NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

Jam 10 malam langit Riau ditanah Melayu mendung dan tidak ada bintang yang menghiasi langit malam.

Samsul jalan sendirian untuk pulang kerumah dari tahlilan Pak Safri dengan terburu-buru dan napas ngos-ngosan dan rumah Samsul hanya beberapa rumah dari rumah Safri dan bagi Samsul itu seperti jalan yang sangat jauh dengan kaki yang masih becek oleh darah kental yang berceceran dari rumah safri

Sandal jepitnya *srrreeeekkk... sreeekkk...* setiap langkah beratnya seperti menarik keranda. Di kepala Samsul masih terbayang suara Pak umar saat azan tadi dan pecahnya foto Safri pas doa.

Sampai depan rumah panggung, lampu teplok di ruang tengah masih menyala lalu bayangan Sitoh kelihatan lagi ngelipat baju dan di bale-bale si Sulung umur 12 tahun ngajarin Ainun si bungsu belajar menulis dan membaca dan nomer 2 sama 3 sudah tidur.

Rumah yang dia bela-belain paka pesugihan biar dapurnya tetap mengepul oleh bau masakan

Baru nginjak tangga kedua, Ainun nengok dan Matanya berbinar, “Ayah pulang!!” Dia lari mau menyambut dan saat mau memeluk kaki ayahnya seperti biasa

*“JANGAN!!”*

Bentakan Samsul bikin semua kaku. Ainun berhenti berjalan dan bibirnya langsung manyun dengan mata berkaca-kaca.

Sitoh nyamperin dari dalam dan alisnya nyatu, “Bang, kenapa bentak anak? Dia kangen.”

Samsul tidak menjawab dan Matanya malah menatap ke anak tangga di bawah kakinya.

Ada jejak tapak kaki becek, Merah, dan Tanah kuburan. Padahal jalanan dari tadi kering.

Cuma Samsul yang lihat dan itu Penunggu pesugihan sudah mulai menagih karena dia telat “kasih makan” 4 bulan. Ditambah santau yang dia kirim ke Pak Safri sekarang balik badan.

“Abang kenapa wajahnya pucat pas pulang Dari tahlilan?” Sitoh mau megang jidat Samsul.

plakkk,,,,,Samsul menepis tangan sitoh, "jangan dipegang"

Sitoh kaget dan tangannya berhenti di udara, selama 13 tahun menikah, baru kali ini Samsul bersikap kasar.

Si Sulung langsung narik Ainun ke belakang, sambil memeluk adiknya dan tatapan anak-anaknya ke Samsul menjadi takut dan Bukan kangen lagi.

Samsul nyesel, tapi lidahnya kelu dan ingin menjelaskan kalau di betisnya sekarang ada lilitan benang hitam seperti tali pocong mini, dan akan semakin kencang setiap dia dekat dengan anak-istrinya?. dia ingin bilang kalau pas tahlilan tadi, di bawah kursinya ada tanah merah kuburan, tapi seakan mulutnya terkunci untuk mengatakannya

“Abang... capek,” cuma itu yang keluar dari mulut Samsul lalu masuk kekamar dan pintu kamar dikunci dari dalam

Di luar, kedengaran Ainun nangis pelan, “emak... ayah benci Ainun ya?”

Sitoh jawab lirih, “Sssttt....ayah tidak benci ainun, ayah cuma lagi kecapean, jangan ganggu ayah dulu ya". hanya itu yang bisa sitoh katakan untuk menghibur putri kecilnya.

Di dalam kamar, Samsul duduk di lantai, Napasnya satu-satu dan Dia sobek ujung sarung, ngelap tanah merah di telapak kakinya agar hilang. Tapi 5 detik kemudian muncul lagi dan kembali menetes dari sela jari kakinya.

Dia mengerti sekarang, Ini bukan tanah biasa tapi Ini “undangan”.

Jam 1 malam pada saat Rumah sudah sepi, Sitoh sudah tidur miring di kasur sambil membelakangi Samsul, tapi malam itu Samsul masih terjaga karena masih teringat kejadian tadi dan anaknya pun sudah di tidur dikamar sebelah.

Dingin, Tapi malam itu bukan dingin angin malam tapi suasana sangat mencengkam dan malam itu Samsul tidak tidur semalaman sampai azan berkumandang, barulah dia bisa tidur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!