NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 32

Luo Bing Li'er hanya menatap Chen Xuan dengan tatapan dingin yang dalam, seolah bisa membaca pikiran pria itu dalam sekali pandang. Ia melangkah satu langkah mendekat, payung besar di punggungnya sedikit bergeser, dan aura spiritual level tinggi yang ia pancarkan secara tidak sadar menyebar di dalam gua. Cahaya kristal di dinding seolah meredup sejenak karena tekanan kekuatannya.

Chen Xuan langsung merasakan bulu kuduknya berdiri. Instingnya berteriak bahaya. Ia buru-buru melangkah mundur beberapa langkah hingga punggungnya hampir menyentuh dinding gua yang dingin.

"He he hee... a— aku... aku di sini saja." kata Chen Xuan dengan suara gugup dan tertawa kaku, tangan kanannya terangkat seolah menyerah. Wajahnya pucat, tapi ia masih berusaha tersenyum lebar yang terlihat sangat dipaksakan. "Kau... Kau tenang dulu, Kakak Peri. Aku tidak berniat macam-macam. Sungguh!" kata Chen Xuan lagi.

Luo Bing Li'er menghentikan langkahnya. Alisnya yang halus sedikit terangkat, seolah geli melihat tingkah laku pria di depannya yang begitu berbeda dari para kultivator yang biasa ia temui. Aura menekannya masih ada, tapi tidak lagi sekuat tadi.

"Kau pengecut!" ucapnya datar, suaranya lembut namun tajam seperti es.

Chen Xuan menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa lagi, "Hehe... pengecut itu lebih baik daripada mati konyol, kan? Lagipula, aku masih muda. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan di dunia ini. Misalnya... memiliki istri yang cantik seperti Kakak Peri."

Ia melirik Luo Bing Li'er dari bawah ke atas dengan cepat, lalu buru-buru mengalihkan pandangan ketika menyadari betapa memukau penampilan wanita itu di bawah cahaya kristal yang berwarna-warni. Gaun biru gelapnya yang mewah, mahkota es kristal, dan payung raksasa itu membuatnya terlihat seperti dewi yang tersesat di gua kuno ini.

Luo Bing Li'er mendengus pelan. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan lebih dalam ke dalam gua, seolah tidak lagi peduli pada Chen Xuan.

"Kalau kau ingin mati, silakan keluar saja. Aku tidak akan menghalangi." kata Luo Bing Li'er dengan nada yang begitu ketus.

Chen Xuan terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Meski mulutnya cerewet, ia tahu betul bahwa di luar sana masih ada lautan monster yang siap menyambutnya. Dengan langkah ragu-ragu, ia akhirnya mengikuti Luo Bing Li'er dari belakang sambil bergumam pelan.

"Tidak! Aku di sini saja." kata Chen Xuan, ia pun duduk bersilang kaki di sudut gua, kedua matanya mulai terpejam seolah-olah ia sedang bermeditasi.

Di ujung gua, Luo Bing Li'er juga duduk bersilang kaki, kemudian mengeluarkan satu butir telur yang ukurannya lebih besar dari dua buah kelapa yang disatukan jadi satu. Bahkan, telur itu mengeluarkan cahaya biru perak yang menyilaukan, membuat Chen Xuan yang tengah memejamkan matanya pun seketika membuka kedua matanya, ketika ia merasakan kelebat cahaya di matanya.

Melihat telur itu, Chen Xuan sontak bangkit. Bahkan, ia tiba-tiba telah berdiri di samping Luo Bing Li'er, tubuh Chen Xuan condong ke depan, mengamati telur itu.

Itu membuat Luo Bing Li'er terkejut. Bahkan ia yang merupakan seorang kultivator Kaisar Tempur tahap puncak, tidak merasakan bagaimana Chen Xuan tiba-tiba berada di sampingnya.

Plak!

"Aiya ...!!"

Satu tamparan keras mendarat di pipi Chen Xuan, membuatnya pun terjatuh.

Chen Xuan pun dengan cepat memalingkan pandangannya, menatap Luo Bing Li'er sembari memegangi pipinya yang memerah, jejak lima jari terpampang jelas di pipinya.

"Kakak peri... kenapa kau menamparku?" tanya Chen Xuan dengan sangat kesal.

"Diam!" bentak Luo Bing Li'er dengan ekspresi wajahnya yang dingin.

Chen Xuan pun terdiam seketika. Namun, ia pun bangkit berdiri, sebelah tangannya masih memegangi pipinya yang terasa sakit.

Setelah bangkit, ia tidak berbicara apapun. Namun, ia mengamati dengan seksama ketika Luo Bing Li'er yang entah itu mencoba untuk menetaskan telur besar itu, atau menyerap sesuatu yang ada di dalamnya.

Namun, Chen Xuan tiba-tiba teringat dengan sosok Luo Bing Li'er yang saat itu ia temui di pegunungan pedang, ketika ia pertama kali tiba di wilayah selatan Kekaisaran Bintang Biru ini.

Lalu, Chen Xuan pun berbicara, "Kakak Peri! Namamu... Hm... kalau tidak salah... Luo Bing Li'er, kan?" tanya Chen Xuan, sedikit ragu-ragu. Sedikit saja ia salah kata, wanita itu mungkin akan marah.

Namun, ketika Chen Xuan menyelesaikan ucapannya, Luo Bing Li'er dengan cepat menoleh dengan tatapan yang tajam kepada Chen Xuan.

"Berani sekali kau menyebutkan namaku!" ucap Luo Bing Li'er, nada bicaranya selalu saja dingin dan menekan.

Chen Xuan pun melangkah mundur tiga langkah dengan sikap yang waspada.

"Hm... aku cuma bertanya saja kok, kenapa harus marah?" gumam Chen Xuan, merasa kesal.

Pada saat itu, Luo Bing Li'er tak lagi menyikapi Chen Xuan, melainkan ia terus fokus dengan telur besar yang sekarang melayang di depan dadanya.

Namun, Chen Xuan kembali berbicara, "Kalau tidak salah... saat itu rambutmu berwarna putih kan, Kakak Peri?" tanya Chen Xuan, tetapi dengan cepat dia melompat ke belakang sebelum Luo Bing Li'er menanggapi ucapannya. Dia takut jika Luo Bing Li'er akan marah padanya.

Biar bagaimanapun, Luo Bing Li'er lebih tua tujuh tahun darinya, dan juga memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari Chen Xuan. Mungkin bagi Luo Bing Li'er, Chen Xuan hanyalah batu kerikil yang tidak berarti.

Namun saat itu, nampak raut wajah wanita dingin itu berubah nampak sedih sebelum ia menghela nafas panjangnya.

Lalu, ia pun berbicara, "Siapa namamu, bocah kecil?" tanya Luo Bing Li'er dengan nada yang tenang.

Chen Xuan terdiam mematung. Dia tidak percaya bahwa wanita dingin itu benar-benar mau berbicara kepadanya dengan nada yang tenang.

Chen Xuan pun kembali melangkah maju dua langkah, lalu berbicara, "Chen Xuan, namaku Chen Xuan dari Sekte Embun Pagi." jawab Chen Xuan.

Tiba-tiba energi spiritual Luo Bing Li'er meluap dari dalam tubuhnya, bahkan menciptakan hempasan hawa dingin yang membuat Chen Xuan pun terhempas, hingga tubuhnya membentur dinding gua.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!