NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Trauma masa lalu / Bertani / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:162.4k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.

Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.

Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.

Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.

Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.

Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Ular Berbisa

"Enggak apa-apa, Bang. Cuma_"

"Cuma kenapa?" potong Bastian.

"Cuma berasa ada yang kurang. Hihi..." ujar Seruni justru terkikik geli dengan jawabannya sendiri yang keluar dari mulutnya.

"Haish! Memalukan!" batin Seruni merutuki dirinya sendiri.

Krieet...

Terdengar suara jendela terbuka.

"Hem, lumayan anginnya." Bastian merasa sejuk karena hembusan angin usai membuka jendela kamar mereka.

Bastian juga masih setia berdiri dekat jendela.

"Apa di sini sering mati lampu, Run?" tanya Bastian.

"Iya, Bang. Maklum daerah pelosok seperti di sini sering terjadi hal begini. Masyarakat desa sudah biasa dan gak kaget bila padam listrik. Bahkan dulu pas aku masih kecil, belum ada listrik yang masuk sini Bang."

"Kamu nggak takut gelap, Run?"

"Enggak seberapa takut kalau sekarang karena udah terbiasa," jawab Seruni apa adanya.

Bastian cukup salut mendengarnya. Artinya, Seruni adalah kembang desa yang lembut hati serta tangguh dan tidak menye-menye seperti wanita kota yang biasa dikenalnya. Dominan wanita kota bergaya modern takut gelap dan sering bersikap manja. Seruni tak seperti itu pastinya.

"Apa kamu gak takut ketemu ular, Run? Apalagi gelap-gelap begini dan rumah ini dekat ladang pula," goda Bastian.

"Ading sering bertemu ular di sawah maupun ladang, Bang. Jadi gak seberapa takut. Cuma kaget saja kalau mendadak muncul. Selebihnya biasa saja,"

"Kalau ular yang lain, apa kamu nggak takut?"

"Ular lain bagaimana maksud abang?" balas Seruni justru balik bertanya. Ia tak paham akan pertanyaan dari Bastian perihal ular lain.

"Ularnya panjang, berotot dan punya bisa mematikan," godanya seraya tersenyum penuh makna.

"Kalau seperti itu berarti bukan ular sawah dong,"

"Bukan," sahut Bastian semakin gencar menggoda Seruni. "Ular ini cuma nyerang wanita, bukan laki-laki. Bisa ular ini bikin perut wanita melen_dung sampai sembilan bulan lamanya," sambungnya.

"Ular apa itu, Bang?" desak Seruni. "Jangan bikin ading takut!"

Sayang sekali suasana gelap gulita sekarang ini tak bisa membuat Bastian melihat jelas raut wajah polos ketakutan Seruni perkara ular. Ya, ular berbisa di bawah perut semua pria dewasa di dunia ini yang mampu membesar dan mengecil sendiri jika has_rat datang menyergapnya.

"Tenang saja, ular abang udah jinak kok."

"Hah, ular Abang? Jadi, abang pelihara ular?"

Upss...

Bastian rasanya ingin menjed0tkan kepalanya sendiri ke dinding bilik bambu detik ini juga. Istrinya ini benar-benar polos. Sungguh bikin gemas saja, pikirnya.

"Lupakan soal ular. Beruntunglah dia lagi tidur. Kalau Doi bangun bisa kayak cacing kepanasan. Nanti ujungnya kamu bisa-bisa kewalahan,"

"Kewalahan? Apa dia nakal, Bang?"

"Udah gak nakal lagi. Sekarang dia lagi mode jadi anak baik dan patuh sejak ketemu kamu,"

Seruni semakin bingung dengan ucapan Bastian. Sungguh otak Seruni yang polos tak mampu menggapai bahasa kemesu_man tersirat hakiki tingkat tinggi yang keluar dari bibir Bastian barusan.

"Kalau mati listrik begini, kalian pakai apa dong?" tanya Bastian sengaja mengalihkan pikiran Seruni perkara ular berbisa.

"Pakai lampu tepl0k dari minyak tanah, lilin dan kadang pakai obor kalau pas ngeronda malam keliling desa." Jawab Seruni.

Detik selanjutnya Seruni meminta tolong Bastian mengantarkan dirinya keluar kamar menuju dapur.

"Mau ngapain?" tanya Bastian.

"Mau nyalain lampu tepl0k Bang, biar gak terlalu gelap di sini. Ading bawa dari rumah Apak,"

"Oh begitu,"

Bastian pun melihat Seruni dengan seksama mera_ba area dapur yang gelap untuk mencari lampu tepl0k. Ia melihat cara Seruni menyalakan lampu tersebut.

Tak berselang lama, suasana ruma mereka pun tak lagi gelap gulita. Ada cahaya menerangi dari lampu tradisional tersebut. Seruni letakkan satu di kamar dan satunya lagi di ruang tamu yang berdekatan dengan dapur.

"Alhamdulillah udah gak gelap lagi, Bang." Seruni tersenyum seraya bernafas lega.

"Biasanya berapa lama kalau listriknya padam?" tanya Bastian.

"Mungkin sampai pagi, Bang. Besok kalau Mamat ke sini, aku suruh ambil generator di rumah Apak. Kebetulan Apak punya dua, jadi satunya bisa kita pakai di sini. Jaga-jaga kalau listrik mati seperti malam ini,"

"Keren juga bapakmu punya genset. Apa semua warga desa juga punya?"

"Gak semua punya, Bang." Jawab Seruni.

"Ayo Bang, tidur. Besok pagi kita harus lihat lahan di sini buat bercocok tanam," lanjutnya.

"Run, aku boleh buka baju gak?" tanya Bastian sengaja meminta izin dulu.

Ia khawatir Seruni pingsan lagi seperti kejadian di rumah Pak Tono yang lalu, usai mereka resmi menikah.

"Silahkan, Bang." Cicit Seruni malu-malu.

"Aku soalnya gerah banget," ucap Bastian.

"Iya, Bang. Ading paham kok. Abang kan dari kota. Pastinya belum terbiasa dengan keadaan di kampung,"

Izin sudah didapat. Bastian yang memang sudah berkeringat sejak tadi, segera melepaskan kaosnya. Lalu, celana panjangnya pun ikut dilepaskan.

Pupil mata Seruni seketika melebar dan terkejut melihat gelagat Bastian yang awalnya meminta izin membuka baju, tetapi yang terjadi justru berbeda.

"A_bang ke_napa bu_ka ce_lana juga?" cicit Seruni dengan nada suara terbata-bata.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Nena Anwar
Ramdan telah datang dan Selvi siap siap jadi gelandangan atau masuk penjara
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ... sudah waktunya kebusukan kamu terbongkar Selvi .. siap2 di tendang kalian sama papa surya
Ayuk Witanto
nah ..datang tuh bapaknya tania
Ayuk Witanto
sayangmu anakmu yang di tangkap
Iccha Risa
bagai bom waktu yg menghancurkan, pak Ramdan pasti datang nanyain anaknya
Tuti Tyastuti
𝘴𝘪𝘢𝘱" 𝘬𝘢𝘭𝘦𝘦𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘶𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘦𝘦𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳
Dew666
💐💐💐
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
halo Ramdan. 😁
Shee_👚
nah siap-siap terbongkar semua, semoga jantung surya aman kalau tau orang yang dia pelihara itu iblis berwujud manusia
Shee_👚
g sadar diri, noh lagi di siksa anak lo. ya siap-siap aja tania hamil di luar nikah
Shee_👚
biat sadar, dah di pungut di besarkan dengan kasih sayang dan harta yang berlimpah malah nusuk dari belakang 😡
kaylla salsabella
wah mama selfi di telf pak Ramdan🤣🤣🤣
sudarti darti
jadi penasaran reaksi Selvi
dan bagaimana jika ia tahu kehidupan anak kesayangannya Tania
Sugiharti Rusli
bangakai mau ditutupi dengan rapi sekalipun, bila saatnya terbongkar, kejahatan mereka pasti akan terbongkar satu per satu sih
Asriani Rini
Tunggu dudah kehancuranmu mama selvi apa yg kamu tabur itu yg akan kamu tui
Sugiharti Rusli
memang sangat bodoh sih dulu pak Danu bisa terjerat sama mantan kekasihnya yang sekarang sedang merencanakan pengambil alihan aset" putra kandungnya sendiri
Safira💋 (Pecinta Megalodon): Omooo rameee 😱😄
total 5 replies
Sugiharti Rusli
yah apa yang mengalir dalam darah Tania menurun sih yah dari ibunya tuh si Selvi dan mungkin juga ayah kandungnya
Ayesha Almira
nah,silvi..ramdan datang,smg cpt terbongkar..
Maharani Rani
lanjuttttt😄😄😄
Ruwi Yah
baru nyesel Tania ternyata Alex sebejat itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!