NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:533
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 30

Sudah hampir sebulan ini Alice sangat sibuk dengan semua pekerjaan, Liam dan Lillian juga hanya sesekali menghampiri Alice di Restorannya karena mereka juga sibuk dengan sekolah mereka.

Alice merasa senang, jika Liam dan Lillian suka makan di restorannya walaupun ia tidak ada di sana…

Setelah pulang sekolah Liam dan Lillian rasanya ingin sekali memakan sapi lada hitam dari restoran Alice, mereka langsung pergi ke restoran Alice setelah pulang sekolah.. saat mereka sedang makan, Alice sampai dengan langkah tergesa seperti di kejar sesuatu hal.

“Bagaimana bisa membuat jadwal seperti ini? Luar biasa banget kalian ini.” Ucap Alice sambil berjalan cepat menuju ruang meeting, karena Kliennya sidah menunggu.

Ujung matanya menangkap sosok Liam dan Lillian yang sedang makan dengan tenang, ia menoleh ke Maria.

“Masukan seperti biasa ya Mar, anak - anak sedang berkunjung.” Ucapnya sebelum ia masuk ke dalam ruang meeting

Maria hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ia langsung memberitahu ke Icha untuk memasukan tagihan anak angkat Alice ke tagihan Alice.

Alice sangat terkejut melihat Liam dan Lillian sudah ada di ruangannya, ia melihat pergelangan tangannya untuk melihat waktu.

“Ini sudah jam berapa anak - anak? Kenapa tidak langsung pulang?” Tanya Alice pada anak kembar itu yang menunggunya di dalam ruangannya selama hampir 4 jam

Liam dan Lillian langsung menoleh ketika mendengar suara Alice.

“Mami!!!” Seperti biasa Lillian selalu heboh saat melihat Alice

Alice tersenyum melihat kehebohan Lillian, Liam langsung berjalan ke arah Alice yang sedang berdiri di depan pintu di ikuti oleh Lillian. Mereka berdua langsung memeluk Alice.

“Kami rindu banget sama mami, padahal baru sebulan tapi serasa seabad enggak ketemu mami.” Ucap Lillian sambil memeluk Alice

“Kamu ini.. dulu aja betah banget sampe berbulan - bulan perginya. Padahal kalian juga sibuk sekolah, mami kalian lagi sibuk kerja juga.” Ucap Alice

Mendengar apa yang di katakan Alice membuat mereka berdua jadi merasa bersalah. Alice hanya tersenyum melihat keterdiaman mereka.

“Sudah - sudah, ini mau jam 6 sebaiknya kalian pulang ya.. istirahat besok mau sekolah jangan buat nenek dan oma kalian khawatir.” Ucap Alice sambil mengelus punggung kedua anak kembar itu.

Mendengar apa yang di katakan Alice membuat anak kembar itu melepaskan pelukannya dan menganggukan kepalanya dengan pelan. Walaupun mereka masih belum terpuaskan rindunya, namun apa yang di katakan Alice benar.

“Yuk.. mami antarin sampai mobil.” Ajak Alice sambil menarik tangan Lillian untuk ikut keluar bersamanya. Di susul dengan Liam yang berjalan di belakang mereka.

Sesampainya di mobil, kedua anak kembar dan Alice di buat terkejut oleh Carlos yang sudah menunggu di dekat mobil yang membawa anak - anaknya. Namun Alice tidak menghiraukan sang ayah dari anak angkatnya itu.

Kedua anak kembarnya juga masih kecewa dengan papanya, jadi mereka hanya berbicara sebentar lalu mereka pulang. Ketika Alice ingin kembali masuk, Carlos langsung bergegas memegang tangan Alice untuk menghentikannya.

Alice melihat tangannya di pegang langsung cepat - cepat di lepaskan.

“Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan pak Carlos, sikap anda sudah membuat saya mengerti dan kita tidak punya urusan apa pun lagi.” Ucap Alice.

“Jangan memakai anak - anak anda sebagai alat untuk anda bisa berinteraksi dengan saya, saya hanya akan berinteraksi dengan ibu Mayang dan ibu Gisella untuk urusan si kembar.” Ucap Alice lagi.

Tanpa menunggu jawaban dari Carlos, Alice langsung kembali ke ruangannya dan membereskan semua barang - barangnya karena ia ingin pulang, ia juga menelepon supirnya agar menjemputnya lewat pintu belakang restoran.

Karena ia tahu Carlos pasti akan menunggunya, ia tidak ingin Carlos memanfaatkan waktunya menunggu supir di manfaatkan oleh Carlos.

Ketika ia sudah di jalan, Maria mengabarkan bahwa Carlos masih menunggunya di depan restoran. Alice meminta tolong kepada Maria untuk segera memberitahukan Carlos jika dia sudah pulang.

‘Untuk apa lagi kamu datang lagi? Waktu kamu pergi itu sudah memberikan aku jawaban jika kamu bukan laki-laki yang baik.’ Ucap Alice dalam hati.

Sesampainya di rumah ia langsung mandi dan makan, kemudian ia melihat ponselnya berdering. Alice tersenyum melihat siapa yang menelepon.

“Halo kak Nathan, tumben telepon ada apa?” Tanya Alice penasaran.

Di seberang sana Alice mendengar helaan napas sang kakak..

“Tolong ya adik kakak yang cantik dan pintar, jangan lagi bertemu dengan keluarga Ibu Gisella itu lagi.” Jawab Nathan.

Alice terkejut mendengar kakaknya yang biasa hanya mengamati dalam diam akhirnya buka suara.

“Ada apa kak? Kenapa tiba - tiba-tiba seperti ini?” Tanya Alice penasaran.

“Kakak tidak ingin kamu kecewa untuk kesekian kalinya lice.” Jawab Nathan.

Mendengar apa yang di katakan oleh Nathan membuat Alice semakin penasaran dan perasaannya tidak enak.

“Ada apa kak?” Tanya Alice

“Ketika dia berhasil menyakinkan kamu, jika kalian menikah –.” Jawab Nathan, tapi ia tidak sanggup untuk melanjutkan pembicaraan itu.

Sementara Alice sudah sangat penasaran dengan perasaannya yang tidak menentu.

“Lalu apa kak? Kenapa diam saja?” Tanya Alice mendesak Nathan untuk kembali melanjutkan percakapannya.

Nathan menghela napasnya pelan, ia tahu jika ia memberitahukan Alice, Alice akan semakin kecewa. Tapi jika tidak di beritahu, Alice akan luluh dengan laki - laki itu dan menderita hidup dengan laki - laki itu.

“Jika kalian sampai menikah, laki - laki itu tidak ingin kamu hamil anaknya. Karena dia tidak ingin kamu seperti mama anak kembarnya.” Jawab Nathan

Alice terkejut apa yang di katakan oleh Nathan.

“Jadi dia pergi bawa anak - anaknya karena tidak ingin aku bernasib sama dengan mama si kembar.. jika begitu, kenapa dia gencar banget menyakinkan aku.. ketika aku sudah yakin, dia malah pergi.” Ucap Alice

Alice memang kecewa dengan kepergian mereka, dan jika mereka menikah ia tidak ingin mempunyai anak, Alice memang sayang dengan anak kembar itu. Tapi sebagai perempuan ia juga ingin mempunyai anak dari rahimnya sendiri.

Alice tahu jika Carlos sedang trauma, tapi jika dia masih trauma jangan memulai hubungan baru yang serius.. Karena itu akan menyakiti semua keluarga.

“Makanya kakak tidak ingin kamu berhubungan dengan mereka lagi, om Indra dan Kelvin juga tidak ingin Carlos mendekati kamu. Jika memang dia benar - benar cinta sama kamu, obati dulu traumanya terlebih dahulu.” Ucap Nathan

“Kakak memberitahukan kamu tentang Carlos ini bukan untuk menambah rasa kecewa kamu. Tapi karena abang tahu perasaan kamu ke Carlos gimana. Jika suatu saat dia berhasil membuat kamu luluh, bantu dia untuk keluar dari traumanya. Jika dia tidak mau keluar dari traumanya cuma kamu yang tahu apa yang harus di lakukan.” Ucap Nathan lagi

Alice hanya bisa diam karena tidak tahu harus berkata apa, Nathan sudah mematikan sambungan teleponnya. Alice masih berpikir keras, ‘apa aku harus membantunya? Apa aku benar - benar yakin dengannya? Apakah aku akan luluh dengan perjuangannya yang baru dia mulai hari ini?’ Alice bertanya - tanya dalam hatinya.

Alice merasa pikirannya terasa berisik dengan pemikirannya sendiri tentang dirinya dan Carlos. Alice memang sudah memiliki perasaan yang sama dengan Carlos. Tapi dengan Carlos pergi membuat Alice kembali ragu dengan perasaan Carlos kepadanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!