akan tugas dan kekuatan Yue’er. Ia ingat pesan Ayah Naga Purba: darah Yue’er adalah darah naga murni, potensinya luar biasa besar, hanya saja saat ini masih tertidur lelap di dalam tubuhnya. Suatu hari nanti, kekuatan itu akan bangkit, dan Yue’er harus siap menerimanya.

Satu sore, saat mereka sedang duduk bersandar di tepi kolam air spiritual, Zhou Ming melihat tanda lahir berbentuk sisik naga yang samar berkilau di dahi Yue’er. Cahayanya sedikit lebih terang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Yue’er,” panggil Zhou Ming lembut sambil menunjuk dahi gadis itu. “Apakah kamu pernah merasa ada yang aneh di tubuhmu? Terasa panas, atau ada energi yang bergerak di dalam badanmu?”

Yue’er mengerjap bingung, lalu menyentuh dahinya sendiri, menggelengkan kepala pelan.

“Tidak ada, Kak. Tubuhku cuma terasa ringan dan nyaman saja, apalagi setelah mandi air ini. Rasanya segar sekali, dan aku merasa semakin kuat dari hari ke hari. Apakah ada yang salah?”

Zhou Ming tersenyum menggeleng, lalu menjelaskan dengan nada lembut dan jelas.

“Tidak ada yang salah, justru itu hal yang sangat bagus. Ingat Ayahmu dulu? Kamu memiliki darah Naga Purba di tubuhmu, darah yang paling mulia dan paling kuat di dunia ini. Sekarang kekuatan itu masih tidur, tapi perlahan-lahan ia akan bangun. Saat itu tiba, kamu akan menjadi sangat kuat, bahkan jauh lebih kuat dari kebanyakan orang di dunia ini.”

Mata Yue’er membelalak kaget, lalu berbinar penuh rasa heran dan gembira.

“Benarkah?! Aku juga bisa jadi kuat seperti Kakak?!”

“Iya, bahkan mungkin lebih kuat dariku,” jawab Zhou Ming sambil mengusap kepalanya. “Tapi untuk itu, kamu harus mulai berlatih pelan-pelan. Bukan latihan keras seperti yang aku lakukan, tapi latihan dasar untuk membangunkan dan melatih darah nagamu, supaya saat kekuatan itu keluar, kamu bisa mengendalikannya dengan baik, bukan dikendalikan oleh kekuatan itu.”

Wajah Yue’er langsung menjadi serius, ia mengangguk kuat dengan semangat tinggi.

“Baiklah! Aku mau berlatih! Aku mau jadi kuat, supaya aku bisa bantu Kakak, supaya aku bisa lindungi diriku sendiri, supaya aku tidak jadi beban buat Kakak!”

Mendengar kata-kata itu, hati Zhou Ming terasa hangat sekali. Ia menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Kamu bukan beban, Yue’er. Selamanya kamu tidak akan pernah jadi beban bagiku. Tapi kalau kamu mau berlatih, aku akan mengajarimu dengan sebaik-baiknya.”

Sejak hari itu, jadwal harian mereka bertambah satu hal baru: Latihan Dasar Darah Naga.

Zhou Ming tidak mengajarkannya teknik bertarung yang rumit atau teknik menyerang. Ia mengajarkan hal yang paling dasar namun paling penting: cara merasakan energi di dalam tubuh, cara menarik energi alam, cara mengalirkan darah naga, dan cara menenangkan jiwa agar tidak terbuai oleh kekuatan besar.

Karena tubuh Yue’er sudah direndam dan diperkuat setiap hari oleh Air Spiritual Tingkat Dewa, kemajuan latihannya sangat luar biasa cepat. Hanya dalam waktu sepuluh hari, ia sudah bisa merasakan aliran energi hangat yang mengalir di pembuluh darahnya, energi yang berbeda dengan energi biasa—panas, kuat, dan penuh wibawa, persis seperti aura Naga Purba.

Tanda sisik naga di dahinya juga semakin jelas terlihat, kadang memancarkan cahaya emas samar saat ia berkonsentrasi. Tubuhnya juga perlahan berubah: kulitnya semakin halus dan kuat, fisiknya jauh lebih bertenaga dibanding gadis seusianya, matanya semakin tajam dan jernih.

Selain mengajari Yue’er, Zhou Ming juga tidak melupakan dirinya sendiri. Setiap hari, di sela-sela waktu, ia tetap melatih penguasaan Tombak Yin Yang, memperdalam teknik Telapak Pemusnah, dan mengasah kemampuan Master Formasi.

Berkat tambahan darah murni Naga Purba yang ia dapatkan, Tubuh Dewa Naga miliknya juga berkembang semakin cepat. Sekarang, kulitnya sudah sekeras baja terbaik, tulangnya sekuat besi murni, kekuatan fisiknya semakin mendekati tingkat puncak Pembentuk Inti. Energi Yin dan Yang di dalam tombaknya juga semakin menyatu sempurna, membuat kekuatan serangannya bertambah drastis.

Setiap beberapa hari sekali, Zhou Ming tetap pergi masuk ke dalam kedalaman hutan untuk berburu binatang tingkat tinggi dan mengumpulkan poin. Kali ini, ia tidak merasa ragu atau khawatir meninggalkan Yue’er sendirian. Karena guanya dilindungi oleh Formasi Pelindung Mutlak yang bahkan orang Pembentuk Inti pun tidak bisa menembus, dan Yue’er sendiri sudah mulai memiliki kekuatan dasar yang cukup untuk melindungi dirinya dari bahaya kecil.

Namun setiap kali hendak pergi, Zhou Ming selalu berpesan dengan tegas:

“Yue’er, jangan keluar dari batas formasi pelindung, ya? Kalau ada apa-apa, langsung aktifkan sinyal bahaya yang aku pasang di dinding kamar. Aku akan segera kembali.”

Yue’er selalu mengangguk patuh, lalu melambaikan tangan sambil tersenyum cerah.

“Siap, Kak! Aku akan jaga rumah dengan baik. Kakak hati-hati ya, pulang cepat!”

Perburuan Zhou Ming semakin mudah dan menguntungkan. Dengan kekuatan tubuh Dewa Naga, Tombak Yin Yang, dan cincin penyembunyi aura, ia bisa masuk ke wilayah paling berbahaya di hutan, mengalahkan binatang buas setara Pembentuk Inti Tingkat 1 sampai 2 dengan mudah dan cepat. Poinnya terus bertambah stabil, kini sudah mencapai angka 1.850 poin, semakin dekat dengan tujuan untuk memperkuat dirinya lebih jauh lagi.

Suatu sore, saat Zhou Ming baru saja pulang dari berburu dan membawa daging segar serta tanaman obat langka, Yue’er berlari menyambutnya seperti biasa. Namun kali ini, mata gadis itu bersinar penuh semangat dan kegembiraan yang tidak biasa.

“Kakak! Kakak! Ada hal luar biasa yang terjadi padaku hari ini!” serunya sambil menarik tangan Zhou Ming dengan antusias.

Zhou Ming terkejut, segera berjongkok sejajar dengan wajahnya.

“Apa yang terjadi? Apakah kamu baik-baik saja?”

Yue’er mengangguk kuat, lalu mengangkat tangan kanannya perlahan. Di telapak tangannya, tiba-tiba muncul cahaya emas kecil yang berbentuk seperti sisik naga, berputar pelan dan memancarkan energi hangat yang lembut namun sangat murni.

“Aku sedang berlatih seperti biasa, tiba-tiba rasanya ada sesuatu yang meletus lembut di dadaku, lalu energi ini keluar dengan sendirinya! Aku bisa menggerakkannya sesuka hatiku, rasanya kuat sekali tapi aku bisa mengendalikannya dengan mudah!”

Zhou Ming menatap cahaya emas itu dengan mata terbelalak tak percaya, hatinya berdebar kencang karena senang.

“Ini… ini adalah Energi Inti Naga! Yue’er, kamu luar biasa hebatnya! Biasanya butuh waktu bertahun-tahun bagi keturunan naga untuk membangkitkan energi inti ini, tapi kamu baru beberapa minggu saja sudah berhasil melakukannya!”

Ini berarti, potensi Yue’er sudah mulai terbuka sepenuhnya. Dasar kekuatannya sudah terbentuk, dan pertumbuhannya ke depannya akan semakin cepat, bahkan mungkin melampaui semua prediksi.

Yue’er tersenyum lebar sampai matanya menyipit, sangat bahagia mendengar pujian itu.

“Benarkah?! Asyik! Berarti aku makin kuat kan Kak?!”

“Iya, makin kuat sekali,” Zhou Ming mengangguk sambil tersenyum lebar. “Ini baru permulaan saja. Nanti kalau kamu sudah mahir, kamu bisa melakukan hal-hal hebat: terbang sebentar, mengeluarkan api naga, kulitmu jadi sekeras batu, dan masih banyak lagi.”

Sore itu, suasana di gua penuh kegembiraan. Zhou Ming memasak makanan paling lezat dan istimewa untuk merayakan kemajuan Yue’er. Di meja makan yang hangat itu, mereka makan bersama sambil bercanda dan tertawa, rasa kebersamaan dan kasih sayang di antara mereka semakin kuat dan dalam.

Namun di malam harinya, saat Yue’er sudah tidur nyenyak, Zhou Ming kembali duduk di tepi kolam air spiritual, wajahnya kembali menjadi serius.

Ia melihat ke arah tampilan sistem di dalam pikirannya, melihat angka poin yang dimilikinya, melihat tingkat kekuatannya, dan mengingat kembali kekuatan terkuat di Kota Awan Hijau—Pembentuk Inti Tingkat 3.

Ia sudah jauh lebih kuat dibandingkan saat pertama kali datang ke sini, ia sudah punya perlindungan sempurna, senjata hebat, tubuh dewa, dan sekarang ada Yue’er yang harus ia lindungi.

“Kekuatanku sekarang sudah cukup untuk menghadapi Pembentuk Inti Tingkat 1 dan 2 dengan mudah, tapi menghadapi Tingkat 3 ke atas masih sedikit berat. Aku harus lebih kuat lagi. Aku harus memastikan, saat aku keluar dari sini, tidak ada satu orang pun yang bisa mengancam nyawaku, atau nyawa Yue’er.”

Zhou Ming mengepalkan tangannya erat, matanya memancarkan tekad yang tajam dan kuat.

Besok, ia akan masuk ke bagian paling dalam, paling berbahaya dari seluruh Hutan Kematian—wilayah yang bahkan para binatang buas tingkat tinggi pun takut untuk masuk. Di sana tinggal makhluk legendaris yang kekuatannya setara Pembentuk Inti Tingkat 4 sampai 5.

Tempat itu adalah satu-satunya tempat yang tersisa untuk ia asah kekuatan sampai batas maksimal, sebelum ia akhirnya siap untuk meninggalkan hutan ini dan kembali ke dunia luar.

Zhou Ming menoleh ke arah kamar Yue’er, mendengarkan napas gadis itu yang teratur dan tenang.

“Tunggu aku sebentar lagi, Yue’er. Aku akan pulang dengan kekuatan yang jauh lebih hebat. Dan nanti, kita akan pergi bersama-sama melihat dunia luar, melihat Bumi, dan hidup bebas tanpa ada rasa takut lagi.”

Dengan tekad yang bulat, Zhou Ming menutup tampilan sistem, lalu bersiap menghadapi tantangan terberat dan terakhir di dalam Hutan Kematian ini.

1
verto
10 poin lagi dari mana? kan hargnya 20
Bang Jun: Aduh maaf kak,kesalahan dan kelalaian autor.maklum baru belajar nulis🙏,sebagai ganti nya,ke depan autor akan perbaiki lebih baik lagi.juga mohon dukungan dari para sahabat ya,kita usahakan tembus 300 episode kalau ramai tidak nutup kemungkinan 500 sampai 800 episode💪.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!