NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Diri Tinggi

Seorang pria jangkung dengan kemeja hitam yang lengannya masih tergulung masuk ke dalam ruangan.

Aluna terpaku, ia mengenali pria ini. Ini adalah Om Raline yang sering diceritakan sebagai sosok bos besar yang menyeramkan, namun di mata Aluna saat ini pria itu tampak seperti sosok yang sangat berwibawa.

"Aluna ini Om Kayvan dan dia yang tadi gendong kamu dari kafe sampai ke sini." bisik Raline.

Aluna merasa pipinya sedikit memanas karena malu.

Kayvan berdiri di ujung tempat tidur dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana bahan yang ia kenakan.

Matanya menatap Aluna dengan intens membuat gadis itu merasa seolah sedang diinterogasi.

"Terima kasih Om Kayvan, terima kasih sudah menolong saya, saya akan segera mengganti biaya rumah sakitnya setelah saya keluar." ucap Aluna dengan nada yang tetap sopan tapi penuh harga diri.

Kayvan menaikkan sebelah alisnya, ia jarang menemukan orang yang dalam kondisi lemah masih memikirkan soal utang dan harga diri.

Kebanyakan orang akan langsung merasa lega jika dibantu oleh keluarga Madhava.

"Fokus saja pada kesehatanmu, masalah biaya bukan hal yang harus dibahas sekarang." kata Kayvan singkat.

"Raline ayo pulang, biar perawat yang menjaga dia karena kamu harus istirahat karena besok ada kuliah pagi." ajak Kayvan kepada ponakannya itu.

"Tapi Om...." rengek Raline tidak mau.

"Tidak ada bantahan Raline, Aluna butuh ketenangan bukan ocehanmu." potong Kayvan telak.

Raline cemberut tapi akhirnya menurut, sebelum keluar ia membisikkan sesuatu pada Aluna.

"Nanti aku balik lagi ya, jangan khawatir Om Kayvan itu cuma luarnya saja yang kayak es kutub aslinya dia orangnya... ya tetap kaku sih tapi baik kok." bisik Raline.

Aluna hanya bisa tersenyum lemah, sepeninggal mereka ruangan menjadi sangat sunyi.

Aluna menatap langit-langit kamar rumah sakit yang putih bersih, ia merasa sangat kecil di tengah kemewahan ini.

Ia tidak tahu bahwa kejadian sore ini adalah awal dari sebuah rencana besar yang sudah disiapkan oleh takdir atau lebih tepatnya, disiapkan oleh seorang pria tua di kediaman Madhava yang sedang tersenyum licik sambil memegang foto Aluna di tangannya.

"Gadis yang mandiri, dia cocok untuk menjinakkan si kaku Kayvan." gumam Tuan Baskara Madhava di rumahnya sembari menyeruput teh hangat dengan wajah yang sama sekali tidak terlihat sedang sakit jantung.

...****************...

Pagi itu, sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden kamar rumah sakit kelas VIP yang ditempati Aluna.

Ruangan itu sangat luas bahkan lebih luas daripada seluruh petak kontrakan Aluna di pinggiran kota.

Harum bunga lili segar di atas meja nakas sempat membuat Aluna bingung saat pertama kali membuka mata.

Ia terbiasa bangun dengan suara bising knalpot motor tetangga dan aroma lembap dari dinding kamarnya bukan kesunyian yang mewah seperti ini.

Aluna mencoba duduk perlahan, rasa pusingnya sudah jauh berkurang meski badannya masih terasa agak pegal.

Ia menatap selang infus yang masih terpasang di punggung tangannya, pikirannya langsung melayang pada satu hal yaitu biaya.

"Rumah sakit ini... pasti mahal sekali." gumamnya pelan dengan penuh khawatir.

Pintu ruangan terbuka sedikit, Aluna mengira itu adalah perawat yang datang untuk memeriksa suhu tubuhnya namun ternyata sosok pria jangkung dengan kemeja putih bersih yang bagian lengannya digulung rapi muncul dari balik pintu.

Kayvan Dipta Madhava, pria itu membawa sebuah tas kertas kecil bermerek restoran ternama.

Aluna sempat tertegun sesaat, Kayvan tampak berbeda dari kemarin sore.

Wajahnya tetap kaku dan tidak berekspresi namun entah kenapa kehadirannya yang mendominasi ruangan tidak lagi terasa semenakutkan saat di kafe kemarin.

"Sudah bangun?" suara Kayvan terdengar rendah, mengisi kesunyian kamar.

"Sudah Om..." jawab Aluna canggung.

Kayvan tidak membalas sapaan itu dengan senyuman, ia hanya berjalan mendekat dan meletakkan tas kertas itu di meja lipat di atas tempat tidur Aluna.

"Raline sedang ada kelas pagi, dan dia tidak bisa datang sekarang jadi dia menitipkan ini, katanya kau benci bubur rumah sakit yang hambar." ucap Kayvan dengan dingin.

Aluna melihat isi tas itu, ada semangkuk sup ayam hangat dan jus buah segar.

Matanya sedikit berkaca-kaca. Perhatian kecil seperti ini adalah hal yang sangat mewah baginya.

"Terima kasih banyak Om, tapi sebenarnya Om tidak perlu repot-repot..." ucap Aluna sudah terpotong oleh ucapan Kayvan.

"Jangan banyak bicara, makan saja. Kau harus segera pulih agar tidak merepotkan Raline terus-menerus." potong Kayvan.

Kalimatnya terdengar ketus namun ia justru membantu membukakan tutup mangkuk sup itu untuk Aluna.

Aluna terdiam dan merasa sedikit tertohok dengan kata merepotkan.

Ia memang paling takut menjadi beban bagi orang lain, dengan tangan yang sedikit gemetar Aluna meraih sendok dan mulai menyuap sup itu perlahan.

Kayvan tidak pergi tapi ia justru duduk di sofa tunggal di sudut ruangan sambil membuka tablet kerjanya seolah-olah ia sedang menunggu Aluna selesai makan.

Suasana menjadi sangat sunyi hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan mangkuk porselen.

Aluna merasa sangat tidak nyaman diperhatikan seperti itu, ia memberanikan diri untuk memecah keheningan.

"Om Kayvan... soal biaya rumah sakit ini apakah saya bisa mencicilnya?" tanya Aluna dengan suara pelan namun tegas.

Ia tidak ingin Kayvan menganggapnya sebagai gadis yang hanya ingin menumpang kekayaan keluarga Madhava.

Kayvan mengalihkan pandangannya dari tablet ke arah Aluna, matanya yang tajam menatap Aluna lurus-lurus.

"Mencicil? Kau tahu berapa biaya satu malam di kamar ini?" tanya Kayvan terdengar sedang menyindir Aluna.

Aluna menelan ludah karena dia tahu harganya pasti tidak akan murah apa lagi kamar yang dia tempati begitu mewah.

"Saya tahu itu pasti mahal, tapi saya punya tabungan sedikit dan saya bisa bekerja lebih keras lagi setelah sembuh, saya tidak mau punya utang budi yang terlalu besar." ucap Aluna.

Kayvan menutup tabletnya dengan bunyi klik yang cukup keras, ia berdiri dan melangkah menuju tempat tidur Aluna dan membuat Aluna refleks menarik punggungnya lebih mundur.

Kayvan bersedekap dan menatap gadis di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau punya harga diri yang tinggi Aluna dan itu bagus." ujar Kayvan datar.

"Tapi terkadang harga diri tidak bisa membayar tagihan rumah sakit atau biaya kuliahmu yang sudah menunggak dua bulan bukan?"

Aluna tersentak, bagaimana pria ini bisa tahu? apalagi dia tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada siapapun bahkan kepada Raline sebisa mungkin Aluna akan diam namun karang Raline juga menyadari itu.

"Om... memeriksa latar belakang saya?"

"Itu prosedur standar keluarga Madhava sebelum membawa orang asing ke fasilitas pribadi kami." jawab Kayvan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Kau mahasiswi berprestasi tapi kau memaksakan diri bekerja di tiga tempat sekaligus, itu bodoh bukan mandiri dan kau menghancurkan tubuhmu sendiri." seru Kayvan.

Aluna mengepalkan tangannya di balik selimut dan ia merasa telanjang di depan pria ini, semua rahasia kemiskinannya terungkap begitu saja.

"Saya tidak punya pilihan lain Om, saya tidak punya siapa-siapa lagi."

Melihat gurat kesedihan sekaligus keras kepala di wajah Aluna, ada sesuatu yang berdenyut di dada Kayvan.

Ia teringat percakapannya dengan sang ayah tadi malam yaitu ayahnya, Tuan Baskara Madhava secara terang-terangan memuji Aluna dan memintanya untuk terus memantau gadis itu.

Kayvan awalnya menganggap itu hanya keinginan aneh ayahnya yang sedang mencari hiburan di masa tua tapi setelah melihat Aluna secara langsung seperti ini dan ia mulai mengerti apa yang dilihat ayahnya.

"Habiskan makanmu, setelah ini dokter akan memeriksamu sekali lagi, dan jika sudah stabil kau boleh pulang." ucap Kayvan mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak semakin tegang.

"Benarkah? Saya sudah boleh pulang hari ini?" tanya Aluna dengan mata berbinar, ia sangat merindukan pekerjaannya di kafe.

"Pulang ke rumah Raline, bukan ke kontrakanmu yang tidak layak itu." tegas Kayvan.

"Apa? Tidak Om! Saya tidak bisa tinggal di rumah Raline, itu terlalu berlebihan. Saya punya tempat tinggal sendiri!" protes Aluna.

Kayvan menatapnya dengan tatapan jangan-membantah yang biasa ia gunakan di ruang rapat.

"Ini perintah dari Ayah saya dan beliau ingin bertemu denganmu secara langsung, Raline sudah menyiapkan semuanya dan kau tidak punya hak untuk menolak tamu yang sudah membiayai pengobatanmu." seru Kayvan.

Aluna terdiam seribu bahasa ia merasa terpojok, di satu sisi ia sangat ingin menolak tapi di sisi lain ucapan Kayvan soal utang budi benar-benar menusuk hatinya dan pada akhirnya ia hanya bisa mengangguk pasrah.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Mita Paramita
kapan malem pertama nih pasangan pengantin baru 🤣🤣🤣
Sastri Dalila
si opa asyik makn² aja kerja nya🤣
Dartihuti
Canggung ya Lin...blm terbiasa🤭🤭🤭
Rahma Inayah
so sweet
aroem
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kakkk🙏🙏🤗🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Cristine 1107_
huhhh thorrr ihhh kok masih kamu amat sih mereka berdua🤧
Rahma Inayah
lnjut thor
Dartihuti
Kutup es'y udah cair dikit dikit nih...😄😄
Retno Harningsih
up
Anonim
Update bab yg banyakkk yaa, aku suka cerita nya
Alim
hemmm🥰🥰
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kak🙏🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alim
hemmm😍😍😍
Mira Hastati
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya🙏🤗🤗😍😍
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut Thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
klo gk ada perubhn gk aq lnjtkn bc ny...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq bsen sm crt ny... tntg kerjaan pun di msuk kn... gk ada cnda twa... bsen lh


ud gt cwek ny sok ni x... harga dr hrga dr....🙏🏻
Dartihuti
Belum biasa Luuun...🤗
Retno Harningsih
up
Cristine 1107_
lanjuttt thor
erviana erastus
pencuri hati kayvan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!