NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

001

Wanita itu melangkah gontai saat menjadi penumpang terakhir yang memasuki sebuah bus.

Matanya mencari-cari kursi kosong di antara banyaknya penumpang yang sudah lebih dulu memasuki bus.

Di baris paling belakang masih tersedia satu kursi kosong.

Wanita itu pun segera duduk sambil memeluk tas tangannya.

Kemudian ia memakai earphone untuk mendengarkan lagu sebelum akhirnya menyandarkan kepalanya di samping kaca bus.

Nama wanita itu adalah Mawary. Namun setelah tinggal di kota besar selama dua puluh tahun, ia lebih memilih menggunakan nama Mary agar memberi kesan modern dan elegan.

Dua puluh tahun yang lalu, Mary kabur dari kampung halamannya demi mengejar masa depan yang lebih baik di kota besar.

Daripada terus hidup di kampung yang nantinya membuat nasib Mary mengalami siklus yang sama seperti siklus kehidupan orang tuanya.

Meski sempat bertentangan dengan kedua orang tuanya, namun pada akhirnya kedua orang tua Mary menyetujui keinginan Mary untuk sukses di kota besar.

Hanya saja, kedua orang tua Mary tidak serta merta setuju. Ada syarat yang diberikan oleh orang tua Mary.

Jika dalam kurun waktu sepuluh tahun Mary belum juga sukses, Mary harus pulang kampung.

Mary menyanggupi syarat tersebut dengan begitu ia pun bisa pergi dari kampung, merantau ke kota besar dengan membawa mimpi dan harapan yang besar.

Namun prediksi Mary meleset, dalam sepuluh tahun, kesuksesan yang ia inginkan belum juga terlihat hilalnya.

Hingga akhirnya Mary meminta perpanjangan waktu sepuluh tahun lagi.

Dua puluh tahun telah berlalu dan Mary sama sekali belum mendapatkan kesuksesannya.

Standar kesuksesan bagi orang sukses di kampung Mary, sukses menjadi orang kaya, punya banyak aset berupa tanah dan bangunan, memiliki banyak mobil, dan tentunya menikah dengan orang kaya.

Namun, alih-alih mendapat kesuksesan, Mary malah tidak mendapat apapun.

Kekasih yang dikencaninya selama tujuh tahun malah meninggalkannya karena akan menikahi wanita yang jauh lebih muda dari Mary dengan alasan dijodohkan.

Mary yang bekerja sebagai asisten perancang busana harus kehilangan pekerjaannya lantaran bosnya justru mencuri konsep rancangan yang akan diikutkan dalam kompetisi fashion design tingkat internasional.

Begitulah, akhirnya mau tidak mau Mary harus pulang kampung dan akan dijodohkan dengan pria pilihan kedua orang tuanya.

Bagaimana ini?

Apa sungguh tidak ada cara lain selain menerima takdir mengerikan ini?

Mary berpikir keras sambil memejamkan matanya.

***

“Permisi Nona, Nona”.

Mary membuka matanya saat mendengar seseorang memanggil-manggilnya.

Rupanya kondektur bus berwajah masam itu yang membangunkan Mary dari tidurnya.

“Nona, kita sudah sampai di terminal bus terakhir,” kata sang kondektur.

“Hah?! Pemberhentian terakhir? Memangnya ini dimana?” Tanya Mary terperangah.

“Ini di kota Coban,” jawab kondektur itu lagi.

“Kota Coban? Tapi, saya mau ke kota Soro,” ucap Mary.

“Kalau kota Soro, harusnya anda turun di terminal kota Bahru,” sahut kondektur lagi.

“A- apa?” Mary terperangah.

“Sebaiknya anda segera turun, dan jangan lupa bawa barang bawaan anda kembali,” kata si kondektur segera pergi.

Mary bergegas turun dari bus, ia menuju ke tempat bagasi bus untuk mengambil kopernya. Namun melihat bagasi bus yang sudah kosong jelas membuat Mary makin kaget.

“Maaf Nona, kami tidak tahu dan tidak bertanggung jawab terhadap barang bawaan anda. Bukankah sudah tertulis dengan jelas dalam tiket bus, bahwa barang bawaan menjadi tanggung jawab penumpang,” kata si kondektur saat menutup kembali pintu bagasi bus.

“Mana bisa begitu! Saya kehilangan barang-barang bawaan saya!” Protes Mary.

“Maaf Nona, kalau kehilangan barang, lebih baik lapor polisi saja,” sahut si kondektur.

Mary mendelik gusar tak percaya apa yang baru saja dialaminya.

“Jika anda mau ke kota Soro, lebih baik anda ke loket untuk mencari informasi,’ kata si kondektur sebelum pergi.

Mary menghela nafas berat, ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri atas keteledorannya ketika tertidur terlalu nyenyak selama perjalanan.

Mary menuju ke loket pembelian tiket bus untuk membeli tiket bus lagi.

“Maaf Nona, bus menuju ke kota Soro sudah pergi dan baru akan ada jadwal keberangkatan lagi minggu depan,” kata petugas yang berjaga di loket.

“Apa?!” Mary terperangah lagi.

Mary membuka gawai cerdasnya yang mati total karena kehabisan daya.

Mary berkeliling di sekitar terminal untuk mencari kafe ataupun restoran. Ia akan singgah untuk makan sambil mengisi daya gawai cerdasnya.

Namun melihat kondisi tempat yang jauh dari sentuhan modern membuat Mary merasa ragu.

Tidak ada toko retail modern dan hanya ada warung-warung kecil ketika Mary hendak membeli air mineral.

“Maaf Nona, kami hanya menerima pembayaran tunai,” kata penjaga warung saat Mary hendak membayar menggunakan kartu perbankannya.

“Apa?!” Mary terkejut.

“Sepertinya anda dari kota besar ya?” Tanya si penjaga warung sambil memerhatikan penampilan Mary.

Mary mengenakan sweater hitam berukuran besar yang dipadukan dengan rok jeans mini serta boots hitam dengan hak setebal dua belas sentimeter.

Mary merogoh isi tasnya mencari uang tunai yang tersisa dan ia hanya menemukan kepingan-kepingan uang koin.

“Sepertinya aku harus mencari ATM terdekat,” kata Mary.

“Dimana ATM terdekat?” Tanya Mary.

“ATM terdekat ada di alun-alun kota, jaraknya sekitar lima kilometer dari sini,” jawab si penjaga warung.

“Apa?! Lima kilometer?!” Mary kembali terperangah.

“Ya, Nona bisa sewa ojek yang mangkal di sana,” jawab si penjaga warung.

Mary tertegun melihat pangkalan ojek dengan para pria berpenampilan seram.

Seketika nyali Mary menciut. Benaknya diliputi pikiran-pikiran buruk.

Saat ini ia terdampar di kota kecil antar berantah yang jauh dari hiruk pikuk modernisasi.

Bagaimana jika nantinya ada orang jahat yang mengincarnya?

Menculiknya, merampok, memerkosa, dan membunuhnya?

Sialan! Bagaimana nasib buruk seperti itu harus menimpaku?! Mary membatin gusar.

Sudah cukup ia kehilangan barang bawaan jangan sampai nyawanya ikut hilang.

Tak ada yang bisa dihubungi oleh Mary, sungguh gawai cerdasnya hanya bisa menjadi gawai bodoh.

Apa yang harus kulakukan?

Mary merasa saat ini hidupnya tengah dilanda krisis.

Selain harus kehilangan kekasih dan pekerjaannya, kehilangan kontak seperti ini benar-benar sangat menakutkan.

“Permisi, tolong air mineral, dan bahan bakar”.

Terdengar suara pengunjung warung di belakang Mary.

“Oke Bang!” Sahut penjaga warung bersemangat.

“Maaf, ngomong-ngomong, apa anda punya pengisi daya untuk gawai cerdas saya ini?” Tanya Mary pada penjaga warung.

“Aduh, anda ini, sudah tidak membeli apapun, banya tanya pula!” Keluh si penjaga warung.

Si penjaga warung bergegas membawa jerigen berisi bahan bakar minyak.

“Tolonglah, saya ini baru saja mengalami musibah. Saya harus ke kota Soro, orang tua saya sedang sakit keras,” kata Mary.

“Kota Soro?”

Mary menoleh saat mendengar ucapan dari pengunjung warung yang berada di sebelah Mary.

Mary menatap sosok pria bertubuh jangkung yang kini sedang beradu pandang dengannya.

Pria dengan rambut gondrong yang acak-acakan dan berpenampilan lusuh itu membuat perhatian Mary tersita lantaran gigi depannya yang nampak maju tanpa gentar.

“Tuti!” Seru Mary.

***

Hai, pembaca yang kebetulan mampir dikaryaku ini..

Dukung terus dengan like, favorit, dan komennya untuk karya terbaru aku ini..

Semoga kisah ini bisa mengusir sepi untuk yang lagi kesepian..

Semoga kisah ini bisa memberi semangat untuk yang sedang berjuang meraih cita-citanya...

Dan semoga yang membaca kisah ini, bisa merasa terhibur bagi yang butuh hiburan..

*Bonus Visual*

Mawary a.k.a Mary

Roseo alias Tuti

1
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
Tinsley Carmichael
Salah bgt km gendis strateginya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!