NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Siksa Dingin Altar Suci dan Pecahnya Air Mata Teratai

Kabut abadi yang dingin menyelimuti Puncak Teratai Suci, tempat berdirinya Sekte Teratai Putih, sekte tertua yang dikenal sebagai simbol kesucian mutlak di dataran alam fana. Salju tipis turun tanpa henti, membasahi tangga-tangga batu giok putih yang menjulang tinggi menembus awan. Di sepanjang jalur pendakian, ratusan murid perempuan berpakaian sutra putih bersih berdiri berbaris dengan anggun, memegang lentera es yang memancarkan pendaran cahaya perak.

Sret... Sret...

Langkah kaki Lin Xueru terasa begitu berat di atas lapisan salju. Beberapa hari telah berlalu sejak malam kelam di Tebing Rembulan, malam di mana dia melepaskan segel teratai hitamnya namun gagal total untuk menumbangkan Yu Fan. Kegagalan itu tidak hanya meninggalkan goresan luka fisik yang tersembunyi di dalam meridian nya, melainkan sebuah luka batin yang teramat sangat dalam dan menganga luas.

Setiap kali dia memejamkan mata, wajah kago Yu Fan yang dipenuhi senyuman ejekan, tatapan matanya yang jernih saat menjepit bilah pedangnya, serta kehangatan aura emas alami pemuda itu selalu muncul membayangi jiwanya. Rasa bersalah karena telah mengayunkan pedang dengan niat membunuh kepada orang yang diam-diam dia cintai, berbaur menjadi satu dengan ketakutan akan kegagalan ritual sektenya. Hatinya kini dipenuhi oleh kabut keraguan yang teramat pekat.

"Selamat datang kembali, Kakak Seperguruan Senior Lin!" seru ratusan murid perempuan secara serentak, membungkukkan tubuh mereka dengan hormat saat Xueru melangkah melewati gerbang utama sekte.

Xueru menghentikan langkah kakinya sejenak. Dia memaksakan sebuah senyuman tipis yang teramat kaku di wajah cantiknya yang pucat, mencoba mengerahkan sisa-sisa energi es sucinya untuk menutupi getaran hebat di dalam jiwanya. "Terima kasih, Adik-adik sekalian. Aku... aku telah kembali dari akademi setelah menyelesaikan ujian kelulusan."

Namun, usaha Xueru untuk menutupi kerapuhannya seketika hancur berantakan ketika sesosok bayangan putih meluncur turun dari atas langit Altar Agung.

WUZHUUUUU!

Hawa dingin yang berkali-kali lipat lebih ekstrem dari salju alami seketika mengunci seluruh ruang di sekitar gerbang. Suhu udara drop secara drastis hingga membuat lentera-lentera es para murid luar berderit retak.

Dari balik uap es yang membubung, melangkah sesosok wanita paruh baya dengan jubah kebesaran bersulam bunga teratai emas murni. Wanita itu memiliki wajah yang teramat cantik jelita, bagai rembulan yang membeku di tengah malam, namun sepasang matanya yang berwarna Perak tanpa pupil hitam memancarkan kekosongan emosi yang mutlak, seolah dia bukanlah makhluk hidup, melainkan pahatan es mati yang abadi.

Dia adalah Ketua Sekte Teratai Putih. Han Bingyan. Wanita yang dikenal sebagai manusia tanpa hati paling sempurna di seluruh benua fana, seorang master agung yang kejam dan telah memotong seluruh emosi kemanusiaannya demi mencapai kultivasi tertinggi sekte.

Han Bingyan menatap lurus ke arah Lin Xueru. Pandangannya yang sedingin es di dasar jurang seolah mampu menembus pakaian, kulit, hingga ke dalam ruang terdalam dantian jiwa Xueru.

"Lin Xueru... ikut aku. Sekarang," ucap Han Bingyan. Suaranya terdengar sangat datar, sunyi, tanpa ada nada amarah atau kasih sayang sedikit pun, sebuah absolutisme yang membuat seluruh murid perempuan di sekitarnya seketika menundukkan kepala dalam ketakutan yang mendalam.

Pintu gerbang Aula Hukuman Es Suci yang terbuat dari bongkahan es seribu tahun tertutup rapat, memutuskan seluruh koneksi dengan dunia luar. Di dalam ruangan raksasa yang sunyi ini, hanya ada pilar-pilar kristal tajam yang memantulkan bayangan pucat Lin Xueru yang kini tengah berlutut di atas lantai giok yang membeku.

Han Bingyan berdiri di atas podium es, menatap ke bawah ke arah murid tunggal sekaligus calon penerus takhtanya tersebut.

"Meridian mu bergejolak tidak teratur, napas spiritual mu kaku, dan di dalam relung jiwamu... aku mencium aroma kehangatan aura emas alami yang teramat memuakkan," ucap Han Bingyan datar, melangkah turun perlahan mendekati Xueru. "Kau telah melepaskan segel hitam teratai liar, namun kau kembali dengan tangan kosong. Kau... gagal membunuh pemuda bernama Yu Fan itu, bukan?"

Lin Xueru mengepalkan kedua tangannya di atas lantai es hingga jemarinya memutih dan gemetar hebat. Air mata keputusasaan yang sedari tadi dia tahan di depan para murid luar akhirnya tidak bisa dibendung lagi, menetes jatuh dan seketika membeku menjadi butiran kristal kecil di atas lantai giok.

"M-Maafkan muridmu yang tidak berguna ini, Guru..." bisik Xueru dengan suara yang parau dan terputus-putus. "Murid... murid telah mengerahkan seluruh kemampuan murid, namun... namun kekuatan Yu Fan terlalu kokoh. Hati murid... hati murid selalu bergetar setiap kali melihat wajahnya..."

PLAAAK!

Tanpa ada pergerakan tubuh yang terlihat, seberkas tamparan energi es tak kasatmata yang dilepaskan oleh Han Bingyan menghantam keras pipi kanan Xueru, membuat tubuh gadis itu terlempar ke samping dan memuntahkan seteguk darah segar yang langsung membeku di atas salju.

"Bodoh!" ketus Han Bingyan, matanya yang putih tanpa pupil tetap kaku tanpa emosi. "Kau adalah calon tunggal Ketua Sekte Teratai Putih selanjutnya! Doktrin terdalam sekte kita mengharuskan mu untuk menjadi manusia tanpa hati, memotong seluruh emosi fana agar energi es suci mu bisa meningkat tanpa batas! Mengapa kau bisa jatuh ke dalam kutukan menjijikkan bernama cinta?! Dan yang lebih buruk lagi... kenapa pria yang kau cintai harus berasal dari Sekte Pedang Ilahi milik Jin Taixu di Kerajaan Tianwu?!"

Han Bingyan mengangkat tangan kanannya ke udara. Lima jari tangannya yang lentik mendadak memancarkan lima benang es suci yang langsung melesat menembus ke dalam lima titik meridian vital di punggung Lin Xueru.

"AAAKKKHHHHH!"

Jeritan kesakitan yang teramat sangat histeris pecah dari mulut Lin Xueru. Siksaan energi es suci yang merayap di dalam pembuluh darahnya terasa bagai ribuan jarum es yang menusuk dan membekukan sirkulasi darahnya dari dalam secara perlahan. Ini adalah Siksaan Pemurnian Jiwa—sebuah metode kejam sekte untuk menghancurkan sisa-sisa emosi dengan cara menyiksa raga hingga ke titik nadi kematian.

"Kau tahu posisi Kerajaan Tianwu, Xueru?" tanya Han Bingyan di tengah jeritan muridnya. Suaranya bergema dingin di langit-langit aula. "Kerajaan Tianwu yang berada di wilayah utara yang makmur itu... waktu mereka sudah tidak lama lagi. Sekte Teratai Putih kita telah menjalin aliansi rahasia dengan Kaisar Xuanyuan Lie dari Kekaisaran Tianhuang! Ketika genderang perang ditabuh, pasukan kekaisaran dan kekuatan es sekte kita akan bergerak bersama untuk menumbangkan pertahanan Tianwu, meratakan istana Jin Wu, dan menghancurkan Jin Taixu!"

Han Bingyan mengencangkan tarikan benang esnya, membuat tubuh Xueru melayang setengah meter di udara dengan darah yang terus merembes dari sela-sela bibirnya. "Jika kau terus memelihara cinta fana sialang mu itu kepada Yu Fan... maka saat perang pecah, kau hanya akan menjadi pengkhianat sekte yang akan mati secara mengenaskan di bawah pedangku sendiri!"

Di tengah siksaan raga yang teramat luar biasa menyakitkan, kesadaran Lin Xueru berada di ambang batas kehancuran. Pikirannya terombang-ambing di antara kebingungan yang teramat dalam dan kepedihan batin yang tak terperikan. Di satu sisi, dia adalah seorang murid yang berutang budi besar kepada sekte yang telah membesarkannya, dia memiliki tanggung jawab mutlak untuk melindungi eksistensi Teratai Putih dan membawa sektenya naik ke tingkatan yang lebih tinggi di alam fana ini.

Namun di sisi lain... membunuh Yu Fan adalah sesuatu yang terasa teramat sangat mustahil bagi hatinya. Setiap kali dia berniat untuk menghancurkan pemuda itu, jiwanya sendiri seolah menolak dengan keras, menjerit kan rasa cinta yang telah mengakar terlalu dalam semenjak hari-hari indah mereka di koridor Akademi Langit Biru.

"Aku... aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Guru..." jerit Xueru di dalam hatinya, air matanya bercampur dengan darah yang mengalir di wajah cantiknya yang kini dipenuhi oleh penderitaan yang teramat dramatis. "Kenapa takdir harus sekejam ini?! Kenapa orang yang ingin ku lindungi... harus menjadi orang yang harus ku bunuh dengan tanganku sendiri?!"

BUKK!

Han Bingyan memutuskan lima benang esnya, membiarkan tubuh Lin Xueru jatuh terhempas ke atas lantai es dengan kondisi yang sangat lemas dan tidak berdaya. Jubah sutra putihnya kini telah ternoda oleh bercak-bercak darah merah yang kontras.

Han Bingyan berjalan mendekat, berdiri tepat di depan kepala Xueru yang terbaring lemah. "Aku akan memberikanmu satu kesempatan terakhir, Xueru. Kesempatan untuk benar-benar membunuh hatimu, menghancurkan cintamu, dan menyelesaikan ritual kelayakan mu sebagai Ketua Sekte selanjutnya."

Han Bingyan mengulurkan tangannya, memanifestasikan sebutir pil obat berwarna putih transparan yang memancarkan aroma bunga teratai yang teramat pekat namun dingin, Pil Pembeku Emosi Jiwa.

"Minum pil ini," perintah Han Bingyan absolut. "Pil ini akan menekan dan membekukan seluruh perasaan cintamu selama tiga bulan ke depan, mengubah seluruh emosimu menjadi energi pembunuh yang murni. Dalam waktu tiga bulan ini, Kekaisaran Tianhuang akan memulai invasinya ke utara menuju Kerajaan Tianwu. Aku ingin kau memimpin pasukan garda depan Sekte Teratai Putih kita."

Mata putih Han Bingyan berkilat kejam. "Saat kau berada di medan perang Tianwu nanti, kau pasti akan kembali berhadapan dengan Yu Fan. Di saat itulah... dengan bantuan energi dari pil ini, kau harus menusukkan pedang giok mu tepat ke dalam jantungnya! Hanya dengan menyaksikan tubuh pemuda yang kau cintai itu hancur dan mati di depan matamu sendiri oleh tanganmu sendiri... ritual tanpa hati sekte mu akan selesai secara sempurna, dan kau akan bangkit sebagai Dewi Teratai baru yang tidak tertandingi di alam fana ini!"

Lin Xueru menatap butiran pil transparan di tangan gurunya dengan tubuh yang gemetar hebat. Setiap embusan napasnya terasa bagai menelan pecahan kaca. Pilihan di depan matanya sudah jelas: menolak dan mati di tempat ini sebagai pengkhianat sekte, atau menerima pil tersebut dan melangkah menuju jalur pembantaian untuk membunuh pria yang paling dia sayangi di medan perang masa depan.

Di dalam keheningan Aula Hukuman yang dramatis, bayangan senyuman ejekan Yu Fan malam itu kembali melintas di benaknya. “Xueru, apakah kau menantangku bertarung karena kau... diam-diam telah jatuh cinta kepadaku?” Kata-kata candaan Yu Fan itu seolah menjadi penguat terakhir bagi sisa-sisa jiwanya yang hancur. Xueru memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan air mata terakhirnya mengalir keluar membasahi lantai es untuk yang terakhir kalinya. Jauh di dalam lubuk hatinya, sebuah tekad gila yang teramat nekat mendadak lahir dari balik keputusasaannya.

“Yu Fan... jika takdir menggariskan bahwa aku harus menjadi monster tanpa hati untuk bisa melindungi sekte ini... maka aku akan menerima pil ini,” batin Xueru menjerit dengan kepedihan yang teramat pekat. “Namun... aku bersumpah di dalam sisa jiwaku... jika di medan perang nanti pedangku tidak mampu membunuhmu karena kekuatan emasmu yang teramat kokoh itu... maka biarlah aku sendiri yang akan memastikan diriku mati di ujung pedangmu!”

Dengan tangan yang gemetar, Lin Xueru merangkak maju, mengambil pil Pembeku Emosi Jiwa tersebut dari telapak tangan gurunya, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya tanpa ragu sedikit pun.

WUZHUUUUU!

Seketika setelah pil itu masuk ke dalam tenggorokannya, sebuah gelombang energi es berwarna biru tua yang sangat pekat meledak dari dalam pusaran dantian Xueru. Seluruh sisa air mata di wajahnya seketika membeku dan menguap menjadi bubuk es. Sepasang mata indahnya yang semula memancarkan keraguan dan kesedihan, perlahan-lahan meredup, kehilangan seluruh binar emosi kemanusiaannya, berubah menjadi sepasang mata yang teramat sangat sunyi, dingin, dan kosong, persis seperti sepasang mata milik Han Bingyan.

Tubuh Lin Xueru berdiri tegak kembali dengan sendirinya. Gaun sutra putihnya yang ternoda darah mendadak dilapisi oleh pelindung kristal es transparan yang memancarkan tekanan batin Ranah Master Tingkat 4 Tahap Akhir yang jauh lebih padat dan tajam dari sebelumnya.

"Murid... menerima perintah Guru," ucap Xueru. Suaranya kini telah kehilangan seluruh getaran emosionalnya, terdengar sangat datar, sunyi, bagai angin malam yang bertiup di atas kuburan salju. "Tiga bulan dari sekarang... murid akan memimpin pasukan ke utara, meratakan Kerajaan Tianwu, dan membawa kepala Yu Fan ke hadapan Altar Suci Sekte kita."

Han Bingyan menatap perubahan muridnya dengan senyuman kepuasan yang teramat dingin di wajah matanya. "Bagus. Itulah calon Ketua Sekte Teratai Putih yang sesungguhnya. Bersiaplah... badai darah di utara akan segera dimulai, dan tidak akan ada satu pun makhluk fana yang akan dibiarkan hidup di bawah kaki sekte kita!"

Di luar aula, angin badai salju bertiup semakin kencang, mengguncang seluruh Puncak Teratai Suci di bawah langit malam yang kelam. Aliansi kegelapan antara Kekaisaran Tianhuang dan Sekte Teratai Putih kini telah mengunci takdir kehancuran bagi Kerajaan Tianwu. Namun di tempat yang jauh di utara, Sang Perisai Agung Yu Fan belum mengetahui bahwa gadis es yang pernah bertarung di sisinya, kini telah sepenuhnya menjelma menjadi monster berdarah dingin yang siap memimpin badai pembantaian menuju ke arahnya. Tirai perang terbesar di dunia fana kini telah resmi terbuka dengan darah sebagai taruhannya.

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!