NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:84.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Tubuh Annisa langsung membeku. Matanya membesar tidak percaya.

“Apa?” suaranya bergetar pelan.

Dunia seolah berhenti sesaat. Jantungnya terasa jatuh begitu dalam hingga membuat napasnya sesak.

Sementara, Lasmi tampak sangat santai mengucapkan kalimat kejam itu di depan wajahnya sendiri.

“Memangnya salah?” katanya sinis. “Dokter Emeli cantik, sukses, dan jelas bisa kasih keturunan buat anak Ibu.”

Air mata Annisa langsung memenuhi pelupuk matanya. Tatapannya perlahan beralih ke arah Haikal. Berharap pria itu menyangkal. Berharap Haikal marah karena ibunya berbicara keterlaluan. Tetapi, yang Annisa dapati justru keheningan.

Haikal hanya duduk diam tanpa membantah sedikit pun. Dan saat itu hati Annisa benar-benar terasa hancur. Annisa menatap Haikal dengan mata berkaca-kaca. Dadanya naik turun menahan sesak yang semakin menyakitkan.

“Apa maksud Ibu bilang calon istri baru?” tanyanya lirih namun penuh luka.

Lasmi langsung menyandarkan tubuhnya santai di kursi. “Ya memang itu kenyataannya.”

“Ibu…” suara Annisa mulai bergetar. “Aku juga sedang berusaha.”

“Berusaha apa?” sindir Lasmi tajam. “Lima tahun tetap saja kosong!”

Air mata Annisa akhirnya jatuh. “Aku nggak pernah mau jadi seperti ini…”

Suasana meja makan mulai menegang. Emeli hanya diam sambil pura-pura tidak nyaman.

Sementara, Haikal tetap tidak mengatakan apa pun. Annisa menatap dokter itu penuh kecewa.

“Aku sudah berkali-kali periksa,” katanya lirih. “Dan Dokter Emeli tahu sendiri kondisi aku seperti apa?”

Emeli sedikit menegang mendengar namanya disebut.

“Tapi…” Annisa menatap Haikal perlahan. “Kenapa selalu aku yang diperiksa?” Tatapannya berubah penuh luka dan keberanian yang selama ini dipendam.

“Kenapa Mas Haikal nggak pernah diperiksa juga?” lanjutnya pelan. “Mana tahu masalahnya bukan di Annisa Bu…”

Lasmi langsung berdiri dari kursinya dengan wajah merah padam.

“Kurang ajar!” bentaknya keras. “Berani sekali kamu ngomong begitu tentang anakku!”

Annisa tersentak. “Aku cuma bilang—”

“Anakku sehat!” potong Lasmi penuh emosi. “Jangan cari alasan buat nutupin kekurangan kamu sendiri!”

Haikal yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara dengan nada dingin.

“Sudah cukup, Annisa.”

Tatapan wanita itu langsung beralih pada suaminya. “Mas…”

“Kamu keterlaluan.” Wajah Haikal tampak kesal. “Ibu cuma ngomong fakta.”

Air mata Annisa jatuh semakin deras. “Jadi sekarang aku salah lagi?”

“Kamu memang salah!” bentak Haikal tiba-tiba. “Bukannya introspeksi malah nuduh aku!”

Annisa mematung.

Dirinya tak menyangka Haikal akan semudah itu membelanya orang lain dibanding dirinya sendiri. Padahal mereka suami istri.

“Aku capek sama sikap kamu akhir-akhir ini,” lanjut Haikal dingin. “Sedikit-sedikit nyalahin orang.”

“Mas…” suara Annisa melemah. “Aku cuma ingin dimengerti…”

Haikal malah tertawa sinis.

“Kalau memang nggak bisa kasih keturunan, setidaknya jangan bikin masalah terus.” Ucapan terasa seperti pisau yang menusuk tepat di hati Annisa.

Sementara, Lasmi terlihat puas melihat menantunya dipermalukan lagi.

Annisa benar-benar merasa sendirian. “Kamu nyalahin aku, Mas?” suara Annisa pecah menahan tangis. “Aku terus yang diperiksa, terus yang disalahkan!”

Haikal menatap istrinya tajam. “Jaga ucapanmu.”

Annisa yang sudah terlalu terluka akhirnya tak mampu lagi menahan semuanya.

“Coba Mas yang periksa!” katanya dengan suara bergetar. “Mana tahu sebenarnya yang mandul itu Mas Haikal!”

Wajah Haikal berubah gelap seketika.

Sementara, Lasmi melotot tidak percaya mendengar ucapan itu.

“Kurang ajar!” bentak wanita tua itu. Sebelum Annisa sempat berkata lagi,

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipinya hingga tubuhnya terjatuh ke lantai. Annisa memegangi wajahnya yang terasa panas dan berdenyut sakit. Matanya membesar syok, air mata langsung mengalir deras.

Haikal berdiri dengan napas memburu penuh emosi.

“Jangan pernah hina aku!” bentaknya marah.

Dadanya naik turun menahan amarah dan harga dirinya yang tersentuh. Sementara, Annisa terduduk lemah di lantai sambil menahan sakit di pipinya.

Emeli tiba-tiba berdiri cepat dengan wajah pura-pura panik.

“Haikal!” serunya sambil buru-buru menghampiri Annisa. “Jangan perlakukan Annisa seperti itu!”

Wanita itu berjongkok di depan Annisa lalu membantu memegang pundaknya seolah benar-benar peduli.

“Annisa, kamu nggak apa-apa?”

Annisa hanya diam dengan air mata yang terus jatuh. Hatinya terasa semakin hancur, bukan hanya karena tamparan Haikal. Tetapi, karena wanita yang diduga merebut suaminya kini berpura-pura menjadi orang baik di depannya.

Lasmi justru memandang Emeli dengan mata kagum.

“Tuh lihat!” katanya pada Haikal. “Dokter Emeli itu lembut dan tahu sikap!”

Wanita tua itu langsung membandingkan keduanya tanpa rasa bersalah.

“Nggak seperti istrimu yang kerjanya cuma bikin emosi.”

Emeli pura-pura menunduk malu.

“Tante, jangan bilang begitu…” Padahal, di dalam hati, wanita itu diam-diam menikmati semuanya.

Annisa perlahan menundukkan wajahnya. Kini, dirinya mulai sadar bahwa rumah tangganya benar-benar sedang berada di ujung kehancuran.

1
ngatun Lestari
rasain lu..makanya jangan Maruk jadi laki
Ass Yfa
puas bngt....hhh aku...liat mereka hancur tak bersisa...yg paling berat sanksi sosial...bisa2 jadi gila
Ass Yfa
modar ra kowe...😒
Ass Yfa
heh..Haikal bidoh apa oon ..nempermalukan diri sendiri
Ratih Tupperware Denpasar
haikal ini juga aneh wkt ibunya menghina anisa dia malqh mendukung ibunya bahkan menerima dr gadungan itu.. skr baru nyalahin ibunya. kalo kamu cinta beneran sama anisa harusnya bela thu istrimu bukan malak mengikuti permainan ibumi dan menalak anisa....dasar kamunya aja yg plinplan
Sri Widiyarti
puas banget bacanya....
Sri Widiyarti
makasih banyak kak up-nya 🥰
Les Tary
lasmi gaya gayaan...kyk dia sendiri kaya sampai merendahkan annisa
iqha_24
penyesalan datang belakangan yaa kan Haikal wkwkwk
爾妮
lanjutkan tor🤣🤣
dyah EkaPratiwi
rasakan Haikal nyesel kan
Dew666
💄💄💄
mariammarife
yo ngga bisa lngsng nikah hrs menunggu masa Iddah nya Annisa beres dulu pak Darto
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalo sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
Mutaharotin Rotin
rasain kalian bertiga kena karma nya 😂😂
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut thor 🥰🥰🥰
mariammarife
mas Emran jgn terburu² ngajak Annisa nikah harus nya nunggu masa Iddah nya selesai
Les Tary
emeli minta tolong annisa bilang jgn hancurkan hidupku...ga salah ngomong itu org
Teh Euis Tea
rasain kalian jd gembel, puaslah
Oma Gavin
akhirnya mereka bertiga jadi gembel kere gelandangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!