NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Terjebak Friendzone Mewah

...

Malam sebelum Gala Dinner yang dinanti-nantikan, penthouse Arkeas terasa lebih sunyi dari biasanya. Alisya sudah terlelap setelah sesi "perang bantal" yang melelahkan tadi pagi. Zolla duduk di balkon, menatap lampu-lampu Jakarta yang berkelap-kelip, sambil memutar-mutar smartwatch pemberian Arkeas di pergelangan tangannya.

Pikirannya sedang traveling. Ucapan Arkeas yang bilang dia "pencapaian terbaik" atau "rumah" terus berputar seperti kaset rusak.

"Zol, jangan geer," gumam Zolla pada dirinya sendiri. "Dia itu CEO. Dia itu duda. Dia butuh asisten yang telaten sama anaknya. Mungkin dia cuma nyaman karena ada lo yang bisa diajak bercanda, bukan karena dia cinta lo sebagai cewek."

Zolla menghela napas berat. Ia merasa seperti karakter di film romantis yang terjebak di grey area. Nyaman itu jebakan, tapi cinta itu taruhan. Dan Zolla takut kalah taruhan.

...🌹🌹🌹...

Langkah kaki yang tenang terdengar mendekat. Arkeas muncul dengan kaos hitam polos dan celana pendek—penampilan santai yang justru makin memperlihatkan auranya yang mahal. Ia membawa dua gelas susu hangat, satu ia sodorkan pada Zolla.

"Belum tidur? Besok kamu harus bangun pagi buat sesi makeup," tanya Arkeas, ikut bersandar di pagar balkon, tepat di samping Zolla.

"Lagi pengen liat bintang, Mas. Meskipun bintang di Jakarta cuma lampu apartemen orang," jawab Zolla berusaha santai.

Arkeas melirik Zolla. Ia menyadari ada yang beda dari raut wajah asistennya itu. "Kamu lagi mikirin apa? Gala besok? Takut salah pakai garpu?"

Zolla tertawa kecil, tapi tawanya nggak sampai ke mata. "Mas... saya boleh tanya sesuatu yang agak serius nggak?"

Arkeas meletakkan gelasnya, memberikan atensi penuh pada Zolla. "Tanya saja. Selama bukan tanya soal kenaikan gaji dua ratus persen."

"Mas..." Zolla menjeda, menatap matanya sendiri yang terpantul di gelas susu. "Mas Arkeas... Mas baik sama saya, Mas posesif sama saya, Mas bahkan manja kalau lagi sakit... itu karena Mas emang 'butuh' saya sebagai asisten Alisya, atau karena Mas... ya, Mas tahu maksud saya."

Hening sejenak. Angin malam bertiup pelan, memainkan anak rambut Zolla. Arkeas tidak langsung menjawab, yang makin bikin Zolla merasa ingin menghilang dari muka bumi.

"Maksud kamu, apakah saya cuma merasa nyaman karena kamu pinter urus rumah?" Arkeas memperjelas pertanyaan itu dengan suara rendahnya yang bikin merinding.

"Iya. Jujur aja, Mas. Saya nggak mau salah baca vibe. Saya nggak mau baper sendirian sementara Mas cuma nganggep saya 'penyegar suasana' di penthouse ini."

...🌹🌹🌹...

Arkeas memutar tubuhnya, kini ia menghadap Zolla sepenuhnya. Ia meraih tangan Zolla, menggenggamnya dengan jemari panjangnya yang hangat.

"Zolla, dengar saya baik-baik," Arkeas menarik napas panjang. "Nyaman itu fondasi. Saya memang nyaman sama kamu. Sangat nyaman. Tapi kalau saya cuma butuh orang buat urus Alisya, saya bisa sewa sepuluh suster profesional yang nggak akan protes kalau saya blokir nomor cowok lain."

Arkeas mendekat, mengikis jarak hingga Zolla bisa mencium aroma sabun mandinya yang maskulin. "Saya nggak akan buang-buang waktu buat cemburu sama fotografer nggak jelas kalau saya cuma butuh asisten. Saya nggak akan narik kamu ke pelukan saya pas saya bangun tidur kalau saya cuma butuh 'kenyamanan' rumah tangga."

"Tapi Mas nggak pernah bilang... 'itu'," cicit Zolla.

Arkeas tersenyum miring—senyum yang penuh misteri tapi sanggup meluluhkan pertahanan Zolla. "Saya ini pengusaha, Zol. Saya lebih suka menunjukkan lewat action daripada cuma kata-kata yang bisa hilang ditiup angin. Bagi saya, cinta itu bukan cuma diucapkan, tapi 'diinvestasikan'."

Ia mengangkat tangan Zolla, mencium punggung tangan itu perlahan sambil menatap mata Zolla lekat-lekat. "Besok malam, di depan semua orang, saya akan tunjukkan investasi saya itu ada di mana. Jadi, berhenti overthinking. Jantung kamu detaknya kencang banget, jamnya getar terus nih."

Zolla tersipu hebat. "Mas Arkeas mah! Selalu aja jamnya dijadiin barang bukti!"

...🌹🌹🌹...

"Sekarang masuk. Tidur," perintah Arkeas, tapi kali ini nadanya sangat lembut. Ia mengacak rambut Zolla pelan. "Dan satu lagi... berhenti nanya apakah saya sayang sama kamu. Pertanyaan itu bikin saya ngerasa gagal jadi laki-laki karena belum bisa bikin kamu yakin sepersen pun."

Zolla berjalan masuk ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk. Jawaban Arkeas tadi sebenarnya belum menjawab secara gamblang "Aku cinta kamu", tapi sukses bikin Zolla merasa jadi satu-satunya cewek di dunia ini yang punya "saham" di hati sang CEO.

Ia merebahkan diri di kasur, menatap langit-langit kamar. "Investasi ya? Berarti gue aset berharga dong buat dia?"

Tiba-tiba ponselnya berdenting. Satu pesan singkat dari Arkeas yang bikin Zolla makin nggak bisa tidur.

Arkeas: "Besok malam, kamu dilarang pakai parfum lain selain yang saya kasih. Saya mau wangi kamu cuma boleh 'nyambung' sama wangi saya. Jangan sampai ada 'bau' nyaman yang dibagi-bagi ke orang lain. Paham?"

Zolla menenggelamkan wajahnya di bantal sambil menendang-nendang udara. "DASAR CEO POSESIF! GUE BENERAN KENA GHOSTING PERASAAN SENDIRI GARA-GARA LO, MAS!"

...

(Bersambung ke Episode 30...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!