NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:374k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Usai mandi dan menunaikan sholat dzuhur berjamaah di kamar hotel itu, suasana terasa jauh lebih tenang.

Cahaya matahari siang masuk melalui tirai tipis yang setengah terbuka, membuat ruangan VIP itu terasa hangat dan damai.

Aroma makanan dari kotak-kotak yang baru saja diantar oleh room service memenuhi ruangan.

Hanan memang sengaja memesan makanan untuk dimakan di kamar. Ia tahu Kayla tidak mungkin keluar hotel hari ini. Tentu saja, hal itu di karenakan sesuatu yang sulit di jelaskan namun sudah pasti bisa tertebak di pikiran para readers setia Mommy.

Pepatah yang mengatakan ‘Diam diam menghanyutkan,’ benar benar menyatu dengan sosok ustadz di depan Kayla.

Sungguh, penampilan nya sangat menipu, tidak seperti kekuatan nya saat hanya berdua dengan kayla semalam penuh.

Dan kini, di sebuah meja kecil dekat jendela, Kayla duduk santai dengan rambut yang masih sedikit lembap setelah mandi.

Hanan duduk di seberangnya. Sesekali ia memperhatikan Kayla yang sedang makan dengan tenang. Kayla menyuapkan nasi perlahan, lalu meneguk minuman dingin di tangannya.

“Mas…” Hanan yang sejak tadi menatapnya dengan lembut langsung menjawab.

“Iya…” jawab Hanan lembut. Kayla memainkan sendoknya sebentar sebelum akhirnya bertanya.

“Kita kapan pulang?”

Hanan mengangkat alisnya sedikit. Ia lalu menaruh gelas di meja.

“Kamu maunya kapan? Kemana?” tanyanya santai.

“Kemana?” Kayla mengerutkan dahi menatap Hanan bingung.

Hanan tersenyum kecil melihat ekspresi polos itu. Ia sedikit membungkukkan tubuhnya, lalu dengan lembut mengusap sudut bibir Kayla yang masih basah karena minum.

Gerakan itu begitu natural dan penuh perhatian. Kayla langsung menegang sedikit karena gugup.

“Maaf ya,” ucap Hanan lembut, “rumah yang aku siapkan belum selesai renovasi. Jadi, untuk saat ini kita hanya ada dua pilihan, kamu mau kembali ke Jakarta atau ikut ke Pondok.”

Ucapan itu membuat Kayla terdiam. Sendok di tangannya berhenti bergerak. Sekilas bayangan wajah kedua orang tuanya muncul di kepalanya.

Jakarta…

Tempat yang dulu ia anggap rumah, tapi sekarang terasa begitu jauh. Ia sudah tidak ingin kembali ke sana.

Tidak ingin bertemu dengan orang tuanya. Tidak ingin kembali pada kehidupan yang dulu membuatnya merasa kosong. Kayla menunduk sejenak. Lalu dengan suara pelan ia berkata,

“Ke rumah eyang dulu, gimana? Setelah itu baru ke pondok,” jawab Kayla ragu dan lirih.

Hanan memperhatikan wajah istrinya dengan tenang.

“Kamu mau tinggal di rumah eyang?” tanya Hanan lembut.

“Bukan!” Kayla cepat menggeleng. “Aku… cuma mau mengambil beberapa baju saja.”

Nada suaranya pelan, hampir seperti anak kecil yang meminta izin. Hanan memahami maksudnya. Ia pun segera mengangguk pelan.

“Baiklah,” jawabnya hangat. “Besok kita ke rumah eyang dulu sebelum ke pondok.”

Mata Kayla langsung sedikit berbinar. “Terimakasih Mas.”

“Sama-sama, sayang…” jawab Hanan tersenyum.

Deg!

Wajah Kayla langsung terasa panas. Sejak tadi ia memang belum terbiasa dipanggil seperti itu. Setiap kali Hanan menyebutnya sayang, ada perasaan aneh yang bermekaran di dadanya.

Hangat.

Lembut.

Dan membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Kayla menunduk, pura-pura fokus pada makanannya agar Hanan tidak melihat wajahnya yang semakin merah.

Tok… tok… tok…

Suara ketukan di pintu kamar memecah suasana tenang di dalam ruangan. Kayla yang sedang duduk di kursi langsung mendongak. Sendok di tangannya berhenti bergerak. Ia menatap pintu kamar itu, lalu beralih menatap Hanan yang juga ikut menoleh.

“Mas, kamu pesan layanan kamar?” tanya Kayla penasaran.

“Tidak,” jawabnya singkat seraya menggelengkan kepala. Ia segera berdiri, “Kamu lanjut makan saja, biar aku buka,”

Kayla mengangguk, namun rasa penasarannya jauh lebih besar. Ia tidak benar-benar melanjutkan makan.

Matanya mengikuti langkah Hanan yang berjalan menuju pintu kamar. Beberapa detik kemudian, Kayla akhirnya ikut berdiri.

Pelan-pelan ia berjalan mengekor di belakang suaminya. Ketika Hanan membuka pintu… Keduanya sama-sama terdiam. Di depan pintu berdiri seorang laki-laki paruh baya dengan wajah tegas dan tatapan yang sulit ditebak.

Rambutnya sudah mulai dipenuhi uban di beberapa bagian, namun aura wibawanya masih terasa kuat.

Kayla yang berdiri di belakang Hanan langsung membeku. Matanya melebar. Dadanya tiba-tiba terasa sesak.

“Papa…” gumam Kayla pelan.

Suara itu hampir seperti bisikan yang keluar tanpa sadar dari bibirnya. Hanan yang mendengar langsung sedikit terkejut.

Ia segera menoleh ke belakang. Tatapannya bertemu dengan wajah Kayla yang tiba-tiba pucat. Barulah Hanan menyadari siapa laki-laki yang berdiri di depan mereka.

Damar.

Ayah kandung Kayla. Sosok yang kemarin bahkan tidak datang ke acara akad nikah putrinya sendiri. Suasana di depan pintu itu langsung berubah tegang. Damar menatap pasangan suami istri baru itu dengan wajah datar.

Tidak ada senyum. Tidak ada ekspresi hangat seorang ayah yang baru menemui anaknya setelah menikah. Tatapannya justru terlihat kaku dan dingin.

“Papa mau bicara sama kamu,” ucapnya singkat.

Kayla menelan ludah. Tangannya tanpa sadar menggenggam ujung bajunya sendiri. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya.

Beberapa detik kemudian, Kayla menoleh kepada Hanan. Tatapan mereka bertemu.

“Mas… aku mau bicara sama Papa dulu sebentar,” ucap Kayla pelan.

Hanan menatap wajah istrinya dengan lembut. Meski ia tahu hubungan Kayla dengan ayahnya tidak baik, ia tidak ingin ikut campur dalam percakapan itu. Ia hanya mengangguk.

“Baiklah,” jawabnya tenang.

Hanan lalu sedikit mundur memberikan ruang. Ia bahkan membuka pintu lebih lebar. Kayla berjalan keluar kamar dengan langkah yang sedikit ragu.

Sementara Hanan memilih kembali masuk ke dalam kamar, menutup pintu perlahan agar Kayla bisa berbicara dengan ayahnya dengan lebih leluasa.

Kini Kayla dan Damar berdiri di koridor hotel yang sepi. Hanya suara pendingin ruangan yang terdengar samar. Kayla menatap ayahnya dengan perasaan campur aduk. Sudah lama sekali sejak terakhir kali mereka berbicara dengan baik.

“Untuk apa Papa ke sini?” tanya Kayla datar.

Nada suaranya dingin. Hampir tanpa emosi. Pertanyaan itu membuat Damar menghela napas panjang.

Dadanya naik turun menahan sesuatu yang seolah ingin meledak keluar. Tangannya mengepal di samping tubuhnya, berusaha menahan emosi yang mulai membakar di dalam dada.

“Kayla…” suara Damar terdengar berat. Lalu ia menatap tajam putrinya. “Apa kamu benar-benar anakku?” tanya Damar geram.

Pertanyaan itu membuat Kayla sedikit mendongak. Beberapa detik ia hanya menatap ayahnya.

Lalu sebuah senyum tipis terbit di wajahnya. Namun senyum itu bukan senyum bahagia. Senyum itu terasa pahit.

Sangat pahit.

“Lalu, menurut Papa…” ucap Kayla perlahan, “apa Kayla benar anak Papa?”

“KAYLA AURORA!!” bentak Damar.

1
diah nursanti
awas ya fin,km harus menepati janji km untuk berubah,kalo tidak siap2 kehilangan fatim lagi,,
Ainal Fitri
Alhamdulillah fatim bs selamat dr cengkraman Kevin.
fatim saat Dar kah kamu harus segera kembali. ad abdh dan umi yg menunggu mu.
Nar Sih
alhamdulilah pertolongan dtg tpt waktu
amilia amel
kembalilah Fatim, belum waktunya untuk pergi
masih ada arash, arfin, abi dan umi yang menunggumu dan menyayangimu
Ita rahmawati
banyak pelajaran juga di cerita ini utk para istri² atau ibu2 muda yg masih labil,,ini pelajaran jgn lari atau cerita ke orang luar kalo ada masalah SM suami mending cerita ke ortu deh lebih aman dn GK mungkin menjerumuskan krna sejatinya hanya orang tua yg akan menyayangimu dg setulus jiwa dn raga bahkan pasangan blm tentu bisa setulus ortu 🤣
Tri Hastuti
lanjut mom, nanggung lhoh 😂
Halimah
Tega km thor pagi" udah bikin mewek😭😭😭😭
Fatim...Cepatlah kembali keragamu banyak orang yg yg menyayangimu n menunggu km kembali
Rahmi Miraie
mom,2bab lg boleh kok🤭
Rahmi Miraie
aku tadi ikut dagdigdug waktu kevin udah berhasil mencium fatim dan fatim juga terlena,,syukurlah hanan datang tepat waktu byat nolongin fatim
Eva Karmita
Alhamdulillah terselamatkan... kembalilah Fatim duniamu bukan di situ ... jangan anggap dirimu kotor karena itu cuma ilusi yang diberikan Kevin di dunianya.. kembalilah ada keluarga yang menantikan kehadiran mu 🥰🥺
Sri Hendrayani
uuhh melow
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga saja Fatimah mau kembali 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Alhamdulillah mas Hanan datang disaat yang tepat
Eka ELissa
Iyaaa...hyuuu kmbali fatim dunia mu bukan di sini TPI dekat Abah ma umi
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Saiton mana paham menikah🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Saiton ya tetap Saiton ya 🤭
Eka ELissa
waduh gila kmu Vin dia bini orang dan dunia Klian berbeda GK usah Ngadi 2 deh kn bnyak di dunia mu ciwi cantik kyk MB kun..gtu...Vin.....😡
Ria Hastuti
lanjut Thor 😄
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😚
Sri Supariyah
kmbali tim, kasian kluarga mu menunggumu, jgn sedih lagi, berbahagialah, kuatkan iman dan taqwa-mu, agar ilusi dlm diri gk terbelenggu dgn intensitas yg sesat, arfin dah sadar, kembalilah,,,, semoga hidup kalian bahagia setelah kejadian ini,,,, punya anak, dan emak lampirnya argin jd baik dan sayang sama kamu,,,,, ok mommy sehat slalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!