Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kolam berisi cairan spiritual
Zhang Tiangxia tidak langsung bergerak.
Dia mengamati tebing itu sejenak. Permukaannya basah oleh percikan air terjun, berlumut di beberapa bagian, dan celah tempat buah-buah itu tumbuh berada kira-kira setinggi tiga meter dari tanah lembah.
Bagi orang biasa, ini cukup berbahaya. Tapi bagi seseorang yang sudah melatih tubuh hingga ke tingkat tiga pemurnian tubuh pasti bisa mengambilnya, apalagi dirinya yang sudah di tahap ke empat tahap pemurnian tubuh.
Dia melangkah maju.
Kakinya menginjak tonjolan batu pertama, tangannya mencengkram celah sempit di dinding tebing. Perlahan dia memanjat, tubuh kecilnya bergerak dengan kelincahan yang tidak umum di lakukan seorang bocah tujuh tahun.
Satu langkah. Dua langkah.
Saat percikan air terjun mulai membasahi wajahnya, Zhang Tiangxia berhenti sejenak lalu memusatkan tenaga ke telapak tangannya untuk memperkuat cengkeramannya.
Tak lama, dia sudah berada di depan tanaman itu.
Sembilan buah biru kemerahan menggantung rapat di antara retakan batu. Aromanya dari jarak dekat jauh lebih kuat, hangat dan sedikit manis, hal ini membuatnya hampir meneteskan air liur.
Zhang Tiangxia memetik satu per satu dengan hati-hati, memasukkannya ke dalam lipatan bajunya.
Sembilan buah. Semuanya.
Lalu dia turun kembali ke tanah lembah.
Rubah Roh sudah berdiri menunggu. Ekornya bergerak pelan, matanya menatap lipatan baju Zhang Tiangxia.
"Ini." Zhang Tiangxia jongkok lalu meletakkan dua buah di depan rubah itu. "Bagianmu."
Rubah itu mendekati buah-buah tersebut, menciumnya sebentar, lalu melirik Zhang Tiangxia dengan tidak puas.
"Jangan rakus." Kata Zhang Tiangxia datar. "Kamu yang tidak bisa memanjat, aku yang memanjat. Dua sudah lebih dari cukup."
Rubah itu memekik pelan.
"Kyu.."
Meskipun tidak terima, tapi dia juga tidak bisa membantah.
Akhirnya rubah itu mulai memakan buah-buah tersebut satu per satu dengan lahap. Zhang Tiangxia mengamatinya sambil memeriksa tujuh buah yang tersisa di tangannya.
Buah roh.
Di kehidupan sebelumnya dia pernah mendengar tentang buah ini tapi tidak pernah menemukannya secara langsung. Buah yang tumbuh di wilayah dengan konsentrasi energi roh langit dan bumi yang sangat tinggi. Nilainya puluhan ribu keping perak per buah hingga ratusan ribu keping perak tergantung jenisnya, dan yang dia petik kali ini adalah buah roh dengan kualitas terbaik.
Siapa yang mengira disini tumbuh sembilan sekaligus.
Zhang Tiangxia melirik sekeliling lembah. Udara di sini memang berbeda, lebih padat. Energi roh di tempat ini jauh di atas rata-rata hutan Tuanling bagian luar. Tidak heran rubah tingkat lima memilih lembah ini sebagai wilayahnya.
Dia memandang satu buah di tangannya lalu tanpa banyak berpikir langsung memasukkannya ke dalam mulut.
Begitu buah itu pecah di lidahnya, sensasi hangat langsung meledak di dalam dadanya. Qi mengalir deras ke seluruh tubuhnya seolah bendungan yang jebol, membanjiri setiap meridian dan tulang yang baru saja dia perkuat sebelumnya.
Zhang Tiangxia memejamkan matanya, duduk bersila di atas batu lembah, dan membiarkan energi itu mengalir sambil menjalankan teknik kultivasi Taixu.
Saat dia mengaktifkan teknik Taixu, jiwa beladiri miliknya mengambang di atas kepalanya. Seketika mahkluk gelap itu membuka mulutnya yang besar lalu dengan liar menghisap semua Qi langit dan bumi yang ada di dalam lembah.
Tiga puluh menit kemudian Zhang Tiangxia merasakan sudah berada di puncak ke empat alam pemurnian tubuh.
Dia langsung membuka matanya dengan ekspresi terkejut, "Sepertinya buah roh ini benar-benar kualitas terbaik. Di tambah jiwa beladiri ku yang aneh ini pasti juga jadi faktornya."
Zhang Tiangxia menatap makhluk hitam di atas kepalanya dengan bingung.
Dia tau jelas, semakin luar biasa jiwa beladiri seseorang, maka semakin banyak energi langit dan bumi yang bisa dia serap, ini juga akan berpengaruh pada seberapa cepat peningkatan kultivasi seseorang.
Pemilik tubuh ini dulunya memiliki jiwa beladiri tingkat delapan, dan butuh waktu sekitar sepuluh hari untuk menerobos dari tingkat pertama alam pemurnian tubuh ke tingkat kedua alam pemurnian tubuh. kecepatan ini sudah di anggap cepat bahkan di kota Linbao sudah setara jenius.
"Luar biasa, satu buah saja sudah sekuat ini." gumamnya dengan heran.
Setelah itu dia kembali memejamkan mata untuk mencerna semua energi dari buah roh.
Tiga jam kemudian dia barulah berhenti karena semua energi buah roh sudah dia serap sepenuhnya.
Dia tidak memakan yang kedua. Cukup satu untuk malam ini, kultivasinya juga sudah naik Satu tingkat menjadi Pemurnian tubuh tingkat ke lima puncak, selangkah lagi mencapai tingkat ke enam.
Enam buah sisanya dia simpan baik-baik, dia berencana akan memberikan sebagian buah untuk ayah dan ibunya.
Saat Zhang Tiangxia membuka matanya kembali, Rubah Roh sudah selesai makan dan kini duduk tepat di depannya, menatapnya dengan kepala sedikit miring.
"Apa?" tanya Zhang Tiangxia.
"Kyu.."
Rubah itu melompat ke arah bahu Zhang Tiangxia.
"Kamu ingin ikut denganku?"
Rubah itu memekik sekali lagi lalu berjalan mondar mandir di antara bahu kanan dan kiri secara bergantian.
Zhang Tiangxia menatap rubah itu beberapa saat.
Binatang tingkat lima bukan sesuatu yang mudah didapat. Di kehidupan sebelumnya pun, banyak kultivator yang menghabiskan seluruh hartanya hanya untuk mendapatkan satu binatang peliharaan tingkat tiga. Seekor Rubah Roh tingkat lima yang datang sendiri adalah sesuatu yang bahkan tidak berani dia impikan sebelumnya.
Tapi Zhang Tiangxia tidak terlalu heran.
Binatang dengan kecerdasan tinggi memiliki naluri yang tajam. Mereka bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan manusia biasa.
Rubah ini pasti merasakan sesuatu dari jiwa beladiri nya.
"Baiklah." Zhang Tiangxia akhirnya berkata. "Tapi kamu tidak bisa berkeliaran sembarangan tanpa seizin ku, jika tidak kamu akan di tangkap oleh orang lain."
Rubah itu menggerakkan ekornya seolah mengerti.
Kemudian dia melompat lalu berlari ke satu arah..
"Kyu..."
Zhang Tiangxia mengikutinya dari belakang.
Mereka pun sampai di sebuah kolam kecil berukuran setengah meter.
"Kolam spiritual."
Mata Zhang Tiangxia hampir melompat keluar seolah-olah tidak percaya saat merasakan energi yang begitu murni menghantam wajahnya.
Dia awalnya berfikir bahwa mendapatkan buah roh sudah termasuk luar biasa, namun tidak disangka tempat ini juga terdapat kolam spiritual.
"Siapa pemilik tempat ini hingga bisa menghasilkan kolam spiritual seperti ini." Zhang Tiangxia benar-benar heran.
Cairan spiritual adalah cairan yang bahkan jauh lebih langkah daripada buah roh, dan biasanya di jual per tetes. Satu tetes harganya seratus ribu keping perak.
Alasan cairan spiritual begitu mahal karena ini bisa di gunakan oleh kultivator di alam pemurnian Qi bahkan alam penghancur fana.
Di kehidupan sebelumnya dia beruntung sempat membeli sebanyak dua puluh tetes cairan spiritual, namun disini ternyata terdapat satu kolam penuh.
"Tunggu." Bagaimana bisa di kolam ini terdapat begitu banyak cairan spiritual?" Zhang Tiangxia mulai berfikir keras, "Pasti ada sesuatu di baliknya."
"Apakah ada formasi pengumpul roh disini?" Zhang Tiangxia mengamati beberapa saat. Jika disini ada formasi pengumpul roh tentu ini masuk akal.
Formasi pengumpul roh adalah formasi yang bertujuan mengumpulkan Qi langit dan bumi lalu di tampung ke satu tempat, jadi saat ingin berlatih tidak perlu upaya keras. Dan jika Formasi ini di biarkan dalam waktu yang lama, qi langit dan bumi akan terkondensasi menjadi cairan spiritual yang murni.
Setelah mengamati beberapa saat Zhang Tiangxia tidak melihat adanya tanda-tanda formasi pengumpul roh disini.
"Lalu jika bukan formasi, lalu apa?" Zhang Tiangxia mengamati dasar kolam dengan bantuan sinar bulan.
Tanpa banyak berfikir, dia langsung melompat kedalam kolam.
Dia sudah yakin ini bukan formasi, berarti hanya ada satu kemungkinan, di bawah kolam ini ada batuan sumber yang bisa menghasilkan cairan spiritual.