"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 Bertemu Nenek
Aku mengemudi ibu duduk di sebelah ku bude di kursi belakang mereka bercerita seperti nggak ketemu selama setahun rupanya simpanan cerita mereka banyak banget jadi nggak akan habis di ceritakan
" Nis kata pakde kalau kamu beli sawah biar pakde yang menggarap nanti bagi hasilnya gimana gitu " kata bude
" Itu Nisa beli buat adeknya bude biar dia jadi juragan Amina untuk menggarap atau lainya biar juragan Amina yang mengatur" jawabku sambil terkekeh
" Aduh adekku akhirnya jadi juragan Amina jadi aku kakaknya juragan masih tinggi aku" jawab bude sambil terkekeh
" Sudah Sampai sekarang kalian belanja jangan bertengkar aku tunggu di sini saja" kata ku
Aku menunggu mereka belanja berdua aku melihat perkembangan game ku dan juga ah pruduk digital ku ternyata lumayan bisa buat biaya hidup yang banyak adalah hasil kerja di mbak Maura aku kerja sejak semester dua waktu itu di ajak mbak Maura kakak tingkat ku kalau di hitung sudah tiga tahun dan hasilnya sangat banyak dari situ, biaya kuliah selalu dapat bea siswa tabungan ku sangat banyak kerena aku nggak pernah neko neko beli baju atau tas juga skincare semua di belikan mas Bayu dulu semeter awal pernah kerja di toko komputer ternyata waktunya sulit di sambi sambil kuliah jadi lebih baik maksimalkan membuat game saja
Aku duduk di belakang kemudi sambil lihat scrol hp loh ada cilok bang Jupri lewat aku pangil saja beli sepuluh ribu di kasih saus kacang dan sambel sedikit saja
" neng tambah Cantik saja bang Jupri sampai pangling beneran semakin cantik sekarang tapi kok masih mau cilok bang Jupri ya" kata dia
" kan cilok bang Jupri langganan aku dari dulu waktu SMK" jawabku
Aku kembali ke mobil sambil makan cilok bang Jupri ya biasa aku jajan sejak dulu dai biasa mangkal di depan SMK tempat aku sekolah. Ibu dan bude datang mereka membawa belanjaan dari tasnya masing masing kemudian aku buka kan pintu mobil buat mereka ibu masih ingin berhenti di toko sembako di pojok pasar dan aku menghentikan mobil ku dekat toko tersebut menunggu mereka belanja tiba tiba di sebrang jalan ada kerumunan aku di datangi bapak bapak
" Mbak tolong ada nenek nenek keserempet motor tolong bawa ke puskesmas ya" kata dia
" Iya pak bawa ke sini di gotong saja" jawabku kemudian ibu dan bude aku panggil ternyata mereka sudah selesai belanja dan kami kaget ternyata itu nenek Bira ibunya ayah, ibu duduk di belakang sambil memangku nenek aku dan bude di depan mobil aku jalankan ke arah puskesmas ibu memangku sambil membangunkan nenek biar sadar aku kasih minyak kayu putih di hidung nya bapak bapak yang tadi ikut juga mengantar sebagai saksi karena aku takut kalau nanti salah paham di kira aku yang menabrak
Sampai di puskesmas aku telephon mas Bayu biar dia saja yang urus aku malas berhubungan dengan keluarga ayah sebelum mas Bayu datang tuh datang kan ayah sama Tante gundik ayah marah marah
" Punya mobil baru nggak bisa mengemudi sok sok nabrak kan mana yang di tabrak neneknya sendiri" kata ayah tiba tiba, bapak tadi katanya keluar sebentar
" Eh jangan asal nuduh kamu Anisa cuma nolong orang keserempet mobil kok kamu nuduh macam macam" kata ibu nggak terima
" Lagian punya ibu di biarkan keluyuran di pasar sendiri keserempet motor malah nuduh yang menolong ayo pulang saja" kata bude
" Ayo bude Nisa juga malas ketemu para pengkhianat" jawabku
" Nisa jangan jadi anak durhaka kamu ayahmu menegur kamu dengarin dong masak kamu tingal begitu saja dasar jelek dekil" kata Bu Sayekti
" Oh ya Tante gundik yang cantik yang mengunakan kecantikanya buat merebut suami orang hingga menghancurkan keluarga nya" jawabku sarkas
" Bu bukan dia yang menabrak dia itu menolong nenek itu pakai mobil ya jangan salah paham" kata bapak tadi
Mas Bayu datang ibu dan bude juga mendekat malah bude ingin menampar Tante gundik
" Mas itu urus Tante gundik ayah dan nenek masak Anisa yang menolong nenek di bawa kesini eh mereka menuduh Anisa yang menabrak bapak itu saksinya dan yang menabrak bukan aku " kata ku menjelaskan
Kemudian dokter datang memangil keluarga nenek ayah pun masuk ke ruangan dimana nenek di beri tindakan sedangkan bude masih menantang Tante gundik aku jadi tersenyum mereka beradu argumentasi
" Mas aku pulang dulu takut pertengkaran makin menjadi itu mereka masih berdebat mas tadi kesini naik apa" tanya ku pada mas Bayu
"Mas bawa sepeda motornya pakde yang bisa di pakai ke sawah iya sudah kamu pulang saja bawa ibu dan bude" kata mas Bayu
Kami pun pulang bude sama ibu aku suruh naik ke mobil biar segera Sampai di rumah sebenarnya kalau aku biarkan pasti Tante gundik kalah di keroyok dua kakak beradik sedangkan aku puas melihatnya mereka masih berbincang dengan marah di dalam mobil karena aku mau saja diminta tolong mengantar nenek yang keserempet mobil
" Sudah sampai sana cepetan masak pakde lapar" kata ku pada bude
" Kan pakdemu sudah sarapan tadi pagi sebelum ke pasar bude goreng otak otak yang dari kamu tadi rasanya ingin memukul si gundik mumpung ada kesempatan" kata bude
" Sudah sabat Anisa nggk kenapa napa kok kan biasa di hina" jawabku dengan santai
Kami berpisah di halaman bude pulang ke rumah nya ibu juga masuk sama aku pakde memberikan kunci rumah yang mas Bayu titipkan aku segera membuka pintu kemudian membantu ibu membawakan belanjaan nya
" Mereka di tolong bukannya berterima kasih tapi malah menuduh dan menghina kalau tidak di puskemas sudah ibu hajar biar tahu rasa" kata ibu
" Minum Bu biar dingin" kata ku sambil mengbilkan air minum untuk ibu yang duduk di ruang tamu belanjaan aku bawa ke dapur dan ibu ikut ke dapur sambil membongkar belajaanya aku sarapan di meja makan dengan otak otak bandeng dan sambel bawang bikinan ibu sepetinya mas Bayu juga sudah sarapan kerena nasinya sudah berkurang juga sambelnya
" Ayo Bu sarapan biar tenaga ibu pulih habis bertengkar" kata ku
ibu pun mengambil piring dan sarapan malah sambelnya di tambah kecap nasinya pulen jadi enak banget selesai sarapan ibu menata belajaan yang kering di taruh di lemari dan yang basah di taruh di kulkas
" Ibu nggak usah masak istirahat saja capek habis bertengkar" kata ku sambil tersenyum
" Bude mu itu galak banget tadi kalau di teruskan habis si Sayekti" kata ibu sambil tertawa
Mas Bayu datang dia bercerita ayah minta maaf salah menuduh nenek juga mengucapkan terima kasih pada kalian Tante gundik juga minta maaf
" kalau nggak ada mas mungkin tadi sudah terjadi huru hara dan pasti mereka kalah" kata ku menjelaskan
" Ayah Cemen nggk akan berani sama ibu dan bude" kata ku sambil terkekeh
" Mas sudah sarapan itu bawa apa" tanya ku
" Bawa es campur langganan mas dulu yang jual dekat puskemas" kata dia sambil membuka bungkusan yang dia bawa
Kami minum es campur buar suasana menjadi dingin habis kepanasan sekarang segar dan dingin.
Bersambung ......