NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Arumi berada di sebuah padang rumput yang luas.

Padang rumput ini tampak sepi, namun juga menenangkan.

Langit di sini berwarna abu-abu, berbeda dengan langit di dunia luar yang normal.

Arumi berjalan ke depan, meski perasaan bingung menyelimuti hatinya, sebab ia tak tahu tempat apa ini.

Pada awalnya, Arumi sedang terlelap.

Namun, entah mengapa tiba-tiba saja Arumi terbangun di tempat ini.

"Hai, cucuku," sapa sebuah suara seorang kakek.

Arumi menoleh kebelakang dengan jantung berdebar.

Tatapan Arumi terpaku, kala pandangan matanya tertuju pada seorang pria tua.

"Kakek," ucap Arumi.

Ya, Arumi sangat mengenal pria tua itu.

Itu adalah kakeknya, ayah dari ibunya.

Pria tua itu memakai baju kokko putih, peci hitam, dan tak ketinggalan ia juga membawa tasbih di tangannya.

"Kamu sudah besar, cucuku," ucap kakek itu, yang bernama Wangsa.

Arumi memeluk kakeknya itu dengan erat, ia sungguh merindukan sang kakek yang sudah meninggal 3 tahun yang lalu.

Semasa hidup, Arumi dan adiknya memang dekat dengan sang kakek.

Jadi, wajar saja jika Arumi begitu merindukan kakeknya itu.

"Kek, aku sayang sama Kakek, kenapa Kakek baru datang sekarang?" tanya Arumi.

Pasalnya, baru hari ini Kakek Wangsa mengunjungi Arumi lewat mimpi.

"Maafkan Kakek, Arumi. Kakek datang malam ini, itu juga karena ada yang ingin kakek sampaikan padamu," jawab Kakek Wangsa.

Kemudian, Kakek Wangsa mengajak Arumi untuk duduk pada sebuah bangku yang memang ada di sana.

"Jadi, sebenarnya apa yang mau Kakek sampaikan?" tanya Arumi ingin tahu.

"Mungkin kamu tidak tahu, Arumi. Keluarga kita itu memiliki seorang leluhur sakti. Dia memiliki keistimewaan, yaitu bisa melihat makhluk gaib. Selain itu, leluhur kita juga memiliki ilmu beladiri dan ilmu kebatinan yang mumpuni. Selama ia hidup, leluhur kita mempergunakan ilmunya di jalan kebajikan. Tetapi, selama puluhan tahun setelah kematiannya, tidak ada yang mewarisi kemampuan itu. Tapi, sekarang sudah ada," cerita Kakek Wangsa.

"Siapa yang mewarisi ilmu itu, Kek?" tanya Arumi penasaran.

Pasalnya, Arumi belum mengerti alasan sang kakek menceritakan itu semua kepadanya.

"Kamu, cucuku," jawab Kakek Wangsa.

Arumi terlonjak kaget saat mendengar hal itu, ia sungguh tak menyangka punya ilmu gaib juga.

"Nggak mungkin aku, Kek. Aku ini nggak punya ilmu kebatinan seperti itu,'" ucap Arumi menyangkal.

"Dengar, cucuku. Kamu memiliki khodam di dalam dirimu. Khodam itu adalah khodam milik leluhur keluarga kita dulu. Dia memilih kamu. Saat ini, kamu memang belum memiliki ilmu yang tinggi. Tapi, mata batinmu sudah terbuka. Bukankah kamu sering melihat penampakan sekarang," jawab Kakek Wangsa.

Arumi trdiam sesaat, berusaha mencerna ucapan Kakek Wangsa.

Sekarang, memang ia sering melihat penampakan makhluk halus.

Bahkan, putri—sahabatnya pun menduga jika mata batin Arumi memang terbuka, dan ternyata itu memanglah benar.

"Tapi, Kek, Arumi takut sama mereka," ucap Arumi.

Suaranya memancarkan keraguan.

"Derajat manusia itu lebih tinggi daripada mereka, Arumi. Kalau kamu merasa takut, maka mereka akan semakin menang. Berindunglah kepada Allah, Arumi, agar kamu tidak merasa takut," nasehat Kakek Wangsa.

"Tapi, apa Arumi bisa, Kek? Arumi takut nggak bisa menerima amanah ilmu itu nantinya," ucap Arumi.

"Insya Allah kamu pasti bisa. Kuatkan imanmu, karena semua atas kehendak Allah," jawab Kakek Wangsa.

"Tapi, Kek, apa Ibu tahu soal leluhur kita ini, dan soal aku yang memiliki khodam?" tanya Arumi.

"Tidak, dia tidak tahu. Ibumu itu orang yang serakah, Arumi. Nanti jika sudah waktunya, kamu akan tahu apa alasan kuntilanak itu yang meneror desa tempat kamu tinggal," jawab Kakek Wangsa.

Arumi kini mengerti, berarti memang ia ditakdirkan untuk mencari tahu semua ini.

"Jika kamu sudah memiliki ilmu yang kuat, maka gunakanlah ilmu itu dijalan kebaikan. Jangan sekalipun kamu menggunakan itu untuk berbuat jahat," ucap Kakek Wangsa memberikan petuah.

"Baik, Kek, insya Allah aku akan menggunakan ilmuku di jalan kebaikan nantinya," jawab Arumi.

"Kembalilah, waktu Kakek sudah habis. Berjalanlah ke arah sana, ikuti cahaya putih itu," ucap Kakek Wangsa yang perlahan wujudnya memudar.

Arumi mengangguk, gadis itu beranjak bangkit, dan berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh kakeknya.

Ternyata benar saja, Arumi melihat sebuah cahaya berwarna putih yang sangat terang.

Tanpa pikir panjang, Arumi memasuki cahaya itu, dan jiwanya seolah tersedot memasuki cahaya tersebut.

***Arumi membuka matanya dengan perlahan.

Kini gadis itu sudah kembali berada di kamarnya.

Suara adzan terdengar dari speaker masjid, pertanda waktu telah beranjak subuh.

Arumi segera beranjak turun dari atas ranjang, lalu pergi ke kamar mandi.

***Setelah berwudu, Arumi langsung melaksanakan salat subuh.

***Usai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Arumi segra bangkit berdiri dari posisi duduknya.

Mata Arumi tak sengaja tertuju ke atas ranjangnya.

Arumi hampir saja melompat, kala melihat ada seekor harimau besar yang sedang berbaring di atas ranjangnya.

"Assalamualaikum, Arumi," ucap harimau itu.

"Wa... waalaikumsalam," jawab Arumi dengan sedikit tergagap.

"Jangan takut, Arumi. Aku adalah penjagamu. Namaku Sekar Arum," ucap harimau itu, yang ternyata bernama Sekar Arum.

"Kamu... kamu tidak akan memakanku, bukan?" tanya Arumi.

"Hahaha, tentu saja tidak akan. Aku ini adalah penjagamu, tentu saja aku tidak akan memakanmu," jawab Nyai Sekar Arum.

"Baiklah, Nyai, kukira kamu akan memakanku," Arumi sedikit lega.

Arumi berusaha menghilangkan rasa takutnya itu, sebab Arumi juga tidak ingin dikuasai oleh rasa takut yang bisa saja membuatnya sulit di kemudian hari.

"Belajarlah untuk menghilangkan rasa takutmu itu, Nak, karena kelak akan banyak yang kamu hadapi," ucap Nyai Sekar Arum.

"Iya, Nyai, aku juga lagi berusaha. Ya kan tetep aja, kalau lihat yang seram gitu aku takut," jawab Arumi.

"Ya, pelan-pelan aja, nanti juga kamu akan terbiasa," jawab Nyai Sekar Arum.

"Oh ya, Nyai, aku ingin bertanya. Malam kemarin saat kuntilanak itu mendatangi aku, itu kenapa aku kok bisa pingsan?" tanya Arumi penasaran.

"Jelas saja kamu pingsan, Neng, aku memang merasuki badanmu. Karena kalau tidak, kau bisa saja tak selamat," jawab Nyai Sekar Arum.

"Kalau begitu, terima kasih telah menolongku, Nyai," ucap Arumi.

"Sama-sama. Aku ini hanya perantara saja, Neng, yang menolong itu tetaplah Allah," jawab Nyai Sekar Arum.

Arumi mengangguk, ia pun mengerti akan hal itu.

"Toloooong, bayiku hilang!" teriak seseorang dengan tiba-tiba.

Sontak, Arumi begitu terejut.

Padahal, semalam ia sempat mengira bahwa tidak ada lagi bayi yang diculik.

"Pergilah keluar, Neng, nanti malam aku akan membawamu ikut denganku," ucap Nyai Sekar Arum sambil menghilang.

Arumi hanya bisa mengelus dada melihat Nyai Sekar Arum yang menghilang tiba-tiba.

"Sepertinya aku harus terbiasa ini," batin Arumi.

Arumi berjalan keluar dari kamarnya.

Dibukanya pintu rumah itu.

Udara dingin langsung menerpa gadis itu, kala pintu terbuka.

Di luar, banyak warga yang sudah berkerumun.

"Cucuku, cucukku hilang," ucap seorang nenek-nenek sambil berjalan tertatih-tatih.

Arumi segera membantu nenek itu untuk berjalan.

Sementara itu, ibu-ibu yang tadi berteriak juga sedang ditenangkan oleh para warga.

"Ya Allah bagaimana ini, semalam ternyata ada 2 bayi yang hilang," ucap salah seorang bapak.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ayoo cari tahu alasannya arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dahar heula,, lapar aing eui😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mangan saetik😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayak disirep ya ini, buat orangnya jadi lupa ingatan beberapa saat
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, yang paling kusukai dari novel ini adalah gaya penceritaan nya, pemilihan kata yang sederhana dan bahasa sehari-hari.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pake istilah yang kekinian, cetaaaakkkkk
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
😄 aku suka sama istilah kamu Thor, ilmu melipat bumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aduh, ya iya ada dong,, kayak kita Mauk ke dalam dunia cermin, nah dalam kamuflase cermin itu ada pantulan matahari juga, gitu kan yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang iyaa dengan meditasi bisa fokus, trus fikiran tentang hantu akan hilang
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
di Sumatera istilah begu juga ada dipakai, begu artinya setan di salah satu daerah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ini tahapan-tahapan bersemedi yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayaknya meditasi kalau di dalam gua cocok bagi yang perlu liburan weekend kelar mumet kerjaan numpuk yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
berat kalau jalani tirakat yaaa, tapi nanti semua keinginan sikabulin begitu kah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
tenaga dalamnya terkuras ya Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
terima kasih sudah menyajikan cerita horor atau misteri dengan sederhana. Saya jadi tak parno membacanya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor tahu gak, kamu membuat sebuah cerita misteri jadi terkesan dialog sehari-hari antar sesama manusia, padahal mah setan dan cs semua tokoh-tokoh pembantunya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kenapa gak beli aja Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
oh ini toh kujang
Lili Aksara
Nah guys, sekarang saya udah tahu ya caranya nambahin ilustrasi ke dalam bab, jadi mungkin sedikit saya akan masukan ilustrasi supaya nggak terlalu ngebosenin.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang tubuh yang sudah ditakdirkan dirasuki leluhur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!