NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Tujuh Orang

"Berhenti."

Suaranya begitu keras hingga membuat semua orang sontak langsung kaget..

Semua orang langsung menoleh ke arah orang yang berteriak.

Zhang Tiangxia berdiri di kejauhan dengan mata merah menatap orang-orang di lapangan, tangannya mengepal erat, dia benar-benar membenci keluarga ini sampai ke tulang.

"Kakak," Zhang Yuer langsung berteriak saat melihat kakaknya datang.

Melihat yang datang adalah Zhang Tiangxia, Zhang Lei bukannya takut dia justru tersenyum main-main.

"Oh, aku pikir ini siapa, ternyata seorang sampah yang bahkan berani berteriak disini." Zhang Lei berkata dengan ekspresi menghina.

"Hahaha, benar, tadinya aku pikir itu siapa, ternyata seorang sampah yang jiwa beladiri nya sudah hancur." Ucap wanita yang menginjak kepala Zhang Yuer. "Apakah dia datang ingin menyelamatkan adiknya? sepertinya dia terlalu banyak bermimpi."

Setelah wanita itu berkata, dia kembali menginjak kepala Zhang Yuer sambil menatap ke arah Zhang Tiangxia, "Ayo sini, apa yang bisa kamu lakukan padaku?"

Zhang Tiangxia masuk ke lapangan dengan mata merah darah. Pandangannya menyapu semua orang, terutama tatapan membunuhnya tertuju pada satu orang, orang itu yang menginjakan Kakinya di kepala adiknya. Wanita ini adalah orang keluarga Zhang namun darahnya tidak murni namun tetap menggunakan nama keluarga Zhang, namanya adalah Zhang murong. Ibunya adalah seorang pelayan di keluarga Zhang, sementara ayahnya adalah seorang penasihat keluarga Zhang.

Meskipun ibunya melahirkan anak dari penasihat keluarga Zhang, statusnya yang rendah tetap membuatnya tidak bisa menjadi istri sah, hanya statusnya yang berubah menjadi kepala pelayan. Inilah yang membuat Zhang Murong membenci garis utama keluarga Zhang terutama Zhang Yuer yang seumuran dengannya.

"Kak..." Zhang Yuer mengangkat wajahnya, matanya basah dan hidungnya merah. Ekspresinya campur aduk antara lega dan takut.

Zhang Tiangxia tidak menjawab.

Dia melesat secepat kilat.

Tubuh kecilnya bergerak seperti anak panah yang terlepas dari busurnya, menembus jarak dalam sepersekian detik, tujuannya adalah Zhang Murong yang menginjak kepala adiknya.

Kecepatan Zhang Tiangxia membuat Zhang Murong sulit menghindar.

Sebelum Zhang Murong yang sombong itu sempat bereaksi, kaki Zhang Tiangxia sudah menghantam punggungnya dengan penuh tenaga.

Buk!

"Ahhh.."

Tubuh kecil Zhang Murong terlempar seperti boneka kapas yang sangat ringan. Tubuhnya melayang puluhan meter, membentur tanah dengan keras, lalu menggelinding beberapa kali sebelum berhenti.

Sunyi....

"Kamu.." Zhang Murong menunjuk Zhang Tiangxia bersamaan dengan itu mulutnya keluar darah segar.

"Ugh.."

Dia tidak bisa bangkit. Tulang belakangnya patah akibat tendangan itu, tubuhnya tergeletak tak berdaya di tanah dengan posisi yang menyedihkan.

Dia menatap Zhang Tiangxia dengan ekspresi bengis di wajahnya, "Kamu anjing sialan, beraninya kamu mematahkan tulang belakangku," Tubuhnya bergetar karena marah. "lihat saja aku akan membuat seluruh keluargamu mati."

Tangannya yang kecil menunjuk Zhang Tiangxia dengan kebencian di wajahnya.

Syut..!

Zhang Tiangxia kembali melompat ke arah Zhang Murong lalu dia menghantamkan tendangan ke mulutnya tanpa menahan kekuatan.

Krakk!

Suara rahang yang patah terdengar di telinga semua orang. Zhang Murong kembali terlempar beberapa meter sebelum akhirnya berhenti.

Mulutnya penuh darah bersamaan dengan beberapa gigi yang patah.

"Ah... Wu wu.. Wu wu.."

Lengkingan tajam di sertai tangis seorang anak wanita berusia enam tahun terdengar di seluruh lapangan.

Seluruh lapangan membisu.

"Seorang anak pelayan yang menjadi pelacur saja berani-beraninya menghina adikku, darimana keberanianmu di dapat?" Zhang Tiangxia menatap Zhang Murong dengan tatapan jijik.

Kemudian dia berbalik sebelum tubuh anak perempuan itu berhenti menggelinding. Matanya menatap Zhang Lei yang masih duduk di kursi kayunya dengan ekspresi berubah dari yang tadinya sombong kini merasa syok.

"Kamu.. Beraninya kamu menyerang anggota keluarga sendiri hingga cacat, keluarga tidak akan membiarkanmu bertingkah sesuka hati, keluarga akan menghancurkan kedua tulang kakimu untuk menjadi pelajaran bagi yang lain."

Setelah di tatap kembali oleh Zhang Tiangxia, Zhang Lei yang awalnya ketakutan, ketika mengingat Zhang Tiangxia sudah tidak memiliki jiwa beladiri lagi langsung menjadi berani.

"Tunggu saja, aku akan meminta ayahku untuk..."

Zhang Tiangxia tidak memberinya waktu menyelesaikan kalimat. Yang menyambutnya adalah sabetan kaki dari samping, secepat kilat.

Bug!

Tendangan itu mendarat tepat di wajah Zhang Lei yang masih sombong itu. Suara benturannya keras membuat beberapa orang yang belum sepenuhnya sadar apa yang terjadi kembali melongo.

 Zhang Lei terlempar dari kursinya, terbang beberapa meter, lalu menghantam tanah dengan kepala lebih dulu. Hidungnya yang kecil mengeluarkan cairan darah yang terasa panas.

Keheningan.

Lalu Zhang Lei meraung.

"Aaargh..!"

Dia bangkit dengan susah payah, tangannya menutupi wajahnya. Saat dia menurunkan tangannya, pemandangannya membuat beberapa orang di sekitar tanpa sadar mundur selangkah. Wajahnya bengkak parah, rahangnya miring, dan dari hidungnya darah mengalir deras. Pipinya membesar seperti kepala babi yang dipukul palu.

"Ka...kalian.." dia meraung, suaranya menggelegar dari balik wajah yang hancur itu, "Hajar dia! Hajar dia sampai mati! Patahkan semua tulangnya, aku ingin dia menjadi cacat!"

Tangannya gemetar menunjuk ke arah Zhang Tiangxia. Tatapan matanya seolah-olah ingin memakan Zhang Tiangxia hidup-hidup.

Sejak lahir, dia belum pernah di pukul siapapun, bahkan ayah dan ibunya pun tidak pernah memukulnya. Namun, Zhang Tiangxia yang baru beberapa hari menjadi orang cacat justru berani menghajarnya di depan umum.

Hal ini membuatnya merasa malu hingga hampir menggila.

Mendengar perintah Zhang Lei, beberapa orang dengan tingkat kultivasi tahap pertama dan tahap kedua alam pemurnian tubuh maju kedepan.

"Tuan Lei, tenang saja, aku akan mematahkan kaki berandalan ini." Seorang anak berusia 10 tahun maju kedepan Zhang Tiangxia dengan tatapan wajah bengis. Kultivasinya berada di puncak kedua alam pemurnian tubuh.

"Bagus, Zhang Ni, hajar dia tapi jangan langsung di bunuh, patahkan seluruh anggota tubuhnya lalu seret dia kesini, aku ingin menyiksanya hingga puas." Zhang Lei berkata pada pria itu dengan tatapan kejam.

Kemudian enam orang lain juga serentak berjalan mengelilingi Zhang Tiangxia.

Tujuh orang bergerak serentak.

"Kakak!" Zhang Yuer berteriak, wajahnya pucat pasi. "Lari.. Beritahu ayah ibu!"

Dia berusaha bangkit, tapi seorang anak buah Zhang Lei langsung mencengkram rambutnya secara kasar, kemudian menekannya kembali ke tanah dalam keadaan berlutut.

"Diam kamu!"

"Auw..!" Zhang Yuer meringis kesakitan.

Zhang Tiangxia melihat itu.

Matanya yang sudah merah semakin menggelap, bahkan pupil matanya juga menjadi merah darah.

Tanpa sadar aura kultivasi tahap ke lima pemurnian tubuh terpancar dari tubuhnya, namun pikirannya kembali sadar lalu dia menekan alamnya ke tingkat ketiga alam pemurnian tubuh.

"Tingkat tiga?" Zhang Ni dan enam orang lainnya sontak kaget.

Terutama Zhang Fei yang merasa syok. Empat hari yang lalu sebelum Zhang Tiangxia menjadi cacat kultivasinya baru tingkat kedua alam pemurnian tubuh, namun bagaimana bisa setelah menjadi cacat dia justru naik satu tingkat hanya dalam waktu empat hari?

"Kamu.. Bagaimana bisa kultivasimu naik ke tingkat ke tiga alam pemurnian tubuh? Bukankah jiwa beladiri mu..." Zhang Lei tidak melanjutkan kata-katanya, karena dia sadar ada rahasia yang tidak bisa dia bocorkan.

Kejadian Paman pertama dan sepupunya yang menghancurkan jiwa beladiri Zhang Tiangxia hanya di ketahui beberapa orang, dan orang yang tau termasuk dia sendiri.

Zhang Tiangxia tidak menjawab.

Dia bergerak duluan.

Tubuhnya membentuk pose aneh seperti udang rebus, tangannya terangkat di udara membentuk gaya tinju.

Ini adalah teknik Tinju Segala Arah.

Di kehidupan sebelumnya teknik ini sudah dia sempurnakan selama puluhan tahun. Kini di tubuh bocah tujuh tahun dengan fondasi tingkat lima yang baru menerobos, hasilnya tidak akan bisa di bayangkan oleh semua anak-anak keluarga Zhang yang hadir.

"Haha, lihat anak ini sedang menari di depan kita, benar-benar konyol." Salah seorang anak keluarga Zhang yang mengepung Zhang Tiangxia tertawa lepas.

Namun belum sempat dia menyelesaikan tawanya, siku Zhang Tiangxia menghantam iga kirinya.

Krak!

Dia roboh sambil memeluk dadanya.

Orang kedua mencoba menendang dari samping namun Zhang Tiangxia menunduk, membiarkan kaki itu melayang di atas kepalanya, lalu bangkit dengan lutut yang menghantam dagu lawan dari bawah.

Krak!

Rahangnya patah. Dia terlempar ke belakang dengan suara gedebuk..

Orang ketiga dan keempat maju bersamaan, "Ayo, maju bersama habisin iblis kecil ini."

 Satu orang mengayunkan tinju, orang lainnya melayangkan sebuah tendangan memutar ke arah kepala dan jantung Zhang Tiangxia.

Zhang Tiangxia melompat mundur selangkah, menghindari dua serangan yang mengarah padanya, lalu dia merubah posisi tubuhnya dengan satu kaki di udara dan kaki lain mencengkram tanah, lalu dia melompat ke udara menghantam ke arah dua orang di depannya.

Brukk!

Serangan lututnya menghantam kepala orang yang paling dekat dengannya, lalu dia memutar badan melayangkan siku ke arah leher orang lainnya lagi.

Krakk..

Suara tulang patah yang begitu renyah terdengar di telinga semua orang.

Bum! Bum!

Keduanya terkapar.

Tiga orang tersisa saling berpandangan. Raut wajah mereka yang tadinya percaya diri kini berubah menjadi ngeri dan sedikit takut.

Zhang Tiangxia menatap mereka dingin. "Berikutnya."

Dua orang maju. Satu mencoba melarikan diri.

Yang melarikan diri belum sempat berlari jauh tendangan Zhang Tiangxia langsung menghantam betisnya dari jarak yang sulit di tebak, tulang betisnya patah, dan dia jatuh berguling sambil meraung.

Dua yang maju tidak jauh lebih beruntung. Dalam waktu kurang dari tiga puluh detik, keduanya sudah tergeletak di tanah dengan lengan dan kaki yang tidak lagi berada di posisi yang seharusnya.

Lapangan itu kini dipenuhi erangan kesakitan.

Terutama Zhang Ni yang tadinya merasa percaya diri, kini matanya menjadi ketakutan. Hanya dalam beberapa detik dia di tumbangkan oleh Zhang Tiangxia yang sebelumnya di kenal menjadi orang cacat.

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!