NovelToon NovelToon
Dalam Dekapan Istri Muda

Dalam Dekapan Istri Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

Elizabeth Zamora atau yang biasa di panggil dengan Liz telah terjebak dalam pernikahan kontrak yang membawa dia pada titik terendah dalam hidupnya.

Akankah Liz bisa melalui takdir yang telah digariskan semesta untuknya ??

Happy Reading 💜
Enjoy 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Itu suara Tama. Dia berdiri di samping Liz, memakai kemeja berwarna putih susu yang sangat rapi tanpa kerutan sedikit pun. Posturnya yang tinggi membuat liz serta Ibunya harus mendongak.

"L-liz, si-siapa Tuan ini ?" tanya Ibu gugup melihat bagaimana wajah Tama yang keras tapi penuh wibawa.

"I-ini, e...."

"Saya Tama, Bu. Calon suami Liz."

Deg.

Ibu melotot dengan mulut menganga.

"Ca-calon su-suami ?" Suara Ibu seakan tercekat di tenggorokannya. Ibu tidak memiliki riwayat jantung, jadi meski terkejut keadaan jantungnya tetap baik-baik saja.

"Liz, jelaskan semua ini, nak. Apa maksudnya Tuan ini bilang kalau dia calon suami kamu ? Sudah lama kamu tidak menjalin hubungan dengan lelaki manapun,"

"Maaf kalau kedatangan saya mengejutkan Ibu. Saya datang kesini untuk menikahi Liz sebelum Ibu menjalani operasi."

"Me-nikah ?" Suara Ibu sedikit bergetar.

"Pak, sebaiknya bapak keluar dulu, saya akan bicara berdua dan menjelaskan pada Ibu saya."

Tama menaikkan satu alisnya, "Bapak ?"

"eh, ma-maksudnya Tuan, eh..aduh, sudahlah. Sebaiknya anda keluar dulu." Liz mendorong punggung Tama ke arah pintu keluar.

Faizal yang melihat Tuan nya keluar lagi langsung sigap menghampiri dan bertanya, "Kenapa, Tuan ?"

Tama mengangkat satu tangannya, memaksa Faizal untuk menutup mulut. Tama lalu duduk di kursi tunggu di depan ruangan bersama tiga orang lain selain Faizal.

Didalam ruangan..

"Liz, jelaskan pada Ibu. Apa maksud perkataan Tuan tadi ? Siapa yang mau menikah dengan siapa ?"

"Maaf, Bu."

"Bukan maaf yang Ibu butuh, nak." Suara Ibu melembut.

"Liz mau menikah dengan Tuan Tama, Bu. Tuan Tama melamar Liz." Dusta Liz sambil menunduk, tak berani berkata bohong jika menatap Ibunya karena pasti Ibu akan langsung tahu.

"Siapa Tuan Tama itu ? Kamu tidak pernah cerita sebelumnya,"

"Tuan Tama pemilik perusahaan Eagles.group , Bu."

"Hah ? E-Eagles group ? Bu-bukannya itu nama salah satu maskapai terbesar di Indonesia ? Eagles Air,"

Liz mengangguk,

"Liz, tidak mungkin, nak. Kamu jangan mimpi dinikahi Tuan itu. Astaga, jantung Ibu hampir copot rasanya." Ibu memegangi dadanya yang berdegup semakin cepat. Padahal kalau Ibu tau apa-apa saja perusahaan yang dibawah naungan Eagles.group, mungkin Ibu akan pingsan.

"Benar, Bu. Tuan Tama serius. Dan Liz rasa tidak ada alasan apapun untuk Liz menolaknya."

"Lalu.....bagaimana dengan Pak Revan, Liz ?"

Liz mengerutkan keningnya, "Loh, kok jadi ke Pak Revan, sih ?"

"Kamu itu pura-pura bodoh atau emang bodoh beneran sih, Liz ? Pak Revan itu suka sama kamu, kalau nggak, nggak mungkin Pak Revan rela mengeluarkan uang untuk kamar VIP ini, Liz. Coba kamu pikirkan lagi, apa ada karyawan lain yang mendapatkan perlakuan spesial seperti kamu, hah ?"

Liz menatap Ibunya lama. Keningnya berkerut tipis, seperti menangkap kata yang tidak bisa ia pahami sepenuhnya.

"Bu, maaf, menurut Liz, Pak Revan memang baik pada semua karyawannya. Sudah ya, Bu. Tolong terima Tuan Tama. Pernikahan ini atas permintaan Liz, bu. Liz mau menikah dihadapan Ibu, sebelum Ibu menjalani Operasi."

Ibu akhirnya bungkam. Wanita berusia menjelang setengah abad itu tidak mendebat putrinya lagi.

Liz memanggil Tama. Semua orang yang menunggu diluar ikut masuk dibelakang Tama.

Setelah mengucapkan janji suci dihadapan Ibu dan saksi nikah, Tama memasangkan cincin berlian ke jari manis Liz. Kemudian mereka menandatangani berkas-berkas pernikahan.

Ibu memeluk Liz sambil bercucuran air mata. Sebagai seorang Ibu, tentu saja Ibu sangat bahagia. Tapi disisi lain, Ibu masih merasa ada yang janggal dari pernikahan putrinya ini.

"Tolong jaga Liz, nak Tama. Liz itu nggak pernah menangis bahkan mengeluh. Sifatnya ceria tapi jiwanya gampang sedih. Semoga kalian bahagia selalu dan cepat diberikan momongan."

Setelah itu Ibu pun dibawa ke ruang operasi.

Liz, Tama dan Faizal menunggu di depan ruang operasi. Sementara tiga orang yang lain sudah pamit saat masih di ruangan.

"Tuan, eh, maksudnya Pak, sebaiknya Bapak pulang saja. Biar saya sendiri yang menunggu Ibu." Ucap Liz pada Tama yang duduk di sampingnya.

"Faizal, kau kembali saja ke kantor. Jemput aku dan Liz nanti sore." Titah Tama.yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Faizal.

"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi." Faizal pamit pada Tama dan Liz.

"Sekarang Pak Faizal-mu sudah pergi. Apa ada permintaan lain lagi ?"

"aduh, ini gimana sih maksudnya ?! Ck, maksud saya itu bukan cuma Pak Faizal saja, tapi anda juga."

Tama mengedikkan kedua bahunya, "Aku tidak pernah mengizinkan kamu untuk memanggil dengan sebutan itu."

Hening sesaat. Mata Liz bergerak liar, tapi tal ada kata lagi yang keluar dari mulutnya.

"Liz," panggil Tama tanpa menoleh.

"Iya, Pak, eh.," Tama memberikan tatapan tajam, "Tama maksudnya,"

"Nah, itu lebih baik."

"Iya, Tama. Kenapa ?"

"Yurike belum tau tentang pernikahan kita."

Liz terdiam sejenak, lalu menjawab lirih, "Aku kira Yurike tidak datang karena tidak sanggup melihat suaminya menikah lagi." Tatapannya terkunci lurus ke wajah Tama. "Kenapa Yurike tidak diberi tahu ?!"

"Sudah dua hari Yurike dinas luar. Malam ini mungkin dia pulang, jadi kamu juga harus ikut dengan ku untuk tinggal dirumah utama."

Liz meneguk ludah susah payah. Dia belum siap bertemu siapapun dikeluarga Tama. Apalagi berhadapan langsung dengan Yurike setelah kemarin dia menolak tegas ide gila dari sahabatnya tersebut.

Sesaat, keheningan yang canggung menyelimuti koridor itu.

Pak Revan calling...

Hingga kemudian, bunyi getaran ponsel Liz memecah kesunyian.

"Tama, sebentar. Aku angkat telepon dulu," Liz hendak berdiri, namun dia tersentak ketika pergelangannya ditahan Tama.

"Tidak perlu pergi, angkat disini saja." Kata tanpa dengan nada tak terbantahkan.

Liz pun kembali menjatuhkan bokongnya lagi.

Liz : Halo, Pak Revan.

Liz mengangkat sambungan dari Revan. Disampingnya Tama menajamkan pendengaran karena Liz tidak mengaktifkan mode pengeras suara.

Revan : Liz, saya baru dapat informasi, katanya Ibu kamu di operasi hari ini ? Pantas saja kamu minta libur. Maaf Liz saya tidak tau.

Liz : Benar, Pak. Baru saja Ibu masuk ruang operasi.

Revan : Kalau begitu saya kesana sekarang. Saya temani kamu.

Liz : Aduh, nggak perlu Pak. Terimakasih. Nanti kalau karyawan lain tau saya jadi tidak enak.

Revan : Biarkan saja, Liz. Ini inisiatif saya sendiri. Nanti saya telepon lagi kalau sudah sampai rumah sakit.

Setelah mengatakan itu Revan memutus sambungan telepon.

"Kenapa ?" Tanya Tama saat melihat wajah Liz jadi tegang

"Pak Revan, CEO di perusahaanku mau datang kesini."

Tama tak bertanya lagi, dia menyandarkan punggung di dinding yang dingin sambil menyilangkan kedua lengannya didada, pria itu menahan diri.

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike kudu diapain yaa 🤨 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh kasihan Liz KK 🙄 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
asyik..asyik.. mereka mau bersatu ... 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
semoga mereka selalu bersama dan bersatu 🤲 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
nahloo Yurike...senjata makan tuan ...🙄 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
kasihan kau Liz 🥺 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
yang sabar yaa Liz 🥺 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh ngancem nya... jahat juga yaa ..kaya rentenir 😜 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
mungkin kah mereka bersatu 😔 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike Yee kalau ngomong nyakitin orang 😡 kk cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
aneh yaa mereka 🙄 KK cantik pinisirin 😘
Fitria Syafei
semangat KK cantik 😘 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh KK mungkinkah mereka bersatu 🙄 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!