NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Murka

Mata bulat yang polos itu menatap takut-takut ke arahnya. Aurin menghela napas panjang, mencoba membalas tatapan tersebut.

​'Kakak?' Panggilan itu terasa hangat, namun ada bagian lain dalam hatinya yang seolah memprotes status yang terlalu cepat ini.

​"Sini," panggil Aurin pelan. Tangannya mengisyaratkan agar Geanetta mendekat.

​Gadis kecil itu sempat tertahan sebentar, mungkin sedang meyakinkan dirinya sendiri. Kemudian, dengan langkah ragu yang sangat jelas, dia perlahan masuk dan berdiri di sisi ranjang. Dia menatap lebih dekat wajah mami barunya itu.

​"Kakak benar-benar maminya Anet?" tanyanya dengan suara penuh harap. Wajah polosnya menatap Aurin yang justru merasa lidahnya kelu untuk mengiyakan.

​Aurin hanya bisa tersenyum tipis, sangat tipis, namun cukup untuk menyentuh hati kecil Anet. "Kalau Anet tidak keberatan," jawab Aurin pelan.

​"Tapi Kakak akan menerima Anet, kan? Kakak tidak akan seperti Papi yang tidak mau melihat Anet, kan? Kakak akan sayang sama Anet seperti Uty Yuna sayang Anet?" tanya gadis itu mulai berani.

​Tangan kecilnya meremas ujung baju. Di tempatnya berdiri, dia tampak sangat bersiap menghadapi penolakan yang mungkin datang.

​"Memangnya Papi tidak sayang Anet?" tanya Aurin lembut.

​"Kata Uty, Papi sayang kok sama Anet. Asalkan Anet terus jadi anak baik, suatu hari... suatu hari Papi akan lihat ke arah Anet," jawabnya.

​Hati Aurin mencelos. Kalimat yang keluar dari mulut gadis kecil itu terasa terlalu dewasa. Dia seolah sedang berusaha bijak untuk menyenangkan dirinya sendiri. Aurin merasa sangat salut sekaligus prihatin. Di usia yang seharusnya belum menanggung beban emosional apa pun, bocah ini sudah bisa bicara menyentuh untuk meyakinkan hatinya yang rapuh.

​Aurin bisa membaca apa yang sebenarnya terjadi. Dari binar mata yang redup namun menyimpan secercah harapan, segalanya menjadi jelas. Di sana, sedikit banyak Aurin merasa sedang melihat cerminan dirinya sendiri.

"Sini Sayang, naik!" ujar Aurin dengan tangan yang terbuka lebar.

​Dia menekan kembali niatnya untuk kabur jauh-jauh. Sesuatu dari dalam diri Anet seolah memaksanya untuk bertahan sebentar, setidaknya demi anak kecil yang merasa kehadirannya tidak diterima itu.

​Binar wajah Anet seketika nampak sangat cerah. Gadis kecil itu segera naik ke kursi lalu merangkak naik ke atas ranjang rumah sakit yang ditempati Aurin.

​"Kakak betulan jadi mami Anet, kan? Jadi Anet boleh panggil Mami?" tanyanya dengan nada suara yang begitu antusias.

​Aurin tidak langsung menjawab dengan kata-kata. Dia justru menarik gadis kecil itu ke dalam pelukannya.

​"Sesukanya Anet saja," jawab Aurin akhirnya. Dia memberikan pelukan hangat dan rasa diterima yang sangat nyata untuk gadis sekecil itu.

​Sementara itu di luar ruangan, Mama Amanda dan Ayuna masih terus bicara. Pertanyaan demi pertanyaan terus diajukan oleh Ayuna. Dia berusaha mengulik dari akarnya tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai kakaknya bisa menikahi gadis itu.

​"Jadi begitu... warga memaksa mereka menikah daripada dihakimi malam-malam keliling kompleks?" tanya Ayuna memastikan kembali cerita sang mama.

​Mama Amanda mengangguk pelan membenarkan.

​"Tapi baguslah, Ma. Setidaknya dengan kejadian itu, akhirnya Kakak menikah lagi," ujar Ayuna.

​Sepersekian detik dia merasa bersyukur dengan kejadian tersebut, namun beberapa saat kemudian wajahnya kembali meringis saat teringat sesuatu.

​"Tapi Aurin... orang tuanya bagaimana?" tanya Ayuna penasaran.

​"Aurin tadi bercerita sedikit sama Mama. Dia tinggal bersama paman dan bibinya. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia," jelas Mama Amanda dengan nada suara yang terdengar prihatin.

...****************...

Sementara itu, di rumah paman dan bibinya Aurin, kehebohan besar terjadi saat Pak Broto kembali datang. Dia membawa serta putra dan keluarganya, lengkap dengan penghulu yang sudah dia siapkan untuk akad nikah yang seharusnya dilangsungkan hari ini.

​Namun, mendadak amarahnya memuncak saat mendapati laporan dari anak buahnya bahwa sampai saat ini mereka masih belum berhasil membawa Aurin kembali.

​"Kalian semua tidak becus! Saya sudah memberi waktu untuk membawanya kembali, tapi mana? Mana janji kalian yang dengan percaya diri meyakinkan saya bahwa sebelum subuh anak itu sudah ada di rumah ini, hah!" teriaknya murka.

​Semalam memang ada laporan terkait kaburnya Aurin, tapi Pak Broto menaruh percaya penuh pada anak buahnya bahwa gadis itu bisa mereka bawa kembali dengan mudah. Lagipula, sejauh apa pun gadis itu pergi, seharusnya rumah ini adalah satu-satunya tempat baginya untuk pulang, bukan?

​Di ruang keluarga yang kini terasa sesak oleh amarah, Bibi Lula dan Paman Aryo hanya bisa berdiri dengan tubuh yang gemetar hebat.

Kedatangan Pak Broto menghancurkan apa pun yang ada di rumah itu. Namun, yang jauh lebih marah bukan hanya pria itu, melainkan Laksmi. Istrinya yang sudah berdandan cantik itu awalnya ingin mengabadikan kecantikannya dalam potret pernikahan putra kesayangannya hari ini.

​Wanita itu mengamuk hebat. Dia jelas tidak terima dengan kenyataan yang menghancurkan harga diri keluarganya tersebut.

​Pun dengan Delon Mahardika, pemuda berusia delapan belas tahun yang seumuran dengan Aurin. Dia yang tadi datang dengan wajah berseri-seri dan jelas sangat menanti hari ini, kini tampak pias. Wajahnya yang semula cerah berubah menjadi gelap saat membayangkan gadis yang dia idamkan selama ini kembali lolos dari genggamannya.

​"Kamu... kabur ke mana, Sayang?" bisiknya dengan seringai tajam.

​Delon berusaha keras menekan rasa tidak terima di dalam dadanya. Dia merasa harga dirinya terluka karena lagi-lagi tidak berhasil menjebak gadis itu, baik dengan caranya yang halus, cara licik, bahkan cara terakhir yang menurutnya seharusnya sudah berhasil seratus persen.

Lalu tatapannya menggelap penuh murka, menghunus tajam ke arah dua orang yang masih mematung dengan tubuh gemetar ketakutan.

​"Siapa? Siapa yang membantu Aurin kabur?" tanya Delon dengan suara rendah yang mengancam.

​"Katakan siapa!!!" teriaknya mendadak seperti orang kesetanan hingga urat lehernya menegang.

​Paman dan bibi Aurin menggeleng cepat. "Kami... kami tidak tahu. Sungguh, kami sama sekali tidak tahu..." jawab mereka dengan suara terbata-bata yang hampir tenggelam oleh isak ketakutan.

​"Sialan! Siapa pun kalian, cari Aurin sampai ketemu sekarang juga! Cari juga orang yang membantunya kabur, lalu bawa dia ke hadapanku!"

​"Sampai kalian tidak menemukannya dalam dua belas jam, maka kalian semua tahu sendiri apa akibatnya!" perintahnya lantang kepada anak buah ayahnya. Kilatan obsesi yang terpancar dari matanya membawa aura gelap yang mencekam bagi pemuda itu.

​"Bawa juga dua orang tua ini ke markas!"

​Ada seringai licik yang tercetak di bibirnya sejenak. Hanya sebentar, sebelum ekspresinya kembali berubah menjadi serius dan gelap.

​"Aurin... aku sudah sangat sabar selama ini, Sayang. Tapi semakin aku sabar, sepertinya kamu semakin tidak tahu diri," lirih Delon dengan nada yang dingin.

​"Namun, aku sangat yakin kamu tidak akan tinggal diam jika kedua orang ini dibawa. Nikmatilah kebebasanmu di luar sana, Sayang... Tapi aku tetap akan menjadi rumah untukmu pulang," lanjut Delon sambil terkekeh pelan. Sebuah tawa yang tidak sampai ke matanya, hanya menyisakan sorot kegilaan yang menakutkan.

Dia harus mengubur rencana awalnya untuk datang dan menikahi gadisnya hari ini. Mengubur bayangan tentang tubuh molek Aurin yang seharusnya sudah berhasil dia dapatkan, juga membayangkan bagaimana gadis yang selama ini angkuh menolaknya itu akan tertunduk dan bertekuk lutut di bawah kakinya nanti.

​Delon harus memperbanyak lagi kesabarannya. Sabar dalam menunggu. Sebentar lagi... benar-benar sebentar lagi dia yakin akan segera menang menaklukkan gadisnya itu.

​Mereka semua akhirnya pulang, membawa harga diri yang sudah tidak ada lagi dan menyisakan rasa malu yang luar biasa. Tapi ada satu hal yang membuat Delon tetap merasa yakin. Dia tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan dengan dua alat yang akan dia jadikan sebagai senjata terakhir untuk menarik gadisnya keluar dari persembunyian.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
ChaManda
keluar kandang kucing, masuk kandang mancan ini mah ☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Biar Aurin ada kerjaan aja sih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!