Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.
Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.
Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.
Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.
Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pikiran & Rencana 29
"Kemana sih Mbak Saras, udah jam segini kok belum datang juga?"
Eva menggerutu, padahal dia biasanya tidak peduli dengan keberadaan Laras. Tapi saat menyadari bahwa ibu susu elio tak kunjung datang padahal sudah siang, Eva akhirnya bersuara juga.
Entah lupa atau memang belum diberitahukan kepda Eva, Reza yang memang tidak pergi bekerja masih diam saja menikmati kopinya di teras samping rumah.
"Mas, kamu nggak lihat Mbak Saras. Dia kok belum datang?" tanya Eva kepada suaminya. Dia menarik kursi lalu ikut duduk di sisi Reza.
"Oh iya, aku lupa. Katanya dia libur beberapa hari. Ada acara mendadak di kampungnya yang mengharuskan dia ulang,"jawab Reza. Entah sedang memikirkan apa, pria itu pun bicara demikian tanpa menoleh ke arah istrinya.
"Oh gitu, kok dia nggak bilang ke aku. Terus gimana susu buat El?"
"Tadi dia kesini mau nemuin kamu, tapi udah ketemu aku dulu. Dia izin sekaligus bawain asi satu tas penuh. Tuh sama Suster Ani udah diberesin di kulkas."
Reza menjawab apa adanya. Memang begitulah tadi Laras datang dan meninggalkan kantong banyak kantong yang berisi ASI. Eva hanya menanggapi sambil menganggukkan kepalanya. Setelah itu, wanita tersebut melenggang pergi.
Reza sama sekali tidak peduli. Yang ada, dia kembali sibuk dengan pikirannya.
"Saras, Laras, namanya beneran mirip. Apa orangnya juga akan mirip ya. Sayangnya dai pake cadar, jadi nggak ketahuan kayak apa wajahnya. Dan bola mata wanita itu juga berbeda. Tapi kayaknya Saras pake softlens deh. Ah kenapa aku jadi mikirin wanita itu sih. Gara-gara sentuhan tadi, aku juga jadi keinget sama Laras. Laras, apa kabarnya dia ya?"
Ternyata Reza tengah memikirkan tentang Saras, dan berlanjut kepikiran dengan sang mantan istri. Pantas saja sedari tadi dia hanya diam tanpa memedulikan Eva. Dia hanaya menjawab pertanyaan istrinya itu tanpa berbicara yang lain.
Reza kemudian mengeluarkan ponselnya. hal yang dilakukan pria itu dalah membuka kontak milik Laras yang sudah di blokir olehnya. Setelah membuka blokiran nya, Reza mencoba untuk menghubungi Laras. Matanya membulat ketika nomor yang dihubungi itu tersambung. Karena terlalu terkejut, Reza langsung menutup panggilannya.
"Nomornya masih aktif, dia belum ganti nomor ternyata,"gumam Reza sambil mengusap wajahnya kasar. Ia segera menyimpan ponselnya dan bersikap seperti tidak melakukan apa-apa.
Sedangkan Eva, wanita itu menuju ke kamar Elio. Dia menatap wajah bayi yang tengah tertidur tersebut dengan tatapan yang penuh perasaan berkecamuk. Fakta tentang Elio yang bukan anaknya dan merupakan anak Laras tak dapat dipungkiri. Dimana hal tersebut ternyata membuat Eva merasa tidak suka setiap melihat Elio.
"Nggak boleh kayak gini. Elio adalah anak ku. Dia harus jadi anakku gimanapun caranya. Apalagi Mas Reza kayaknya nggak mau punya anak lagi. Dan aku juga belum tentu bisa punya anak dengan metode itu. Jadi aku harus berusaha buat jadiin Elio anakku,"ucapnya lirih.
Eva kemudian melenggang pergi meninggalkan kamar Elio. Dia mengikuti kata otaknya, yakin menuju ke tempat dimana ASIP milik Laras di simpan. Sebuah ide kembali mencuat. Eva berniat untuk kembali mencampur ASI itu dengan ASI miliknya. Kali ini dia akan memberikannya dengan jumlah sedikit.
"Entah setetes ataupun dua tetes. Aku bakalan bikin Elio meminum ASI ku. Gimanapun juga, aku harus berhasil membuat Elio jadi anakku,"ucap Eva dengan penuh keyakinan. Dan saat itu juga dia melakukan aksinya. Eva mencampur ASIP milik Laras dengan ASI miliknya. Kali ini juga Eva mengurangi jumlah campurannya. Eva hanya menambahkan total 5-10% ASI miliknya di kantong ASIP tersebut.
"Aku yakin Elio pasti mau meminumnya,"ucapnya lagi sambil tersenyum puas dan penuh dengan rasa yakin dalam hatinya.
TBC