NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 25

Di tengah pemikiran yang sangat begitu penuh tanda tanya, Fang San memilih untuk tidak membahas itu terlebih dahulu. Ia lebih memikirkan tentang persiapan untuk memasuki Alam Rahasia yang akan segera terbuka.

Tetapi Chen Xuan, mendengar penjelasan dari gurunya, ia pun menyimpulkan bahwa tugas untuk menyalakan Sembilan Api Jiwa dari sosok misterius itu tidaklah mudah. Bahkan, jika benar peta-peta itu seperti yang dijelaskan oleh Fang San, maka Chen Xuan harus naik ke Alam Atas bahkan sekaligus mencari kebenaran akan hancurnya Alam Abadi.

"Xuan! Alam Rahasia akan segera di buka. Apakah kamu sudah siap?" tanya Fang San, memecah keheningan di saat keduanya saling terdiam.

Chen Xuan terkejut, raut wajahnya seolah-olah terbangun. Lalu, ia pun berbicara, "A— a... aku siap, Guru!" sahut Chen Xuan dengan nada yang terbata-bata.

Menghela nafas, "Baguslah! Tapi, kau harus berhati-hati terhadap sepupu mu itu. Aku merasa dia bukanlah orang yang akan menyerah begitu saja. Terlebih lagi, itu adalah keluarga Zhou, mantan Klan mu sendiri. Kau tentu tahu kekuasaan dan kekejaman Klan Zhou di Kekaisaran Api Agung itu." ujar Fang San, memperingati Chen Xuan.

"Baik, Guru, aku mengerti." sahut Chen Xuan sembari membungkukkan tubuhnya.

"Kalau begitu... bersiaplah!" ujar Fang San.

.

.

.

Beberapa saat kemudian. Saat itu, di lapangan yang luas di puncak Sekte Embun Pagi, lantai batu bata bercampur marmer putih mengkilap bagai cermin di bawah sinar matahari pagi yang lembut. Ribuan murid sekte berjubah putih suci berdiri rapi dalam formasi, hembusan angin pagi membuat ujung jubah mereka berkibar pelan seperti awan yang melayang.

Di depan barisan murid-murid itu, empat sosok berdiri bersisian dengan aura yang jelas berbeda. Mereka adalah pilar generasi muda Sekte Embun Pagi, para murid inti yang paling berbakat.

Xiao Ling'er berdiri dengan anggun, gaun orange kemerahan ketat membalut tubuhnya yang ramping namun menggoda. Potongan gaun itu dengan berani memperlihatkan dua puncak kembarnya yang montok, serta belahan kaki yang panjang dan halus, seolah menyimpan api yang siap menyala kapan saja.

Di sampingnya, Shen Mu berdiri tegar. Pakaian hitamnya yang sederhana namun kokoh menyembunyikan otot-otot kekar yang terlatih keras, dengan aksen hijau daun di beberapa bagian lengan dan pinggangnya, memberikan kesan liar seperti harimau yang sedang bersembunyi di balik dedaunan.

Chen Dong berdiri dengan sikap tenang, jubah dalamnya hitam pekat, sementara bagian luarnya berwarna merah darah yang menyala, mencerminkan sifatnya yang tegas dan penuh semangat pertarungan.

Namun yang paling menonjol di antara mereka adalah Chen Xuan.

Ia berdiri dengan postur sempurna, tubuhnya tinggi dan proporsional, bahu lebar namun tidak kaku, pinggang ramping yang ditekankan ikat pinggang emas berukir rumit. Jubah luarnya berwarna hitam pekat dengan motif naga dan awan emas yang berkilauan, sementara jubah dalamnya berwarna putih keperakan yang lembut seperti cahaya bulan, menciptakan kontras yang memukau. Setiap jahitan dan sulaman emas di jubahnya seolah hidup, mengalir mengikuti gerakannya dengan anggun.

Rambut hitamnya yang panjang dan halus sebagian diikat ke atas dengan mahkota giok biru kecil yang menyala lembut, sementara sebagian lagi tergerai indah di punggungnya, ditiup angin pagi hingga tampak seperti sutra hitam yang mengalir. Wajahnya tampan tanpa cela, alis tegas seperti pedang, mata yang dalam dan tajam dengan sorot dingin yang seolah bisa menembus jiwa orang lain, hidung tinggi, dan bibir yang tipis namun membentuk garis sempurna. Kulitnya putih bersih dengan sedikit kilau sehat, membuatnya terlihat seperti putra dewa yang turun ke dunia fana.

Aura Chen Xuan sunyi namun menekan, seolah seluruh ruang di sekitarnya tunduk padanya. Bahkan sinar matahari pagi seakan lebih suka menyentuh sosoknya terlebih dahulu.

Ketika Tetua Gao Li naik ke panggung batu di depan mereka, seluruh lapangan menjadi hening. Tatapan ribuan murid tanpa sadar tertuju pada keempat sosok itu, terutama pada Chen Xuan yang berdiri paling depan dengan tangan kanannya sedikit terangkat, jari telunjuknya menunjuk langit seolah sedang menantang nasib itu sendiri.

"Hari ini," suara Tetua Gao Li menggema dengan tenaga spiritual yang kuat, "empat orang murid akan mewakili Sekte Embun Pagi untuk memasuki Alam Rahasia yang akan terbuka dalam tiga hari. Siapa yang akan pulang dengan kehormatan, dan siapa yang akan tenggelam dalam kegelapan... semuanya bergantung pada takdir dan kekuatan kalian sendiri." sambung Gao Li dengan nada yang tegas dan penuh wibawa.

"Sekte Embun Pagi terbaik! Sekte Embun Pagi tak terkalahkan!" ucap serentak ratusan murid sekte Embun Pagi, membuat suaranya menggema ke langit.

Walaupun mereka tahu bahwa sekte tempat mereka berada hanyalah sekte kecil, tetapi sorakan itu menggambarkan semangat dan dukungan semua orang terhadap keempat murid yang akan mewakili Sekte Embun Pagi.

Saat itu, Chen Xuan tak pernah menyangka, bahwa ia akan sampai di tahap seperti ini. Bahkan, dia terpilih menjadi salah satu murid yang akan mewakili Sekte Embun Pagi. Bagi Chen Xuan, ini adalah suatu kebanggaan yang sangat luar biasa, tetapi perjalanan nya baru saja di mulai. Dia tahu bahwa Alam Rahasia sangatlah berbahaya. Namun, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk Sekte Embun Pagi.

Kemudian, di langit biru yang tak berbatas, melayang lah sebuah keajaiban bernama "Istana Langit Awan Emas"

Kapal ini bukanlah sekadar alat transportasi, melainkan sebuah istana bergerak yang lahir dari tangan seorang ahli pembuat artefak tingkat Manusia Langit ribuan tahun lalu. Tubuhnya berbentuk perahu raksasa berlapis kayu spiritual berwarna cokelat keemasan yang telah diasah selama ratusan tahun dengan embun langit dan es abadi. Bagian bawahnya melengkung elegan seperti perut naga yang sedang meluncur, dihiasi kain sutra merah muda yang berkibar lembut di antara awan.

Di atas deknya berdiri megah beberapa paviliun beratap melengkung ala istana kuno, dengan ujung atap yang melengkung tajam seperti tanduk phoenix. Pilar-pilarnya diukir dengan motif naga dan phoenix yang seolah hidup, mata mereka menyala samar dengan cahaya spiritual setiap kali kapal menyerap Qi langit. Lampion-lampion kristal tergantung di setiap sudut, menyala terang meski di siang bolong, menerangi ruang-ruang mewah di dalamnya.

Melalui tirai sutra putih yang tertiup angin, terlihat kamar-kamar tidur yang nyaman dengan tempat tidur berlapis bulu burung immortal, meja teh dari batu giok langit, dan kursi-kursi yang bisa menyesuaikan suhu serta tekanan spiritual sesuai keinginan penumpang. Di bagian paling depan terdapat ruang observasi berbentuk kubah kaca spiritual transparan, tempat Kultivator dapat duduk bersila sambil memandang lautan awan dan bintang-bintang yang beterbangan.

Kapal ini tidak membutuhkan layar maupun roda. Ia bergerak dengan mengaktifkan Formasi Inti Naga Awan yang tersembunyi di dasarnya. Ketika aktif, ratusan rune kuno menyala berwarna biru keemasan, dan tubuh kapal akan dikelilingi oleh kabut tipis berbentuk naga raksasa yang melingkar-lingkar, mendorongnya melesat dengan kecepatan yang bahkan bisa mengejar cahaya pedang terbang tingkat Mahkota Emas.

Di dalam Istana Langit Awan Emas, Qi langit murni mengalir deras seperti air terjun. Kultivator yang berada di dalamnya dapat mempercepat proses penyerapan Qi hingga beberapa kali lipat, bahkan saat sedang bepergian. Konon, semakin tinggi kapal ini terbang, semakin banyak rahasia langit yang bisa dipahami oleh mereka yang berada di dalamnya.

Bagi sekte-sekte besar, kapal ini bukan hanya simbol kekayaan dan kekuasaan, melainkan juga benteng bergerak yang sulit ditembus. Formasi pertahanannya mampu menahan serangan senjata tingkat kaisar, dan di ruang rahasianya tersimpan bahkan artefak-artefak kuno yang hanya bisa diaktifkan oleh tuan kapal.

"Xiao Ling'er, Shen Mu, Chen Dong, Chen Xuan... kita berangkat!" kata Tetua Gao Li.

Gao Li pun melompat ke udara menaiki kapal itu, diikuti oleh Chen Xuan dan ketiga rekannya dari belakang.

Di atas kapal, Ketua Sekte Fang San sudah menunggu mereka.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!