Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 27. Wanita licik
Joe yang awalnya sudah sangat yakin, langsung terkesiap mendengar penolakan Maura. Ini serius kalau Maura menolak penawaran bagus darinya? Padahal ia sudah sangat suka rela membagi seperempat harta serta keuntungan perusahaan. Karena ia tahu wanita di hadapannya haus akan uang.
Dimana-mana Joe yakin perempuan tidak akan pernah menolak jika berurusan dengan uang. Dan ia sangat yakin juga tidak akan mampu menolak tawaran yang luar biasa seperti ini. Yang ia berikan pada Muara dan ia jamin sekali pun wanita itu wanita baik-baik pasti akan tetap menerima tawarannya.
Apa lagi Maura yang jelas-jelas matre, tapi apa kali ini justru wanita matre ini menolaknya?
"Kamu serius? Tawaran yang aku berikan tidak main-main Loh!! dan kapan lagi kamu bisa dapat kesempatan seperti ini lagi.."rayu Joe.
Maura mengangguk mantap.
"Saya sudah tidak tertarik Bos!! Jujur saya sudah malas berurusan dengan Bos di luar kantor.. Saya sudah tidak mau terlibat masalah lagi dan walau pun saya matre tapi saya sudah tidak mau terlibat urusan yang saya yakin akan semakin panjang ini!! dan. Saya hanya menyarankan saja, Bos... Mending sudahi permainan ini.."terang Maura.
"Kamu tenang saja, Muara!! Kali ini aku jamin kamu aman..kali ini kita akan membuat perjanjian yang lengkap dengan materai!! Jadi kalau saya melakukan kesalahan disini, saya akan kena sanksi.."
"Maaf pak, kali ini ngga deh!! Saya ngga tertarik, justru uang yang Bos tawarkan tidak membuat saya hidup tenang dan jauh dari kata bahagia.."tegas Muara
Maura pun yang sudah terlanjur kesal dengan tawaran yang Joe berikan memilih untuk melangkah keluar dari ruangan itu.
Sungguh kali ini ia merasa kecewa dan tidak tertarik dengan tawaran Joe. Sudah cukup kemarin saja dia bermasalah, tapi sayangnya sebelum itu terjadi. Joe sudah menghalangi jalan Maura lebih dulu, agar wanita itu tidak bisa keluar begitu saja.
Melihat Joe menghalangi jalannya membuat manik Maura menatap tajam.
"Apaa apaa..mau apa lagi, hah?"
"Ayolah Maura aku mohon!! kamu mau jadi istri saya ya? Saya janji akan turuti semua permintaan mu, apa saja.. Dan lagi pula kita akan menikah sampai waktu tertentu, kemungkinan satu tahun atau dua tahun saja.."
"Anda tuli apa ngga sih? Kan saya bilang tadi ngga mau!!"tekan Maura dengan nada mulai tinggi.
"Maura, aku mohon pertimbangkanlah permintaan saya satu kali ini saja.. Aku benar-benar ngga sanggup lihat Mommy kecewa, kalau sampai tau kita putus!! Mommy sangat menyukai mu, aku mohon..tolong aku!!"
Entah kenapa melihat wajah pria di hadapannya membuat Maura iba, sebegitu sayangnya kah seorang Joe pada Mommy nya? Sampai ia rela mengorbankan masa depannya sendiri.
Apa setakut itu Joe kehilangan perusahaannya? Tapi wajar karena itu usaha ia bangun dari nol. Pasti ada banyak duka serta suka saat membangunnya sampai bisa bertahan dan sukses sekarang.
"Maaf banget Bos tapi kali ini saya benar-benar ngga bisa!! Tolong Bos hargai keputusan saya juga.."
"Kalau kamu ngga mau menikah dengan saya, kamu harus membayar denda dua milyar itu, bagaimana?" tekan Joe.
Maura pun terseyum tipis, ia sudah mengira bosnya pasti akan mengancam dengan cara itu.
"Saya pasti akan membayarnya Pak!! Tapi kasih saya waktu untuk melunasinya Pak.."
"Ngga Muara bukan itu, saya cuma bercanda kok!!" dengan cepat Joe meralat ucapan nya tadi.
Detik itu juga Joe bersujud di kaki Maura, membuat gadis itu terkejut dengan kelakuan Bosnya itu.
"Maura saya mohon, saya benar-benar butuh pertolongan kamu saat ini.. Saya akan kabulkan apa pun yang kamu mau!! Tapi tolong bantu saya.."
Maura mencebikkan bibirnya kesal, sosok yang ia kenal membenci dirinya kini tengah tak berdaya di hadapannya saat ini.
"Memang apa lagi yang bisa Bos berikan lagi pada saya?jika saya menerima tawaran yang Bos berikan."
Joe yang sedari tadi hanya bisa tertunduk refleks mendongakkan kepalanya. Pria itu menatap heran pada wanita di hadapannya, bukan nya ia sudah memperjelas kalau Maura akan mendapatkan seperempat harta warisannya dan juga keuntungan saham di perusahaan. Menurut Joe itu sudah cukup banyak sekali.
"Bukan nya saya sudah jelaskan akan memberikan keuntungan saham dan seperempat harta saya!! Apa itu masih kurang?"
"Jujur yang jelas kurang lah.."
Joe di buat menganga dengan ucapan wanita di hadapannya, seperempat harta serta keuntungan perusahaan masih di anggap kurang. Memberikan secara cuma-cuma hartanya saja ia masih tidak rela, apalagi harus menambahnya lagi.
Gila ini yang namanya penyakit matre stadium akhir, yang harus di sematkan pada Maura.
Dengan berat hati Joe pun hanya bisa menarik napas dan membuang kasar.
"Baiklah sebutkan saja,berapa nominal yang kau minta?"lirih Joe, hanya demi menyelamatkan perusahaannya.
"Saya ingin minta dp pembayaranya tiga milyar, bagaimana? Dan itu diluar dari mahar dan lain sebagainya ya?"jawab Maura
"Kamu gila, hah?itu tiga milyar cuma dp!! Di luar mahar nikah di tambah lagi kamu dapat keuntungan seperempat dari perusahaan dan juga harta saya!! Ck ck, gila kamu.."
Maura hanya tersenyum tipis saja, ia tidak merasa tersinggung dengan ucapan Joe.
"ini bukan hal yang gila, tapi hidup harus realistis. Bos!! Anda tau, saya pernah berjanji pada diri saya sendiri untuk menikah sekali seumur hidup.. tapi anda sudah membuat saya harus mengingakari itu semua!!"
"Satu lagi, yang jelas saya tidak mau rugi.. Karena kita tidak akan pernah akan tau, apa yang akan terjadi di ke depannya nanti..jadi sebagai antisipasi, saya meminta bayaran itu!! Jadi jika Bos keberatan, saya sih ngga masalah..jadi Bos selesaiin aja sendiri.."tambah Maura sambil menggedikkan bahunya.
Joe sejenak memejamkan matanya, tanpa sadar ia mengepalkan tangannya. Dan dia sangat menyesal sekali sudah membawa Maura ke pesta ulang tahunnya itu.
Ternyata wanita ini sungguh sangat cerdas di luar dugaannya dan tidak bisa di bohongi. Tapi bisa di bilang bukan cerdas melainkan licik dan mulutnya sangat berbisa.
Andai saja membunuh orang perbuatan terpuji dan tidak dosa, mungkin ia akan cincang-cincang wanita yang di hadapannya ini sekarang.
"Baiklah, deal.."final Joe dengan pasrah ia mengatakan hal tersebut.
Joe menyodorkan tangannya tanda sepakat dia menyetujui permintaan Maura, tapi gadis itu hanya diam tidak menyambutnya.
"Belum.."
"What? Apa lagi ini!!"
Rasanya Joe sudah hilang rasa sabarnya menghadapi wanita ini, apa lagi yang di inginkan wanita matre ini. Kalau di hitung-hitung, jelas sekali ia sudah sangat rugi. Bahkan jika dihitung keuntungan Maura sudah mencapai lima puluh persen dari harta yang ia miliki.