NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Amarah Merah di Kota Tengkorak dan Gerbang Penderitaan

Awan kelabu bergelayut rendah saat Yu Fan dan Jin Yuexin memacu kuda mereka melintasi perbatasan timur Kerajaan Tianwu.

Angin yang berhembus tidak lagi membawa aroma tanah basah, melainkan bau anyir yang samar namun konsisten. Di depan mereka, gerbang sebuah kota kecil bernama Kota Guhe berdiri kokoh, namun suasana di sana mati. Tidak ada penjaga, tidak ada pedagang, bahkan tidak ada suara burung yang berkicau.

Saat mereka melangkah masuk, bulu kuduk Yuexin berdiri. Di sepanjang jalan utama yang terbuat dari batu, bukan keramaian yang mereka temukan, melainkan ribuan tulang belulang manusia yang berserakan.

Tengkorak-tengkorak itu putih bersih, seolah-olah daging mereka telah dikuliti secara paksa oleh sesuatu yang sangat lapar.

"Tempat apa ini..." bisik Yuexin, tangannya gemetar memegang gagang pedang gioknya.

"Leluhur pernah berkata Kota Guhe adalah kota dagang yang makmur. Kenapa sekarang menjadi pemakaman terbuka?"

Yu Fan turun dari kudanya. Matanya yang hitam pekat mengamati sisa-sisa energi di udara. "Ada energi negatif yang sangat kuat di sini. Ini bukan serangan binatang buas. Ini adalah panen manusia."

Tiba-tiba, tawa melengking terdengar dari atas bangunan-bangunan tua. Lima sosok berjubah merah darah melompat turun, mengepung mereka. Dari tubuh mereka terpancar aura Master Tingkat 3—sebuah kekuatan yang jauh di atas Yu Fan dan Yuexin saat ini.

"Ah, dua mangsa segar. Yang satu memiliki aura Yang yang lezat, dan pemuda itu... energinya aneh, tapi cukup untuk persembahan tuan kami," ucap salah satu dari mereka, pemimpin sekte sesat bernama Sekte Pemakan Jiwa.

"Kalian membunuh seluruh kota ini untuk kultivasi?" teriak Yuexin marah. Ia mencabut pedangnya, memancarkan cahaya keemasan khas Sekte Pedang Ilahi. "Jahanam!"

Pertempuran pecah. Yuexin bergerak cepat, menebas dengan teknik Pedang Awan Mengalir. Namun, para kultivator sesat ini memiliki teknik yang licik, mereka menggunakan kabut darah untuk mengaburkan pandangan. Yu Fan mencoba menangkis serangan, namun perbedaan tingkat sangat terasa. Setiap benturan pedang membuat tangannya mati rasa.

Brak!

Pemimpin sekte itu melepaskan pukulan energi merah yang menghantam dada Yuexin.

Tubuh gadis itu terpental, menabrak pilar bangunan hingga hancur. Ia terjatuh, terbatuk darah, dan wajahnya pucat pasi.

"Putri!" Yu Fan berteriak. Melihat Yuexin terluka, sesuatu di dalam dada Yu Fan seolah meledak. Ia merasakan panas yang membakar dari tulang punggungnya hingga ke ubun-ubun.

"Hehe, sekarang giliranmu, bocah—"

Kalimat kultivator sesat itu terhenti. Udara di sekitar Yu Fan tiba-tiba menjadi dingin, namun tanah di bawah kakinya retak karena panas yang luar biasa. Aura hitam Yin milik Yu Fan perlahan berubah warna menjadi merah darah yang pekat. Pupil matanya yang semula hitam berubah menjadi merah menyala, memancarkan kekejaman yang tidak manusiawi.

Kekuatan Dewa Asura.

Meskipun Yu Fan tidak memiliki ingatan tentang cara menggunakannya secara sempurna, insting purbanya mengambil alih. Ia bergerak dalam sekejap, kecepatan yang mustahil bagi Master Tingkat 2.

"Apa?!" Pemimpin sekte itu terkejut.

Yu Fan tidak menggunakan teknik pedang konvensional. Ia menerjang maju, mencengkeram leher salah satu kultivator sesat, dan dengan satu hentakan energi merah, ia menghancurkan inti energi lawan tersebut. Gerakannya liar, penuh amarah, dan sama sekali asing bagi dunia ini.

"Jurus apa itu?! Aliran apa yang kau gunakan?!" teriak pemimpin sekte itu ketakutan. Ia belum pernah melihat praktisi yang menggunakan energi merah yang begitu haus darah namun terasa sangat suci di saat bersamaan.

Yu Fan tidak menjawab. Ia mengayunkan tangannya, menciptakan gelombang energi berbentuk cakram merah yang membelah sisa-sisa anggota sekte itu dalam satu serangan. Amukan itu berakhir saat semua musuh telah menjadi debu. Perlahan, aura merah itu memudar, dan mata Yu Fan kembali normal. Ia jatuh terduduk, napasnya memburu. Kekuatan itu hebat, namun menguras seluruh staminanya.

Setelah menyelamatkan sisa-sisa penduduk yang bersembunyi di bawah tanah, mereka dipuja sebagai pahlawan. Selama tiga hari mereka menetap di sana untuk memulihkan diri. Yu Fan banyak menghabiskan waktu merenung, kekuatan tadi terasa sangat familiar, seolah itu adalah bagian dari dirinya yang hilang.

...****************...

Perjalanan berlanjut memasuki Hutan Kematian yang lebat. Di sini, tantangan tidak lagi berasal dari manusia, melainkan hewan sihir. Mereka diserang oleh kawanan Serigala Berkepala Dua yang setara Master Tingkat 2 akhir, lalu seekor Badak Berkulit Besi (Tingkat 3), dan terakhir seekor Burung Elang Petir yang menyambar dari langit.

Dengan kerja sama yang lebih solid, Yu Fan dan Yuexin berhasil menumbangkan monster-monster tersebut. Saat monster itu mati, tubuh mereka menguap dan menyisakan butiran kristal bulat kecil yang bercahaya.

"Ini adalah Pil Inti Sihir," jelas Yuexin sambil memegang pil berwarna biru dari Elang Petir.

"Di dunia fana, hewan sihir adalah sumber daya yang berharga. Jika kita mengonsumsi ini saat bermeditasi, energi murninya bisa meningkatkan kultivasi kita dengan sangat cepat."

Selama tiga hari di dalam hutan, mereka berburu dan bermeditasi. Yu Fan mengonsumsi beberapa pil inti tingkat tinggi.

Ia merasakan energi di dalam dantiannya berputar semakin cepat, menekan batas-batas yang ada.

Bayangan Masa Lalu dan Terobosan

Keluar dari hutan, mereka sampai di sebuah kota perbatasan yang ramai. Di tengah alun-alun kota, berdiri sebuah patung megah setinggi sepuluh meter. Patung itu menggambarkan seorang wanita cantik dengan wajah tenang, memegang setangkai bunga teratai.

Yu Fan terpaku. Jantungnya berdegup kencang secara tidak wajar. Rasa familiar itu menghantamnya seperti ombak raksasa. Wajah ini... mata ini...

"Dia adalah Dewi Kebajikan, Xe Yu'er," ucap Yuexin dengan nada hormat. "Legenda mengatakan dia naik ke langit lapisan kesembilan sekitar 50.000 tahun yang lalu setelah menyelamatkan dunia dari perang Asura. Dia meninggalkan Sekte Teratai Putih sebagai perpanjangan tangannya di bumi."

Yu Fan memegang dadanya yang terasa nyeri. "50.000 tahun yang lalu..." gumamnya.

"Kenapa hatiku terasa sesak saat melihatnya?"

"Mungkin kau terpesona oleh keagungannya,"

Yuexin menggoda pelan, meski ada sedikit nada cemburu di suaranya. "Semua orang merasa kecil di depan patung Dewi."

Yu Fan mengabaikan perasaan itu, mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu hanyalah efek dari ingatannya yang hilang. Namun, simbol teratai di bawah kaki patung itu seolah berbisik padanya tentang pengkhianatan yang sangat jauh.

Malam harinya di penginapan, Yu Fan duduk bersila di atas tempat tidur. Energi dari pil sihir dan sisa amarah Asura bergejolak hebat. Ia memusatkan pikirannya, memandu energi itu masuk ke setiap pori-porinya.

BUM!

Sebuah ledakan aura meledak dari kamar Yu Fan, menghancurkan beberapa barang pecah belah di sekitarnya. Cahaya hitam dan merah tipis menyelimuti tubuhnya.

Pintu kamar didobrak terbuka. Yuexin masuk dengan pedang terhunus, "Yu Fan! Apa kau diserang?!"

Namun, ia terpaku di ambang pintu. Yu Fan duduk dengan tenang, namun tekanan energinya jauh lebih kuat dari sebelumnya.

"Kau... kau naik tingkat lagi?" Yuexin bertanya dengan nada tidak percaya. "Hanya dalam beberapa hari perjalanan... kau sudah mencapai Master Tingkat 2 Tahap Akhir?"

Yu Fan membuka matanya, pancarannya kini lebih tajam. "Sepertinya pil-pil di hutan itu sangat membantu."

Yuexin menyandarkan punggungnya di pintu, menghela napas panjang. "Kau benar-benar monster dalam kultivasi. Jika para tetua akademi melihat ini, mereka akan berebut menjadikanku murid."

...****************...

Akhirnya, mereka sampai di Kota Langit, kota tempat Akademi Langit Biru berada. Kemegahan kota ini tak tertandingi, bangunan-bangunannya melayang di beberapa sudut, dan praktisi dari berbagai penjuru bumi terlihat berlalu lalang.

"Aku harus pergi ke gerbang khusus murid yang sudah terdaftar," ucap Yuexin dengan nada sedih. "Kau harus mendaftar di aula pendaftaran peserta baru. Ujiannya tidak mudah, Yu Fan. Hati-hati."

"Sampai jumpa di dalam, Putri," jawab Yu Fan singkat.

Setelah berpisah, Yu Fan berjalan menuju aula pendaftaran yang penuh sesak. Karena pakaian hitamnya yang sederhana dan penampilannya yang seperti pengembara, beberapa pemuda berpakaian mewah mulai meliriknya dengan rendah.

"Lihat itu, ada tikus hutan yang ingin ikut ujian," ejek seorang pemuda bertubuh tegap bernama Wang He, seorang Master Tingkat 3 Tahap Awal dari klan bangsawan lokal.

Yu Fan tidak menghiraukan dan terus berjalan. Hal ini membuat Wang He merasa terhina. Ia menghalangi jalan Yu Fan. "Hei, miskin! Apa kau tidak punya telinga? Orang sepertimu hanya akan mengotori lantai akademi ini. Bagaimana kalau aku memberimu pelajaran tentang kasta?"

Orang-orang di sekitar mulai berkumpul, membentuk lingkaran.

"Aku tidak ingin mencari masalah," ucap Yu Fan datar.

"Masalah yang mencarimu!" Wang He menerjang, melepaskan pukulan bertenaga tinggi.

Yu Fan hanya bergeser satu inci. Dengan teknik yang ia pelajari dari Jin Taixu, ia memutar arah serangan lawan. Wang He goyah, namun segera menyerang kembali dengan pedangnya. Pertarungan berlangsung sengit. Wang He memiliki tingkatan yang lebih tinggi, namun Yu Fan memiliki pengalaman bertarung (meski samar) yang jauh lebih efisien.

Setiap serangan Wang He yang besar dibalas oleh Yu Fan dengan serangan kecil yang mematikan pada titik-titik saraf. Akhirnya, dengan satu tendangan telak di ulu hati, Wang He terlempar dan jatuh tersungkur di debu.

"Master Tingkat 3 dikalahkan oleh Tingkat 2?"

bisik para penonton terkejut.

Wang He bangkit dengan wajah merah padam karena malu. "Kau... kau akan menyesal! Aku punya kakak di dalam akademi! Kita lihat saja nanti saat ujian masuk dimulai! Kau tidak akan keluar hidup-hidup!" teriaknya sambil kabur bersama pengikutnya.

Yu Fan hanya membersihkan debu di jubahnya. Namun, ia merasa banyak mata tertuju padanya. Di balkon lantai atas aula, perwakilan dari berbagai sekte memperhatikan kejadian itu.

Seorang pria dari Sekte Pedang Iblis menyeringai, "Menarik, bocah itu memiliki teknik yang sangat efisien."

Seorang biarawan dari Sekte Budha hanya mengatupkan tangan, "Auranya sesuatu yang belum ku lihat, namun tenang."

Dan di sudut yang gelap, seorang wanita cantik dengan pakaian serba putih bersih, seorang murid dari Sekte Teratai Putih, menatap Yu Fan dengan tatapan dingin. Ia memegang liontin berbentuk teratai yang tiba-tiba bergetar saat Yu Fan berada di dekatnya. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya melirik sekilas, lalu berbalik dan menghilang ke dalam kerumunan.

Yu Fan menoleh ke arah balkon itu, merasa seperti diperhatikan, namun wanita itu sudah pergi. Ia menarik napas panjang dan melangkah menuju meja pendaftaran.

Gerbang penderitaan dan kejayaan telah terbuka di depannya.

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!