NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 20

Saat semua orang melihat Chen Xuan melemparkan wanita yang selalu melontarkan kata-kata yang begitu pahit, mereka pun sontak bersorak-sorai merasa puas.

"Hajar dia!"

"Bunuh saja wanita tengik seperti itu!"

"Habisi!"

Perbuatan Chen Xuan membuat Zhou Xiaowang sangat begitu terkejut. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak bisa berkultivasi... bisa menghempaskan seorang kultivator tingkat ke dua 'Manifestasi Qi', dengan begitu mudahnya?

Di tepi arena bela diri, Huan Yu bangkit kembali sembari mengerang sakit, "Akhh... sial!" gumamnya, lalu kembali berdiri walaupun tubuhnya sedikit masih sempoyongan.

'Me— mengapa ...?!' gumam Huan Yu di dalam hatinya, kedua matanya terbelalak karena tak percaya. Lalu, ia pun segera memalingkan pandangannya, mengarah kepada Chen Xuan 'Zhou Xuan'.

Kedua matanya bergetar, seolah-olah ia sedang memandang sosok lain di tengah arena. Bukan lagi mantan Tuan Muda Keluarga Zhou yang tak berguna, melainkan seperti bayangan besar yang sangat sulit untuk ia kejar.

Namun, kesombongan, amarah, kesal, dan rasa tidak ingin mempercayai kenyataan, telah mendarah daging pada diri Huan Yu. Dia pun dengan lantangnya menantang Chen Xuan untuk bertarung dengannya, bahkan... dia juga dengan lantangnya menyatakan: "Jika aku kalah oleh sampah seperti mu... aku Huan Yu... siap menjadi budak mu selama hidupku!"

Kata-kata itu didengar oleh semua orang yang ada di Sekte Embun Pagi.

Saat itu, di atas langit Arena Bela Diri Sekte Embun Pagi. Suatu goresan tergambar di udara seperti satu sayatan ujung pedang, diiringi dengan suara "Krak! Krak! Krak!" kemudian udara terpecah belah seperti serpihan kaca yang kemudian memperlihatkan lubang hitam yang terbuka di atas langit.

Dari lubang hitam itu, Ketua Sekte Fang San muncul dengan penuh wibawa dan kebijaksanaan yang elegan. Namun sayang! Momen di saat semua orang memandang Fang San dengan penuh rasa takjub seketika runtuh. Ketika Fang San tiba-tiba menunjukan ekspresi wajah tersentak sembari berkata, "Aku lupa tongkat ku!" katanya, lalu memutar tubuh tua nya kembali memasuki lubang hitam itu.

Melihatnya, membuat Shen Mu menunduk malu, Xiao Ling'er menepuk dahinya, Chen Dong bergumam ketus karena kesal: "Dasar pak tua yang tidak bisa di andalkan. Selalu saja lupa membawa tongkatnya!" gumam Chen Dong.

Tidak lama dari itu, Ketua Sekte Fang San kembali muncul, memberikan tekanan spiritual kepada Zhou Xiaowang dan juga Huan Yu.

Sebagai seorang kultivator Six Direction, Fang San tak sedikitpun mengurangi tekanan yang ia keluarkan walaupun hanya untuk menekan dua orang pemuda yang berada di ranah kedua dan ketiga. Demi menjaga nama Sekte Embun Pagi agar tidak mudah diremehkan oleh siapapun. Bahkan saat ini, saking tidak terpandang nya Sekte Embun Pagi baik di Kekaisaran Bintang Biru, mau pun di dunia, bahkan dua orang kultivator ranah kedua dan ketiga pun berani bersikap sombong.

Fang San pun melayang turun dari udara, mendarat di dekat Huan Yu yang sontak memasang sikap waspada sembari menahan tekanan spiritual yang terus menekan nya, angin itu seolah-olah sebuah gunung yang turun menindih tubuhnya.

"Apa yang ... k— kau inginkan ...?!" tanya Huan Yu kepada Fang San dengan nada bicaranya yang terbata-bata, menahan beratnya tekanan spiritual yang masih menekan nya.

"Se— senior!" kata Zhou Xiaowang, "Jika anda bertindak ... maka Keluarga Zhou tidak akan pernah melepaskan mu!" sambung Zhou Xiaowang, memperingati Ketua Sekte Fang San.

Mendengar perkataan pemuda itu, Fang San pun memalingkan pandangannya, mengarah kepada Zhou Xiaowang.

"Benarkah?" tanya Fang San.

Ketika Fang San menyelesaikan ucapannya, tekanan spiritual yang lebih besar turun menekan Zhou Xiaowang, sehingga tubuh Zhou Xiaowang pun terkapar di atas lantai arena.

Namun, Chen Xuan tiba-tiba berbicara, "Guru!" kata Chen Xuan, sebelah tangannya terulur ke depan, ke pada Ketua Sekte Fang San, tetapi Fang San tetapi acuh tak menghiraukan Chen Xuan. "Tolong berbelas kasih. Biar bagaimanapun, Zhou Xiaowang adalah adik sepupuku." kata Chen Xuan lagi, meminta Fang San menghentikan tindakannya.

Fang San pun menghela nafasnya, dan tekanan spiritulnya pun seketika lenyap.

Kali ini, kedua nyawa pemuda sombong itu selamat berkat Chen Xuan. Namun, bukannya dijadikan sebagai suatu pelajaran, Zhou Xiaowang malah kembali bangkit berdiri dan berbicara dengan nada yang tinggi.

"Zhou Xuan! Begini caramu menyambut saudaramu sendiri! Kau ...." maki Zhou Xiaowang, tetapi Fang San kembali bertindak.

Whoossh!

Satu hempasan udara membuat Zhou Xiaowang tak sempat menyelesaikan ucapannya, bahkan membuat Zhou Xiaowang terhempas sepuluh meter ke belakang sehingga tubuhnya terjatuh di atas lantai arena.

"Aku tidak perduli seperti apa latar belakang mu, sekalipun itu Keluarga Zhou yang sangat berkuasa di timur Kekaisaran Api Agung, namun jika mereka merundung murid-muridku, maka aku tidak akan pernah diam. Sekalipun seorang dewa yang berdiri di hadapanku, aku akan tetap membela murid-murid ku!" ujar Ketua Sekte Fang San dengan nada yang begitu tegas.

Zhou Xiaowang sebenarnya merasa takut. Biar bagaimanapun, Fang San adalah seorang kultivator ranah Six Direction. Namun, mengandalkan latar belakangnya sebagai penyandang posisi Tuan Muda Keluarga Zhou saat ini menggantikan Zhou Xuan 'Chen Xuan', ia masih saja bersikap sombong.

"Ha haa..." Zhou Xiaowang tertawa dengan lantang, suara tawanya menggema di langit Sekte Embun Pagi. "Hanya mengandalkan mu? Pak tua! Kau hanya kultivator ranah Six Direction! Dibandingkan dengan Kepala Keluarga Zhou ku... kau hanyalah sebutir pasir di Padang gurun!" cela Zhou Xiaowang dengan gaya bicaranya yang sombong.

Fang San kembali menggelengkan kepalanya. Namun, kesabarannya setipis selembar kain sutra, dia benar-benar geram terhadap tingkah sombong dan kata-kata yang terus ia keluarkan dengan hinaan dan ejekan, bahkan dia berani meremehkan Fang San sekalipun.

"Tidak aku sangka! Zhou Tianxuan memiliki generasi muda seperti mu. Dan aku... sebagai sahabatnya, akan mewakilinya untuk mendisiplinkan generasi muda bodoh sepertimu!" kata Fang San dengan nada yang dingin.

Namun, sebelum Fang San sempat bertindak, tiba-tiba Chen Xuan menempatkan dirinya di samping Fang San, lalu menumpukkan kedua tangannya, ia pun membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada gurunya.

"Guru! Serahkan saja padaku. Aku akan menyelesaikan semua kegaduhan yang terjadi hari ini." kata Chen Xuan, tubuhnya tetap membungkuk ketika dia berbicara seperti itu.

Fang San pun memalingkan pandangannya kepada Chen Xuan. Ia pun menggambar segaris senyuman di bibirnya, lalu berbicara, "Baiklah! Selesaikan dengan cepat, bila perlu patahkan satu kakinya!" ucap Fang San, membalikkan tubuhnya, membuka kembali ruang kehampaan dan pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah Fang San pergi meninggalkan tempat itu, Chen Xuan pun berjalan tenang ke arah Zhou Xiaowang. Walaupun enggan untuk melakukan pertarungan dengan saudaranya sendiri, tetapi Chen Xuan berpikir bahwa ia tetap harus melakukannya, jika tidak! Dia akan terus berada di posisi itu, di posisi yang terus-menerus diremehkan, selalu di pandang sebagai orang yang tidak berguna oleh saudaranya sendiri.

Lalu, Chen Xuan pun berbicara, "Kalian... majulah bersama! Selesaikan pertunjukan memalukan ini dengan cepat!" tantangan Chen Xuan, menantang Zhou Xiaowang dan Huan Yu sekaligus.

Mendengus!

Zhou Xiaowang pun menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan lantai arena, membuat lantai tembok batu bata itu retak-retak. Lalu, ia pun berbicara, "Menghadapimu... aku sendiri sudah cukup!" kata Zhou Xiaowang dengan nada yang sangat sinis.

Tetapi, ketika ia hendak bergerak untuk menyerang, Chen Xuan tiba-tiba mengeluarkan fluktuasi energi yang menunjukkan kekuatan yang ia miliki.

Itu benar-benar membuat Zhou Xiaowang dan juga Huan Yu terkejut, sehingga kedua bola mata mereka membola bulat.

"Li— lima elemen? Ranah Lima Elemen?" ucap Zhou Xiaowang, terkejut.

"Bagaimana bisa? Bukankah dia ... tidak bisa membuka akar spiritulnya sendiri?" gumam Huan Yu, pada dirinya sendiri.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!