Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OTW Omzet Miliaran Sebulan!
Pagi-pagi buta, Bima bangun dan langsung mengecek layar antarmuka game di benaknya.
Semangka di 24 petak lahan dan stroberi merah di 6 petak Lahan Tingkat 2 semuanya sudah matang menggoda.
Ia mengendalikan karakter gamenya untuk memanen seluruh buah tersebut dan memasukkannya ke dalam gudang penyimpanan. Setelah itu, ia membabat habis sulur semangka dan stroberi yang layu, lalu menaburkan benih yang baru.
Hari ini, misinya adalah mulai memasarkan stroberi merahnya.
Stroberi produksi game jelas membawa atribut khusus. Bima sama sekali tidak khawatir barangnya tidak laku. Dan demi kepraktisan, ia berencana melempar stok stroberi ini ke Toserba Makmur Jaya lagi. Hanya saja, dia perlu memikirkan berapa harga grosir yang pas.
Di Kabupaten Jatiroso, harga grosir stroberi merah biasa saat ini berkisar di angka Rp 60.000 per kilogram. Tapi dengan kualitas cheat dari dalam game, harga stroberinya jelas pantas dihargai lebih dari itu.
Ia mengambil ponselnya dan berselancar di internet untuk mengecek harga grosir berbagai varietas stroberi premium.
Jenis stroberi itu ada banyak, dan harganya sangat bervariasi tergantung dari mana asalnya. Bima mengabaikan stroberi biasa dan fokus mencari info harga grosir partai besar untuk stroberi varietas unggulan.
Ternyata, harga grosir Stroberi Susu Premium mencapai Rp 120.000 per kilo. Lalu ada Stroberi Gunung Bromo yang tembus Rp 144.000 per kilo, serta Stroberi Manis Ciwidey di angka Rp 116.000 per kilo...
Itu semua adalah varietas stroberi khas yang kasta dan rasanya jauh di atas stroberi reguler.
Dulu Bima pernah mencicipi sebagian besar dari jenis stroberi tersebut. Ia berani jamin, stroberi Kualitas 1 hasil produksi gamenya punya rasa yang mutlak lebih nikmat dari mereka semua. Mematok harga grosir Rp 120.000 per kilogram rasanya sangat wajar.
Mengingat Toserba Makmur Jaya dengan beraninya memajang semangkanya sebagai "Semangka Kualitas Spesial", maka stroberi miliknya ini juga sah disebut sebagai "Stroberi Kualitas Spesial".
Tiba di gudang sewaannya, Bima kembali masuk ke dalam game dan melangkah menuju gudang penyimpanan.
Panen semangka kloter pagi ini menghasilkan 423 buah Kualitas 1, dengan tambahan 5 buah semangka Kualitas 2 di sampingnya.
Sedangkan untuk panen stroberi, ia mendapatkan total 150 Kilogram stroberi Kualitas 1, serta 1 Kilogram stroberi Kualitas 2.
Bima langsung mencomot beberapa buah stroberi Kualitas 2, dan kotak informasi pun melayang di atasnya.
【Stroberi Merah: Kualitas 2】
【Catatan: Stroberi merah kualitas tinggi produksi game. Baik tekstur, rasa, maupun aromanya... jauh melampaui stroberi merah Kualitas 1. Benar-benar hidangan yang akan menyiksa indra pengecap Anda karena ketagihan.
Lezat +2, Manis +2, Tekstur +2, Sisa Rasa +2】
Membaca atribut yang overpower itu, Bima langsung memasukkan satu buah ke dalam mulutnya.
Kres!
Begitu digigit, Bima tanpa sadar memejamkan mata, meresapi sensasi luar biasa yang meledak di lidahnya. Rasa manis nan aromatik langsung membombardir indra pengecapnya, meninggalkan aftertaste yang membuatnya ketagihan sampai ubun-ubun. Tangannya refleks mencomot satu buah lagi.
Sama seperti semangka Kualitas 2, tambahan atribut ini sukses menyulap buah stroberi biasa menjadi hidangan dewa sekelas santapan bintang lima.
Waktu kuliah dulu, teman sekamarnya yang anak sultan pernah pamer membeli Stroberi Susu Impor seharga Rp 800.000 per kilo. Tapi sumpah, rasa stroberi impor mahal itu kalau disandingkan dengan stroberinya ini... murni cuma sekelas ampas tahu!
Setelah puas test food, Bima mulai mengangkut panen semangkanya. Ia berkeliling untuk menyetor pesanan harian kepada Darjo dan bos-bos warung lainnya. Total pagi ini ia mengirim 2.049 Kilogram semangka, menyumbang pemasukan sebesar Rp 12.294.000 ke rekeningnya.
Setelah urusan semangka eceran beres, Bima membawa 1 kilogram sample stroberi Kualitas 1 dan meluncur ke Toserba Makmur Jaya untuk menemui Manajer Cipto.
Kalau harga stroberinya deal di angka Rp 120.000 per kilo, maka dari panen 150 kg pagi ini saja ia bisa langsung mengantongi Rp 18.000.000! Pendapatan dari stroberi ini bakal langsung melibas habis omzet dari 24 lahan semangkanya.
"Wah, Bos Bima datang! Pas banget, saya kebetulan lagi mau nyari Sampeyan!" Manajer Cipto menyambut Bima dengan wajah berseri-seri penuh keramahan yang hakiki.
Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, Cipto diam-diam sudah meraup puluhan juta rupiah uang haram dari selisih faktur semangka Bima. Tak heran kalau panggilan "Mas Bima" sekarang sudah di-upgrade jadi "Bos Bima". Apalagi, ada proyek cuan baru yang mau ia tawarkan.
Dengan sigap, Cipto menggiring Bima untuk duduk di meja teh khusus tamu. Ia meracik dan menuangkan teh hangat ke cangkir Bima.
Bagi para pengusaha atau lintah birokrasi, meja teh ini semacam arena wajib untuk negosiasi. Warung remang-remang pinggir jalan aja kadang sedia meja teh biar kelihatan elit, apalagi ruangan manajer supermarket besar.
"Ada kabar baik apa nih, Pak Manajer?" tanya Bima basa-basi sambil tersenyum.
Cipto langsung to the point, "Gini lho, Bos Bima. Kita kan udah kerja sama lumayan lama nih. Jujur aja, semangka Sampeyan ini jos gandos banget, laku keras di sini!"
"Nah, kebetulan di Kabupaten Sidoarjo juga ada cabang Toserba Makmur Jaya. Pihak sana tertarik pengen ikut pasang semangka Sampeyan di rak mereka. Berapa pun stok yang Bos Bima punya, berani kita tampung semua."
Bima langsung paham ke mana arah pembicaraan ini.
Hukum supply and demand mulai bekerja. Semangka gaibnya bukan cuma sekadar 'laku', tapi juga mendongkrak margin keuntungan gila-gilaan buat supermarket karena berani dipasang di harga premium.
Ini juga ladang uang pelicin bagi Cipto, ditambah lagi prestise di mata manajemen pusat karena berhasil menemukan supplier andalan. Usulan ekspansi ke Sidoarjo ini pasti murni hasil bujukan Cipto.
Sayangnya, kapasitas lahan di dalam game Bima mentok di 24 petak untuk saat ini. Produksinya sudah maksimal.
"Wah, mohon maaf yang sebesar-besarnya, Pak Manajer. Kapasitas panen saya per harinya memang cuma segitu, nggak bisa dipaksa nambah lagi," tolak Bima dengan halus. "Tapi tenang, Pak... saya kebetulan punya komoditas baru. Stroberi spesial! Kapasitas produksinya dijamin stabil, minimal 250 kilogram per hari. Pak Manajer mau icip dulu?"
Bima menjadikan momen penolakannya sebagai celah marketing, langsung menyodorkan wadah berisi stroberi montok ke atas meja teh.
Mata Cipto refleks tertuju pada buah berwarna merah menyala itu. Sesuai SOP tukang icip, ia mencomot satu dan menggigitnya.
Seketika, mata sipit Cipto membelalak lebar, memancarkan keterkejutan yang luar biasa.
Sebagai manajer pengadaan Toserba Makmur Jaya, Cipto sudah kenyang makan segala jenis stroberi, mulai dari jatah subsidi kantor pusat sampai hasil blusukannya sendiri ke kebun-kebun elite. Tapi, seumur hidupnya ia berani bersumpah, belum ada satu pun stroberi yang rasanya bisa se-brutal ini!
Bahkan stroberi sultan dari perkebunan dataran tinggi yang harganya mahal pun rasanya lewat jauh dibanding stroberi ini!
Satu buah tertelan mulus. Tangan Cipto otomatis mencomot buah kedua, lalu ketiga...
Setelah mengunyah belasan stroberi tanpa henti, Cipto akhirnya sadar. Ini jelas bukan stroberi kaleng-kaleng. Nasibnya dijamin bakal sama persis kayak si semangka: ludes diborong pelanggan.
Mata Cipto berkilat penuh ambisi, dan ia langsung menembak ke inti permasalahan, "Bos Bima, ini harga grosirnya kena berapa sekilo?"
"Nah, berhubung ini stroberi kualitas spesial, Pak, harga grosirnya saya lepas di Rp 120.000 per kilo," jawab Bima tenang.
"Cuma seratus dua puluh ribu...?!" Cipto nyaris tersedak. Ia langsung menggebrak meja saking semangatnya. "Bos Bima, berapa pun panennya, saya sikat semua! Tapi syaratnya kayak biasa ya... di faktur Sampeyan tulis Rp 128.000 per kilo!"
Otak licik Cipto sudah mengkalkulasi semuanya. Modal dari Bima Rp 120.000, mark-up ke manajemen Rp 128.000, lalu supermarket bisa bebas memajangnya di harga yang jauh lebih mahal. Bikin untung perusahaan gede, prestasinya naik, plus uang haram selisih Rp 8.000 per kilo mulus masuk dompet pribadinya. Win-win solution!
"Siap, Pak Manajer. Kalau ada orang nanya, ya harganya mutlak Rp 128.000," sahut Bima sambil tersenyum lebar. Toh, target harga aslinya sudah tercapai dengan mudah.
Senyum Cipto makin merekah hingga matanya nyaris hilang. Ia menuangkan teh lagi dan mengangkat cangkirnya. "Bos Bima... senang bisa berbisnis dengan Anda."
"Kerja sama yang menyenangkan!" Bima ikut mengangkat cangkirnya dan mendentingkannya pelan. Setelah tehnya tandas, Bima bangkit berdiri. "Kalau gitu, saya pamit dulu, Pak Manajer. Habis ini saya langsung kirim kloter pertama stroberinya. Nanti sore pas jadwal kirim semangka, kloter kedua stroberinya sekalian nyusul."
"Mantap! Bos Bima tinggal bawa fakturnya ke ruangan saya kapan aja," angguk Cipto antusias.
Dengan hati riang gembira, Bima melangkah keluar dari area perkantoran Makmur Jaya. Ia mampir ke toko perlengkapan pertanian untuk memborong beberapa keranjang rotan khusus yang dilapisi pelindung spons.
Karakteristik stroberi itu rapuh dan gampang memar, tak bisa asal tumpuk barbar seperti semangka.
Setelah itu, ia meluncur ke gudang sewaannya dan memindahkan seluruh 150 kilogram stroberi dari dalam game.
Kalau panen sore nanti jumlahnya sama-sama menyentuh 150 kilogram, itu artinya 6 petak Lahan Tingkat 2 miliknya bisa menghasilkan omzet Rp 36.000.000 dalam sehari.
Ditambah dengan omzet semangkanya yang stabil... ah, mimpi punya omzet miliaran per bulan kini bukan lagi sekadar khayalan siang bolong!