Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Hebat
Untuk sesaat Billy hanya bisa terpaku pada satu wajah yang selama menyiksanya karena rindu. Begitu juga Kiara. Senyum yang tadi tersipu malu berubah kaku karena tatapan Billy padanya. Iapun juga menikmati pahatan tampan wajah yang hampir membuatnya gila.
"Benarkah kamu Kiara," Billy mendekati Kiara mencoba menyentuh pipi Kiara yang terlihat sedikit tirus namun tidak mengurangi kecantikannya.
"Ya. Ini aku Billy. Aku datang kepadamu dengan masih menyandang status gadis. Hari itu aku tidak jadi menikah karena bantuan ayahku yang menggagalkan pernikahan secara paksa itu," jelas Kiara agar Billy tidak salah paham atas kedatangannya.
Saking senangnya, Billy spontan memeluk Kiara. Ia membawa tubuh ramping itu ke dalam pelukannya sambil menangis haru. Kiara juga ikut menangis karena sangat merindukan pria tampan itu.
"Maafkan aku karena tidak langsung datang padamu karena hari itu aku jatuh sakit," ucap Kiara masih berada dalam pelukan Billy.
Billy merenggangkan pelukannya sedikit untuk menatap wajah Kiara." Kamu sakit apa, sayang? apakah sudah diobati? di mana yang sakit? kenapa tidak menghubungiku?" cecar Billy terlihat sangat cemas mendengar penjelasan Kiara.
Kiara tersenyum lalu mencium punggung tangannya Billy karena gemas." Bagaimana aku mau mengatakan padamu jika ponselmu saha tidak aktif lagi seakan kau ingin membungkus dari hidupmu. Secepat itukah kau ingin melupakan aku?" ucap Kiara sambil menatap dalam mata Billy yang terus saja menangis.
Pelan-pelan pria itu kembali memeluknya. " Maafkan aku sayangku...! bagaimana bisa aku melupakanmu. Kau terlalu berarti daripada nyawaku. Melihatmu menjadi milik orang lain hingga membuatku ingin melenyapkan diriku sendiri jika aku tidak ingat Allah. Imanku yang mencegahku perbuatan terkutuk itu. Terimakasih sudah kembali kepadaku, sayang. Aku sangat mencintaimu Kiara," ucap Billy lalu melepaskan pelukannya pada Kiara begitu mengingat kata iman.
"Maafkan aku Kiara...! aku sudah lancang memelukmu karena terlalu sangat merindukanmu," ucap Billy tampak gugup.
"Tidak apa Billy. Kita melakukannya karena sama-sama rindu. Ngomong-ngomong kenapa kamu tadi marah-marah? apakah ada masalah pada perusahaanmu?" tanya Kiara.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku, Kiara. Kamu sakit apa?" tanya Billy lagi.
"Sakit yang belum sempat aku obati. Sakit yang seharusnya aku lakukan sebelum pulang ke Indonesia. Tapi alhamdulillah sekarang tidak ada lagi penyakit itu. Aku sudah dinyatakan sehat secara medis dan kabar baiknya aku tidak akan mandul," jelas Kiara.
"Kalau begitu harus dibuktikan persyaratan dokter itu," ucap Billy terdengar ambigu.
"Maksudmu apa..? apakah aku harus periksa lagi kesehatanku di sini?" tanya Kiara belum paham dengan maksud Billy.
Billy mendekati wajahnya dikuping Kiara lalu membisikkan sesuatu hal yang nakal pada Kiara.
"Cukup mengisi perutmu dengan bayiku," Kiara membelalakkan matanya lalu mencubit perut Billy yang langsung ngakak. Wajah Kiara memerah seperti kepiting rebus. Suara tawa Billy langsung pecah karena sudah berhasil menggoda Kiara yang dianggapnya masih terlihat polos itu.
Marco yang mendengar canda tawa di dalam sana merasa sangat lega. Ia menghela nafas sambil mengusap dadanya. Ia tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya lalu melangkah pergi meninggalkan Billy dan Kiara yang sedang melepaskan rindu.
"Sebahagia itukah orang yang sedang dilanda asmara?" batin Marco.
Pamela langsung mencegah langkah Billy yang ingin masuk ke ruang kerjanya." Tunggu tuan Marco..!" memegang lengan Marco yang menatapnya datar.
"Ada apa Pamela..?" tanya Marco.
"Siapa wanita itu? kenapa tuan Billy begitu takjub menatapnya penuh cinta pada gadis yang berpenampilan aneh itu?" tanya Pamela dengan bahu bergidik.
"Jaga ucapanmu Pamela kalau masih membutuhkan pekerjaanmu dan jangan sekali-kali menghina wanitanya tuan Alkantara. Urus saja pekerjaanmu," Marco membuka pintunya lalu masuk dengan cepat menghindari tatapan kaget Pamela.
"Wanitanya tuan Billy? kenapa harus wanita aneh itu? kenapa tidak memilihku," Pamela berjalan sambil menghentakkan kakinya dengan wajah geram karena cemburu.
Kiara kembali serius menanyakan permasalahan yang dihadapi oleh Billy. Billy menjelaskan apa yang terjadi dengan perusahaannya saat dia lengah terlalu memikirkan pernikahan Kiara dengan Evert saat itu.
Kiara mulai melihat titik permasalahannya melalui laptop milik Billy. Kiara mengamati beberapa dokumen rahasia perusahaan yang sedang diretas oleh peretas misterius. Kiara menekan beberapa kode yang ia masukkan secara acak untuk menemukan sang pelaku.
"Sepertinya orangnya sangat ahli saat meretas keamanan dokumen perusahaan. Tapi aku bisa melacaknya dengan mudah. Ayo kita lihat siapa yang mencoba menghancurkan perusahaan kekasihku," ucap Kiara terdengar jenaka dikuping Billy yang tersenyum bangga bahwa dirinya adalah milik Kiara.
Wajah Kiara seketika menegang saat melihat akun yang meretas dokumen rahasia perusahaan. Billy melihat perubahan wajah Kiara.
"Ada apa sayang?"tanya Billy bertepatan dengan masuknya Marco dan OB yang mengantarkan cemilan dan minuman untuk pasangan ini. Kiara tidak langsung menjawab. Ia tidak ingin Marco dan OB itu mendengar ucapannya.
Seakan mengerti apa yang terjadi pada Billy dan Kiara, Marco mengajak OB itu meninggalkan pasangan itu.
"Yang meretas dokumen perusahaanmu adalah orang yang sama yang menukar identitas paspor aku saat itu," ucap Kiara.
"Maksudmu ini adalah jaringan mafia yang bekerjasama dengan Amanda dimana mereka adalah otak pembunuhan kakakku?" tanya Billy.
"Iya Billy dan orang itu justru bekerja di gedung putih karena saat ini dia sedang ada disana sekarang karena tempat itu paling aman penjahat berdasi beraksi. Mereka sengaja ingin membuatmu bangkrut dengan begitu kasus kematian kakakmu dianggap kasus dingin karena tidak menemukan pembunuh sebenarnya. Cara itu untuk memutuskan rantai pembunuh yaitu orang yang punya motivasi besar untuk melenyapkan orangtuanya Anabel," jelas Kiara.
"Kurangajar. Apakah kamu bisa memasukan virus ke komputernya dan menjebak dia agar bisa menunjukkan siapa pelakunya itu?" tanya Billy.
"Tentu saja aku bisa. Tapi aku ingin menangkap basah dirinya saat dia sedang beraksi," ucap Kiara.
"Maksud kamu kita harus ke gedung putih?" tanya Billy.
"Yah, itu adalah satu-satunya cara kita untuk menangkap penjahat. Dengan begitu kita bisa melacak jaringan mereka yang saling terhubung satu sama lain," ucap Kiara.
Billy mengusap dahinya. Masuk ke gedung putih sangat mudah baginya tapi alasannya apa untuk bisa masuk ke tempat itu. Itu yang sedang mengganjal pikirannya.
"Hei, kenapa kamu jadi tegang begitu?" tegur Kiara.
"Bagaimana caranya aku membuat alasan untuk bisa masuk ke sana, Kiara?" jujur Billy.
"Bisa saja asalkan kamu punya nyali untuk berhadapan langsung dengan orang-orang yang pernah punya koneksi dengan kakakmu walaupun kamu belum tahu diantara mereka siapa lawan dan siapa kawan," ucap Kiara dan Billy langsung tersenyum.
"Wow...! kamu benar-benar jenius baby. Aku bangga padamu kalau begitu kita ke sana sekarang..!" ajak Billy.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭