NovelToon NovelToon
Samudra Di Atas Langit

Samudra Di Atas Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.

Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pidato Sang Singa Muda

Gala melangkah keluar dari balik meja komputernya dengan gerakan yang amat tenang. Setelan jas hitam formal berpotongan premium yang membungkus tubuh tegapnya bergoyang ritmis seiring langkah kakinya yang mantap menuju tengah aula. Ratusan pasang mata, mulai dari jajaran dekan, dosen hingga pengusaha kelas kakap, tertuju padanya tanpa berkedip. Keheningan yang pekat langsung menyelimuti Aula Utama Universitas Samudra, menyisakan deru napas tegang dari kubu Kenzo yang telah runtuh.

Gala berhenti tepat di tengah lantai bursa, beberapa meter di depan podium utama. Ia meraih mikrofon nirkabel yang disediakan panitia, lalu menoleh sekilas ke arah Kenzo yang masih terduduk lemas di lantai dengan wajah pucat pasi.

"Selamat pagi semuanya, terutama bagi yang baru saja kehilangan beberapa ratus miliar dalam hitungan detik," ucap Gala dengan nada suara yang santai, bahkan cenderung slengean khas dirinya. Suaranya yang berat dan bergema di pengeras suara langsung memicu beberapa mahasiswa menahan tawa.

Om Bramantyo yang mendengarnya langsung menggebrak meja VVIP dengan mata mendelik murka. "Anak sialan! Berani-beraninya kamu menghina kami di sini!" bentak Om Bramantyo dengan urat leher yang menegang kaku, bersiap melangkah maju untuk menyerang fisik.

Namun, Gala sama sekali tidak gentar. Ia justru menurunkan mikrofonnya sejenak, menatap Om Bramantyo dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi sangat tajam, dingin, dan penuh tekanan intimidasi seorang penguasa sejati. Aura slengeannya menguap seketika, menyisakan wibawa mutlak yang sanggup membuat langkah kaki Om Bramantyo tertahan di tempat.

Gala kembali mengangkat mikrofonnya, berbicara dengan artikulasi yang jelas dan tegas. "Kompetisi perdagangan saham ini dibuat bukan hanya untuk pamer siapa yang punya modal raksasa dari dompet orang tuanya. Kompetisi ini menguji kualitas kejujuran seorang pemimpin bisnis sejati dalam mengambil keputusan di bawah tekanan."

Ia berjalan perlahan memutari area tengah, sesekali melirik ke arah layar LED raksasa yang masih menampilkan angka minus merah di portofolio Kenzo. "Ketika seseorang memilih jalan pintas dengan menyewa orang luar untuk sabotase fisik, lalu memasang malware pembajak data di hari kedua demi kemenangan semu... di situlah dia sebenarnya sudah mengumumkan kekalahannya kepada dunia."

Aluna yang mendengar kalimat itu langsung mengepalkan tangannya di dada dengan mata berbinar penuh kekaguman. Di sampingnya, Adit bertepuk tangan sekali dengan keras. "Mampus lo, Ken! Makanya kalau main yang bersih!" teriak Adit tanpa ragu, memicu gemuruh bisik-bisik setuju dari para mahasiswa.

Gala menghentikan langkahnya tepat di hadapan meja Kenzo dan Davin, lalu menyunggingkan senyum miring yang sangat dingin. "Kalian pikir sistem enkripsi bursa kampus ini selemah itu sampai bisa dirampok dengan diska lepas murahan? Gue sengaja membiarkan kalian menang kemarin, hanya untuk memastikan seluruh aliran dana haram yang kalian masukkan terkunci secara legal di pangkalan data pusat hari ini."

Kenzo mendongak dengan mata membelalak merah penuh frustasi mutlak. "Gala... lo... lo sengaja menjebak gue?!" racik Kenzo dengan suara parau yang bergetar.

Gala terkekeh pelan, memasukkan sebelah tangan kirinya ke dalam saku celana jas mewahnya dengan gaya yang sangat menawan.

"Menjebak? Nggak kok. Gue cuma bantuin lo buat belajar caranya sedekah paksa ke likuiditas publik. Anggap aja itu biaya les privat dari gue tentang cara main saham yang jujur," sindir Gala dengan nada slengean yang menusuk.

Di barisan VVIP terdepan, Kakek Wijaya perlahan berdiri dari kursinya, dibantu oleh Tuan Baskara dan Pak Surya. Sang singa tua itu mulai melangkah menuju podium utama dengan senyum kepuasan yang tidak bisa disembunyikan lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!