Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mana Mungkin Bima yang Buka! Taktik Penjualan Baru Dimulai!
Banyak pengunjung mal yang matanya langsung tertuju pada videotron raksasa di pelataran alun-alun Wetan Mall. Video lautan bunga yang tiba-tiba diputar di layar tersebut seakan punya daya tarik magnetis alami yang menyedot perhatian semua orang.
Buff atribut Fotogenik (Instagramable) +3 membuat video tersebut memancarkan aura seni tingkat tinggi secara natural. Saat kamera melakukan zoom-in, deretan pohon Bugenvil 7 Warna itu tampak begitu anggun, elegan, dan memesona.
Semakin banyak orang di alun-alun yang terhipnotis oleh lautan bunga di layar videotron, membuat langkah mereka terhenti sejenak untuk menonton.
Tak lama kemudian, Yaya yang menjadi model video pun muncul. Mengenakan outfit cantik nan modis, ia berjalan menyusuri lautan bunga dari sudut pandang pengunjung (POV), hingga akhirnya berdiri tepat di bawah rimbunnya tiga pohon raksasa Bugenvil 7 Warna Kualitas 3.
Di sekelilingnya, berkat efek magis Harmoni Ekosistem +3, puluhan kupu-kupu menari-nari mengelilinginya diiringi kicauan burung yang merdu. Yaya tampak menyodorkan biji kenari untuk memberi makan beberapa ekor tupai mungil. Pemandangan super damai dan harmonis itu benar-benar mengunci pandangan semua orang.
Seruan takjub mulai terdengar bersahut-sahutan dari kerumunan warga.
"Wah, kupu-kupunya banyak banget yang ngumpul di bunganya!"
"Bulan Oktober gini mah jarang ada kupu-kupu, eh di sana malah ngumpul sebanyak itu, gila estetik banget."
"Ih, tupainya jinak banget nggak takut orang, gemes!"
"Ini taman bunga lokasinya di mana sih?"
"Sumpah, pengen banget healing ke sana!"
Jelas, siapa pun yang melihat video promosi itu pasti langsung kena pelet visual dan ngebet pengen datang. Dinda dan kakak iparnya, Mbak Ririn, pun tak luput dari hipnotis video tersebut.
Bukannya mereka kurang piknik atau belum pernah ke taman bunga. Taman bugenvil di luar kota juga pernah mereka kunjungi, tapi sumpah, belum ada satu pun taman bunga yang pesonanya bisa menembus layar dan ngasih getaran emosi sekuat ini cuma dari sebuah tayangan video!
"Din, sejak kapan di Kabupaten Jatiroso ada taman bunga secantik ini? Aduh, pengen banget ke sana!" Mbak Ririn bergumam takjub. "Pokoknya aku fix bakal maksa kakakmu buat nemenin jalan-jalan ke mari akhir pekan ini."
Dinda mengangguk antusias, "Iya Mbak, aku juga pengen banget. Tapi aku ogah ah kalau harus ikut jadi nyamuk kalian."
Mbak Ririn terkekeh, "Ya suruh suamimu si Bima bawa kamu ke sana lah! Kamu kan udah niat mau nyerahin semua tabunganmu buat modalin usahanya. Kalau dia sampai nggak mau nganterin kamu, kebangetan banget cowok itu!"
Dinda menggeleng pelan, "Mas Bima belakangan ini lagi sibuk-sibuknya ngurusin usaha, Mbak. Aku nggak mau ngerepotin dan mecah fokusnya buat hal ginian. Nanti-nanti aja deh."
"Hadeh, kowe ini pancen bucin tingkat dewa!" Mbak Ririn cuma bisa mendesah pasrah melihat kelakuan adik iparnya itu.
…
Dari kerumunan pengunjung mal, obrolan heboh terus terdengar.
"Lho, ini taman bunganya ada di Jatiroso toh? Deket dong!"
"Wah, lokasinya di eks Vila Tirta Kencana itu lho! Dulu aku pernah ke sana."
"Iya, aku juga pernah ke sana. Nggak nyangka sekarang disulap jadi lautan bunga sekeren ini."
"Gila, cuma 30 menitan dari mari. Fix sih, weekend ini aku mau maksa cowokku ke sana."
"..."
Di akhir video promosi itu, muncul detail lokasi dan nama barunya: Vila Dima. Dalam sekejap, nama dan alamat tempat itu terpatri kuat di ingatan banyak orang.
Dinda terperanjat.
Ia tahu betul sejarah aset Vila Tirta Kencana itu. Belum lama ini, ada sultan gabut yang memenangkan lelang vila seluas 33 Hektar tersebut. Waktu itu dia sempet membatin kalau sayang banget lahan segede itu dibiarin telantar, dan dia bahkan sempet curhat ke Bima kalau lahan itu dibikin lautan bunga bugenvil pasti bakal viral.
Siapa sangka ide asalnya itu beneran direalisasikan sama si sultan pemenang lelang?! Dilihat dari kemegahannya, pasti modal buat ngebangun taman seindah ini gila-gilaan mahalnya.
Mbak Ririn menatap watermark nama di akhir video itu dengan kening berkerut. "Din, ini nama 'Vila Dima'... kok kedengerannya kayak singkatan gabungan dari namamu sama namanya si Bima ya?"
Dinda yang sedari tadi juga ngeh dengan kemiripan nama itu langsung tertawa geli, "Hahaha, Mbak Ririn mikirnya kejauhan! Masa iya Mbak ngira vila semewah ini punyaku sama Mas Bima?"
Mbak Ririn ikut tertawa dan menyentil pelan dahi adik iparnya. "Ya kali. Ini udah malem Din, jangan ngelindur mimpi di siang bolong."
Kedua wanita itu tak lagi memusingkan kebetulan nama tersebut. Mereka tahu persis betapa ngenesnya kondisi ekonomi keluarga Bima. Mustahil pemuda kere yang digelayuti utang ratusan juta itu bisa buka bisnis vila raksasa.
Video promosi itu kembali diulang (looping) dari awal, dan terus tayang selama satu jam penuh primetime. Malam itu, puluhan ribu warga yang kebetulan sedang berada di Wetan Mall sukses terbius oleh pesona lautan bunga tersebut.
Di sisi lain, durasi penayangan satu jam full ini sukses bikin mental breakdown para owner toko tenant di dalam Wetan Mall.
Dulu, mereka semua pernah ngemis-ngemis ke manajemen Toserba Makmur Jaya buat nyewa slot videotron itu demi branding toko mereka. Jangankan dikasih, direspons baik aja kagak! Mereka ditolak mentah-mentah dengan kalimat angkuh: "Makmur Jaya itu bukan perusahaan yang sudi ngerentalin lapak iklan demi duit receh!"
Tapi sekarang? Toserba sombong itu malah sudi ngasih slot primetime berjam-jam buat promosiin sebuah vila!
Fakta ini kontan membuat para owner toko putar otak. Mereka kepo setengah mati, pake trik dewa macam apa bos vila itu sampai bisa nge-lobi manajemen Makmur Jaya? Kalau tahu rahasianya, mereka juga mau ikut-ikutan meniru taktiknya.
Sementara itu di rumahnya, Bima sedang fokus menatap layar antarmuka gamenya. Ia mengontrol karakter untuk menyiram tanaman, membasmi hama ulat, dan mencabut rumput liar.
Formasi ladangnya saat ini: 24 petak Lahan Tingkat 1 konsisten ditanami okra, 6 petak Lahan Tingkat 2 kembali ditanami stroberi, dan Lahan Tingkat 3 miliknya kini beralih ditanami semangka.
Tentu saja, semangka ini bukan semangka abal-abal, melainkan bibit Semangka Kualitas 2 asli dari game.
Kecuali okra yang volume panennya masif, untuk hasil panen stroberi dan semangka ini, Bima tak punya niatan menyetorkannya secara grosir ke Toserba Makmur Jaya lagi. Mumpung vilanya sudah siap Grand Opening, ia mau mulai mengeksekusi business plan barunya.
Keesokan paginya, begitu Bima bangun dari tidur, okra, stroberi, dan semangka di ladang gamenya sudah matang siap panen.
Fokus utamanya langsung tertuju pada petak Lahan Tingkat 3. Jumlah semangka yang mekar: 25 buah.
Kuantitas panen per petaknya ternyata masih stabil sama seperti sebelumnya! Setelah mengeklik tombol panen semua, Bima masuk secara fisik ke dimensi game, mengangkat salah satu semangka raksasa yang tampak sempurna itu, dan membaca panel informasinya.
【Semangka Tanpa Biji: Kualitas 2】
【Catatan: Semangka premium produksi eksklusif dari game. Dari segi tekstur, rasa, hingga keharumannya... mutlak menggilas kualitas semangka Kualitas 1. Mampu membuat siapa saja kehilangan kendali atas lidah mereka! Lezat +2, Manis +2, Tekstur +2, Sisa Rasa (Aftertaste) +2!】
Bima meletakkannya kembali lalu mengambil semangka lainnya.
【Semangka Tanpa Biji: Kualitas 2】
...
Setelah menginspeksi seluruh hasil panennya, Bima akhirnya bisa bernapas lega. Terbukti, Benih Semangka Kualitas 2 mutlak 100% menghasilkan buah full Kualitas 2! Ditambah lagi, ukurannya benar-benar jumbo. Berat per buahnya pasti jauh di atas 5 Kilogram!
Sejak awal, ia memang punya wacana gila: Kalau dia sanggup membudidayakan Semangka Kualitas 2 secara massal, dia bakal menjual buah itu seharga buah impor sultan di kelas premium. Dan dengan benih mutan ini, ambisi memproduksi massal semangka kualitas wahid itu sudah di depan mata.
Berdasarkan riset Googling-nya, harga semangka impor varietas khusus di pasaran emang nggak ngotak. Contohnya Semangka Kotak dari Jepang yang harganya dipatok sekitar Rp 280.000 per kilogram. Terus ada Semangka Densuke kulit hitam yang tembus Rp 480.000 per kilonya! Bahkan varietas Semangka Hati Renyah dari Italia bisa laku Rp 400.000 sekilo...
Daftar buah impor kasta dewa ini masih panjang. Buah-buahan ini pasarnya emang tersegmentasi. Tapi buktinya, biarpun harganya setara cicilan motor, tetep aja ada orang yang rela beli. Logikanya, dengan harga segila itu, rasa dan teksturnya pasti sangat istimewa.
Tapi seenak-enaknya buah impor hasil rekayasa silang manusia, mana mungkin bisa head-to-head melawan Semangka Kualitas 2 yang di-buff pake atribut magic dari sistem game?
Kalau buah dari luar negeri aja laku ratusan ribu, masa semangka level dewa miliknya nggak layak dipatok harga Rp 400.000 sekilo?!
Sehabis meluncur ke gudang sewaannya, Bima segera mengirim pasokan okra rutin ke Toserba Makmur Jaya. Tapi untuk pengiriman kloter ini, ia sengaja memotong jatah dan menyimpan sekitar 100 Kilogram okra untuk dirinya sendiri.
Kelar urusan dari Toserba Makmur Jaya, ia putar balik kembali ke gudang. Ia lalu mengevakuasi 100 Kg okra yang disisihkannya tadi, ditambah 155 Kilogram stroberi Kualitas 1 hasil panen Lahan Tingkat 2, dari dalam game ke atas bak motor Tossa-nya.
Tentu saja tak ketinggalan, amunisi utamanya: 5 buah Semangka Kualitas 2 berukuran jumbo, 2,5 Kilogram Stroberi Kualitas 2, dan 5 Kilogram Okra Kualitas 2.
Setelah semuanya rapi di atas bak, Tossa bututnya pun menderu meluncur menuju ke Vila Dima.
Seluruh komoditas gaib ini adalah kelinci percobaannya untuk dijual di rak Minimarket Organik vilanya hari ini.
Tidak tanggung-tanggung, Semangka Kualitas 2 bakal dia banderol di angka Rp 400.000 per kilogram! Stroberi Kualitas 2 juga bakal disetarakan dengan harga buah impor premium, dipatok di angka Rp 800.000 per kilogram!
Harga segitu mah masih sangat masuk akal, wong rasa Stroberi Kualitas 2 miliknya jelas jauh lebih meledak di lidah dibanding stroberi impor termahal mana pun di pasaran.
Sementara untuk Okra Kualitas 2, dia pasang harga yang sama persis seperti harga palak ke Manajer Cipto, yakni Rp 1.600.000 per kilonya.
Kalau test ombak produk sultan ini sukses diborong habis, dari secuil komoditas Kualitas 2 ini saja Bima sudah bisa meraup omzet tunai fantastis mencapai Rp 56.000.000 sehari!