NovelToon NovelToon
GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Selama 25 tahun, Rashaka Nareswara setia menjaga cintanya. Ia tetap bertahan, dan berharap pada satu nama yang tak pernah berubah di hatinya. Hingga akhirnya, penantian panjang itu berbuah manis.

Ia berhasil mempersunting wanita yang ia cintai sejak dulu, memulai kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna.
Namun, kebahagiaan itu tak pernah benar-benar utuh. Di balik senyum sang istri, tersimpan bayang-bayang masa lalu yang belum selesai. Masalah demi masalah yang perlahan meretakkan kehangatan yang mereka bangun.

Akankah cinta yang bertahan selama seperempat abad itu mampu melawan luka yang belum sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAYATRI S2 — BAB 04

Langit di luar jendela kamar rumah sakit tampak pucat, tertutup awan tipis yang menggantung rendah. Cahaya yang masuk tidak sepenuhnya terang, justru memberi kesan dingin dan sepi, selaras dengan suasana yang dirasakan Keandra saat itu.

Ia duduk bersandar di ranjang, kaki kirinya terbalut perban tebal dan disangga dengan penyangga khusus. Rasa nyeri sesekali masih datang, menusuk hingga membuatnya harus menarik napas dalam untuk menahannya. Namun, bukan itu yang paling menyakitkan.

“Maaf sudah berbohong padamu, Bu,” gumamnya pelan. Tangannya menggenggam ponsel dengan erat. Layar pipih itu menampilkan wajah yang begitu ia kenal, sosok wanita yang selama ini menjadi pusat dunianya.

Foto pernikahan itu tersebar di berbagai berita dan media sosial. Gaun putih yang anggun, senyum yang sempurna, dan sosok pria yang berdiri di sampingnya, semuanya terlihat begitu jauh dari jangkauan Keandra.

Ia menatap layar itu lama, matanya perlahan memerah.

“Maaf karena aku benar-benar tidak bisa datang di hari istimewamu,” lirihnya, suaranya hampir tak terdengar.

Ada sesak yang mengendap di dadanya. Perasaan bersalah bercampur rindu, menciptakan luka yang tidak terlihat namun terasa begitu nyata. Keandra meletakkan ponselnya lalu menatap ruang rawatnya yang sepi dan sunyi.

Sudah tiga bulan ia berada di negeri orang, menjalani karirnya sebagai dancer. Hari-harinya dipenuhi latihan tanpa henti, jadwal yang padat, dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna. Tidak ada ruang untuk lelah, apalagi mengeluh.

Setiap malam, setelah tubuhnya terasa nyaris tak mampu berdiri, ia masih menyempatkan diri untuk menatap layar ponselnya ,menunggu hari di mana ia bisa menghubungi ibunya. Sekali dalam seminggu, panggilan video itu menjadi satu-satunya penghibur yang ia miliki.

“Bagaimana keadaanmu, Nak? Kau baik-baik saja di sana, kan? Kabari Ibu jika kau merasa kesulitan.” 

“Jangan lupa makan dengan teratur dan tidur dengan baik. Jaga kesehatanmu, jangan sampai kau jatuh sakit dan merepotkan orang lain.”

Mengingat-ingat percakapannya dengan sang ibu cukup membuat rasa rindunya membuncah. Ingin rasanya ia menelepon sang ibu dan mendengarkan suaranya yang lembut, tapi ia juga tak ingin mengganggu waktu sang ibu.

Air matanya jatuh tanpa ia sadari. Keandra mengusapnya cepat, namun tidak cukup cepat untuk menghentikan rasa sesak yang semakin memenuhi dadanya.

Ketukan pelan di pintu membuatnya sedikit terkejut.

“Masuk,” ucapnya, berusaha menenangkan suaranya.

Pintu terbuka, dan seorang gadis berambut pirang masuk sambil membawa kantong kertas berisi makanan. Senyumnya langsung terbit begitu ia melihat Keandra.

“Aku bawakan makan siang untukmu,” katanya dengan logat bahasanya yang khas dan ceria, mencoba mencairkan suasana.

Keandra memaksakan senyum tipis. “Terima kasih, Yoona. Maaf sudah merepotkanmu selama beberapa hari ini,” katanya tak enak hati.

Kim Yoona adalah sesama dancer. Gadis pirang itu kemudian meletakkan makanan itu di meja samping ranjang. Namun langkahnya terhenti ketika melihat ekspresi Keandra yang tidak sepenuhnya bisa disembunyikan.

“Tunggu dulu, apa kau habis menangis?” tanyanya pelan.

Keandra menggeleng cepat. “Ti-tidak! Ini … ini cuma—” Ia terdiam, lalu menatap ponselnya lagi.

Yoona mengikuti arah pandangannya, dan seketika ia mengerti. “Oh, ternyata kau sedih,” gumamnya pelan. “Karena tidak bisa datang di pernikahan ibumu, ya?”

Keandra mengangguk, kali ini tanpa berusaha menyembunyikan apa pun. “Sayang sekali aku tidak bisa datang.” Suaranya terdengar lebih lemah dari sebelumnya.

Yoona mendekat, lalu duduk di kursi di samping ranjang. “Itu bukan salahmu, Kean. Jika kau tidak cedera saat latihan, kau juga pasti bisa datang. Tapi siapa yang bisa menduga hal ini akan terjadi?”

“Tapi aku tetap saja merasa bersalah,” jawab Keandra lirih, menghela napas panjang. “Aku seharusnya ada di sana. Itu adalah hari yang penting untuknya.”

Yoona menatapnya dengan penuh pengertian. “Kau berada di sini juga bukan karena keinginanmu, kan? Kau cedera. Kau tidak punya pilihan.”

Keandra terdiam. Logika itu benar. Ia tahu itu. Namun perasaan tidak selalu bisa menerima kenyataan dengan mudah.

“Aku sudah lama tidak melihatnya secara langsung,” lanjutnya pelan. “Tiga bulan terasa seperti terlalu lama.”

Yoona tersenyum kecil, sebagai perempuan yang hidup jauh dari orang tua, ia tahu benar perasaan Keandra. “Jika Ibumu ada di sini, dia pasti bangga padamu, Kean. Kau selalu bercerita bahwa ibumu orang yang lemah lembut dan bijaksana.”

Keandra menoleh sedikit, menatap Yoona sesaat lalu mengalihkan tatapannya lagi.

“Tapi … jika dia tahu aku berbohong, dia mungkin akan marah dan kecewa,” lirihnya, menatap nanar layar ponselnya.

Yoona menepuk bahu Keandra pelan. “Ayolah, Keandra. Tak biasanya kau seperti ini. Semarah apapun seorang ibu terhadap anaknya, aku yakin mereka selalu memiliki ruang untuk memaafkan anaknya. Lagipula, jika Ibumu tahu keadaanmu, dia pasti akan mengerti atau bahkan mengkhawatirkanmu.”

Mendengar itu, Keandra menunduk, jemarinya kembali menggenggam ponsel itu.

Yoona lalu menepuk pelan tangannya. “Kau pasti akan bertemu dengan Ibumu nanti. Jangan bersedih lagi, sekarang fokus dulu pada kesehatanmu. Kau ingat, kan? Kita masih ada satu event besar lagi, kau harus sembuh sebelum event itu.”

Keandra mengangkat wajahnya, teringat jadwal latihannya yang padat. “Terima kasih, Yoona. Kau benar-benar teman yang sangat baik dan pengertian.”

Yoona tersenyum lalu secara refleks memeluk Keandra dari samping seperti seorang teman yang peduli. Keandra pun membalasnya singkat.

Mereka sama sekali tidak tahu bahwa ada seseorang yang terus memperhatikan mereka sedari tadi.

***

“Kau yakin sudah mengemas semua barang-barangnya? Tidak ada yang tertinggal kan?” tanya Gayatri pada Shaka yang tampak santai sambil mengecek ponselnya sementara ia sendiri tampak bingung.

Shaka terkekeh pelan. “Iya, tenang saja. Aku sudah memastikan semuanya. Apalagi yang ingin kau bawa?” 

Perempuan itu tampak berpikir keras. “Entahlah, aku merasa seperti ada sesuatu yang kulupakan. Tapi apa, ya?” gumam Gayatri pada dirinya sendiri. 

Meletakkan ponselnya di atas meja, Shaka mendekati Gayatri dan menggenggam tangannya. “Kau pasti terlalu bahagia ingin bertemu dengan putramu sampai-sampai jadi bingung sendiri seperti ini,” kekehnya pelan.

“Sepertinya begitu. Dan jujur saja, aku merasa gugup. Ini pertama kalinya aku bepergian ke luar negeri, aku sedikit merasa takut,” ungkapnya jujur. 

“Semuanya akan baik-baik saja,” kata Shaka menenangkan.

Gayatri mengangguk, kemudian menatap dua koper mereka. “Tunggu dulu, aku akan memeriksa barang-barang kita sekali lagi. Aku khawatir ada sesuatu yang tertinggal,” katanya lalu membongkar kembali koper mereka.

Shaka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil terkekeh pelan, namun tetap membiarkan Gayatri melakukan apapun yang diinginkan istrinya itu.

Ia kembali mengecek ponselnya, membaca pesan yang dikirimkan Nathan. “Aku tidak bisa memberitahunya sekarang atau dia akan cemas nanti,” gumamnya melirik Gayatri.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentu saja 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Awas kamu Keenan 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
Bringsiiiikkkkk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh😣
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
diturutin ihh sama othor..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lah baru ditanyain.. pas celingkuh gak inget kalo manusia tuh bisa sakit bs mati.. ckckck
🌸sakura🌸
keenan mau ta enaknya saja tp g berani bertanggung jawab padahal shakira sdh bela belain buat nikah sama kami, klo smpe keguguran, pisah saja shakira, krn keenan g pantas jd seorang suami maupun seorang ayah. BANCI
matchaa_ci
apa aku harus seperti gayatri dulu menunggu 25 tahun untuk bertemu dng orng yg benar² menghargai
aurora
semangatttt💪💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kau bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
makanya banyak belajar Keenan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar kau 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gugur aja sekalian.. toh keenan udah selingkuh,main celup sana sini, garelaaa akuuu ooiii
HK: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna jadi sombong 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Jujur saja Luna🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semua akan tetap berjalan tanpamu gayatri.. jgn merasa paling penting
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!