NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Cantika

Suami Dadakan Untuk Cantika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika perempuan miskin dari desa ,karena salah paham warga hingga dipaksa menikah dengang pria yang baru ia kenal,dan Cantika tidak menyangka kalau suami dadakannya adalah CEO, bagaimana Cantika menjalankan rumah tangga dadakannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paksaan yang menjerat

Bagaimana, Tuan Arka? Mau menikah baik-baik atau kami serahkan kasus ini ke media sosial?" Ancam Pak RT sambil menunjukkan layar ponselnya. "Saya yakin video tadi sudah mulai menyebar."

"Bapak jangan mengancam saya,saya bisa menjebloskan bapak ke penjara dengan tuduhan pengancaman."

"Saya tidak takut,karena saya bukan mengancam saya hanya ingin membuat kampung saya aman,dan tidak terkena sial karena perbuatan kalian,kalau kamu tidak percaya,kamu bisa lihat sendiri vidionya."

Arka melihat sebuah video di grup komunitas lokal dengan judul: "Pengusaha Kota Terciduk di Gubuk Singkong". Wajah mereka memang tidak diperlihatkan jelas, tetapi plat nomor mobil mewah Arka terlihat cukup jelas. Darahnya berdesir hebat. Ini adalah mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Arka menatap Pak RT dengan tatapan tajam, tangannya mengepal kuat di sisi tubuh. “Bapak jangan main-main. Saya tolak mentah-mentah tawaran itu. Menikah? Dengan siapa? Ini bukan urusan Bapak. Saya dan Arumi sudah dewasa, kami tahu apa yang kami lakukan,” bantah Arka tegas, suaranya sedikit bergetar karena amarah yang tertahan.

Pak RT tersenyum sinis, masih mengacungkan ponselnya. “Kamu pikir ini main-main, Nak? Video ini sudah beredar di grup komunitas. Besok pagi bisa saja naik ke grup RT lain, bahkan ke media sosial. Plat mobil mewahmu itu seperti lampu sorot. Orang kampung ini sudah pada heboh. Kalian berdua ketahuan mesum di gubuk singkong milik Pak Kasno. Kalau tidak diselesaikan secara baik-baik, nama baik keluargamu yang terkenal di kota ini bisa hancur. Kamu pengusaha sukses, kan? Bayangkan berita ‘Pengusaha Muda Tertangkap Basah di Gubuk Kumuh’.”

Arumi yang sejak tadi diam di belakang Arka, akhirnya maju selangkah. Wajahnya pucat, tetapi matanya penuh tekad. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara dengan suara yang berusaha tenang meski gemetar. “Pak RT, mohon maaf sebesar-besarnya. Kami tidak bermaksud membuat keributan di kampung Bapak. Kejadian tadi memang salah kami. Kami … kami tidak dalam hubungan yang serius. Tuan Arka hanya ingin menolong saja , dan Kami datang ke gubuk singkong itu hanya untuk menolong aku yang sedang pingsan, bukan untuk hal-hal yang Bapak tuduhkan. Video itu pasti diambil dari jauh dan dipotong-potong. Kami tidak melakukan apa-apa yang melanggar hukum besar. Tolong jangan sebarkan. Kami siap minta maaf secara langsung kepada Pak Kasno dan warga kampung. Saya janji, kami akan menjaga nama baik kampung ini. Kalau Bapak tetap ingin melibatkan media sosial, itu hak Bapak, tapi pikirkan juga dampaknya bagi kami berdua yang masih ingin membangun masa depan.”

Arka melirik Arumi dengan rasa terkejut bercampur haru. Ia tidak menyangka Arumi berani membela mereka dengan penjelasan yang cukup masuk akal. Namun, hatinya masih panas. “Benar kata Arumi, Pak. Kami bukan anak kecil. Kalau Bapak benar-benar ingin mengamankan kampung, sebaiknya Bapak serahkan bukti ke polisi, bukan main ancam-ancam. Saya siap hadapi konsekuensi hukum kalau memang ada unsur pidana. Tapi jangan pakai cara seperti ini. Ini namanya pemerasan.”

Pak RT menggelengkan kepala pelan, wajahnya tetap tenang. “Kalian berdua keras kepala. Saya beri waktu sepuluh menit Kalau tidak ada kata sepakat soal pernikahan atau setidaknya pertunangan resmi di depan warga, video ini akan saya teruskan ke admin grup yang lebih besar. Saya tidak mau kampung ini dapat cap buruk gara-gara kalian. Pikirkan baik-baik."

Arka terdiam,ia hanya menatap langit-langit balai desa yang banyak sarang laba-labanya. Pikirannya menghitung untung rugi dengan sangat cepat, seperti mesin kalkulator yang sedang overheat.

Ia belum siap menikah sekarang, walupun itu bisa meredam amarah warga dan menghentikan video itu agar tidak menyebar lebih jauh.lagi pula saat ini dia masih terikat pertunangan dengan perempuan lain,Tapi jika ia menolak sekarang, ia akan digiring ke kantor polisi dengan status "tertangkap mesum", dan wajahnya akan menghiasi berita nasional besok pagi.

"Tuan ... Jangan menyetujuinya !" bisik Cantika lirih. "Saya tidak mau membebani Tuan. Biar saya saja yang menanggung malu."

Arka menatap gadis di sampingnya. Air mata Cantika terus mengalir, bahunya berguncang pelan. Untuk sesaat, kemarahan dan kepanikan Arka mereda. Ia melihat bukan sekadar "penjual keripik", melainkan seorang perempuan muda yang sedang ketakutan dan malu setengah mati.

Ia menghela napas panjang. Suaranya rasanya tidak mau keluar ,berat dan lelah Arka masih terdiam,dia tidak menjawab pertanyaan dari pak RT setempat

Arka memandang ke luar jendela balai desa yang kotor. Sore yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi suram

"Bagaimana, Tuan Arka? Mau menikah atau video Anda akan tersebar di media sosial?" tanya Pak RT dengan nada mengancam.

Arka masih terdiam. Wajahnya menegang, rahangnya mengeras. Ia kembali menatap langit-langit balai desa yang penuh sarang laba-laba, seolah berharap ada jalan keluar ajaib dari masalah gila ini. Pikirannya berputar cepat, menghitung untung rugi dengan dingin seperti biasa ketika menghadapi negosiasi bisnis. Namun kali ini, yang dipertaruhkan adalah masa depannya sendiri.

Jika ia menikah sekarang, ia bisa meredam amarah warga dan menghentikan penyebaran video itu. Setelah situasi tenang, ia bisa mengatur perceraian diam-diam dalam beberapa bulan. Tapi jika ia menolak, ia akan digiring ke kantor polisi dengan tuduhan mesum. Besok pagi, wajahnya mungkin sudah menghiasi berita nasional. Saham perusahaan akan anjlok, reputasi keluarga hancur, dan kariernya sebagai Young Leader of the Year bisa tamat dalam sekejap.

Arka mengalihkan pandangannya ke arah Cantika. Gadis itu tampak tidak jauh berbeda darinya hancur dan ketakutan. Wajahnya pucat, bahunya berguncang pelan.

"Tuan ... tolong bilang tidak," bisik Cantika lirih. "Saya tidak mau membebani Tuan. Biar saya saja yang menanggung malu."

Melihat ketulusan dan kepolosan Cantika, sesuatu dalam diri Arka mendadak tersentak. Gadis ini bahkan lebih memikirkan nasibnya daripada nasibnya sendiri yang terancam diusir dari desa atau menjadi bahan gunjingan seumur hidup.

Arka menarik napas panjang, menghembuskannya pelan, lalu berdiri tegak. Ia mengancingkan jasnya yang sudah kusut, berusaha mengembalikan sisa-sisa wibawanya sebagai seorang CEO.

"Baik," ucap Arka dengan suara berat dan bergetar karena emosi yang tertahan. "Saya akan menikahinya."

Seluruh ruangan mendadak hening. Cantika terbelalak, mulutnya sedikit terbuka karena kaget.

"Tapi dengan satu syarat," lanjut Arka sambil menatap tajam Pak RT. "Hapus semua video dan foto yang diambil warga. Jangan sampai ada satu pun yang keluar dari lingkungan desa ini. Jika saya melihat wajah saya di berita mana pun besok pagi, saya pastikan tempat ini rata dengan tanah."

Pak RT tampak sedikit gentar mendengar nada dingin Arka, tetapi ia mengangguk. "Setuju. Kami hanya ingin pernikahan sah. Soal video, kami akan pastikan warga menghapusnya di depan Anda."

"Tuan ... apa yang Tuan lakukan?" Cantika menarik ujung lengan jas Arka, suaranya nyaris hilang. "Tuan tidak perlu melakukan ini ...."

Arka tidak menoleh. Ia hanya menatap lurus ke depan, ke arah buku nikah yang entah bagaimana sudah disiapkan dengan sangat cepat di atas meja kayu reyot.

"Diamlah, Cantika," bisik Arka tanpa ekspresi. "Mulai saat ini, kamu adalah masalah terbesar sekaligus tanggung jawab teraneh dalam hidup saya. Jadi, tolong ikuti saja permainannya kalau kamu tidak mau kita berdua masuk penjara atau mati dikeroyok massa."

Cantika tertunduk dalam. Air matanya jatuh lagi mengenai tangan kasarnya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa mimpinya untuk menikah suatu hari nanti akan terjadi di sebuah balai desa pengap, tanpa gaun putih, tanpa bunga, tanpa keluarga yang bahagia, dan dengan seorang pria yang baru dikenalnya beberapa jam lalu

1
Bu Dewi
lanjut kak
MayAyunda: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!