NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Tidak di ajak.

Gallelio berdiri di depan pintu rumah dengan tangan terlipat di dada. Matanya tajam menatap mobil Ayuna yang baru saja masuk ke halaman. Tidak lama kemudian tiga gadis itu keluar membawa paperbag belanjaan yang jumlahnya tidak sedikit, sampai membuat pria itu menghela napas kasar.

"Dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang?" tanyanya sambil melirik jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul lima sore lebih. Padahal sejak pagi mereka keluar lebih dulu darinya.

"Dari dukun beranak, kak," jawab Ayuna asal.

Gallelio langsung mendelik. "Dukun beranak? Ngapain? Ada yang mau melahirkan memangnya?"

"Hadehhh..." Ayuna memijat pelipisnya dramatis. "Ya kali dari sana beneran. Pertanyaan kakak tuh yang aneh. Jelas-jelas tadi pagi aku izin ngajak kakak ipar belanja, terus sekarang pulang bawa barang segini banyak, masih juga tanya dari mana. Yang waras kenapa sih?" gerutunya malas.

Gallelio mengerutkan kening. Niat hati hanya ingin basa-basi dan mencari tahu, malah harga dirinya seperti diinjak-injak adiknya sendiri.

Pria itu berdehem pelan, lalu kembali memasang wajah datarnya sambil memperhatikan tiga perempuan di depannya yang masih berdiri kepayahan membawa belanjaan karena tubuhnya menghalangi pintu masuk rumah.

"Iya, kalau itu saya tahu. Tapi rasanya mustahil belanja sampai sore begini," ujarnya lagi.

"Ya memang. Kalau belanjanya sampai sore terus, bangkrut kamu kak. Uangnya habis semua!" jawab Ayuna tanpa dosa. "Tadi habis belanja kita jemput Anet, terus ke taman bermain, habis itu balik lagi ke kafe sebentar. Nah baru pulang."

"Hm." Gallelio mengangguk tipis. Tatapannya beralih pada Aurin beberapa detik sebelum bertanya lagi, "Sudah makan?"

"Sudah. Kita juga masih pengen umur panjang, kak. Makan itu wajib," jawab Ayuna cepat sebelum Aurin sempat membuka suara.

"Oh ya kak," lanjutnya lagi santai, "tadi kakak ipar bilang mau coba kerja di kafe."

Tatapan Gallelio langsung berubah tajam ke arah Aurin. "Ngapain kerja? Memangnya suami kamu orang miskin? Kamu mau mencoreng nama saya, Aurin?" tanyanya dingin.

Aurin langsung gelagapan. Kepalanya refleks menunduk. "Bu... bukan begitu..."

"Ehem..." Ayuna melipat bibir menahan senyum jahil. "Iya, yang suaminya kaya raya jangan marah dong."

"Ck." Gallelio mendecih pelan.

"Udah ah, minggir dulu bisa nggak? Pegal nih tangan dari tadi!" protes Ayuna lagi sambil mengangkat paperbag-paperbag di tangannya.

Baru setelah itu Gallelio menggeser tubuhnya dari depan pintu. Ketiga perempuan itu akhirnya masuk ke dalam rumah, sementara pria itu masih berdiri beberapa detik di tempatnya, menatap punggung Aurin yang sejak tadi bahkan tidak banyak bicara padanya.

Seperti biasa, entah karena belum puas dengan waktu mereka di luar tadi, tiga orang itu sekarang kembali asyik sendiri di ruang keluarga, membongkar paperbag belanjaan satu per satu.

"Kenapa cuma mami sama Anet yang dibeliin susu? Bagian Uty mana?!" protes Geanetta saat tidak menemukan susu milik Ayuna di antara barang-barang mereka.

"Lah rumah Uty kan bukan di sini. Di rumah oma sama opa banyak tuh," jawab Ayuna santai.

"Oh iya..." Geanetta langsung menyengir malu.

Ayuna kembali fokus membantu Aurin menghidupkan ponsel barunya. "Ya ampun, nggak gemetar gitu juga tangannya sih kak!" ujarnya cekikikan melihat jemari Aurin yang benar-benar gemetar saat memegang benda pipih mahal keluaran terbaru itu.

Aurin menggigit bibir bagian dalamnya kuat. Wajahnya memerah menahan malu pada dirinya sendiri yang terlalu norak. Rasanya ingin menangis melihat ponsel semahal itu sekarang berada di tangannya, benda yang bahkan sebelumnya hanya bisa dia lihat dari jauh atau sesekali pinjam dari Alora saat di sekolah.

"Simpan nomor aku ya," ujar Ayuna semangat. "Ayuna, adik ipar yang sangat baik hati, tidak sombong, murah rezeki, rajin menabung, pintar memasak, pacarnya Taehyung, istrinya Jungkook, selingkuhannya Yoongi, muridnya Na—"

"Apa nggak kepanjangan?!" potong Aurin polos sambil serius mengetik semua ucapan gadis itu.

Ayuna yang awalnya santai langsung mendelik. "Hiyaaaaa!!! Ya kali beneran disimpan begitu. Coba lihat!"

Gadis itu langsung merebut ponsel Aurin, lalu pecah tertawa saat melihat nama kontaknya benar-benar tersimpan sepanjang itu.

"Oh astaga..."

Aurin makin salah tingkah. Wajahnya merah sampai telinga saat menyadari kebodohannya barusan ternyata juga dilihat oleh Gallelio yang duduk tidak jauh dari mereka. Pria itu sejak tadi memang pura-pura sibuk menatap ponselnya, padahal beberapa kali ekor matanya melirik ke arah ruang keluarga, memperhatikan tingkah tiga perempuan yang ribut sendiri tanpa mengajaknya ikut masuk ke dalam obrolan mereka.

.

.

.

"Ayuna! Mama suruh pulang!" ujar Gallelio tiba-tiba, menghentikan suara ribut mereka bertiga di ruang keluarga.

Baik Ayuna, Aurin maupun Geanetta langsung menoleh bersamaan ke arahnya.

"Ih masa sih? Biasanya mama nggak begitu," ujar Ayuna curiga.

"Benaran," jawab Gallelio santai dengan wajah serius. "Katanya kamu dari tadi ada di rumah orang. Kasihan pemilik rumahnya nggak enak ngusir."

"Iyaaaa!! Bilang saja kamu yang ngusir aku kak, jangan bawa-bawa mama dong!" protes Ayuna nyaris menangis melihat kakaknya mulai terang-terangan mengusirnya.

"Di bilang nggak percaya." Gallelio mengangkat dagunya pelan ke arah ponsel Ayuna yang tiba-tiba menyala di atas meja. "Tuh, pasti mama."

Ayuna langsung mengambil ponselnya, lalu mendecih kesal saat melihat nama mamanya benar-benar muncul di layar. Wanita itu menyuruhnya pulang karena ada yang ingin dibicarakan malam ini.

"Tuh kan..." gumam Gallelio penuh kemenangan kecil yang disembunyikannya rapat-rapat di balik wajah datarnya.

Ayuna mendengus kesal sebelum akhirnya berdiri sambil membereskan tasnya. Sedangkan Gallelio diam-diam menyeringai tipis.

'Lagian enak saja sibuk sendiri. Kalian pikir saya mahluk tak kasat mata apa?' batinnya kesal melihat sejak tadi Aurin, Ayuna dan Geanetta tertawa sendiri tanpa mempedulikannya sedikit pun.

"Kakak ipar, aku balik ke rumah dulu ya. Besok janji datang lagi. Atau kita besok main lagi, gimana?" ujar Ayuna pamit pada Aurin sembari memakai tasnya.

"Boleh," jawab Aurin pelan.

Setelah Ayuna pergi, rumah itu kembali sunyi seperti biasanya. Suasana hangat dan ramai tadi mendadak hilang begitu saja. Aurin dan Geanetta kembali menjadi dua orang pendiam yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Aurin membereskan paperbag belanjaan mereka, sedangkan Geanetta duduk di lantai sambil memperhatikan barang-barang barunya.

"Jadi... kamu tidak mau berterima kasih?"

Suara berat Gallelio membuat Aurin menoleh. Pria itu berjalan mendekat dengan wajah datarnya yang kembali dingin setelah sejak tadi hanya diam memperhatikan mereka.

"Terima kasih?" ulang Aurin bingung.

"Iya." Gallelio berdiri tepat di depannya. "Kamu tidak merasa harus berterima kasih kepada pemilik uang setelah memakainya?" tanyanya dengan seringai tipis.

Aurin langsung mendelik kecil. "Terima kasih, Tuan," ujarnya menurut meski dalam hati kesal.

"Saya tidak perlu kata-kata itu."

Aurin langsung mengerutkan kening. 'Haisss... pria tua ini maunya apa sih? Dibilang terima kasih malah protes!' gerutunya dalam hati.

"Terus harus gimana?" tanyanya akhirnya.

Gallelio menatap beberapa detik ke arah ponsel baru di tangan Aurin sebelum berkata datar, "Gampang. Simpan juga nomor saya di ponsel baru kamu."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!