NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Sitoh dan Samsul masih duduk bersila di sudut kamar belakang rumah mereka, anak-anak mereka sudah tidur dan di tengah ada mangkuk tanah berisi air keruh, sehelai rambut, dan tiga jarum karat yang ditusukkan perlahan tadi. Asap kemenyan hitam menggulung rendah, baunya manis tapi bikin kepala berat.

“Dia sudah putus,” bisik Samsul, matanya merah. “Rasanya... ringan.”

Sitoh tidak menjawab, tapi tangannya masih gemetar. Biasanya habis mengantar santau, dia akan tertawa kecil....puas. Tapi malam agak aneh, Sejak ayam jantan berkokok tiga kali, udara dalam kamar yang hanya diterangi lampu minyak dan lilin menjadi dingin, Padahal api pelita hampir padam.

Tiba-tiba air dalam mangkuk beriak sendiri.

*Bluk... bluk...*

Dari permukaan air, muncul bayangan Wajah tua, kulitnya kendor menempel di tulang. Matanya cekung, hitam legam tanpa bola mata. Mulutnya robek sampai ke telinga, tapi bibirnya tidak bergerak dan Yang bergerak hanya sudut-sudut luka itu, semakin lebar setiap kali ia tersenyum.

Air keruh di dalam mangkuk tidak tumpah. Ia naik sendiri, merayap di udara, membentuk tubuh tanpa kaki yang melayang dua jengkal di atas meja. Bau busuk tanah kuburan dan besi karat langsung menyambar hidung Sitoh sampai mual.

“Kau... kau bukan hantaran aku,” suara Sitoh pecah, Tadi dia memanggil khadam untuk membawa kematian Tapi yang datang ini bukan suruhannya.

Bayangan itu menunduk, Hidungnya hampir menyentuh dahi Sitoh.

“Akulah yang kau panggil setiap malam,” desisnya, Suaranya datang dari segala arah. “dan ini adalah kloningku dan Kau kira aku bekerja gratis?”

Jarinya panjang, kukunya hitam sampai menyentuh papan lantai. Dia menunjuk ke dada Sitoh, seperti ingin mencabik-cabiknya. "aku tidak mau tahu, kau harus mencarikanku tumbal yang lain, tumbal yang kau sediakan ayu dan keponakan kau, mereka tidak bisa aku sentuh". Raung mahkluk tersebut."

Samsul sudah tidak bisa bersuara. Dia hanya bisa melihat bayangan itu membuka mulut robeknya semakin lebar. Dari dalam, bukan lidah yang keluar Tapi asap hitam, banyak tangan kecil kurus yang berebut keluar, semuanya menunjuk ke arah mereka berdua.

Di luar rumah, kokok ayam ketiga kali itu berhenti mendadak. yang terdengar sekarang hanya tawa itu... tapi kali ini tawanya ada di dalam kepala. Dengan bibir gemetar, Sitoh berbisik. "Abang ...ayu itu memang bisa disentuh. Tapi keponakanku, kenapa dia juga... apakah ada yang salah sama santau yang kita beri?"

Samsul sudah tidak bisa bersuara, Tenggorokannya tercekat. Dia hanya bisa melihat bayangan di depan mereka membuka mulut robeknya semakin lebar.

Dari dalam, bukan lidah yang keluar.

Tapi asap hitam dan banyak tangan kecil kurus yang berebut keluar, berebutan, semuanya menunjuk ke arah mereka berdua. Mereka pernah menyangka bahwa wujud hitam dan berbulu selama ini memiliki wujud lain yang lebih mengerikan.

"jika kalian tidak bisa memberikan aku tumbal dan waktu dekat, aku akan mengambil anak kalian atau kalian berdua".raung mahkluk tersebut

"tidaaakkkkkk.... Tolong, jangan sentuh anakku, aku akan Carikan tumbal yang lain, tapi jangan anakku".raung sitoh dan Samsul yang ketakutan akan kehilangan anak mereka

"aku tunggu janji kalian".setelah mengatakan itu mahkluk tersebut menghilang dengan tawa yang bergema.

Setelah mahkluk tersebut menghilang, Samsul dan sitoh langsung lemas dan menyandarkan punggungnya di tembok, mereka tidak menyangka karena ingin cepat kaya, akibat akan sampai sejauh ini

"sitohhh.... bagaimana bisa santau itu tidak mempan kepada Lasmi, apakah sudah benar kau masukan santau itu kedalam makanannya".marah samsul

"aku sudah memasukkan nya bang dengan serbuk yang ada dalam kain tersebut". Isak sitoh.

"Jika kau sudah memasukkan nya, kenapa tidak ada hasilnya dan kenal mahkluk itu sampai marah". Geram Samsul sambil mengepalkan tangannya."tidak mungkin kan keponakan kau itu ada penjaganya juga sama seperti ayu".

hingga hampir subuh, mereka masih tidak bisa memejamkan mata, karena masih memikirkan bagaimana bisa santau meleset dan tidak mempan ke lasmi. pagi harinya mereka membuka toko mereka dan saat itu para tukang sudah datang untuk membangun toko mereka yang hampir selesai.

"bang".panggil sitoh kepada suaminya yang lagi membersihkan debu yang ada di rak

"hmp"nyahut Samsul dan tangannya tidak berhenti untuk membersihkan debu dengan kemoceng.

"hari ini aku akan kerumah kak bibah dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Santau itu tidak bisa masuk ke tubuh Lasmi".

"Pergilah". setelah mendengar jawaban suaminya, sitoh buru-buru bersiap untuk kerumah kakaknya dengan membawa buah tangan.

Sitoh jalan kaki menuju rumah kakaknya, Gang kampung yang biasanya ramai pagi hari sekarang sepi. dan itu membuat langkah sitoh melambat, karena tidak biasanya kampung ini sepi, sandalnya yang ketukan di tanah basah memecah kesunyian.

Baru sampai depan warung Mak darmi, Sitoh dengar bisik-bisik.

“itu Sitoh lewat.....tapi kenapa wajahnya Pucat.”Dia pura-pura tidak dengar, tapi kaki otomatis melambat. Telinga tertarik sendiri ke arah suara itu.

“Lasmi panas tinggi tiga hari kan, kemarin? Kata orang dibawa ke puskesmas dulu baru ke ustadz. Anehnya di dalam perut lasmi ditemukan serbuk besi". Itu suara Bu ani....! Sitoh kenal, setiap minggu menitipkan sayur ke dia.

“Sudah jelas itu santau,” potong suara laki-laki... Pak Darto!, suaranya serak". memang benar, Dengar-dengar didalam organ dalamnya Lasmi rusak seperti ada serpihan logam di perutnya".

Dada Sitoh terasa sesak, Tangannya mencengkeram ujung sarung sampai kuku menancap ke kulit.

“astagfirullah,” Mak darmi buru-buru ngeredam. “apakah itu benar.”

"ya". Ucap Pak Darto. Setelah itu sitoh tidak mendengar lagi apa yang mereka omongin karena ia semakin jauh dari warung tersebut dan diperjalanan, yang ada dipikirannya apakah Lasmi sudah sembuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!