NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:53.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Sekolah

Kembali ke rumahnya, Viona benar-benar masih memikirkan pertemuannya dengan Tari. Ucapannya yang masih terngiang di ingatan, Viona hanya takut jika Velia mungkin mengerti dan akan menanyakan hal yang di ucapkan Tari. Tapi bersyukurnya anaknya tidak membahas soal itu.

"Vei ngantuk Ibu"

Viona yang sedang duduk di sofa depan televisi, langsung menoleh pada Velia yang tadinya asyik bermain buku di karpet dengan beberapa pensil warna berserakan, sudah berdiri dengan boneka kesayangannya, tangan mungilnya mengucek mata yang mengantuk.

"Sebentar ya, Ibu matikan tv dulu"

Viona menemani anaknya tidur, mengelus kepalanya dan menepuk-nepuk pelan pantatnya. Setelah Velia benar-benar tidur, Viona kembali bangun. Dia berjalan ke arah meja kerja di sudut ruangan dan membuka laptopnya. Sebenarnya tidak ada pekerjaan lain, hanya bosan karena dia yang tidak bisa tidur. Pikirannya terus bergelut dengan kejadian tadi siang.

Ketika Viona membuka sosial medianya, dia melihat artikel yang mengabarkan tentang Bayu yang sudah kembali pulang ke tanah air setelah satu bulan lebih disana untuk pengobatan Ayahnya.

"Syukurlah, Ayahnya sudah membaik"

Ucapan itu terlontar begitu saja, Viona memang hanya tulus mendoakan, tapi dalam hatinya seperti ada sedikit khawatir yang dia abaikan.

Saat hari masuk sekolah tiba, Viona akhirnya merasakan mengantarkan anaknya ke sekolah. Meski cukup sulit, tapi Viona berusaha untuk memberikan sekolah terbaik untuk anaknya. Meski dia harus lebih mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan hidupnya, terutama keinginannya sendiri.

Banyak Ibu-ibu yang datang juga untuk mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Viona tidak terlalu bisa untuk berbasa-basi, dia hanya diam dengan anaknya saat tidak ada yang menyapa duluan, karena merasa malu untuk menyapa duluan.

"Hai, ini mama aku Vei" ucap seorang anak perempuan dengan kuncir dua. Mungkin dia sudah berkenalan jadi dia sudah mengenal Velia.

Viona mendongak, dia tersenyum untuk menyapa ramah orang tua dari teman anaknya ini. Tapi, senyuman itu langsung pudar seketika.

"Vio?"

"Tari"

Mimpi apalagi ini? Kenapa Viona harus menyekolahkan anaknya di satu sekolah yang sama dengan Tari, anak dari perempuan yang menghancurkan pernikahannya.

"Wah, sangat tidak di sangka kita bisa bertemu disini. Itu artinya anak kamu juga seusia anakku?"

Viona tidak menjawab, dia sibuk mengontrol perasaannya agar tidak meledak di tempat ini. Hari pertama mengantar anaknya sekolah tidak boleh sampai merusak suasana.

"Ibu kenal dengan Mamanya Sherly?'

Viona mengerjap pelan, dia menghembuskan napas panjang. Lalu berdiri dengan mengulurkan tangannya pada Tari. "Hallo, aku Ibunya Velia. Senang berkenalan dengan Mama Sherly"

"Oh iya Ibu Velia"

Viona mulai tidak nyaman berada disana, akhirnya dia memilih segera pergi ke tempat lain dengan menuntun anaknya. Napasnya sedikit berat, matanya terpejam untuk mengendalikan perasaannya sendiri.

Kenapa bisa aku menyekolahkan anakku di tempat yang sama dengan anaknya Tari.

Hari pembukaan untuk hari pertama masuk sekolah selesai juga, Viona akhirnya bisa pulang. Menitipkan anaknya pada Guru disana.

Saat sudah sampai gerbang dan menunggu taksi yang dia pesan datang, sebuah mobil berhenti di depannya. Pintu mobil terbuka dan Tari turun dari dalam mobil. Viona sudah ingin pergi, tapi Tari menahan tangannya.

"Ini serius, aku perlu berbicara denganmu"

Viona menatap tangan Tari yang memegang pergelangan tangannya, lalu dia melepaskan cengkraman tangan Tari di lengannya. Menatapnya dengan dingin. "Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku dan kamu sudah tidak ada urusan apapun, jadi stop mengganggu hidupku!"

"Vio, dia anak siapa? Usianya tidak jauh berbeda dengan anakku, itu artinya waktu kehamilan kita juga tidak jauh"

Viona menghela napas panjang, menatap Tari begitu dingin. "Kenapa? Kau panik kalau Velia ternyata anaknya Mas Dani?"

"Tidak mungkin Vio, Dani itu mandul"

Viona terkekeh pelan mendengar ucapan Tari yang dirinya sendiri seperti terkejut dengan ucapannya sendiri. "Ternyata kau sudah tahu tentang itu ya. Atau mungkin kau lebih tahu duluan daripada aku? Haha... Lucu ya, kau hamil dan mengaku itu adalah anak dari Dani karena Ayah anakmu tidak mau bertanggung jawab? Iya?"

"Vio, kau sudah tahu tentang Dani?"

Viona tersenyum tipis, lalu dia segera berlalu dari hadapan Tari saat taksi pesanannya datang. Tidak ingin lagi berurusan dengan perempuan itu.

"Vio tunggu dulu, jangan pergi dulu. Viona!"

Tari bahkan mengetuk kaca jendela mobil taksi yang Viona tumpangi, tapi tidak Viona hiraukan.

"Jalan Pak"

"Baik Mbak"

Viona memejamkan matanya, bersandar pada kursi mobil dengan perasaan yang campur aduk. "Aku tidak mungkin memindahkan Velia ke sekolah lain, uang tabunganku sudah habis untuk pendaftaran sekolahnya"

Sudah tidak ada pilihan lain untuk saat ini, Viona hanya bisa berharap jika Tari tidak pernah menemui Velia diluar pengawasannya dan mengatakan hal yang tidak-tidak pada anaknya.

*

Satu bulan berada di Negara orang, Bayu akhirnya bisa kembali berkumpul dengan teman-temannya malam ini.

"Bagaimana keadaan Ayahmu?" tanya Andreas.

"Sudah lebih baik"

"Maaf kami belum bisa menjenguk, mungkin besok malam"

"Ya tidak masalah"

Di atas meja dipenuhi minuman dan rokok milik masing-masing. Meski sebagian dari mereka sudah menikah, tapi jika ada waktu berkumpul seperti ini maka akan selalu menyempatkan. Beruntung karena para istri tidak melarang lagi.

"Sudah waktunya berhenti bermain-main, Bay" ucap Davin tiba-tiba, pria mantan cassanova yang hidupnya kecewa akan cinta, keluarga dan perempuan, hampir sama dengan Bayu, maka memilih menjadi pemain wanita. Tapi akhirnya bisa menemukan cinta sejatinya dan menemukan perempuan yang benar-benar bisa mengambil hatinya.

Bayu menghela napas, sepertinya semua orang yang berada di sekitarnya mulai mendorongnya ke titik yang sama. "Aku senang kalian semua sudah mendapatkan orang yang kalian cintai. Tapi ... aku belum siap"

"Lalu kapan? Wanita yang waktu itu bagaimana? Apa kau tidak mau berusaha mendekatinya" ucap Bara.

Bayu tidak menjawab, bahkan dia saja tidak mengerti perasaannya. Masih belum bisa percaya akan cinta dan wanita, tapi perlahan pikirannya mulai memikirkan satu nama itu.

"Ayolah Bay, sudah 5 tahun. Sudah saatnya kau hilangkan semua keraguan dalam dirimu itu. Coba temui dia, bahkan kau pernah berpikir jika dia hamil anakmu, kenapa tidak coba selidiki saja?" ucap Bara.

"Aku sudah pernah bertemu dengannya saat berita itu tersebar, dan dia tidak dalam keadaan hamil atau membawa bayi. Sepertinya memang itu hanya karangan dia saja untuk membuat beritanya"

"Tapi, bisa saja jika dia mungkin sudah melahirkan anakmu. Coba kau ingat lagi sudah berapa bulan sejak kalian tidur bersama sampai kau bertemu dengannya lagi karena berita itu" ucap Byan.

Bayu terdiam, sudah hampir ingin melupakan tentang Viona. Tapi, hatinya tetap terus membuatnya mengingat tentangnya.

Bersambung

1
Nessa
yaialah orang kaya.. kenapa, iri ya kamu? kaciaaann deh lu… defenisi buang kacung dapat hermes ya kan vio 🤭
Ilfa Yarni
emang bayu pengacara ngetop kasusnya slalu berhasil emang knp klo mereka ema g ada hubungan kalian iri ya melihat viona bahagia dpt suami kaya raya dan terkenal
Dew666
💄💄💄💄
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Isna Wati
oke kak aku tunggu loh kak
Oma Gavin
kenapa tari iri hati lagi sama viona mau menggatal ke bayu merebut apa yg saja yg menjadi milik bayu, disodori raline yg muda dan cantik aja ditolak apalagi modelan jalang murahan kayak kamu
Ilfa Yarni
beri viona waktu bayu dia takut gagal lg aplg km yg mantan cassanova
Ari Atik
mantan gk tau malu,gk tau diri itu si dani😡😡😡

pasti sulit bagi vio,mengingat jejak bayu yg casanova,dn pastinya trauma juga meliputi hatinya...
Mutaharotin Rotin
ayo Viona nikah aja SM Bayu 🌹🌹🌹
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut thor 🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
kok banyak typo Thor,,nama viona kok diganti nama anaknya
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🌷🌷🌷
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰yg kuat viona
Mutaharotin Rotin
suka banget ceritanya bagus 🌹🌹🌹🌹🙏🙏🙏
olyv
mngkin vio masi trauma, sabar ya bayu
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Nessa
mampus kau dani mang enak
Sarinah Quinn
viona ayo terima Bayu jangan mikir lagi 😍
Nessa
dasar mantan laknat pengen getok pake palu
Tika Rostika
ayo viona jawab mau d nikahi Bayu, demi velia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!