NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Menghabiskan uang!

Sebuah pemandangan yang langka, bahkan terlalu langka yang membuat Ayuna, yang baru masuk ke dalam rumah kakaknya pagi itu, mendadak berdiri diam di tempatnya. Tatapan matanya tak beralih dari objek di meja makan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Rasanya masih menjadi mimpi bahwa Geanetta duduk satu meja dengan pria yang tidak pernah menerimanya selama ini, ayahnya.

Tidak mau kehilangan momen langka itu, gadis yang sudah berpakaian rapi itu buru-buru mengeluarkan ponsel, memotret kebersamaan keluarga baru tersebut.

"Sampai kapan kau mau berdiri di sana terus?" tanya Gallelio datar saat menyadari adiknya berani memotret mereka.

Ayuna mencebikkan bibirnya sebentar, lalu tersenyum dan melangkah mendekat. "Sepertinya dunia ini benar-benar mau kiamat," ujar gadis itu sambil duduk di samping Geanetta. "Iya nggak, Kakak Ipar?" tanyanya pada Aurin, yang hanya diangguki oleh gadis itu.

"Kenapa kiamat? Kamu sudah mendalami ilmu ramalan sekarang?!" tanya Gallelio serius.

"Hais, gen milenial memang tidak akan mengerti jokes. Maklum, umur tidak bisa bohong!" jawab Ayuna, meraih piring dan ikut makan bersama mereka meskipun sudah makan dari rumah tadi.

"Aurin, masakanmu selalu enak," puji Ayuna, membuat Aurin hanya tersenyum simpul.

"Oh iya, Kak, hari ini aku ajak Kakak Ipar keluar ya," lagi-lagi kedatangan Ayuna mencairkan suasana meja makan yang sejak tadi canggung.

"Hm, ke mana?" tanya Gallelio.

"Tidak perlu kepo, emang ke mana lagi urusan perempuan kaya kalau nggak belanja?"

"Boleh, stok susu Aurin sudah mulai habis."

Uhukkk!!

Aurin terbatuk, langsung meraih gelas minumannya, menegaknya hingga tandas. Wajahnya memerah mendengar itu. Sedangkan Ayuna hanya melipat bibir menahan tawa, sementara Gallelio menatap heran karena merasa tidak ada yang salah dari kalimatnya.

"Maaf... maaf Tu—" kalimat Aurin terpotong saat Gallelio menatapnya tajam. Ia tidak ingin Ayuna mendengar panggilan gadis itu terhadapnya.

"Kakak Ipar juga beli seragam."

Aurin meletakkan sendoknya, menatap Ayuna diam. Dua minggu ia melupakan sekolahnya. Lebih tepatnya tidak ingin kembali karena tidak mau bertemu Delon, dan juga Clara yang sudah pulang.

Setelah makan, Gallelio menyerahkan salah satu kartu kreditnya untuk mereka belanja nanti. Ayuna tidak mau rugi, selagi memiliki alasan untuk memeras kakaknya, akan ia lakukan.

.

.

.

Setelah mengantar Anet ke sekolah pagi itu, Ayuna mengajak Aurin ke kafe miliknya sebentar untuk menikmati kopi, sebelum melanjutkan ke tempat perbelanjaan.

"Kakak Ipar, ambil saja mau yang mana, jangan bingung begitu!" ujar Ayuna yang paling semangat.

Aurin menggigit bibir bagian dalamnya, canggung. Ini pertama kalinya ia keluar ke tempat perbelanjaan yang seluruh label barangnya memiliki harga di luar nalar baginya yang tidak pernah menyimpan uang. Setiap kali menginginkan sesuatu, hatinya menjerit tertahan. Ia ingin menangis karena harganya sangat mahal, hingga Ayuna gemas sendiri dan mengambil semua apa yang dilihat Aurin.

"Sepatu yang warna hitam atau putih?!" tanyanya lagi.

"Em..."

"Dua-duanya saja deh!" Ayuna yang bertanya, berakhir dijawab sendiri melihat keraguan kakak iparnya.

"Begini, Kakak Ipar, kamu tidak perlu memikirkan harga. Nanti kalau Kak Gallel melihat pengeluaran kartunya lebih banyak daripada belanjaan Kakak Ipar gimana? Dia akan mengamuk!" ujar Ayuna yang tidak dipahami oleh Aurin.

"Emang bisa begitu?!"

"Bisa saja. Aku juga mau memeras ceritanya, jadi ayo belanja yang banyak, biar aku bisa melipatgandakan harganya nanti. Masa aku doang yang belanja banyak padahal tadi aku bilangnya mau belanjain Kakak Ipar, makanya dia kasih kartunya!"

Emang beneran begitu? tanya Aurin pada dirinya sendiri, tidak percaya bahwa Gallelio memberi kartunya karenanya.

Ya sudah, hitung-hitung bayaran bekerja dua minggu ini, yakin Aurin pada dirinya sendiri, mulai memilih barang-barang yang ia mau.

Dari sepatu, tas bermerek, alat makeup, hingga pakaian yang jumlahnya sangat banyak. Ia mencobanya satu-satu lalu diperlihatkan pada Ayuna sebagai juri mendadak. Setiap kali Aurin keluar dari ruang ganti, Ayuna diam-diam memotret lalu mengirimkannya kepada Gallelio sekadar mengganggu pekerjaan pria itu.

Paperbag di tangan keduanya sudah sangat banyak. Tapi Ayuna belum selesai, ia membawa Aurin ke toko elektronik.

"Kak Yuna mau beli laptop?" tanya Aurin sudah tidak canggung lagi.

"Bisa nggak panggilnya Yuna saja? Tidak enak dengarnya," ujar Ayuna yang merasa tua saat gadis yang statusnya kakak ipar memanggilnya kakak. "Ini bukan buat aku, tapi kamu."

"Aku lagi?!" tanya Aurin menunjuk dirinya sendiri.

"Iya, kamu butuh laptop untuk homeschooling sebelum benar-benar siap kembali ke sekolah. Papa juga sudah terlanjur memberi keterangan ke guru bahwa kamu libur selama satu bulan ke depan!" ujar Ayuna.

Aurin terpaku sesaat. Rasanya tidak menyangka, bahkan ia sendiri bingung sekarang sekolahnya lanjut atau tidak, tapi keluarga barunya itu sudah bergerak tanpa ia minta. Ia terharu dengan kasih sayang mereka, tapi ingatannya kembali pada makian Gallelio kemarin yang menyebutnya sebagai jalang yang berhasil membuat keluarga pria itu menurut.

Dan pada akhirnya, Aurin hanya ikut. Membiarkan Ayuna memilih merek laptop dan ponsel untuknya.

*********

Di meja kerjanya, Gallelio terus terusik dengan notifikasi di ponsel yang mengganggu sejak tadi. Dari pesan WhatsApp sang adik yang terus mengirim foto-foto Aurin, sampai notifikasi pengeluaran kartu kreditnya.

"Dua ratus juta lebih, mereka belanja apa saja?" gumam Gallelio menatap pengeluaran yang menurutnya tidak sedikit, meski segitu juga kecil baginya.

Lalu sebuah foto motor dikirim Ayuna.

Ini ya, Kak. Ayuna jujur nih, tadi belanjanya banyak.

"Motor buat apaan?" gumam Gallelio lagi, heran. mengirim pesan ke adiknya.

Kata Kakak Ipar, dia tidak mau pakai mobil kalau ke sekolah, jadi Ayuna belikan motor saja. Nanti Kakak cari orang yang bisa bawa motor ya, untuk antar jemput Kakak Ipar, pesan Yuna lagi.

Gallelio mendelik membacanya. "Dasar miskin, lebih memilih motor daripada mobil!" ujar Gallelio tanpa sadar. Sebuah senyum tipis tercetak di bibirnya.

"Revan, ke ruangan saya!" Gallelio memanggil asistennya lewat interkom. Tidak lama kemudian, pria itu masuk ke dalam ruangannya.

"Tuan memanggil saya?"

"Iya." Gallelio menyender sebentar di kursinya. "Carikan seseorang yang bisa bawa motor."

Revan mengernyit bingung. "Yang bisa bawa motor, untuk apa, Tuan? Tuan mau belajar bawa motor? Saya bisa ajarkan," jawabnya polos.

Tatapan Gallelio langsung terangkat tajam. "Ck, bukan untuk saya! Carikan saja, jangan banyak tanya. Dan suruh mulai bekerja di rumah mulai minggu depan!" lanjutnya dingin sebelum kembali fokus pada pekerjaannya.

Revan masih berdiri beberapa detik dengan wajah bingung. Namun melihat Gallelio yang sudah kembali sibuk dengan laptop dan berkas di depannya, pria itu akhirnya memilih keluar tanpa bertanya lagi, meski kepalanya penuh tanda tanya tentang kenapa bosnya tiba-tiba membutuhkan orang yang bisa membawa motor.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
ChaManda
keluar kandang kucing, masuk kandang mancan ini mah ☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Biar Aurin ada kerjaan aja sih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!