NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Inti Jantung Hutan dan Gejolak di Kota

Empat bulan telah berlalu sejak pertemuan rahasia di Ruang Dewan. Selama waktu itu, Yu Fan mengasingkan diri dari hiruk-pikuk akademi. Ia memilih kembali ke hutan tempat reruntuhan Sekte Tengkorak Hitam berada, namun bukan untuk masuk ke dalam gua terkutuk itu. Ia memilih menyusuri pinggiran dan kedalaman hutan yang belum terjamah, tempat di mana energi alam liar masih murni dan monster-monster purba bersembunyi.

Di sepanjang perjalanan, pedangnya tak pernah kering dari darah monster. Dari monster Tingkat 1 yang hanya menjadi santapan ringan, hingga monster Tingkat 3 yang mulai memberikan perlawanan berarti.

"Kau mangsa ketigabelas hari ini," bisik Yu Fan dingin saat menghadapi seekor serigala bayangan Tingkat 3. Dengan satu gerakan cepat, ia membelah kepala monster itu dan mengambil pil energinya yang bersinar redup.

"Sedikit lagi... aku bisa merasakan dinding penghalang ke Tingkat 4 mulai retak."

Yu Fan terus melangkah hingga ia tiba di jantung hutan, sebuah wilayah di mana pohon-pohonnya sebesar menara dan udara terasa berat oleh tekanan energi. Di sana, ia melihat pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengerikan.

Seekor singa raksasa dengan dua tanduk melengkung yang memancarkan petir dan sepasang sayap bulu yang lebar sedang mendengkur. Itu adalah Singa Sayap Petir, monster Tingkat 4 Akhir.

"Ini dia," mata Yu Fan berkilat penuh semangat. "Lawan yang sempurna untuk memicu terobosan."

Yu Fan sengaja menginjak dahan kering, memancing monster itu bangun. Singa itu membuka matanya yang berwarna biru elektrik dan mengaum dahsyat, menggetarkan seluruh hutan.

"Ayo, tunjukkan padaku kekuatan penguasa jantung hutan!" teriak Yu Fan sambil melesat maju.

Pertarungan terjadi dengan intensitas tinggi. Singa itu meluncurkan cakaran petir yang mampu membelah batu besar, sementara Yu Fan menggunakan teknik Langkah Awan untuk menari di antara sela-sela serangan. Namun, perbedaan tingkat fisik tetap terasa. Yu Fan terhempas beberapa kali hingga dadanya terasa sesak.

Tiba-tiba, singa itu membuka mulutnya lebar-lebar. Cahaya biru terkumpul di sana, membentuk bola energi yang sangat padat.

BOOM! Bola petir itu ditembakkan. Yu Fan berguling di udara, menghindari serangan itu hanya selisih satu rambut. Bola itu menghantam lereng gunung di belakangnya, menghancurkan separuh puncaknya dalam ledakan debu dan api.

"Gila... satu hantaman itu bisa membunuhku seketika," gumam Yu Fan. Ia mengatur napas, matanya menajam mencari celah. Saat singa itu bersiap menembakkan bola kedua, Yu Fan menyadari ada area di bawah sayap kiri singa itu yang tidak tertutup bulu pelindung bekas luka lama.

"Di sana!" Yu Fan meledakkan seluruh energi Yin-nya. Ia melesat seperti anak panah hitam. "Teknik Pedang Ilahi: Tebasan Pemutus Langit!"

Dalam satu garis lurus yang menyilaukan, Yu Fan melewati singa itu. Beberapa detik kemudian, singa itu mengaum kesakitan saat darah menyembur dari bawah sayapnya, menembus langsung ke organ vitalnya. Monster raksasa itu ambruk, debu beterbangan saat tubuhnya menghantam tanah.

...****************...

Saat tubuh singa itu memudar menjadi partikel energi, sebuah pil berwarna emas murni muncul di udara. Ini adalah pil kultivasi 1000 tahun. Yu Fan yang kelelahan dan penuh luka terduduk lemas. Namun, saat ia melihat ke lubang pohon besar yang dijaga singa tadi, ia melihat sesuatu yang tak terduga.

Sebuah telur seukuran kepala manusia terletak di atas hamparan rumput lembut. Telur itu memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan berdenyut seperti jantung yang hidup.

"Jadi... kau bertarung sekuat tenaga hanya untuk melindungi ini?" Yu Fan menyentuh permukaan telur yang hangat. "Aura ini... sangat suci. Aku tidak bisa membiarkannya di sini." Ia memasukkan telur itu ke dalam cincin dimensinya dengan hati-hati.

Yu Fan kemudian duduk bersila di bawah pohon raksasa itu. Ia menelan pil emas singa tersebut bersama dengan puluhan pil monster lain yang ia kumpulkan. Seketika, aliran kekuatan yang panas seperti lava mengalir di meridiannya.

Saat ia menutup mata dan tenggelam dalam meditasinya, sebuah bayangan muncul di benaknya. Ia melihat seorang gadis muda dengan jubah teratai putih, pakaian yang mirip dengan Lin Xueru namun terlihat lebih kuno dan agung. Gadis itu tertawa, mengajaknya bermain di sebuah taman penuh bunga persik. Mereka berbagi buah persik yang manis, dan kehangatan yang mendalam menyelimuti hati Yu Fan.

"Siapa kau?" bisik Yu Fan dalam tidurnya.

Seiring dengan penglihatan itu, aura merah Asura yang biasanya gelap mulai diselimuti oleh cahaya emas yang terang benderang. Kedua energi itu berputar, menyeimbangkan satu sama lain seperti yang disarankan Dekan.

BOOM!

Sebuah ledakan aura menyapu area sekitar, menumbangkan pohon-pohon kecil. Yu Fan membuka matanya. Ia merasakan tubuhnya seringan kapas. Dengan satu pikiran, ia terangkat ke udara.

"Master Tingkat 4 Awal... akhirnya," ucapnya sambil mengepalkan tangan. Ia terbang berputar di atas hutan, merasakan kebebasan yang luar biasa. Namun, perutnya tiba-tiba berbunyi keras. "Ah, latihan ini membuatku lapar setengah mati. Saatnya kembali ke kota."

...****************...

Sesampainya di kota pinggiran akademi, Yu Fan mendarat di atas atap sebuah gedung tinggi. Dari sana, ia melihat kerumunan. Di tengah jalan, Lin Xueru dikepung oleh Mo Han dan Mei Er.

"Berhenti berlagak suci, Xueru!" teriak Mo Han, wajahnya merah padam. "Sekte Teratai kalian hanya kumpulan orang munafik yang bersembunyi di balik label kebaikan! Kau tahu benar bahwa kakakku tewas dalam misi rahasia karena dikhianati oleh orangmu!"

Mei Er tertawa genit namun penuh racun. "Benar sekali, Kakak tampan Mo Han. Gadis ini terlihat sangat murni, tapi siapa tahu berapa banyak darah yang ia sembunyikan di balik jubah putihnya itu?"

Xueru hanya berdiri tenang, namun tangannya sudah berada di gagang pedang. "Mo Han, kematian kakakmu adalah tragedi, tapi menuduh sekteku tanpa bukti hanya akan memicu perang yang tidak perlu."

Tepat saat Mo Han akan mencabut pedangnya, seorang pemuda dengan jubah biksu abu-abu dan kepala gundul yang bersih melangkah maju. Itu adalah Fa Hai.

"Amitabha," ucap Fa Hai dengan suara yang berat dan menenangkan. "Kebencian hanya akan melahirkan kegelapan yang lebih dalam. Mo Han, Mei Er, kota ini berada di bawah naungan akademi. Bertarung di sini hanya akan mendatangkan sanksi berat bagi sekte kalian."

Yu Fan memperhatikan dari atas. Fa Hai sudah cukup untuk melerai mereka, pikirnya. Lagipula, misteri tentang Sekte Teratai Putih memang menarik, tapi bukan urusanku untuk ikut campur sekarang. Tanpa suara, Yu Fan melompat menjauh, mencari aroma yang lebih menggoda, yaitu makanan.

...****************...

Yu Fan menemukan sebuah kedai kecil yang harum dengan aroma bumbu bakaran. Ia duduk di pojok, memesan seekor ayam bakar utuh dan sebotol arak kualitas terbaik.

"Ayam ini... luar biasa," gumam Yu Fan, mengunyah dengan lahap. Meskipun ia meminum arak dengan cepat, tubuhnya yang kini sudah Master Tingkat 4 menetralisir alkohol dengan instan. Ia tetap sadar sepenuhnya.

Keheningan makannya terganggu ketika pintu kedai ditendang terbuka. Tiga orang pria bertubuh besar dengan wajah sangar masuk. Mereka mulai membalikkan meja dan menakut-nakuti pemilik kedai yang sudah tua.

"Hei, Pak Tua! Mana setoran minggu ini?!" bentak pemimpin preman itu. Matanya kemudian tertuju pada putri pemilik kedai, seorang gadis cantik yang sedang gemetar di sudut. "Wah, kalau tidak ada uang, anakmu ini bisa jadi penggantinya untuk satu malam, hahahaha!"

Salah satu anak buahnya melihat ke arah meja Yu Fan dan merampas sisa ayam bakar milik Yu Fan. "Enak sekali kau makan di sini, Nak! Ini buat kami saja!"

Yu Fan berhenti mengunyah. Kepalanya tertunduk, rambutnya menutupi matanya. "Aku sedang menikmati makananku dengan tenang... dan kau menggangguku."

"Hah? Apa kau bilang, Bocah?!" preman itu hendak memukul kepala Yu Fan.

Seketika, Yu Fan melepaskan tekanan Master Tingkat 4 miliknya. BUM!

Seluruh ruangan seolah tertimpa beban ribuan kilogram. Ketiga preman itu langsung jatuh berlutut, wajah mereka mencium lantai batu. Mereka bernapas tersengal-sengal, merasa paru-paru mereka akan meledak.

Yu Fan berdiri, menatap mereka dengan mata dingin yang menusuk. "Kalian mau mencari mati? Akan aku kabulkan sekarang juga."

"Ma-maafkan kami, Tuan! Kami tidak tahu Anda adalah seorang Master!" pemimpin preman itu merintih, air mata dan keringat bercampur di wajahnya. "Kami bersumpah tidak akan kembali lagi! Mohon ampuni nyawa anjing kami!"

Yu Fan menarik auranya sedikit, membiarkan mereka bernapas. "Minta maaf pada gadis itu dan ayahnya."

Setelah mereka bersujud meminta maaf, Yu Fan mendekati pria yang tadi mencoba menyentuh gadis itu. Tanpa ada yang melihat gerakannya, sebuah kilatan cahaya perak lewat.

SRAK!

Pria itu berteriak saat lengannya terputus bersih. "Itu adalah harga karena niat kotor kalian. Pergi dari kota ini sekarang, atau aku akan memastikan kalian tidak akan pernah melihat matahari besok."

Ketiga preman itu lari tunggang langgang sambil membawa temannya yang terluka. Orang-orang di kedai mulai berbisik-bisik dengan kagum.

"Bukankah itu Yu Fan dari akademi? Lihatlah, tekanannya... dia sudah Master Tingkat 4!" bisik salah satu pelanggan.

Pemilik kedai dan putrinya mendekat dengan wajah penuh syukur. "Terima kasih, Tuan Yu Fan. Anda telah menyelamatkan kami dan kehormatan putri saya," ucap sang ayah sambil membungkuk dalam. Sang putri menatap Yu Fan dengan wajah kemerahan, tampak sangat tersipu.

Yu Fan meletakkan beberapa koin emas di meja. "Maafkan saya karena menghancurkan sedikit lantai Anda tadi. Makanannya sangat enak, terima kasih."

"Tuan, ini terlalu banyak!"

Yu Fan hanya tersenyum samar, memberikan isyarat agar mereka tetap menyimpannya. "Berhati-hatilah mulai sekarang."

Dengan satu lompatan ringan, Yu Fan melesat ke langit, terbang menuju akademi dengan jubah hitamnya yang berkibar di bawah sinar bulan. Ia merasa puas tujuannya tercapai, perutnya kenyang, dan ia siap menghadapi kejutan apa pun yang telah disiapkan oleh dekan untuk duel antar akademi mendatang.

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!