Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06
Setelah mendengar laporan dari mbok Nah, Mama Indri langsung bersiap. Dia akan menemui Erlan di kantor nya, sampai kapan pun Mama Indri tidak akan rela putra nya kembali pada Wina.
"Erlan, Mama tidak akan memaafkan mu jika sampai kau kembali berhubungan dengan Wina!" Guman Mama Indri dengan geram.
Mama Indri langsung meminta sang sopir untuk mengantarkan nya ke kantor Erlan, dia sengaja datang ke sana tanpa memberi tahu Erlan. Mama Indri ingin mencari tahu semua nya sendiri, dia tidak ingin Erlan akan menghindar jika dia tahu sang Mama akan ke kantor nya.
"Tolong jangan kasih tahu Erlan jika saya datang kemari!" Mama Wina berkata pada resepsionis yang sedang bertugas.
"Baik bu!" Jawab Resepsionis itu sambil membungkuk kan badan nya.
Semua orang di sini mengenal Mama Indri sebagai ibu nya Erlan, perusahaan ini milik suami nya. Erlan baru 5 tahun terakhir ini menggantikan pak Beni di sana, jadi wajar saja semua orang begitu mengenal dan menghormati Mama Indri.
Mama Indri langsung menuju ke lift, dia langsung menekan tombol menuju ke kantai di mana ruangan putra nya berada.
"Selamat siang bu Indri!" Sapa Alia dengan gugup.
Alia tidak akan menyangka bahwa Mama Indri akan datang ke sini, apalagi di dalam sana sedang ada Wina. Alia takut Mama Indri pasti akan sangat marah mengetahui Wina ada di dalam.
"Siang Alia, saya ingin bertemu dengan Erlan!" Ujar Mama Indri tanpa basa - basi.
"Maaf bu, pak Erlan nya,,,,!" Alia langsung menghentikan ucapan nya.
"Ada apa Alia? Katakan saja!" Mama Indri mulai curiga dengan sikap Alia.
"Tidak papa bu!" Jawab Alia sambil menunduk kan kepala nya.
Mama Indri semakin curiga pada Alia, dia sangat yakin Alia sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.
Mama Indri langsung mendorong pintu dan betapa terkejut nya melihat keadaan di dalam ruangan itu, Wina sedang duduk manja di pangkuan nya Erlan dengan tangan yang melingkar di leher nya Erlan.
"Erlan, apa - apaan ini!" Pekik Mama Indri dengan suara lantang.
Erlan yang terkejut langsung berdiri dan melepaskan pelukan nya dari leher Erlan, dia juga cukup kaget melihat Mama Indri sudah berdiri di depan pintu.
"Mama,,,!" Erlan tampak gugup.
"Kurang ajar, dasar wanita jalang!" Mama Indri maju dan dan ingin menjambak rambut Wina.
"Mama, cukup Ma!" Bentak Erlan kasar.
"Erlan, saat ini kau sudah punya istri dan Wina sudah punya suami. Kalian berbuat hal ini di belakang pasangan kalian masing- masing, keterlaluan!" Mama Indri geram dengan apa yang di lakukan oleh putra nya.
"Tante, saya dan suami saya saat ini sedang dalam proses perceraian. Lagian satu hal lagi tante, Mas Erlan mencintai saya dan Tante tidak berhak memisahkan kami!" Dengan tidak tahu malu nya Wina berkata seperti itu.
Mama Indri tidak bisa lagi menahan kemarahan nya, dia maju dan langsung menampar Wina.
Plaaakkk.
Tamparan yang cukup keras, sehingga membuat kepala Wina tertoleh ke samping.
"Mama, Mama keterlaluan!" Erlan tidak terima Mama nya menampar Wina.
"Wina datang ke sini buat nganterin makan siang, tidak lebih!" Erlan membela Wina di hadapan Mama nya.
Mata Mama Indri melihat ke sekeliling, dia menemukan rantang di atas meja yang belum di buka. Lalu dengan sekuat tenaga Mama Indri membanting rantang itu, sehingga isi nya jatuh berserakan di lantai.
"Apapun alasan nya, tetap tidak bisa di terima. Datang menemui seorang pria yang beristri, itu adalah sikap wanita jalang. Dan kau juga harus nya bisa menjaga batasan mu sebagai suami, bukan malah menerima wanita jalang ini!" Mama Indri sangat geram dan tidak terima dengan perbuatan mereka berdua.
"Mama, Wina bukan wanita jalang!" Erlan tidak terima Wina di sebut wanita jalang oleh Mama nya.
"Wina, aku peringatkan kau, menjauh lah dari putra ku, karena sampai kapan pun aku tidak akan merestui hubungan kalian berdua. Kau juga Erlan, apa kau lupa dengan perbuatan nya pada mu dulu. Dia meninggal kan mu demi pria lain, dan sekarang dengan mudah nya dia datang lagi pada mu saat laki - laki itu tidak sesuai dengan keinginan nya!" Mama Indri kembali mengingat kan putra nya akan kejadian di masa lalu.
"Mas, aku pulang saja ya. Mama mu tidak suka pada ku!" Wina berkata dengan air mata yang berlinang.
"Win, maafkan Mama ku ya!" Erlan berkata pada Wina.
Wina segera mengambil tas nya dan berlari keluar, dia berlari sambil menangis. Wina langsung masuk ke dalam lift, dan ketika berada di dalam dia pun menghapus air mata nya dan sebuah senyuman licik tampak di sudut bibir nya.
"Mas Erlan masih mencintai ku, dia membela ku di depan Mama nya. Itu arti nya tidak ada yang bisa menghalangi ku untuk mendapat kan nya, menyingkirkan wanita kampung itu merupakan hal yang mudah bagi ku!" Guman Wina sambil tersenyum.
Sementara itu di dalam ruangan kerja nya, Mama Indri masih tidak terima. Dia memarahi Erlan habis - habisan, dia tidak terima Erlan mengkhianati Kania.
"Erlan, kau harus ingat bahwa saat ini kau masih mempunyai istri dan Mama harap kau tidak lupa, betapa jahat nya Wina pada mu. Kania dan keluarga nya sudah banyak membantu mu, tolong jangan buat Mama dan Papa merasa bersalah pada Abah Muis!" Mama Indri mengingatkan putra nya.
Erlan hanya diam, dia bimbang saat ini. Wina adalah wanita yang sangat dia cintai, dan sampai sekarang rasa cinta itu masih tetap ada. Cinta Erlan pada Wina buta, dia tidak perduli betapa jahat nya Wina pada nya dulu.
"Ma, selama ini aku berusaha mencintai Kania, tapi aku tidak bisa. Aku hanya mencintai Wina, hanya Wina!" Jawab Erlan sambil menunduk kan kepala nya.
Mendengar jawaban Erlan, seketika hati Mama Indri kecewa. Bayangan wajah teduh Kania melintas di pelupuk mata nya, perbuatan putra nya sudah sangat keterlaluan.
"Erlan, jika kau menyakiti Kania, itu arti nya kau juga menyakiti Mama!" Mama Indri menangis terisak.
"Maafkan Erlan, Ma. Erlan hanya mencintai Wina, Erlan tidak mencintai Kania!" Erlan berlutut di hadapan Mama Indri.
Mama Indri segera berdiri dan dia berjalan meninggal kan ruangan kerja Erlan, langkah kaki nya terasa gontai. Erlan mengejar Mama nya, tapi Mama Indri tetap tidak perduli. Orang - orang memperhatikan Mama Indri yang keluar dari sana dalam keadaan menangis.
"Pak, antarkan aku ketemu sama Kania!" Mama Indri berkata pada sopir nya.
"Baik Nyonya!" Jawab sopir pribadi nyonya Indri.
Pak sopir langsung melajukan mobilnya meninggal kan halaman kantor nya Erlan, dia ingin bertemu dengan menantu nya. Mama Indri yakin saat ini Kania pasti sedang butuh diri nya.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡