kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:
---
*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti
pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*
_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Bibah pulang dengan pandangan yang kosong. Di rumah, bungkusan ayam goreng itu masih ada di meja. Setengahnya belum dimakan, rasanya tidak mungkin adiknya yang disayangnya tega melakukan itu dan suaminya belum pulang dan mungkin masih lembur, karena suaminya kerja buruh yang kerjanya tidak menentu.
Suaminya belum pulang, Mungkin masih lembur dan kerja buruh itu memang tidak menentu. Kadang pulang tengah malam, kadang tidak pulang sama sekali kalau ada proyek di luar kota.
Bibah tidak bisa cerita sekarang. Nanti kalau suaminya tahu, bisa-bisa darahnya mendidih. Dan kalau darahnya mendidih, yang hancur bukan cuma keluarga adiknya… tapi juga nama besar keluarga mereka di kampung.
jam 11 malam, suaminya pulang dengan tubuh penuh debu dan kelelahan, bibah tidak sampai hati jika harus menceritakan kondisi anaknya, disaat suaminya pulang dalam keadaan lelah, tapi jika terus-menerus disembunyikan, suaminya pasti akan mengetahuinya juga dan anaknya sudah tidur setelah meminum obat dan dia tidak tahu, bagaimana kedepannya kondisi anaknya.
Ia duduk di lantai, memeluk bungkusan itu.
Tangannya gemetar waktu ia buka sedikit bungkusnya dan Bau ayam gorengnya masih sama, Gurih dan Menggoda. seperti tidak mungkin menyembunyikan racun di dalamnya.
Rian yang melihat istrinya bibah lagi melamun dengan pandangan kosong langsung menghampiri."dek....kenapa belum tidur dan ini sudah malam".
bibah langsung tersentak setelah mendengar suaminya pulang."Abang sudah pulang, kok adik tidak dengar".
"bagaimana mau dengar, Abang panggil-panggil dari luar tidak ada yang menyahut, untung Abang bawa kunci duplikat, kalau tidak bisa tidur diluar Abang".kekeh Rian
dengan wajah sendu."Abang mau makan dulu atau mandi".
Dengan menggenggam tangan bibah."Abang sudah makan tadi dek, tolong jawab yang jujur....adek kenapa dan mana Lasmi, apakah terjadi sesuatu dengannya".bibah tertegun mendengar jawaban suaminya dan dengan setetes air mata mengalir di matanya." lasmi bang...?
"lasmi kenapa dek, apa terjadi sesuatu dengannya dan dimana dia sekarang".khawatir Rian
"lasmi lagi tidur bang dikamarnya...tapi"jawab bibah dan dia masih berar untuk mengatakan apa yang terjadi dengan anak, tapi bagaimana pun dia harus mengatakan yang sejujurnya.
"tapi apa dek, ngomong yang jelas, Jangan membuat Abang khawatir seperti ini".
dengan perasaan sedih yang mendalam, akhirnya bibah menceritakan apa yang terjadi dengan anaknya."bibah mengalami sakit perut bang dan saat di periksa ke dokter, organ dalamnya tiba-tiba hancur".
dengan perasaan hancur dan tatapan kosong."Bagaimana bisa anakku organ dalamnya hancur dan apa saja yang kau lakukan, sampai-sampai Lasmi bisa mengalami hal seperti ini".
"dokter bilang, dia keracunan bang".ratap bibah dengan air mata yang bercucuran, dia belum berani untuk jujur kepada suaminya, setelah memakan ayam goreng yang dibawa adiknya, tiba-tiba anaknya jatuh sakit. sambil memegang tangan suaminya."bang, aku tidak mau kehilang Lasmi bang, dia satu-satunya yang ku punya selain Abang".
"dengan perasaan marah Rian menyentak tangan bibah dan membentak istrinya ." bagaimana bisa hanya dengan kerancuan bisa membuat organ dalam hancur. Jawab dengan jujur, apa masih ada yang kau sembunyikan". Raung riang, karena tidak terima putri kesayangannya bisa punya penyakit seperti itu.
Dengan tubuh gemetar dan perasaan takut, akhirnya bibah mulai menceritakan." siang tadi, adikku sitoh berkunjung kesini dan dia menanyakan Lasmi ke mana dan aku menjawab masih disekolah, setelah berbasa-basi dia memberikan makanan dan isinya goreng ayam, Lasmi memakan sangat lahap, awalnya Lasmi baik-baik saja, tai tadi tiba-tiba dia merasakan sakit perut dan aku membawanya kerumah sakit dan mengatakan dia kerancunan dan organ dalam sudah hancur".
dengan tangan terkepal hinggal membuat jari kukunya memutih."sitoh, jika ini benar-benar ulah kau, aku tidak akan mengampuni kau dan seluruh keturunan kau".raung Rian dengan muka merah padam
bibah hanya bisa menangis melihat kemurkaan suaminya, karena selama ini, suaminya Rian dikenal dengan baik dan penuh kasih sayang, apa lagi kepada putri satu-satunya.
Setelah mengatakan itu, Rian langsung menghampiri pintu kamar anaknya dan membukanya pelan-pelan, saat dia menghampiri anaknya, ia melihat wajah Lasmi dengan wajah pucat dan bibir hampir membiru.
tangan Rian gemetar saat dia menyentuh wajah Lasmi."putri kesayangan ayah, ayah berjanji akan melakukan apapun, supaya Lasmi sembuh."satu tetes air mata mengalir di wajah lelah Rian, tapi lelah tubuhnya saat bekerja tidak sebanding dengan lelah pikirannya, yang melihat anaknya berjuang antara hidup dan mati.
bibah yang menyusul suaminya, hanya bisa menahan tangis melihat kehancuran suaminya. andai waktu bisa diulang, dia tidak akan pernah memberikan makanan itu kepada anaknya dan akan langsung membuangnya, tapi nasi sudah menjadi bubur dan mereka hanya bisa berdoa agar kesembuhan anaknya dilancarkan.
"Ya Allah," bisik Bibah, suaranya pecah.
"Kalau Engkau harus mengambil salah satu dari kami, ambil aku saja...Jangan Lasmi. Dia tidak bersalah ya Allah."
Rian tidak menjawab, lalu menghampiri istrinya dan menguatkan genggaman di tangan Bibah. Di luar.....!hujan mulai turun, Pelan tapi langit seakan menyaksikan tangisan orang tua yang saling menguatkan untuk kesembuhan anaknya."dek... Abang janji tidak akan membiarkan orang lain menyakiti anak kita dan Abang akan mencari ustadz atau kyai untuk menyembuhkan Lasmi". Dalam tangisan itu Mereka hanya bisa berdoa.