Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Mama pun mengajari ku berdandan agar penampilan ku tidak terlalu polos. Sejak hari itu aku pun mulai merias wajahnya ku dan aku pun memakai baju yang sedikit modis jika pergi ke sekolah. Pagi ini aku sudah rapi dan sarapan pun sudah aku siapkan jadi tinggal makan. Biasanya aku dan Galang jarang ketemu kalau pagi hari karena aku selalu berangkat pagi. Namun hari ini saat aku keluar dari kamar aku melihat Galang sudah duduk di meja makan masih memakai baju santai.
"Pagi bang, " sapa ku lalu duduk di samping Galang.
"Pagi, " balas Galang masih fokus makan.
"Tumben abang bangun pagi? " tanya ku sambil makan.
"Hari ini rapat pagi jadi gue harus berangkat pagi, " jawab Galang.
"Oh, kalau gitu aku duluan bang, " pamit ku dan langsung pergi namun tiba-tiba Galang menghentikan kan ku.
"Tunggu, " panggilnya dan aku pun berbalik ke arah Galang.
"Lo keluar pakai baju kaya gini? " tanya nya dan aku pun melihat penampilan ku.
"Gak ada yang salah, " balas ku.
"Gak ada lo bilang?, ganti gue gak suka lihat lo kaya gitu, " ucap nya menyuruh ku ganti baju.
"Emang salah nya apa bang?, lagian gak ada yang salah, " bingung ku.
"Lo tuh guru bukan kerja kantoran, lagian sejak kapan lo pakai baju kaya gitu, " ucap nya.
"Ini mama lo yang beliin, " beritahu ku.
"Apa?" kaget nya lalu menarik ku dan menyuruh ku masuk kamar.
Aku pun tersenyum karena ternyata Galang perhatian juga pada ku. Aku pun mengganti rok pendek itu dengan celana panjang dan sebenarnya aku pun gak nyaman cuman itu ide mama karena sudah satu minggu gak ada kemajuan sama sekali.
Aku keluar dan aku kaget saat melihat Galang berdiri di depan pintu ku dan dia sudah rapi aja.
"Gue natar lo biar sekalian gue berangkat ke kantor, " ucap nya lalu menarik tangan ku.
Aku pun hanya diam saja selama perjalanan dan tak butuh waktu lama aku pun sampai di depan sekolah tempat ku mengajar.
"Aku duluan bang, " pamit ku sebelum turun dan Galang hanya bergumam saja.
Aku pun mencondongkan badan ku lalu mencium pipi Galang membuat Galang kaget dan aku hanya tersenyum.
"Aku turun, " pamit ku lalu keluar dan pergi masuk ke dalam sekolah.
Sambil berjalan aku pun tersenyum karena melihat reaksi Galang yang kaget.
"Bu Alika kenapa senyum-senyum sendiri? " tanya Ira rekan kerja ku sesama guru.
"Ih bu Ira bikin kaget saja, " ujar ku.
"Ya lagian aku perhatiin bu Alika senyum-senyum sendiri kaya yang lagi senang aja, " ujar nya.
"Iya dong senang, barusan kan di antar suami jadi aku senang, " beritahu ku.
"Jadi mobil yang di depan tadi suaminya bu Alika, kok baru lihat? " tanya nya aku pun bingung saat bu Ira bertanya.
"Em.. dia sibuk dan kemarin baru pulang dari luar kota, " bohong ku.
"Oh sibuk toh, pantes gak pernah lihat, " ujarnya dan aku pun langsung mengajak masuk ke ruang guru. Namun tiba di sana aku bisa melihat tatapan aneh dari semua orang.
Aku pun mendekati salah satu rekan guru yang lumayan dekat dengan ku.
"Ada apa? " tanya ku.
Dia pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukan sebuah foto dimana aku turun dari mobil.
"Loh siapa yang ambil foto ini?, terus salahnya dimana? " tanya ku bingung.
"Kamu sadar gak kamu turun dari mobil apa? " tanya bu Ira.
"Enggak, itu mobil sedang biasa, " jawab ku.
Bu Ira langsung memukul keningnya saat mendengar jawaban ku.
"Tuh mobil mobil mahal dan yang punya cuman berapa orang saja, ya wajar semua orang berpikir kamu ada main sama om-om, " penjelasan Ira.
"Apa lagi seratus kita cuman seorang guru, mana mungkin kita bisa beli mobil seperti itu, " lanjutnya.
Aku pun akhirnya memilih diam toh percuma aku jelasin juga mereka gak percaya. Aku pun langsung masuk kelas karena sudah jam ku masuk kelas. Selama dua jam aku mengajar dan sekarang saat nya ganti guru. Saat aku baru saja tiba di kantor tiba-tiba di minta menghadap kepala sekolah dan aku bingung ada masalah apa. Aku pun segera ke ruangan kepala sekolah dan di sana lagi dan lagi aku dapat tuduhan punya hubungan dengan orang tua murid karena tadi pagi aku turun dari mobil mahal.
"Pak, aku gak bohong itu mobil suami ku, kalau bapak gak percaya aku telepon ni suami ku, " ucap ku.
"Bukan saya gak percaya tapi ada yang lapor kalau kamu punya hubungan dengan salah satu wali murid di sekolah ini, " balas kelapa sekolah.
Aku pun langsung mengambil ponsel ku dan menghubungi Galang dan beruntungnya dia langsung mengangkat panggilan ku dan dia setuju untuk datang. Tak butuh waktu lama Galang pun tiba di sekolah dan masih memakai mobil yang tadi pagi.
"Selamat siang, " ucap Galang saat tiba di ruangan kepala sekolah.
"Eh pak Galang, silahkan masuk pak, " ucap kepala sekolah dengan ramah seolah-olah mereka kenal.
"Maaf bapak ada perlu apa datang kemari pak kalau boleh tau? " tanya kepala sekolah itu.
"Saya datang karena istri saya minta datang jadi wajar dong saya datang, " ucap Galang sinis.
"Kalau boleh tau istri bapak siapa ya? " tanya kepala sekolah lagi.
Galang melirik ku lalu dia merangkul ku membuat aku kaget.
"Alika istri saya, " beritahu Galang.
"Jadi Alika istri bapak?, saya minta maaf karena telah menuduh istri bapak macam-macam, " ucap kepala sekolah.
"Ada apa? " tanya Galang pada ku.
"Semua orang pikir aku turun dari mobil bagus karena aku punya hubungan special dengan wali murid, padahal aku sudah jelasin tapi mereka gak percaya, " jawab ku.
"Saya gak mau ada kejadian seperti ini lagi untuk kedua kalinya walau pun bukan pada istri saya, " ucap Galang dengan tegas dan semua orang mengangguk.
Galang menarik ku keluar ruangan itu dan mengajak ku pulang. Tibanya di rumah Galang malah menatap ku tajam membuat aku takut.
"Kenapa? " tanya ku sedikit takut.
"Sekarang tau kan kenapa gue larang lo pakai rok pendek, apa lagi kalau pakai rok pendek mungkin lo bakal di anggap cewek gak benar, " bentak Galang.
"Mama yang suruh aku pakai itu, " beritahu ku.
"Buat apa? " tanya Galang.
"Biar abang perhatiin aku, " jawab ku.
Galang langsung terdiam saat aku berkata seperti itu.
"Aku udah tau tentang abang yang suka sama Lia, " beritahu ku dan Galang menatap ku dengan tatapan tajam lalu dia pergi masuk ke kamar nya.