Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 5
Mendengar pernyataan Huan Yu, tidak membuat Zhou Xuan terkejut. Dia hanya menundukkan kepalanya, seolah-olah dia sudah mengetahui bahwa semua itu pasti akan terjadi.
"Ya, aku tahu itu." kata Zhou Xuan dengan nada yang rendah.
Suasana di dalam ruangan menjadi begitu hening untuk sesaat. Tidak ada yang berbicara, tidak ada yang melakukan apapun. Namun, Zhou Tianxuan melangkah masuk ke dalam ruangan aula utama. Selain itu, para dewa Tetua Keluarga Zhou pun telah tiba di aula.
Ada lima orang pria paruh baya yang penuh wibawa, mengenakan pakaian jubah hitam dengan motif merah darah khusus keluarga Zhou. Ketika mereka melihat Zhou Tianxuan, mereka langsung menunjukan rasa hormatnya dengan cara membungkuk serentak terhadap Zhou Tianxuan, lalu memalingkan pandangan mereka untuk memberi hormat juga terhadap Li Liu.
Dihadapan para tetua dan dua generasi muda yang ada di dalam ruangan, Li Liu pun bangkit dari singgasana sang pemimpin Klan 'Kepala Keluarga', setelah kedatangan Zhou Tianxuan. Lalu, Zhou Tianxuan pun duduk di singgasana nya, dan Li Liu berdiri di sampingnya.
Saat itu, Huan Yu, dengan penuh rasa hormat menurunkan tubuhnya, kedua tangannya bertumpuk di depan.
"Tuan Zhou... maafkan atas kelancangan saya karena tiba-tiba memutuskan untuk membatalkan pertunangan ku dengan Zhou Xuan. Seperti yang anda ketahui, aku adalah satu-satunya harapan bagi Keluarga Huan, jika aku menikah dengan sampah seperti Zhou Xuan, aku tidak memiliki harapan untuk menaikkan harkat dan martabat keluargaku di masa de ... pan." ujar Huan Yu, tetapi perkataannya sedikit terpotong ketika melihat Zhou Tianxuan mengangkat sebelah tangannya.
"Nona muda Huan Yu!" kata Zhou Tianxuan dengan nada yang dingin, "Aku tidak perduli jika kalian ingin membatalkan pertunangan kalian! Tapi, aku harap kau menarik kata-kata mu kembali yang menyebutkan bahwa anakku adalah seorang sampah!" sambungnya, nadanya semakin dingin dan menekan. Bahkan, di saat Zhou Tianxuan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba hempasan udara meluap, bahkan menghempaskan semua orang yang ada di dalam ruangan itu, membuat mereka terdorong mundur satu langkah ke belakang.
"Suamiku... tenang lah!" ucap Li Liu, mencoba menenangkan suaminya 'Zhou Tianxuan'.
Zhou Tianxuan pun menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba menahan emosinya.
Saat itu, wanita paruh baya di belakang Huan Yu pun melangkah maju ke depan. Dia adalah Tetua dari keluarga Huan yang selalu menemani Huan Yu, kemana pun ia pergi.
lalu ia pun berbicara, "Tuan Zhou... maafkan atas kelancangan nona muda kami. Dia masih muda, belum tahu caranya berbicara yang baik, mohon tuan Zhou memaklumi." ucapnya, sembari membungkukkan tubuhnya.
Zhou Tianxuan kembali menghela nafas panjangnya.
"Pergilah! Urusan keluarga Huan dengan Keluarga Zhou, telah selesai. Sampaikan salamku kepada pak tua Huan itu." ucap Zhou Tianxuan, sembari melambaikan tangannya, mengisyaratkan kepada wanita paruh baya itu dan juga Huan Yu, untuk segera pergi meninggalkan ruangan itu.
Tidak ada penolakan, dan tidak ada sedikitpun bantahan dari mereka. Huan Yu bersama Tetua pendamping nya pun sontak memberikan hormat kepada Zhou Tianxuan, Li Liu, dan lima Tetua Keluarga Zhou.
Kepergian Huan Yu, yang telah membatalkan pertunangannya, tidak membuat Zhou Xuan merasa menyesal sedikitpun.
Hubungan mereka memang tidak terlalu baik. Hanya saja, mereka telah dijodohkan sejak mereka berusia lima tahun, yang di mana Zhou Tianxuan memiliki hubungan baik dengan kepala keluarga Huan, bahkan bisa dibilang rekan seperguruan ketika mereka masih berada di akademi dalam menimba ilmu. Tetapi, hubungan Zhou Xuan dengan Huan Yu, hanya sebatas karena mereka dijodohkan saja, dalam perasaan hati, mereka sama sekali tidak pernah memiliki perasaan itu.
Lalu, salah satu Tetua keluarga Zhou pun berbicara kepada Zhou Tianxuan.
"Ijin, Kepala Keluarga. Formasi teleportasi untuk Tuan Muda Xuan, telah siap untuk digunakan." katanya, berbicara dengan penuh rasa hormat kepada Zhou Tianxuan.
Zhou Tianxuan pun menganggukkan kepalanya, lalu memalingkan pandangannya kepada Li Liu, tetapi tidak berbicara apapun. Melainkan, Li Liu seketika meneteskan air matanya.
Anak laki-laki yang sudah ia kandung dan ia besarkan hingga berusia tujuh belas tahun itu, kini harus berpisah karena suatu aturan keluarga. Li Liu pun sontak berlari menghampiri Zhou Xuan, dan memeluknya dengan sangat erat.
"Dengarkan apa yang dikatakan oleh Tuan Fang. Dia adalah sahabat ayahmu dari Kekaisaran Bintang Biru." kata Li Liu, berbicara dengan nada yang berat, dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
Zhou Xuan pun memeluk ibunya dengan sangat erat. Bahkan anak laki-laki itu, benar-benar menangis dengan air mata yang mengalir dengan deras.
"Hapus air matamu, Xuan!" bentak Zhou Tianxuan, "Anak-anak dari keluarga Zhou bukanlah orang yang lemah, sekalipun mereka hanya bisa menjadi manusia biasa, mereka akan selalu berdiri tegak di atas kakinya sendiri, melawan semua rintangan dan takdir yang kejam. Kau... kau adalah anakku, kau pasti ...."
"Cukup!" sela Li Liu, memotong ucapan Zhou Tianxuan. Membuat Zhou Tianxuan pun terdiam lalu menghela nafas panjangnya.
"Tianxuan! Dia anakmu... berhenti bersikap seperti itu!" kata Li Liu, lagi.
Untuk sosok seorang ibu, dia jelas memiliki perasaan seperti itu, bahkan jauh lebih besar daripada sosok seorang ayah terhadap putranya. Walaupun seorang ayah sangat menyayangi anaknya, tetapi seorang ayah dominan tidak pernah menunjukkan nya sebagaimana kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Melainkan, seorang ayah selalu bersikap tegas kepada anaknya. Namun tanpa terkecuali, banyak pula seorang ayah yang lebih menunjukkan kasih sayang terhadap anaknya, melebihi seorang ibu. Namun untuk Tianxuan, dia adalah sosok seorang ayah yang tidak pernah memperlihatkan semua itu.
Saat itu, Tianxuan tidak berbicara untuk menjawab Li Liu, bahkan para tetua keluarga Zhou pun terdiam, beberapa orang membuang wajahnya.
Namun, Zhou Xuan tiba-tiba berkata, "Ibu... maafkan aku. Tapi, aku sudah siap dengan apapun yang akan aku jalani ke depannya. Tapi aku berjanji. Aku tidak akan pernah menyerah dan tidak akan mengecewakan kalian lagi. Aku pasti akan kembali, dan aku pasti akan membuat kalian bangga di masa depan." ucap Zhou Xuan dengan nada yang berat, namun ucapannya begitu dipenuhi oleh tekad yang kuat.
Li Liu pun tersenyum sembari menahan tangisnya, walaupun air mata itu terus terjatuh melintasi pipinya. Li Liu pun kembali mendekap putranya dengan begitu erat.
"Xuan ibu pasti bisa. Xuan ibu anak pintar, anak yang baik, dan pasti meraih kesuksesan besar di masa depan nanti. Ingat! Kamu harus makan sehari tiga kali di sana, mandi pagi dan sore, jangan tidur terlalu malam, terkecuali jika dalam keadaan tertentu." ucap seorang ibu yang sangat begitu menghawatirkan anaknya. Lalu, Li Liu pun memberikan satu cincin ruang penyimpanan kepada Zhou Xuan.
Di mana di dalam cincin itu, Li Liu menyimpan semua perbekalan untuk kehidupan Zhou Xuan di masa mendatang, di tempat yang sangat jauh dari Kota Zhou, dari Kekaisaran Api Agung. Mungkin, perbekalan itu cukup untuk Zhou Xuan hidup selama satu tahun penuh.
Zhou Tianxuan pun bangkit berdiri dari singgasana nya, bahkan sesekali ia menggelengkan kepalanya sembari menghela nafasnya. Biar bagaimanapun, itu adalah putranya. Dia jelas tidak rela jika harus berpisah begitu saja. Namun, aturan yang telah ditetapkan tidak boleh untuk dilanggar.
Zhou Tianxuan pun memberikan satu set pakaian besi hitam. Armor yang kuat, bahkan pedang biasa tidak akan bisa untuk menembusnya.
Lalu, ia pun berbicara kepada para tetua, agar mereka segera mengaktifkan formasi teleportasi untuk mengirim Zhou Xuan menuju Kekaisaran Bintang Biru.
...
...
Di hari yang sama, Zhou Xuan pun resmi meninggalkan keluarga Zhou.
Kehidupan barunya di tempat yang asing akan segera di mulai.
Rintangan, musuh-musuh kuat, dan hal lainnya, yang telah menunggunya untuk ia hadapi dengan kekuatannya sendiri.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏