NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:561
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 [Mengapa Hinomura?]

Pagi datang seperti biasa di desa Hinomura.

Langit cerah. Angin berhembus lembut melewati ladang. Suara ayam dan percakapan warga terdengar ringan, seolah tidak ada apa pun yang terjadi semalam.

Namun bagi sebagian orang…

Ketenangan itu terasa… tidak nyata.

Di dalam rumah kecil di tepi desa, Shiranui Akihara berdiri di dekat jendela.

Tatapannya mengarah keluar.

Diam.

Tenang di luar.

Namun pikirannya tidak.

Di belakangnya, Liora Raizen duduk dengan tangan menyilang.

Wajahnya serius.

Tidak ada lagi ekspresi santai seperti kemarin.

“Ini bukan kebetulan.”

Suaranya memecah keheningan.

Akihara tidak langsung menjawab.

Namun ia tahu.

Liora benar.

Ia akhirnya berbicara pelan.

“Dungeon terdekat… terlalu jauh dari sini.”

Liora mengangguk.

“Dan goblin itu muncul tepat di tengah desa.”

Ia menatap Akihara.

“Tanpa mana.”

Akihara mengingat kembali kejadian malam itu.

Tubuh goblin yang hancur menjadi abu hitam.

Kosong.

Tidak meninggalkan apa pun.

Hukum dasar dunia telah dilanggar.

“…seperti sesuatu yang dipaksakan untuk hidup,” gumamnya.

Liora menyipitkan mata.

“Atau sesuatu yang tidak seharusnya hidup.”

Hening.

Keduanya mengerti satu hal.

Ini bukan serangan biasa.

Ini… percobaan.

Suara kecil terdengar dari sudut ruangan.

“…Aa…”

Akihara menoleh.

Di atas tikar kecil, seorang bayi duduk sambil memainkan kain.

Noa.

Mata merah gelapnya menatap kosong ke arah dinding.

Seolah memperhatikan sesuatu yang tidak terlihat.

Liora berdiri perlahan.

Matanya tertuju pada bayi itu.

“Dia muncul… sebelum semua ini terjadi.”

Akihara tidak langsung membalas.

Liora melanjutkan.

“Dan setelah itu… makhluk aneh mulai muncul.”

Ia mendekat.

Langkahnya pelan.

Namun penuh tekanan.

“Menurutmu ini kebetulan?”

Akihara akhirnya menatapnya.

Tatapannya tenang.

Namun ada sedikit ketegangan di dalamnya.

“Dia hanya bayi.”

Jawaban yang sama seperti sebelumnya.

Namun kali ini…

Tidak sepenuhnya meyakinkan.

Liora berlutut di depan Noa.

Menatap mata bayi itu.

Untuk sesaat…

Mata mereka bertemu.

Dan Liora merasakan sesuatu.

Sangat tipis.

Sangat dalam.

Sesuatu yang membuat naluri Grandmaster-nya bergetar.

Ia langsung berdiri.

“…aku tidak menyukainya.”

Akihara menghela napas.

Ia mengangkat Noa perlahan.

“Apapun yang terjadi… aku tidak akan meninggalkannya.”

Liora tidak menjawab.

Namun tatapannya berubah.

Lebih serius.

Jika bayi itu adalah pusat masalah…

Maka itu berarti

Ia juga harus dilindungi.

Siang hari.

Desa kembali sibuk.

Namun Akihara tidak lagi berjalan santai seperti kemarin.

Noa ia gendong lebih rapat.

Tatapannya lebih tajam.

Liora berjalan di sampingnya.

Mengamati.

Waspada.

Setiap sudut desa terasa berbeda.

Seolah ada sesuatu yang mengintai.

Tiba-tiba

CRACK.

Suara retakan terdengar.

Dari belakang salah satu rumah.

Akihara dan Liora langsung berhenti.

Tatapan mereka mengarah ke sumber suara.

Tanah.

Retak.

Garis hitam kecil muncul.

Dan dari dalamnya

Sebuah tangan kecil keluar.

Kulit gelap.

Kasar.

Goblin.

Namun…

Berbeda.

Matanya kosong.

Tidak ada cahaya.

Tidak ada kehidupan.

Liora langsung bergerak.

“Menjauh!”

Warga yang berada di sekitar langsung mundur.

Satu goblin keluar.

Lalu satu lagi.

Dua.

Namun aura mereka…

Kosong.

Akihara memperhatikan.

Tatapannya serius.

“Lagi…”

Liora mengangkat tangannya.

Kilatan listrik kecil muncul.

Namun ia menahannya.

Ia tidak boleh menarik perhatian.

Goblin pertama menyerang.

Liora menghindar dengan mudah.

Gerakannya cepat.

Efisien.

Satu pukulan.

CRACK.

Goblin itu terhempas.

Yang kedua menyerang dari samping.

Liora berputar.

Menjatuhkannya dengan satu tendangan.

Semua selesai dalam hitungan detik.

Hening.

Namun sekali lagi…

Tidak ada yang tersisa.

Tubuh goblin itu retak.

Lalu

Hancur.

Menjadi abu hitam.

Terbang terbawa angin.

Liora berdiri diam.

Tatapannya kosong beberapa detik.

“…ini sama.”

Akihara berjalan mendekat.

Ia berlutut.

Menyentuh tanah.

Masih ada sisa.

Namun bukan mana.

Dingin.

Berat.

Tidak alami.

“Ini bukan sihir.”

Liora menatapnya.

“Lalu apa?”

Akihara tidak menjawab.

Namun pikirannya mulai menyusun sesuatu.

Dan hasilnya…

Tidak menyenangkan.

Setelah warga kembali tenang…

Akihara dan Liora tetap di lokasi.

Mereka memperhatikan retakan di tanah.

Kecil.

Namun jelas.

Liora berlutut.

Menyentuhnya.

Dan langsung menarik tangannya.

“…dingin.”

Ia mengernyit.

“Seperti… bukan berasal dari dunia ini.”

Akihara menatap retakan itu.

Lalu perlahan berdiri.

Tatapannya mengarah ke satu arah.

Barat.

Sangat jauh.

“…sumbernya dari sana.”

Liora mengikuti arah pandangnya.

Ia merasakan hal yang sama.

Energi besar.

Dalam.

Tersembunyi.

Di bawah tanah.

Di tempat yang sangat jauh dari desa Hinomaru.

Jauh di bawah permukaan dunia.

Kegelapan pekat menyelimuti segalanya.

Namun di dalam kegelapan itu…

Ada ruang.

Luas.

Dingin.

Dan di tengahnya

Sebuah singgasana hitam.

Di atasnya…

Duduk sebuah sosok.

Siluetnya tidak jelas.

Namun auranya…

Menekan.

Berat.

Menyesakkan.

Argiel Lucifer.

Di sampingnya berdiri seorang wanita.

Tenang.

Elegan.

Matanya mengamati segalanya.

Railer Zernaldha.

Di sekitar mereka…

Makhluk-makhluk terbentuk.

Dari kegelapan.

Goblin.

Namun tidak seperti biasanya.

Kosong.

Tanpa mana.

Railer berbicara pelan.

“Eksperimen pertama… berhasil.”

Suaranya tenang.

Hampir seperti tidak peduli.

Argiel tidak bergerak.

Namun suaranya terdengar.

Dalam.

Berat.

“Masih belum cukup.”

Railer tersenyum tipis.

“Dunia ini masih terlalu stabil.”

Ia menatap ke kejauhan.

Seolah melihat sesuatu yang sangat jauh.

“Namun… retakan sudah terbuka.”

Argiel perlahan mengangkat tangannya.

Kegelapan berputar di sekitarnya.

Makhluk baru terbentuk.

Lebih banyak.

Lebih kuat.

“Uji mereka.”

Perintah singkat.

Railer mengangguk.

Tatapannya tajam.

“…terutama di titik itu.”

Kembali ke desa Hinomaru.

Angin sore berhembus pelan.

Namun suasana tidak lagi sama.

Akihara berdiri diam.

Menatap ke arah barat.

Matanya dalam.

Serius.

“Ini… bukan Raja Iblis yang pernah kuhadapi.”

Liora menatapnya.

Ia bisa merasakan itu juga.

Ada sesuatu yang berbeda.

Sesuatu yang lebih… aneh.

Lebih dalam.

Lebih berbahaya.

Malam datang.

Rumah kecil itu kembali sunyi.

Noa tertidur di atas tikar.

Napasnya tenang.

Seperti bayi biasa.

Namun

Matanya perlahan terbuka.

Merah gelap.

Bersinar samar di kegelapan.

Akihara melihatnya.

Liora juga.

Keduanya diam.

Tidak bergerak.

Noa menatap mereka.

Tanpa ekspresi.

Untuk sesaat…

Waktu terasa berhenti.

Lalu

Ia tersenyum kecil.

Seperti bayi biasa.

Matanya kembali normal.

Dan ia tertidur lagi.

Hening.

Liora berbisik pelan.

“…Akihara.”

Akihara tidak menjawab.

Tatapannya masih tertuju pada bayi itu.

Liora melanjutkan.

“…bagaimana jika…”

Ia berhenti sejenak.

“…target mereka bukan desa ini?”

Akihara perlahan menoleh.

Lalu kembali melihat Noa.

Keheningan menyelimuti ruangan.

Jawaban itu… sudah ada.

Namun tidak ada yang ingin mengucapkannya.

Akhirnya Liora berkata sangat pelan.

“…melainkan sesuatu yang ada di dalamnya.”

Angin malam berhembus.

Dan untuk pertama kalinya

Akihara merasakan sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

Ancaman.

Yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!