" Awassssssss....." teriakan cempreng membuat pemuda berkacamata menegadah, dia terlihat kaget melihat wanita setengah terlanjang menabrak nya.
Ali beberapa kali memegang dada nya seraya berkata " Astaghfirullah " ujarnya dengan pandangan sulit di artikan.
gadis itu meringis saat mendapati kaki nya keseleo dia menatap ke hadapan ali yang terdiam menikmati pemandangan sesaat.
gadis itu mengambil jaket yang terlepas saat berusaha menghindari ali karna motor ninja blong
dia menatap ke arah ali dengan kesal.
" Sudah aku bilang mingir tadi kenapa malah diam aja sih," runtuk Ara dengan hati panas karna motor baru nya lecet.
" Astaghfirullah nona, jika berpakaian itu yang rapi.. ngapain pake baju kaya kurang bahan gitu aurat kemana-mana" nasehat ali ke pada ara yang membuat ara kesal lekas meninggalkan ali di sana.
Pesantren jamil hasanah.
seorang anak berusia 12 tahun tengah terdiam saat melihat para orang tua berkunjung ke tempat mereka, dia masih menunggu ayah dan ibunya datang dengan tatapan kecewa.
" Ayah dan ibu ngak datang kah??" tanya sarah ke arah guru ngaji nya yang tak lain adalah ali
yah Ali adalah seorang gus termuda dari pesantren
dia anak bungsu dari dua bersaudara.
" mungkin di jalan!" tembal ali.
Brumm.... brummm..
suara motor terdengar mereka berdua melihat sosok yang tengah di tunggu sarah dengan senang hati langsung memeluk ibunya, sedangkan sosok lain sedang membuka helm memperlihatkan wajahnya yang cantik dan imut.
" kenapa kakak malah bawa motor sih" nasehat sarah membuat Ara hanya diam tak bergeming merapikan gamis berpadu sneaker.
" Assalamualaikum ibu " sapa ali ramah. kedua orang berpandangan ara terkaget namun masih bisa tersenyum, ali sendiri terlihat biasa melihat ara sudah lama dia menunggu kedatangan ara.
" waalaikum salam nak!
dimana pak kiyai?" tanya mama ara.
" mari saya antarkan?" ujar mereka.
pembicara terjadi cukup serius.ara merasa bosan memilih jajan di salah satu pedagang ia meminum boba sesekali meng upload poto dirinya
senyum simpul terlihat jelas tanpa sadar dia menabrak sesuatu.
BRUG
sprass...
boba pun terjatuh ke lantai. ara dan ali saling menindih satu sama lain, mereka dalam posisi intim
tangan ali berada di kiri kanan tubuh ara mengurung gadis itu sedangkan kaki ali berada di selangkangan ara..
" Hei awasss..." ucap ara takut orang melihat dan terjadi fitnah.
ali terdiam ntah kenapa rasanya sulit sekali berdiri
tanpa di sadari pak kiyai melihat mereka.
" Astaghfirullah ali... apa yang kamu lakukan dengan nak ara??" pak kiyai sock memegang dada nya hampir saja kena seragan jantung.
" ......."
" Abah maafin kelakuan ali!
Ali bakalan tangung jawab kok..." ujar ali berdiri dari tubuh ara yang kini masih shock.
" Yak udah mungpung mama nak ara di sini kamu jelasin ke dia..." printah pak kiai membuat ara gelagapan.
Ara masih begitu kesal karna kelakuan ali mereka harus menikah. what?? yang bener aja
lagian itu tak sengaja, lagian siapa suruh ali cuman ia ia ia aja dari tadi tanpa menjelaskan semua yang terjadi itu.. awalnya ara cuman iseng lagi upload poto adek nya di mendsos sambil membawa boba karna asik ke layar hp ngak melihat kalo ali pun tengah membaca buku udah ngajar
naas nya mereka malah bertubrukan dan terjadilah fitnah ini.
" Maaf mah, pak kiai tapi ara ngak segaja.. kok harus nikah sih lagian ara kan ngak minta tangung jawab ali.." ucap ara membuat mama ara bingung harus apa.
" maaf nak ara tapi ini demi kebaikan kalian berdua..
apalagi tadi saya liat sendiri kejadian memalukan itu," pak kyiai memaksa ara agar menerima..
" tapi pak kiai kami ngak ngapa-ngapain.. yah kan Gus?" tanya ara melihat Ali.
" Abah sama ibu .. ali mau nikahin ara.. minta doa restu nya!!" jawab ali.
JDERR...
Ara tak bisa mengelakkan lagi, pernikahan akan di adakan sebulan lagi.. ara frustasi di buatnya
dia pun memiliki rencana exstrem yaitu kabur dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
" Maaf yah mah.." Ara membuka jendela kamar lalu pergi menuju bandara..
di bandara tepat nya pukul 6 pagi ara masih berdiam diri menunggu jadwal penerbangan
untuk menghindari kemungkinan ada orang yang mengenal ara memakai baju kaos dengan rok putih pendek dengan celana legging tak lupa masker dan topi.
dia mendorong koper ke arah pesawat, namun terhenti saat ali memegang tangan nya ntah dari mana datangnya.
" Mau kabur??" sindir ali membuat ara kaget.
" Tolong lah ara cuman mau bebas lagian ara ngak salah..." jawab ara dingin dengan mata berkaca-kaca.
" Ibu! Ali bawa ara dulu " pamit ali ke arah mama nya ara, memberikan koper itu secara paksa agar ara ngak kabur lagi alias di sita.
butuh waktu sekitar dua puluh menit mereka sampai di sebuah tempat yang indah.
" mungkin ini berat bagimu ... tapi jika kabur apa kamu akan tenang?" tanya ali membuat Ara mengeleng.
" kenpa tak menjalanin aja..lagian kamu juga pantas saya pilih.. saya tanya kamu apa kamu suka keluar pake pakaian seperti ini?" ujar ali dingin memegang bahu ara.
ara menghindar dari tatapan ali" Bukan urusan kamu" ucap ara dia pun hendak meninggalkan ali namun ali malah memegang rambut panjang ara membuat gadis itu meringis sakit.
" Sakit tauuu....lepasin napah"
" sakit?... sakitan sekarang atau sakitan nanti saat di akhirat ra?" tanya Ali membuat ara diam
dia sedang mengigatkan dirinya.
" Jadi apa maumu?" tanya ara mengalah.
" Yuk nikah... '
" yang bener aja! lagian mana bisa kamu maksa gitu??"
" para guru di pesantren udah setuju apalagi di balik sikap kamu yang bar-bar kamu seorang hasfiz Qur'an yang hebat.. aku tau kamu pernah menang lomba fikih sama tauhid dan aku juga tau kamu pembaca kitab yang handal..." ujar ali membuat ara bingung dari mana ali tau semua hal tentang itu
bukan nya itu rahasia hanya dia dan gurunya yang tahu.
" ....... kamu menyebalkan Gus...!"
" namaku Ali al ridwan jangan sampai lupa yah.. pipit Aulia azahra..." goda ali lalu pergi dari sana.
Ah sangat membosankan!" ara menyandarkan dirinya pada sandaran kasur, terdengar ketukan jendela dia berjalan dan terkaget melihat ali berada di luar.
" Ka-kamu ngapain sih??" tanya ara.
" Nih buat kamu... masih inget kan??" tanya Ali memberikan gantungan kunci ke arah nya.
"............"
ali bergegas pergi dari sana. pesantren begitu ramai hari ini berbeda dengan yang lainnya kini ara memasukan baju pada tas dia harus pulang.
sarah yang sedari tadi cemberut karna tak rela kakak nya pulang begitu saja, padahal dia masih kangen pada kakak nya. ara menyipitkan matanya tajam" Jangan cemberut... nanti aku jemput kamu " ucap ara tegas membuat sarah cemberut.
mereka keluar dari kamar menuju ke lapangan di sana ara mencari satpam menyuruh dia membawakan motor ke parkiran, senyuman para santri membuat ara melting dia berjalan ke arah jalan dan terlihat Umi tengah memandang nya tak rela.
" Nak kamu yakin akan pulang sekarang?" tanya umi membuat ara menganguk.
" Padahal kami ingin membuat makan malam..
oh yah terima kasih umi tak menyangka kamu pandai agama... " umi memeluk ara.
pemuda di samping umi hanya dia saja.
yah dia adalah Ali seorang gus tampan di pesantren milik teman guru nya
ali memicingkan matanya tak suka saat satpan mendorong motor ninja nya. ara memakai jaket hitam dan sudah siap di motor ninja nya
" Kakak..." sarah memberikan helm.
" yang betah yah"
" Assalamualaikum semua nya" ara menyalakan mesin motor dan melajukan motor ninja nya meninggalkan kawasan pesantren.
" neng itu padahal cantik... haya saja sedikit tomboi"
" sudah lah" umi merelai tatapan mereka semua.
Prov sarah
Akhirnya sarah berhasil mendapatkan juara menulis kaligrafi dia sangat senang sekali sudah dua minggu sejak kepulangan kakak nya dia sangat rindu.
Sarah berlarian ke sana kemari mencari Gus ali untuk meminjam hp nya.
Di sisi lain ali tengah berbincang dengan umi dan abi nya di ruang tengah mereka membahas sesuatu yang serius.
" Umi, abi kalian punya no kakak perempuan Sarah ngak?" Tanya ali tho the poins membuat kedua orang tua mereka terdiam dan mengeleng.
" Memang nya kenapa?" Umi menembali.
" Ngak cuman butuh aja! Yak udah ali ke masjid dulu mau ngajak. Nanti masalah tadi kita bicarakan!!" Ujar ali keluar.
Umi dan abi menganguk. Dan seperginya ali umi tersenyum ramah dengan abi
Sarah sudah cape mencari Gus ali namun belum ketemu juga
Dia memutuskan untuk keperpustakan dan di sana ali terlihat sedang membaca sejarah islam bersama santri lainya.
" Gus ali!" Pangil sarah.
" Yah ada apa?"
" Gus boleh pinjem telpon ngak? Sarah mau nelpon teteh nih!!" Ucap sarah penuh harap pada yang lainnya.
" Dek pake hp aku aja ni!" Ujar rehan osis paling tua di sana.
" Biar hp aku aja!" Ali memberikan hp nya
Sarah yang bingung meminta ali menghubungi no telpon kakak nya pada secarik kertas yang di tinggalkan kakak nya.
Di lain tempat...
Dreeettt..... Dreeettt... Dreeettt....
Ara mengambil hp nya mendapati no yang tak ia kenali, dia menaruh minuman lalu beranjak ke tempat sunyi.
Dia menggeser tombol hijau Vidio col dan terlihat ali tengah menatap nya.
" Assalamualaikum!!"
" Ah waalaikum salam gus..."ujar ara.
" Kamu lagi dimana kok berisik gitu?" Tanya ali melihat suasana banyak orang
Ara mengambil tas nya berjalan menjauh dari sana hingga sampai di mesjid.
" Lagi kondangan gus..
" Oh yah, nih adik kamu mau ngomong..." Dia memberikan hp nya ke sarah.
Sarah melihat kakak nya yang memperlihatkan sebuah undangan kepada nya membuat dia bertriak Membuat para murid lain kaget.
" APA KAKAK JADI MODEL MAJALAH ISLAMI...." TRIAK SARAH.
" Ia nih... Oh yah gimana kabar kamu?"
" Baik kak... Oh yah kak........######$$$$#$#$$$$$$$$$$$$$$$$$&__$_---__678$$$$__$$$$$$$$$$$$$$$_______$4#344455$####" sarah bicara sana sini membuat ara senyum saja Hampir lima belas menit dia memutuskan untuk mematikan obrolan.
Gus menerima hp nya kembali lalu dia pun penasaran dengan ara yang menjadi model, dia menshare di Google benar saja banyak poto ara dalam balutan gamis yang cantik-cantik.
Ali mengirimkan pesan ke ara.
Ali from.
Assalamualaikum
Ara dua hari lagi saya kerumah kamu yah.
Ara from.
Lah mau ngapain?"
Ali from.
Ngelamar kamu.
Ara from.
Jangan aneh-aneh.
Ali memutus kan tak menjawab pesan ara ia masih ingat kejadian dulu saat dia menindih ara beberapa hari lalu Semonga ara ngak kabur kali ini.
" Ma! Ara mau ke rumah guru dulu...sama mau ziarah, ali bilang mau datang dua hari lagi... Ara masih belum siap tapi ara mau bertanya pada guru selama bertahun-tahun ara tingal bersama guru!!" Ara memegang tas gendong berisi baju dia pamit pada ayah dan ibunya. Yah ara baru-baru ini pulang selama ini ia tingal bersama gurunya belajar ilmu agama
Dan bekerja di sana. Dengan berat hari mereka menganguk setuju
Ara menyalamin ke dua orang tua nya dan pergi menaiki motor ninja nya.
Butuh waktu 4 jam sampai ke rumah guru ara langsung masuk ke dalam ruangan dirinya di sana banyak murid guru' dan hanya ara yang memutuskan tinggal disana bersama sepuluh lelaki dan lima wanita lain yang kebanyakan sudah berkeluarga ara bagaikan bungsu di sana.
Guru hari ini sedang ziarah membuat ara tak bisa menemui nya.. dia bergegas membereskan barang-barang miliknya
Tanpa segaja menyegol hp nya hingga masuk ke dalam aquarium.
" Ya Alloh kenapa bisa teredor sih aku" ara memegang hp nya yang basah kuyup dan mati deh..
Tak berselang lama ada wanita paruh baya mengabarkan bahwa gurunya sudah ada di rumah ara cepat-cepat kesana
Dia meminta saran tentang semua yang terjadi alkasih guru pun malah setuju.
" Menikah lah dengan Ali... Aku rasa dia anak yang baik ahlak budinya ku rasa kamu akan bahagia dengan jodoh yang di ridhoi alloh" ujar guru membuat ara membulatkan matanya.
" Tapi bagaimana bisa... "
" Apa kamu masih memikirkan laki-laki itu? Itu masa lalu ara ingat semua pelajaran itu... Terima lah, cinta akan datang kepada mu!!" Ucap guru lalu bergegas meninggalkan ara yang kalut dalam penderitaan.
Dua hari kemudian...
" Ali bagaimana?" Tanya umi hawatir saat melihat ali panik.
" No nya ngak bisa umi apa ara kabur lagi?" Tanya ali heran.
" Coba kamu telpon guru nya!!" Ali menganguk saat ayahnya memberikan saran.
Ali merasa lega saat ara ada di sana
Dengan ayah dan ibu ara mereka menuju ke pondok di mana ara tingal
Tak berselang lama sore sudah tiba ara baru saja mengaji dan di kagetkan dengan kedatangan ali bersama rombongan
Dia pun lekas sembunyi namun guru nya datang dengan suara lantang.
" ARA KURASA SEPATU INI AKAN KU BERIKAN PADA MURID LAIN... " UJAR GURU MEMBUAT PARA ROMBONGAN HERAN.
" Jangan! Itu pemberian guru untuk ku kan?" Ara datang dari arah jendela dan menghalangi lemari berisi banyak sepatu sneaker.
Para rombongan tertawa, termasuk ali yang melihat ara berpenampilan cantik dengan stelan hitam dan biru membuat kesan elegan.
" Nak ali! Saya menerima lamaran ara
Orang tua ara juga menerima nya. Apa perlu sekarang kita ijab kobul kan?" Tanya guru ara membuat ara menganga tak percaya.
" Hah?????
" Dengan senang hati!!"
Ali mendekat ke arah ara, dia menatap ara sedangkan gadis itu menatap pak kyiai bersama seorang pria yang yakini pegawai dari KUA. Ali mendekat
Dengan sekali tarikan napas dia bisa melontarkan ijab qobul dengan lancar
Ara menatap ali yang melantunkan doa lalu mencium kening nya.
Ara menutup mata " Gus ali " ali menatap ara dengan senyuman.
" Apa sayang!!"
Mereka bersorak ria saat sepasang sejori itu sah.. niat akan melamar berubah menjadi pernikahan dan resepsi di adakan di pondok guru ara.. ali dengan tampan nya duduk berdua di pelaminan tak lupa dengan para santri senior yang ikut mengantar ali dari status lajang menjadi menikah.
" Gus selamat yah!!" Ujar para santri menyalami ara dan ali.
" Makasih"
Ara berusaha senyum dengan terpaksa sedangkan ali terlihat bahagia menerima pernikahan ini. Hari berlalu begitu saja sudah dua hari ali berada di pondok ara rencana nyak mereka akan pindah ke rumah ali..
Ara yang sekarang tengah membokar koleksi sneaker dengan wajah sedih harus memberikan separuh sepatu pada orang lain.
" Aku tak tega....!!" Ujar ara membuat ali yang baru saja datang dari masjid bertanya kenapa.
" Bawa saja yang kamu suka dan berikan yang sudah tak terpakai nanti aku belikan lagi!!"
" Janji yah??" Tanya ara membuat ali tersenyum.
" Insyaallah!
Oh yah apa kamu suka memelihara ikan hias dari kapan?" Tanya ali melihat aquarium mini di meja.
" Dari empat tahun lalu..."
" Oh yah, besok kita akan ke pesantren dulu, sebenarnya rumah ku agak jauh dari pesantren ..." Ujar ali.
" Tidak masalah asal jangan di hutan ngak ada sinyal!!" Celetuk ara membuat ali gemas dan memeluk ara dari belakang.
Ara berusaha memberontak namun terhenti karna ali lebih kuat memeluk nyak.
Ke esokan paginya ara dan ali pergi setelah pamit pada guru dab orang tuanya
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di pesantren. Para murid menyambut mereka dengan senang dengan banyak nyak sholawat sebagai tanda sukuran pernikahan ara dan ali.
" Kak ara selamat yah!!" Melan orang yang bersama nya ikut lomba mengharumkan nama pesantren memeluk ara.
" Makasih.."
Ara dan ali sampai di hadapan kyiai lalu mulai menjelaskan tentang pertemuan antara ara dan ali.
" Dulu waktu ada perlombaan kami mengirim ali sebagai utusan.. dan itu pertama kali ali bertemu dengan kamu..." Ujar pak kyiai membuat ara shock.
" Nak ara kami sudah kenal kamu dari dulu!!" Tembal umi.
" ........"
" Tolong jaga ali yah!!" Umi memeluk ara dengan enangis karna ara sudah mau pulang ke rumah ali, setelah menyalami keluarga ara pun pergi ke rumah ali
Butuh waktu 15 menit dan mereka sampai di rumah ali.
Rumah ali cukup luas dengan halaman yang tertata rapi tak bisa di sebut sempit atau luas.
Ara membuka pintu rumah terlihat ruangan yang di dekorasi dengan sedemikian rupa namun terkesan dingin.
" Ini kamar mu!" Ali membawa ara ke salah satu kamar dengan ranjang king size yang lumayan besar " kuharap kamu betah" ujar ali ramah.
" Makasih"
" Oh yah aku mau ke masjid nanti kalo ada tukang kaca tolong bilang tunggu ali pulang dulu," printah ali membuat ara menganguk. Sebenarnya ali cukup tampan namun ntah kenapa dia tak bisa melupakan sosok laki-laki itu.
Hari berselang menjadi malam kini ara tengah diam di kasur miliknya beberapa boneka menemani nya.
Ara merasakan ada suara berisik dia pun keluar kamar dan terlihat ali sedang mengisi wadah kaca mengunakan air.
" Gus lagi ngapaian?" Tanya ara heran.
" Buat aquarium! Besok kita beli ikan nya kamu yang pilih!!" Ara langsung sumbringah ia memeluk ali.
" Makasih gus!!"
Ali terdiam lalu tersenyum pelan teryata ara itu memiliki sifat lembut juga.
Ali meminta ara untuk segera tidur sedangkan diri nga harus mengisi penuh wadah kaca berukuran satu meter itu.
Awalnya ara nolak tapi itu printah yah terpaksa ara masuk kamar.
Ke esokan paginya.
" Bangun! Udah subuh nih!" Ali membangun kan ara.
" Libur " ujar ara pelan.
" Oh yak udah, sayang aku mau ke masjid dulu..." Ali mencium kening ara pelan membuat ara terdiam dan melanjutkan tidurnya.
Pagi pun datang kini jam menunjuk kan pukul 10 siang ara baru aja selesai mandi
Dia menatap pantulan dirinya
Memakai bedak tipis, eyeshadow serta liptin membuat ara begitu cantik dia mengambil sepatu hak tinggi pemberian umi yang sangat cocok di kakinya.
" Sayang udah siap belum?" Tanya ali membuka pintu rumah.
" Udah!!"
" Kamu cantik !!" Puji ali.. tak tingal diam dia mencium pipi ara membuat ara langsung menampar ali pelan.
Ali cengengesan dan beranjak masuk ke dalam mobil.
" Kamu suka yang mana?" Tanya ali memberikan dua henpon ke arah ara.
" Eh bukan nya itu hp kamu dan yang ini??"
" Itu baru.. kamu suka yang mana?" Tanya ali lagi.
" Kalo aku suka hp kamu gimana?" Canda ara membuat ali bertanya kenapa alasannya ara bilang karna tipe nya lebih mewah dari hp baru.
" Yak udah nih pake!!" Ali memberikan hp nya kepada ara.
" Ngak! Ini aja.. mungkin cuman beda segiga aja ram nya type hp juga sama!!" Ara hendak mengambil hp baru namun ali lebih dulu memberikan hp nya kepada ara.
Ali tau ara suka hp miliknya. Ali terpaksa memberikan hp yang baru ia beli tiga Minggu ke belakang.
Hari ini ara begitu antusias melihat banyak koleksi ikan hias
Ali sendiri hanya ngekor dari belakang membiarkan ara memilih ikan kesukaan nya.
" Gus ini bagus ngak?" Tanya ara ke arah jenis ikan hias yang lagi trend yaitu koki oranda.
" Gus kenapa??" Tanya ara bingung.
" Lebih tingian kamu dari aku..."
" Hahaha emang nya kamu berapa gus?" Ujar ara sedikit mengejek ke arah nya.
" 174 cm..."
" Aku 179 ara mengejek ali membuat ali gemas lalu menatap hig heels nya.. coba buka?" Tantang ali ke arah ara.ara membuka sepatu nya lalu mendekat ke arah ali teryata mereka beda tipis ara 171 cm membuat ara manyun.
Mereka pun berdebat panjang maklum wanita haid memang begitu.
Ali memutus kan meninggalkan ara
Dia memilih ikan hias yang lumayan banyak setelah bayar mereka kembali pulang.
Ara meletakkan ikan pada aquarium tak berselang lama terdengar ketukan pintu
Ara berjalan pelan dan membuka nya.
DEG
" Ka-kamu..." Ara berjalan mundur melihat sosok di depan nya.
" Sayang ada apa?" Tanya ali heran melihat laki-laki di depan pintu.
" Sudah lama tak berjumpa Ara... Apa kabar? Aku meminta alamat mu dari temen ku.. kurasa aku ingin menemui mu," ucap pemuda itu.
" Maaf anda siapa yah?" Tanya gus ali merasa ada ketidak beresan.
" Aku pacar ara..."
" Oh, kenalin aku suami ara" jawab ali agak tegas membuar pemuda itu terdiam.
" Oh maaf mengangu.."
Ara menjulurkan tangannya hendak memegang pemuda itu namun terhenti hatinya begitu sakit ia merosot ke bawah dengan air mata yang bercucuran.
" Mencintai seseorang terlalu berlebihan akan membuat Allah cemburu," ali memegang bahu ara.
" Kenapa dia datang saat aku mulai melupakan nya...!" Sedih ara beranjak ke arah kamarnya.