Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.
Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.
Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.
Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.
Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.
Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Cinta Terlarang
"Gimana, gimana? Jago gak dia cipokannya?" todong Haruni saat Daniella baru saja membuka pintu mobil dan duduk di sebelahnya. Haruni menaik-turunkan alisnya dengan raut menggoda.
"Duh, gue ngebayangin gitu aja kok rahim gue jadi anget, sih? Hihihi..." sambungnya sambil terkikik-kikik.
Daniella yang kesal langsung melempar mulut Haruni yang masih nyengir dengan bungkus permen karet yang sudah dikuwel-kuwel.
"Cipokan sama tembok? Boro-boro cipokan, udah berasa kawin sama robot aja gue," jawab Daniella cemberut.
"Really? Masa sih? Lo kan cantik, bohay plus aduhay, Dan. Jangan-jangan dia belok kali."
Daniella menggeplak pet topi yang dikenakan Haruni.
"Belok ke mana? Kalau ngomong tuh yang jelas!"
"Maksud gue main anggar."
"Kalau main anggar, terus ngapain dia punya cemceman di Singapura sana?"
"Ya... kali aja buat pengalihan isu."
Daniella melotot sambil menahan tawa. Ada-ada saja pemikiran sahabat sintingnya yang satu ini.
"Husss, udah jangan bikin gosip! Cepetan sekarang ke kosan gue. Gue mau beres-beres. Nanti sore katanya orang suruhan dia mau datang dan bawain barang-barang gue buat dipindahin ke rumahnya."
"Beneran? Tapi ntar kalau gue mau ngajak lo hangout, masih bisa kan?"
Daniella mengacungkan jempolnya sambil mengangguk. Kekhawatiran di wajah Haruni pun langsung tersingkir.
"Dia nggak berhak ngelarang-larang gue atau ikut campur sama urusan gue, karena itu salah satu perjanjian kita."
"Oke, deal kalau gitu."
Haruni mulai melajukan mobilnya, meninggalkan halaman parkir kantor catatan sipil.
"By the way, kalau menurut gue ya, lo sama dia nantinya bakalan saling suka, deh. Nggak tau siapa yang klepek-klepek duluan. Tapi kayanya elo duluan, Dan. Siapa juga yang tahan lihat cowok keren, bodinya oke, hot lagi. Tajir pula! Gak kebayang kalau ntar kalian bikin anak, bakalan secakep apa anak kalian nanti."
"Ngayal lo kejauhan. Itu nggak mungkin terjadi!"
Haruni mencebik mendengar sesumbar Daniella. Dia sendiri ragu jika Daniella bisa bertahan dari pesona cowok itu. Dia juga ragu kalau Darren pun tak bisa tergoda oleh pesona Daniella.
"Dan, ntar karier DJ lo gimana? Gue yakin, kalau lo nggak nge-DJ lagi di sana, club itu bakalan sepi pengunjung. Kaya dulu lagi sebelum lo datang. Gue jadi kasihan sama si Bastian."
Kali ini nada suara Haruni terdengar lebih serius. Daniela pun terdiam beberapa saat.
"Iya juga ya, Run. Apalagi kerja malam jadi salah satu larangan buat gue. Tapi liat entar deh. Sekali-kali gue pasti bisa kabur kok dari pengawasan dia," janji Daniella.
Bersamaan dengan itu, mereka pun tiba di kosan Daniella.
***
Sementara itu, nun jauh di Negeri Singa sana, seorang perempuan cantik tengah uring-uringan. Berkali-kali ia menelepon kekasihnya, tapi tak sekalipun ada yang diangkat.
"Ke mana sih Darren? Bikin kesel aja!" gerutu Crissiana sambil membanting ponselnya ke atas ranjang.
"Masih nggak diangkat juga?" tanya Agnes, teman sesama pramugarinya.
Crissiana menggeleng. Tapi ia kembali meraih ponsel yang tadi dibanting ke atas ranjang dan mengeklik lagi nama Darren. Hasilnya tetap sama.
"Mungkin dia lagi sibuk, Cris. Maklumin lah, dia kan CEO yang super duper sibuk," bujuk Agnes.
Crissiana langsung menggeleng cepat.
"Kamu nggak tahu, Nes. Aku bahkan bisa kehilangan dia."
"Maksud kamu apa sih? Aku nggak ngerti."
Crissiana berjalan mondar-mandir. Wajahnya memerah padam dan dadanya naik turun menahan kesal.
"Aku tak sengaja pernah curi dengar saat Grandpa Jo meminta Darren untuk menikahi seorang gadis, cucu dari sahabat Grandpa Jo."
"Apa?! Jahat banget kakek tua itu. Untung saja sekarang kakek tua itu sudah mati, jadi kamu bisa tenang tak ada gangguan lagi," kata Agnes enteng.
Dia juga tidak suka jika Crissiana putus dari Darren. Nanti dia tak akan bisa nebeng beli barang-barang branded lagi.
"Aku juga heran, kenapa si tua bangka itu nggak suka banget sama aku. Bahkan tatapannya aja udah kayak mau nelan hidup-hidup."
Agnes tertawa mendengar kegeraman sahabatnya pada kakek dari kekasihnya itu. Bukan tanpa alasan jika mendiang Jonathan tidak menyukai kekasih cucunya. Meski Crissiana pandai berakting dengan bersikap bak wanita terhormat, elegan, dan berkelas, Jonathan tak akan bisa dikelabui. Apalagi dia seorang yang berkuasa dan akan dengan mudah menyelidiki bagaimana sepak terjang yang nanti akan menjadi calon anggota keluarganya.
"Sudahlah, Cris. Lupakan dulu Darren. Bukankah hari ini jadwal kamu terbang dengan Kapten Enrico? Kamu kan bisa bersenang-senang sama dia."
Crissiana menghentikan gerakannya yang sedang menyanggul rambutnya khas dandanan pramugari. Matanya melirik Agnes dari cermin.
"Kamu bisa aja bikin mood aku balik lagi, Nes. Tapi ya... Enrico memang selalu tahu cara menghibur aku," kekehnya, sambil menatap penuh arti.
"Nah, itu tahu! Lagian kapten Enrico lebih sering ada buat kamu dibanding Darren yang CEO super duper sibuk itu, kan?"
Crissiana tersenyum tipis sambil memulas lipstik merah menyalanya.
"Tapi Enrico itu cuma pelampiasan, Nes. Dia dan aku pun tahu posisi kami masing-masing. Aku nggak pernah nuntut dia untuk menikahiku dan meninggalkan anak serta istrinya. Begitu juga dia yang tak bisa meminta aku untuk meninggalkan Darren," ucap Crissiana lirih, seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang ia lakukan dengan Enrico bukanlah sebuah pengkhianatan besar.
"Ya tapi kan setidaknya Enrico bisa kasih apa yang tak bisa Darren kasih, yaitu kenikmatan di ranjang," kelakar Agnes.
Tapi memang kenyataannya seperti itu. Darren benar-benar orang yang berpegang teguh pada komitmen.
No sex before marriage!
"Iya Nes, padahal aku pernah loh menggoda dia, tapi akhirnya aku down sendiri. Serasa tubuhku ini tak menarik di mata dia."
Crissiana tersenyum getir mengingat saat Darren menolaknya untuk melakukan hal itu.
"Iya, udah nggak usah dipikirin. Aku ucapkan selamat bersenang-senang. Apalagi cuaca Paris sekarang sedang musim dingin, hehe... kalian akan transit di sana, kan?"
Crissiana mengangguk dengan penuh semangat. Beberapa saat kemudian akhirnya mereka berdua berjalan menuju lobby apartemen untuk menunggu jemputan kru.
Tiba di bandara, di sana, Kapten Enrico sudah berdiri gagah dengan seragamnya. Matanya langsung mengunci sosok Crissiana.
"Pagi, Crissie. Sepertinya ada yang sedang kurang bersemangat hari ini?" tanya Enrico saat Crissiana mendekat.
"Pagi, Kapten. Begitulah, sedang banyak pikiran," jawab Crissiana sambil menyentuh lengan Enrico sekilas.
Enrico tertawa rendah, lalu berbisik cukup dekat ke telinga Crissiana.
"Simpan pikiran kamu. Di kokpit nanti, aku punya cara buat bikin kamu lupa sama semua masalah di darat."
Crissiana menatap Enrico dengan tatapan menggoda.
"Cara yang sama seperti waktu di London kemarin, Kapten?"
"Mungkin lebih dari itu. Aku sudah siapkan sesuatu yang spesial di sela-sela jam terbang kita nanti."
"Aku pegang janji kamu ya, Enrico. Jangan sampai aku makin bete hari ini."
"Tenang saja, Cris. Kamu tahu kan, aku nggak pernah membiarkan kamu turun dari pesawat dengan wajah cemberut?"
Enrico mengedipkan sebelah matanya, lalu berjalan lebih dulu menuju mobil jemputan, meninggalkan Crissiana yang kini tersenyum puas karena merasa kembali memegang kendali.
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
lanjut
biar laa Darren pusing keliling keliling nyari Daniela ,,
salah sendiri makin terkam aj anak org ,,
sekarang kalang kabut kan pas istri nu udh kabuur😒😒😒