Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 9
Di sela-sela kebingungan yang menghantuinya, akar-akar yang hidup itu menyadari kehadiran Zhou Xuan. Lalu, ada lebih dari lima sampai enam akar berukuran sedang yang bergerak cepat ke arah Zhou Xuan.
Membuat Zhou Xuan merasa takut dan begitu panik. Zhou Xuan pun berlari melarikan diri sembari berteriak dan terus berteriak lebih kencang lagi.
Akar-akar itu terus mengejar dan semakin mendekat. Namun, ketika ujung akar itu yang membentuk ujung yang sangat begitu tajam dan melesat ke arah Zhou Xuan, dan di saat ujung yang tajam itu hampir menancap di punggung Zhou Xuan, tiba-tiba tubuh Zhou Xuan mengeluarkan luapan api yang begitu kuat.
Bang— —
Ledakan pun terjadi. Membuat akar-akar pohon itu seketika terhempas. Bahkan, mereka semakin menyusutkan diri setelah terkena luapan elemen api milik Zhou Xuan. Seolah-olah mereka sangat begitu takut terhadap api yang dimiliki Zhou Xuan.
Selain itu, akar-akar itu pun melepaskan lilitannya terhadap pria di bawah sana yang tak berdaya. Lalu, akar-akar itu menghilang, memasuki tanah, seolah-olah mereka ditelan oleh tanah itu sendiri.
Alih-alih bangkit untuk segera pergi dari kawah berlumut itu, pria itu malah tercengang dengan apa yang baru saja ia saksikan.
"Ranah Lima Elemen? Muda... semuda ini ...?!" gumamnya, sangat begitu terkejut.
Lalu, seseorang tiba-tiba datang. Mungkin dia melompat, lalu mendarat di depan Zhou Xuan.
Dia adalah Chen Dong— 22 tahun, seorang Kultivator ranah kedua 'Manifestasi Qi', dan telah berada di Fase Menengah.
Chen Dong sontak menghampiri Zhou Xuan. Lalu bertanya dengan sangat begitu terburu-buru, "Adik kecil... apa kau yang baru saja berteriak itu?" tanya Chen Dong, kepada Zhou Xuan.
Namun, belum sempat Zhou Xuan menjawab pertanyaan pria di hadapannya, tiba-tiba pria di kawah berlumut itu berteriak dengan suaranya yang lantang.
"Chen... Dong ...!!" suaranya yang keras menggema di tengah hutan hingga ke langit, membuat burung-burung beterbangan melarikan diri.
Chen Dong pun sontak merasa kaget, sehingga mengangkat kedua pundaknya lalu memalingkan pandangannya, memutar ke arah kawah itu berada.
"Su— suara ini ..." ekpresi wajah Chen Dong menyeringai, lalu kembali memandang Zhou Xuan, "Adik kecil! Sepertinya ... aku datang ke tempat yang salah, aku pamit!"
Whoossh...
Pria berjubah merah gelap itu benar-benar berlari sangat cepat. Seolah-olah ada binatang buas yang tengah mengejarnya.
Namun, itu justru membuat Zhou Xuan merasa begitu terheran-heran dengan sikap pria itu. Datang tak di undang, lalu pergi begitu saja.
Zhou Xuan mendecih pelan. Tetapi dia tahu, bahwa bahaya dari akar-akar yang hidup itu telah selesai. Lalu, Zhou Xuan pun berjalan menuju kawah berlumut untuk melihat pria di bawah sana.
Namun, Zhou Xuan melihat pria itu yang telah bangkit, dan kini tengah berjalan dengan ekspresi wajah yang begitu marah.
Melihatnya, membuat Zhou Xuan pun merasa takut.
"Bocah kecil! Kemana bajingan itu pergi?" tanya pria itu, dengan nada yang begitu menekan, penuh amarah.
"A— a, anu ...." karena takut, Zhou Xuan pun berbicara dengan nada yang terbata-bata, hingga tak menyelesaikan perkataannya. Namun, harinya menunjuk ke arah selatan, menunjukan bahwa pria itu berlari ke arah sana.
Mendengus!
"Dasar bajingan tengik! Dia pasti berlindung lagi di balik ketiak pak tua Fang San itu!" gumamnya, dengan penuh rasa kesal.
Namun, itu justru membuat Zhou Xuan sangat begitu terkejut, ketika ia mendengar pria dihadapannya menyebutkan nama Fang San.
Lalu, Zhou Xuan pun mencoba bertanya kepada pria itu: "Mohon maaf, Paman." kata Zhou Xuan, "Tadi... kalau tidak salah... anda menyebutkan nama Fang San, kan?" sambung Zhou Xuan.
Pria itu menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan tanah yang lembab, lalu menatap Zhou Xuan dengan sangat serius.
Pria itu bernama Shen Mu— 30 tahun, seorang kultivator Ranah Manifestasi Qi Fase Akhir.
Lalu, Shen Mu pun berbicara kepada Zhou Xuan: "Ya, benar. Dia adalah Guru ku, dan bajingan tengik yang tadi melarikan diri itu adalah Junior ku, sekaligus murid kesayangan pak tua Fang itu." kata Sen Mu, dengan nada yang kesal.
Zhou Xuan berpikir bahwa itu sangat begitu kebetulan. Keberuntungan yang terus menghampiri dirinya. Kembali menyambungkan Akar Spiritual nya yang putus, dan bertemu murid dari orang yang akan di tuju oleh Zhou Xuan.
Saat itu, Zhou Xuan pun sontak menumpukkan kedua tangannya di depan, membungkukkan tubuhnya, memberi salam hormat kepada Shen Mu sembari berkata, "Zhou Xuan, salam hormat kepada kakak seperguruan."
Shen Mu pun terdiam beberapa saat sembari memandangi Zhou Xuan dengan sangat serius.
Dia berpikir bahwa wajah pemuda itu sangatlah asing dan... ia juga tak pernah mengetahui bahwa gurunya tidak pernah memiliki murid bermarga Zhou. Sebagai murid tertua dari guru Fang, Shen Mu jelas begitu merasa aneh.
"Kakak seperguruan?" kata Shen Mu, bingung. "Kau ... murid pak tua Fang itu?" sambungnya, bertanya kepada Zhou Xuan.
Zhou Xuan pun tersenyum lalu kembali membungkukkan tubuhnya. Kemudian, ia pun berbicara, "Namaku Zhou Xuan dari Keluarga Zhou di Timur Kekaisaran Api Agung. Aku dikirim ke Kekaisaran Bintang Biru oleh ayahku, diminta untuk berguru dengan Tetua Fang." jelas Zhou Xuan. Tetapi itu membuat Shen Mu menarik nafasnya dalam-dalam karena terkejut.
Dia pun sontak menarik tangan Zhou Xuan dengan sangat terburu-buru. Lalu membawa Zhou Xuan untuk segera meninggalkan hutan itu.
"Senior... ada apa?" tanya Zhou Xuan sembari terus berlari cepat dengan tangannya yang masih di tarik oleh Shen Mu.
Namun, belum sempat Shen Mu menjawabnya, tiba-tiba ia menghentikan langkah kakinya. Suasana di tempat itu benar-benar sunyi. Deru angin menghantam dedaunan, menghantam pohon-pohon besar.
Zhou Xuan pun hanya terdiam. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres yang membuat Seniornya bersikap sangat begitu hati-hati.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏