NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tigabelas

Jessy memeriksa dengan khawatir, Zhao jadi merasa bodoh karena tidak membersihkan dengan benar.

“Katakan, apa kau sakit?.” Tanya Jessy.

“Tadi aku menggunakan sihir untuk membuat kasur yang nyaman, lalu terbatuk darah.” Jujur Zhao menunduk, merasa lemah dan tidak berguna.

“Astaga, kenapa harus terburu-buru? Ibu akan memberikan tempat tidur yang nyaman untuk mu. Minta lah pada Ibu, kau itu masih dalam masa pemulihan.” Jessy benar-benar khawatir.

“Meridian bawahmu baru sada melebur, kini dia perlu di latih dari awal lagi untuk bisa memiliki inti mana yang kuat untuk mengendalikan energi sihir.” Ucap Ziang.

“Jadi?.” Zhao tidak mengerti.

“Pulihkan dulu dirimu, besok aku akan mengajarimu cara menperkuat inti mana bawah dan atas. Semua butuh proses yang panjang jadi jangan terburu-buru.” Ucap Ziang, sebenarnya dia ingin marah karena Zhao yang sembrono.

“Pergilah bersihkan dirimu dengan benar, makan malam kita sudah siap sebentar lagi.” Jessy mencairkan suasana.

Setelah Zhao kembali ke kamarnya, kini Jessy kembali fokus memasak. Dia mengambil botol

kecap asin yang pernah dirinya beli, bagaimana cara membuat kecap asin menjadi kecap manis? sebenarnya yang ada di pikiran Jessy saat ini adalah mencampurnya dengan gula merah.

Jessy mencoba mencampurkan sedikit lalu mencicipi rasanya. Rasanya memang manis tapi asin nya lebih dominan, Jessy takut justru masakannya akan jadi sangat asin jika di paksa memakainya.

Tidak menyerah, Jessy menambahkan gula batu hingga tekstur kecap asin yang tadinya encer menjadi kental layaknya kecap manis. Setelah di cicipi rasanya manis, Jessy tersenyum senang.

Jessy membuka tutup wajan dan asap mengepul membawa aroma yang sangat nikmat, dia mengaduk semur beberapa kali lalu menambahkan kecap dan sedikit penyedap rasa. Setelah diaduk merata tutup kembali tunggu selama 10 menit dan makanan siap di santap.

Nasi juga sudah tanak, Jessy menyiapkan makan malam di bantu Ziang. Zhao datang setelah mandi, mereka duduk diatas lantai menatap lapar ke arah makanan asing yang bau nya sangat harum sekali.

“Ini yang ingin aku jual, apa menurut kalian tidak layak?.” Ujar Jessy.

“Aku tidak tahu jika bau nya sangat harum dan menggugah selera, padahal seharusnya amis dan bau busuk kan?.” Ziang terus terang.

“Aku mencuci nya berkali-kali dan memastikan tidak ada kotoran sama sekali, setelah itu merendamnya dengan perasan jeruk untuk mengurangi bau amis dan membuat potongan usus tetap segar. Setelah itu aku membalurinya dengan bumbu marinasi untuk menghilangkan bau amis dan memberikan rasa gurih dan berempah. Setelah banyaknya proses sampai matang, bau amis tentu saja hilang.” Ucap Jessy.

“Jadi, apa sudah boleh di makan?.” Zhao tidak sabar.

“Tentu saja, ayo makan dan cicipi rasanya.” Jessy tersenyum.

Mereka makan satu suap lalu mematung, Jessy heren padahal rasanya enak-enak saja tapi kenapa Ziang dan Zhao malah membatu seperti itu?.

“Kenapa? apa tidak enak?.” Tanya Jessy.

“Ini… makanan paling lezat yang pernah aku makan.” Ucap Ziang dengan tatapan kejujuran sejati.

“BENAR!!! BERBEDA SEKALI DENGAN RASA RUMPUT DAN TANAH.” Zhao berteriak penuh semangat.

“Astaga, boleh makan banyak tapi hati-hati kalian akan begah.” Jessy tertawa lucu.

Zhao dan Ziang makan dengan rakus, mereka suka dengan tekstur usus yang tidak alot dan kuah yang sangat lezat. Mereka menambah nasi berkali-kali sampai perut mereka kekenyangan.

“Uwerrggghhh… hik.. kenyang nya.” Zhao bersendawa keras.

“Astaga dimana sopan santun mu.” Ziang geleng-geleng kepala.

“Bagaimana? apa lezat?.” Tanya Jessy.

“YA!!.” Jawab Zhao dan Ziang bersamaan.

Jessy tersenyum senang, akhirnya dia bisa memulai usaha dengan modal yang minimalis. Menjual lauk berkuah dan bakpao tepung akan sangat menguntungkan, apalagi banyak orang lapar di pelabuhan.

“Ziang, aku menitip beberapa barang untuk di beli saat kau kembali ke pasar lusa.” Ucap Jessy.

“Ya, berikan saja cacatan yang perlu di beli.” Ziang mengangguk.

“Aku ikut!!.” Pinta Zhao.

“Tidak, kau harus melindungi Ibu saat Ayah tidak ada.” Tolak Jessy.

“Ukh.. baiklah.” Zhao langsung lesu.

Tiga hari berlalu dan kini Ziang sudah berada di pasar untuk mengambil pesanan kalung miliknya. Sampai di pandai besi, yang melayani bukan pemilik kios tapi putri nya yang sempat curi-curi pandang waktu itu.

“Permisi. Aku datang mengambil pesanan.” Ucap Ziang.

“Ah baik, tunggu sebentar Tuan.” Ucapnya sok imut.

Gadis itu kembali membawa kotak yang berisi lima buah kalung pesanan Ziang. Sebenarnya Ziang puas dengan hasil nya, tapi kenapa gadis di depannya ini juga memakai kalung serupa dengan pesanannya? apa si pandai besi itu meniru pesanan orang lain?.

“Itu batu mana beku milik Zhao, apa pria tua itu sengaja memakai barang milik orang lain sesuka hatinya?.” Batin Ziang tidak senang.

“Panggil pandai besi yang kemarin.” Ziang mengetatkan rahang nya marah.

“Maaf, Ayah sedang ada urusan di kota seberang. Anda bisa bicara dengan saya.” Ucapnya tersenyum.

“Apa kau pikir aku bodoh, cepat bawa dia kemari atau kuhancurkan ruko ini.” Ziang menatap nyalang.

Deg.

“M-maaf___

“Aku bilang bawa dia kesini sialan.” Ziang benar benar-benar terlihat menakutkan.

Gadis itu langsung lari terbirit-birit ketakutan, tidak lama kemudian si pandai besi datang dengan tatapan waspada. Aura yang di keluarkan Ziang benar-benar menekan nya.

“Maaf, apa ada kesalahan?.” Tanya si pandai besi.

“Pertama aku benci pembohong, kedua aku benci pencuri.” Ucap Ziang tajam.

“Apa maksudmu?.” Pandai besi itu tersinggung.

“Anakmu berkata kau sedang di kota seberang padahal kau ada disini, lalu apa-apaan kalung yang dia pakai itu? itu batu yang sama dengan milikku, kau berani sekali membuat sesuatu dengan barang orang lain.” Ziang benar-benar marah.

“Aku hanya mengumpulkan sedikit untuk membuatkan kalung untuk putriku. Dia seorang wanita jadi wajar saja memakai perhiasa__

“Hei bajingan, tidak peduli apapun alasannya tapi batu itu milikku dan design kalung ini tidak boleh sembarangan di tiru. Apa kau tau jika aku membuat ini khusus untuk istri dan anak-anakku, tapi apa-apaan dia itu? apa dia terang-terangan ingin menjadi bagian dari kami? mimpi saja sialan.” Ziang kesal setenagah mati.

“Aku mengerti ini kesalahan, aku akan mengembalikan semuanya padamu.” Pandai besi terlihat malu.

“Ayah__

“Diamlah Mei-mei.” Tegur si pandai besi.

Si pandai besi menarik kalung yang di pakai oleh anak si pandai besi lalu di berikan pada Ziang. Ziang meleburkan kalung itu dalam sekejap mata, tidak sudi membawa barang yang sudah di pakai oranglain.

Dirinya memberikan energi mana hitam miliknya dalam liontin kelima kalung pesanan nya. Seketika kalung yang tadi nya berliontin kuning terang kini berubah menjadi orange gelap yang indah.

“Ajarkan rasa malu pada anakmu, atau kau akan kehilangan pelanggan.” Ucap Ziang sebelum pergi dari sana, dia bahkan enggan membayar.

Mood Ziang jadi buruk, tapi dia harus membeli beberapa barang yang di titipkan oleh Jessy. Usus dan jeroan sapi segar 5kg, tepung hitam (murah) satu karung, mangkuk dan sumpit 5 lusin dan jajanan milik Zhao.

Ziang membeli semuanya dengan rinci dan hati-hati, sampai saat dia akan kembali setelah menata barang dalam gerbong kereta seorang wanita mendekat padanya.

“Permisi tuan, apa saya boleh ikut sampai perbatasan pasar? saya kehabisan uang ongkos___

“Enyah brengsek.” Ziang yang sedang tidak mood semakin tidak mood.

Ziang mengendarai kereta kuda miliknya dengan ugal-ugalan. Wajahnya di tekuk, ada banyak hal tidak menyenangkan hari ini yang membuatnya ingin cepat-cepat pulang dan bertemu Jessy.

Memikirkan Jessy tiba-tiba Ziang tersenyum, mood nya membaik karena sebentar lagi dia akan sampai rumah. Saat sedang melewati jalan setapak dan turun ke halaman rumah, Ziang bisa melihat Zhao sedang main ayunan sambil menunggu nya pulang.

“Kenapa disini? dimana Ibumu?.” Tanya Ziang setelah membawa kuda ke kandang nya.

“Ibu sedang tidur karena Ayah terlalu lama, kenapa lama sekali?.” Ucap Zhao.

“Aku bertemu orang menyebalkan di pasar, memgingatnya aku jadi kesal.” Ucap Ziang badmood lagi.

“Apa itu preman pasar?.” Tebak Zhao.

“Lebih menyebalkan dari itu, sudahlah ayo bantu aku membawa barang-barang ini masuk.” Ucap Ziang.

Setelah semua barang belanjaan tertata rapih di dapur, Zhao sibuk makan jajan dan kembali ke ayunan miliknya. Sebenarnya terlihat kasihan, tapi mau bagaimana lagi? tidak mungkin Ziang menemani Zhao bermain ayunan.

“Kau sudah kembali?.” Jessy keluar dari kamar dengan wajah bangun tidur.

“Sudah, maaf aku pulang terlambat.” Ucap Ziang.

“Pasti banyak wanita yang menggoda mu kan? apa kau mengantarkan mereka satu persatu?.” Tanya Jessy, sebenarnya dia cemburu.

“Aku mengusir mereka semua, dan ini untukmu.“ Ziang mengeluarkan lima kalung dan memakaikan satu di leher Jessy.

“Ada lima kalung, satu untukku, satu untukmu dan satu untuk Zhao, lalu dua sisa nya untuk siapa?.” Jessy memicingkan mata.

“Ekhem… itu… anak-anak kita mungkin.” Lirih Ziang memalingkan wajah dengan malu.

Deg.

Jessy membatu, dia salting level maksimal. Dirinya bahkan lupa jika sampai saat ini mereka belum pernah sekalipun melakukan hubungan suami istri. Padahal mereka tidur di kamar yang sama, tapi tidak pernah ada skinship yang berarti.

Jessy reflek menatap bawah pusar Ziang, seketika Ziang membatu. Dia berpikir Jessy pasti ketakutan karena kutukan miliknya, tidak seharusnya dia bicara seperti itu.

“Tidak, lupakan. Aku_

“Ziang, aku bahkan pernah bermimpi memiliki sepuluh anak dengan mu. Mereka mirip dengan mu, aku sangat bahagia.” Jessy tersenyum berseriseri, itu adalah mimpi nya saat berada di dunia modern.

Deg.

“A-apa?.” Ziang tersentak dan bersemu merah, dia salting.

“Ya, aku sangat menantikan saat itu tiba.” Jessy tersenyum.

“Jes… aku… tidak. Kau pasti tahu tentang kutukan ku bukan? sebaiknya kita tidak pernah membahas soal anak.” Ziang merasa bersalah.

“Aku pasti bisa melahirkan anakmu dengan selamat. Aku tidak akan mati hanya karena di tusuk oleh burung mu, percaya saja.” Ucap Jessy dengan yakin.

“Jes__

“Ziang, apa sebelumnya kau sudah pernah memb*n*h seseorang karena hal itu?.” Tanya Jessy.

“Ya. Saat aku berusia 17 tahun Kaisar menikahkan aku dengan seorang selir, di malam itu aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bagaimana dia meregang nyawa di depan mata ku. Aku yang awalnya tidak percaya dengan kutukan itu pun sekarang mempercayainya.” Jujur Ziang.

“Entah kenapa aku jadi marah, ternyata kau sudah pernah menusuk wanita lain dengan burungmu.” Jessy malah fokus pada burung.

“Bukan itu yang harus kau pikirkan sekarang, aku tidak ber__

“Tidak ada. Kutukan itu sama sekali tidak benar, ayo kita buktikan jika kutukan itu sama sekali tidak benar.” Ucap Jessy tegas.

“Lalu bagaimana jika kau mati?.” Ziang terlihat frustasi.

“Pfttttt… lihat tinggi badanku. Diantara semua wanita yang pernah kau temui, bukankah aku yang paling tinggi?.” Ucap Jessy bertolak pinggang.

“Ya?.” Bingung Ziang.

“Alasan mantan selir mu itu mati pasti karena tinggi badan kalian terlalu jauh. Dia terlalu kecil untuk bisa menerima badan mu yang besar, di pikirkan bagaimanapun pasti ya itu normal saja jika dia mati. Aku akan mengajarimu bagaiaman caranya berc*nt* dengan benar.” Ucap Jessy menggebu-gebu.

“Kau? janda?.” Syok Ziang.

PLAAAKKKKK

“BICARA APA KAU ANAK SETAN!!!.” Jessy menampar Ziang saking kesal nya.

“T-tadi kau berkata ingin mengajariku berc*nt* jadi kupikir kau memiliki pengalaman dengan itu. Apa kau melakukannya dengan mantan kekasihmu?.” Ziang menahan kesal.

“Yahhh siapa yang tahu jika mantan kekasihku lebih dari 100 orang.” Bohong Jessy.

“A-apa? 100?.” Ziang sampai ternganga.

“Hohohoho, karena itu jangan remehkan aku. Aku tidak mungkin bisa di taklukan oleh burungmu, karena aku sangat mahir menjinakan burung.” Jessy sok senior.

krakk

(Suara hati Ziang yang patah).

Entah kenapa Ziang merasa sakit hati, apa benar Jessy yang polos dan kekanakan ini sebenarnya adalah wanita mesum? apa benar istrinya yang baik hati dan pintar ini suka bermain dengan banyak pria? memikirkan itu Ziang jadi sakit hati.

Karena kebohongan Jessy kini Ziang jadi suka melamun, entah apa yang dia pikirkan. Bahkan pagi ini saat Jessy pergi ke pelabuhan untuk berdagang di hari pertama, Ziang berdiri tegak di sampingnya dengan wajah lesu.

“Jangan perlihatkan wajah seperti itu, pelanggan bisa kabur saat melihat wajahmu.” Ucap Jessy.

Ziang tidak bergeming, apalagi melihat banyak pria yang menatap penuh damba pada Jessy. Memang Jessy saat ini sudah berkali lipat lebih cantik, imut dan sexy jadi pantas banyak yang melirik. Ziang membayangkan Jessy bermain dengan semua pria yang ada, dia jadi kesal setengah mati.

“Ziang. Kalau kau akan terus seperti ini lebih baik pulang saja, aku kan sudah mengingatkan mu agar bersikap ramah pada pelanggan.” Omel Jessy sambil menyiapkan dagangannya.

Ziang langsung ikut membantu dan mengendurkan sedikit wajahnya, tapi dia tetap dalam mode cemburu. Cemburu karena pikirannya sendiri yang kemana-mana.

Jessy hanya membawa dua kuali besar, satu berisi semur usus dan jeroan dengan sedikit potongan daging. Lalu satu kuali berisi bakpao tepung kukus berjumlah 200 buah.

Begitu tutup kuali di buka, bau harum menguar ke segala penjuru dan banyak orang datang untuk melihat dan membeli. Jessy tersenyum, ini awal yang sangat baik.

Zhao menelan ludah, dia merangkul lengan Ziang dengan ekspresi sedih sungguh tidak rela jika makanan itu nanti akan habis terjual. Dia ingin menghabiskan semuanya sendiri, Ziang yang di gelendoti monyet hanya diam saja karena sedang mode galau.

#Catatan penulis

Jangan kaget author ganti judul, karena biar lebih keren aja gitu AHAHAHAHAHAHAHAH.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!