NovelToon NovelToon
Suami Rahasia

Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Beda Usia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: candra pipit

Clarindra Arabella, siswi kelas tiga SMA yang tinggal selangkah lagi menuju kelulusan, tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah dalam satu keputusan sepihak.
Di saat teman-temannya sibuk mempersiapkan ujian akhir dan masa depan, Clarindra justru dipaksa menerima kenyataan pahit—ia harus menikah.
Bukan dengan pria seusianya.
Melainkan dengan seorang pria dewasa… yang bahkan tak pernah ia kenal.
Demi alasan sederhana namun kejam—orang tuanya akan pindah ke luar negeri, dan mereka tak ingin meninggalkan putrinya sendirian.
Di balik keputusan itu, tersembunyi kesepakatan antara dua keluarga besar.
Nama besar keluarga Hardinata menjadi jaminan keamanan Clarindra… sekaligus awal dari keterikatannya.
Zavian Hardinata.
Pria itu bukan sekadar pewaris keluarga kaya raya. Ia adalah sosok bebas, penuh pesona, namun sulit dikendalikan. Seseorang yang lebih terbiasa bermain dengan hidupnya sendiri… daripada terikat dalam satu hubungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon candra pipit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembagian Wilayah

"Nyumpahin apa kamu?!"

"Enggak...iieeehhh sok tau!"

Zavian mendesis.

“Dasa bocah!” gumam Zavian.

"Pak tua!” sahut Clarinda cepat.

Mereka saling menatap. Lalu tanpa aba-aba, Clarinda langsung mencoba naik tangga.

Zavian refleks menahan tangannya.

“Turun!”

“Nggak mau!”

“Turun!”

“Enggak!”

Akhirnya, tanpa banyak bicara, Zavian mengangkat tubuh Clarinda begitu saja.

“HEH?! TURUNIN AKU!” Clarinda meronta.

“Berisik!”

Zavian menurunkan Clarinda di lantai bawah, tepat di depan salah satu kamar.

“Ini kamarmu.”

Clarinda menggeram.

"Ingat, jangan pernah masuk ke wilayahku!"

“Dasar otoriter!”

"Awas kalau bandel!" peringatan Zavian membuat Clarinda semakin kesal.

Clarinda langsung masuk kamar dan—

BRAK!

Ia menutup pintu dengan keras. Lalu menghentakkan kedua kakinya.

Zavian hanya menghela napas panjang.

“Baru hari pertama…”

**

Seharian di kamar bosan juga. Calrinda keluar kamar celingukan.

Sepi.

Tak ada tanda-tanda kehidupan dari penghuni lain di rumah itu.

Lalu perutnya berbunyi.

Kruuukkk…

Clarinda langsung memegang perutnya, wajahnya berubah masam seketika.

“Oke, lapar itu nyata,” gerutunya.

Ia menuju ke dapur.

Tidak ada apa-apa. Dapur bersih seperti iklan promo rumah baru. Ia membuka kulkas tapi isinya hanya beberapa botol air putih.

"Ck. Cuma pajangan. Apa gunanya punya dapur sebagus ini?"

Ia kembali lagi ke ruang tengah menoleh ke arah tangga yang merupakan jalur ke lantai atas. Di sanalah Zavian berada.

Clarinda menghela napas panjang.

“Cuma nanya makan doang… bukan minta warisan…” gumamnya, mencoba menyemangati diri.

Satu langkah ia maju.

Dua langkah…

Tiga langkah...

"Eh, tunggu!" Ia berhenti. Ia menyipitkan mata ke arah tangga.

Clarinda ingat kata-kata Zavian.

Lantai dua adalah wilayahnya. Daerah teritorial lelaki itu.

“Hmm… nggak. Nggak. Jangan naik Cle... Ini mencurigakan.”

Ia mundur lagi, lalu menunjuk ke arah tangga seolah Zavian bisa melihatnya dari atas.

“Siapa tahu dia pasang jebakan di sana. Kayak… tali jatuh, lantai licin, atau tiba-tiba ada suara ‘boom’ terus aku mental,” gumamnya curiga.

Clarinda menggeleng cepat.

“Enggak! Aku nggak sebodoh itu!”

Akhirnya, ia berdiri di bawah tangga, menengadah ke atas, lalu berteriak dengan nada kesal.

“HEI PAK! AKU LAPAR!”

Tak ada jawaban.

Hening.

Clarinda mengernyit.

“Kau pura-pura tak dengar?!” teriaknya lagi, lebih keras.

Masih tak ada respon.

Urat kesabaran Clarinda mulai menipis.

“KDRT!” teriaknya tiba-tiba.

Ia menunjuk ke atas dengan penuh emosi, seolah sedang berdebat dengan musuh bebuyutannya.

“MENELANTARKAN ANAK DI BAWAH UMUR!”

“PENCULIK!”

“PENJAHAT!”

Suasana rumah yang tadinya sunyi kini dipenuhi suara teriakannya sendiri yang menggema ke seluruh penjuru. Clarinda berucap apa saja tapi tetap tak ada respon dari Zavian.

Clarinda mendengus kesal, pipinya memerah.

“PAK TUAAAA!!!”

Ia menginjak lantai dengan keras, lalu menyilangkan tangan lagi.

“Dasar manusia batu! Punya istri tapi dibiarin kelaparan!"

"Aku laporin Kakek kau!!!"

Omelnya tanpa henti.

Beberapa detik berlalu.

Tetap tak ada jawaban.

Clarinda mendecak, lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan dramatis.

“Oh My God... Aku bakal mati muda gara-gara kelaparan di rumah suami sendiri. Tragis banget hidupku…” keluhnya, menatap langit-langit.

Tiba-tiba—

TING TONG!

Suara bel rumah berbunyi.

"Pak Tua ada tamu..." Tak ada jawaban.

"Hello Tuan Zavian... ada tamu. Denger nggak sih!!!"

Clarinda langsung bangkit meskipun kesal.

Ia membuka pintu, lalu berjalan cepat keluar. Rasa penasaran mengalahkan rasa kesalnya.

Ia membuka pintu, lalu berjalan hingga ke pagar.

Di sana, seorang kurir berdiri sambil memegang kantong plastik besar.

“Pesanan atas nama Pak Zavian?” tanya kurir berjaket orange itu.

Clarinda mengedip.

“Hah?”

Ia menunjuk dirinya sendiri.

“Eh… iya. Iya! Itu aku!”

Kurir itu menyerahkan pesanan tersebut dan Clarinda menerimanya.

Saat ia membuka sedikit plastiknya, aroma pedas langsung menyengat hidungnya.

“Wah…”

Matanya langsung berbinar.

“Ayam geprek… sama seblak?!”

Ia hampir meneteskan air liur.

Clarinda menoleh ke arah rumah, tepatnya ke lantai atas.

Tak ada tanda-tanda Zavian akan turun. Bahkan bayangannya pun tak terlihat.

Gadis itu menggigit bibirnya pelan, ekspresinya berubah sedikit canggung.

“Dia… pesenin?” gumamnya lirih, masuk kedalam rumah.

Ia kembali melihat makanan di tangannya.

Masih hangat.

Masih mengepul.

Clarinda mendengus kecil, mencoba tetap terlihat jutek meskipun sudut bibirnya sedikit terangkat.

"Pak Zavian... Kau tidak makan?"

Kruuuuk Kruuuuk!!!

Ah, menunggu Zavian turun kelamaan, perutnya ini tak bisa lagi dikondisikan.

Ayam geprek cuma satu dan seblak cuma satu. Ia nampak binggung memilih. "Dia sukanya ayam geprek atau seblak ya?"

"Dah lah makan aja, keburu pingsan nanti aku nya." Clarinda memilih ayam geprek.

“Mmm!”

Matanya langsung melebar.

“ENAK BANGET!”

Clarinda nikmati makanannya dengan lahap, lupakan dengan segala omelannya tadi.

Hingga ayam gepreknya habis sosok Zavian tak juga nonggol.

"Duh sayang banget kalau seblaknya dingin."

"Seblak itu paling mantep kalau masih panas gini."

Clarinda menatap sayang seblak di meja. Ia menelan ludah ingin sekali mencicipinya.

"Dah lah makan aja sekalian. Bodo amat Pak tua itu kelaparan atau nggak."

Sementara itu…

Di lantai atas.

Zavian berdiri di balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Ia menyandarkan tubuhnya di sana, mendengarkan suara Clarinda yang kini berubah dari teriakan menjadi suara makan yang berisik.

Sudut bibir pria itu terangkat tipis.

“Berisik…” gumamnya pelan. Apa setiap hari akan seberisik ini?

Pikirnya.

**

Sejak tadi pagi setelah drama anak tangga itu Clarindan dan Zavian belum bertemu kembali.

Clarinda ada di kamarnya di lantai bawah, sedangkan Zavian ada di wilayahnya di lantai atas.

Clarinda duduk di atas ranjang. Bersila.

Matanya menatap ke jendela yang masih belum tertutup gorden. Kamar itu berhadapan langsung dengan taman depan. Tapi saat ini hanya pemandangan kaca jendela yang gelap yang bisa ia lihat.

“Jadi… ini rumahku sekarang…” gumamnya pelan.

Tak ada orang tua. Tak ada suara ramai teriakan, tangisan dan celoteh adik kecilnya—Kavian yang membuatnya kadang stress bahkan kepalanya berasa akan pecah.

Tak ada lagi kamar lamanya.

Meskipun kamar sekarang ini lebih bagus dan lebih luas tapi tetap saja suasana nya berbeda.

Di rumah ini hanya dia… dan pria yang menyebalkan itu.

Ia menghela napas panjang.

“Kenapa sih harus dia…” gumamnya lesu.

"Kalau memang benar Kakek Damar mau balas budi nikahkan saja dengan cicitnya yang ganteng."

"Atau kasih saja saham perusahaan."

"Ah, tidak. Kasih mobil dan beberapa ratus juta sudah cukup."

Mata Clarinda membola dan memukul mulutnya sendiri.

"Astaga Clea kok kamu jadi matre begini sih?!"

Clarinda merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar.

Ia mendengus kesal.

Padahal ia ingin sekali memiliki kamar di lantai atas agar bisa bersantai di balkon atau melihat pemandangan dari sana.

Sementara itu, di lantai atas…

Zavian berdiri di balkon kamar. Pakaiannya lebih santai. Kaos dan celana chinos panjang.

Ia menatap langit malam.

Menyesal rokok lalu menghembuskan asapnya ke langit.

Belum terlalu malam. Masih jam sembilan lebih sepuluh menit. Jam segini ia biasanya ia masih di luar. Menghabiskan waktu di club atau nongkrong bersama rekannya di tempat lain.

Tapi malam ini seolah ada rantai yang mengikatnya hingga tak keluar rumah.

Clarinda.

Sekarang gadis cilik itu adalah tanggung jawabnya.

Tapi....

"Ah, masa bodo dengan bocah itu."

Akhirnya Zavian pun pergi juga meninggalkan Clarinda sendirian di rumah. Ia butuh hiburan malam ini.

1
Nona aan Chayank
Buaahahahhaha....🤣🤣🤣
partini
hemmm dah keliatan kamu kecintaan ma suamimu,aihhh why pihak cewek yg jatuh cinta duluan ga cowoknya ga pernah si saddddddd
Marini Suhendar
Dasar bocah😄
partini
ko cuma sama baby sitter doang apa duda anak satu ,, alamak tensi nanti suamimu cle
Titien Prawiro
Bagaimana jadinya
partini
👍👍👍
Erna Riyanto
ihh..pak tua bisa ae nyari kesempatan,pke pegang" segala🤣🤣
Marini Suhendar
Awas yah..nanti pada bucin kalian ya 😄
Marini Suhendar
Jangan cemburu pak tua😄
partini
ingio ingon wedus kaleee 😂😂
wah ada yg CLBK nih nanti jad jadi jendonggggg ,,
partini
kenapa selalu cewek yg klepek klepek duluan sih jarang bnggt cowoknya
partini
tinggal jaa kek yg lama cucu mu juga rada"suka keluar malam lupa pulang cucu mentu juga sama so 50/50
partini
jirrr Ampe lupa, maklumlah di club siapa sih yg ingat di rumah ga ada
partini
nah Lo habis megang apa gunung kembarnya 😂😂😂
nanti pasti terbayang bayang rasanya kenyal"
partini
😂😂😂😂 lah kaya bola di tendang
partini
hemmm SE anak kalian yg bikin ulah
partini
good story
partini
lanjut Thor Setu ceritanya
candra pipit: siap... lanjut 😍
total 1 replies
partini
lelaki bebas di luar OMG
partini
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!