NovelToon NovelToon
Gadis Berjari Enam

Gadis Berjari Enam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Reinkarnasi / Penyesalan Suami
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adawiya

Nara mengira kehidupan barunya setelah transmigrasi akan berjalan indah. Nyatanya, dia malah terlempar ke masa kuno dan menjadi anak sulung dari keluarga miskin yang dibenci semua orang karena cacat fisik.

Pemilik tubuh yang asli mati tragis karena memotong jari keenamnya demi mencari keadilan. Kini, dengan jiwa modern yang mengisi tubuh tersebut, Nara bersumpah tidak akan membiarkan ibu dan adiknya diinjak-injak lagi.

bertahun-tahun kemudian "haaaaa mencapai puncak kekuasaan dengan enam jari emang berat"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adawiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Akting Hebat Ibu tiri

Perubahan sikap Han Ruo yang mendadak ramah membuat Nara langsung memasang mode waspada.

Ada yang tidak beres di sini. Insting Nara mengatakan kalau ibu tirinya ini pasti sedang merencanakan sesuatu yang busuk.

"Kak, kita berdua kan sudah tinggal di rumah ini selama belasan tahun. Anak-anak juga sudah pada besar, buat apa kita meributkan masa lalu?" ujar Han Ruo sambil meraih tangan Nyonya Mu, berpura-pura akrab.

"Biarpun dulu aku dan Mas Shong yang saling mencintai lebih dulu, dan selama ini dia lebih sering tidur di kamarku, faktanya Kakak yang dinikahi duluan. Aku tetap harus menghormatimu. Kakak tidak akan mendendam padaku, kan?" lanjut Han Ruo dengan nada memprovokasi yang dibungkus kepolosan.

Nara mencibir dalam hati. Kalimat itu jelas-jelas sindiran tidak langsung bahwa Nyonya Mu adalah perusak hubungan orang.

Nara menatap dingin wajah Han Ruo. Akting wanita ini benar-benar rapi, bahkan bisa bersaing dengan aktris papan atas di dunia modern.

Nyonya Mu merasa risi dan mencoba menarik tangannya, tetapi Han Ruo justru mencengkeram jemarinya semakin kuat. "Kakak... apa Kakak benaran masih mendendam padaku?"

"Han Ruo, bicara apa kamu ini? Sejak kapan aku mendendam padamu?" sahut Nyonya Mu dengan senyuman yang dipaksakan.

"Kalau begitu, tolong minum teh ini, Kak. Anggap saja ini tanda kalau Kakak sudah menerima permintaan maafku," ucap Han Ruo sambil melepaskan tangannya dan menyodorkan secangkir teh hangat.

Nyonya Mu mengernyitkan dahi. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan sandiwara apa lagi yang sedang dimainkan oleh madunya ini.

Melihat Nyonya Mu tidak kunjung menyentuh cangkir tersebut, sepasang mata Han Ruo mendadak berkaca-kaca. Wajahnya langsung berubah memelas seolah-olah dia adalah korban yang teraniaya.

Air matanya mulai menetes tepat waktu. Nyonya Mu yang panik langsung melambaikan tangannya. "Eh, bukan begitu maksudku, kamu jangan menangis..."

"Kakak..." Han Ruo mendongak dengan tatapan sayu dan wajah basah. Gaya menangisnya begitu anggun, tipe yang bisa langsung memancing rasa iba dari pria mana pun.

Nara yang melihat pemandangan menjijikkan itu langsung merasa mual. Pantas saja Yan Shong bisa klepek-klepek seumur hidup, bakat manipulasi wanita ini memang sudah selevel rubah ekor sembilan.

Tepat saat Nara berniat memotong aksi itu, telinganya menangkap suara Kakek Yan yang sedang mengobrol dengan seseorang di luar pagar halaman. Itu suara langkah kaki Yan Shong yang baru pulang.

Nara segera bergerak maju, merebut cangkir teh dari tangan Han Ruo, lalu berseru lantang. "Ibu Kedua, tolong hentikan tangisanmu! Nanti kalau Ayah masuk dan melihat ini, dia pasti mengira Ibuku sedang menindasmu lagi!"

"Kalau sampai tetangga dengar, mereka bisa berpikir Ibu Kedua sengaja menangis untuk mencari simpati orang," tambah Nara sengaja mengeraskan suaranya.

Han Ruo menggertakkan giginya rapat-rapat, mengumpat kasar di dalam hati. Awas kamu, bocah sialan. Kita lihat sampai kapan kamu bisa bersikap sombong.

Detik berikutnya, pendengaran Han Ruo menangkap langkah kaki berat Yan Shong yang semakin mendekat ke pintu rumah. Senyum kemenangan seketika melintas di hatinya.

Dia sengaja mengeluarkan sapu tangan dari balik lengan bajunya, lalu mengusap matanya dengan gerakan dramatis.

Han Ruo rupanya sudah memperhitungkan jam kepulangan suaminya dengan sangat matang. Sapu tangan yang dia gunakan ternyata sudah diolesi sesuatu, membuat matanya seketika berubah merah bengkak dan berair seperti mata kelinci.

"Kak, kalau cuma menyuguhkan teh masih belum cukup membuat Kakak puas, apa aku harus berlutut di kakimu?!" teriak Han Ruo histeris.

Gedebuk!

Tanpa ragu, Han Ruo langsung menjatuhkan lututnya ke lantai kayu di depan Nyonya Mu. "Kalau Kakak tidak mau memaafkanku, aku bersumpah tidak akan pernah bangkit berdiri lagi!"

Dia merangkak maju beberapa senti, lalu mencengkeram ujung rok kain milik Nyonya Mu dengan gestur yang sangat dramatis dan tersakiti.

Nyonya Mu yang terkejut setengah mati langsung melompat mundur dua langkah. Dia menatap Han Ruo dengan pandangan ngeri seolah-olah baru saja melihat hantu di siang bolong.

Nara mengetatkan rahangnya, menahan amarah yang mulai membakar dada. Dia melangkah cepat untuk berdiri di depan ibunya, menjadikan tubuhnya sebagai penghalang dari Han Ruo.

Namun, saat jarak mereka dekat, hidung Nara mendadak menangkap aroma jahe dan cabai yang sangat menyengat dari arah sapu tangan Han Ruo.

Nara memiliki indra penciuman yang sangat tajam sejak kecil. Begitu menyadari bau menyengat itu, otaknya langsung bekerja cepat dan dia menyadari siasat busuk ibu tirinya.

Licik sekali wanita ini. Matanya sengaja dibuat bengkak pakai cabai demi menjebak Ibu, batin Nara berang.

"Ibu Kedua, aktingmu beneran luar biasa," desis Nara dingin sambil menatap tajam wanita yang masih bersujud di lantai itu.

Tepat setelah kalimat Nara terlontar, pintu ruang utama digebrak terbuka. Yan Shong melangkah masuk dan langsung berteriak murka begitu melihat selir kesayangannya berlutut di lantai.

"Apa-apaan ini?! Apa yang kalian lakukan pada Han Ruo?!" raung Yan Shong yang marah

1
Andira Rahmawati
hadir thor..👍
Ntaaa___
Jangan lupa mampir ya ka💪😇😍
Ntaaa___
Jangan lupa mampir ya ka💪😇
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
maaf kak aku skip ya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aduh... makin kesini makin kesana
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
tahap ini masih belum apa-apa ya 🤔
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
saran kak jangan terlalu lembek ya pemeran utama nya🤭
Puji Pangestuti: iya PU nya lembek bnr dah,yg jahat malah yg berkuasa😎
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
masih nyimak aku kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!