NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 23

Sekte Embun Pagi, di ruangan khusus yang biasa digunakan untuk para dewan tetua melangsungkan rapat internal.

Ada sepuluh tetua yang ada di ruangan itu. Di depan mereka, ada meja kayu panjang sederhana. Sekte Embun Pagi hanyalah sekte kecil. Selain menjadi dewan tetua, mereka juga sekaligus menjadi instruktur para murid dalam berlatih seni bela diri, tidak hanya mengurusi urusan sekte saja.

Di ruangan yang tenang, pintu ruangan pun terbuka. Fang San baru saja tiba di ruangan itu, dan ketika dia berdiri di depan pintu, sepuluh tetua sekte pun sontak berdiri, lalu memberi salam hormat kepada Fang San.

Fang San pun menghela nafas panjangnya, wajahnya muram. Dia sudah tahu apa yang akan di bicarakan dalam pertemuan ini. Lalu, ia pun berjalan melewati semua tetua, lalu duduk di kursi khusus di bagian depan, kursi khusus untuk Ketua Sekte.

Sepuluh tetua itu masih berdiri, tidak ada yang berani duduk walaupun ketua sekte mereka telah duduk di kursi nya. Lalu, Fang San pun mengetuk kan tongkat kayu nya di atas permukaan lantai marmer, lalu berbicara, "Duduk lah!" perintah Fang San.

Sepuluh tetua pun membungkuk memberi hormat sebelum akhirnya mereka pun duduk di kursinya masing-masing.

Fang San pun kembali menghela nafasnya, lalu berbicara, "Mulai saja! Apa yang ingin kalian bicarakan?" kata Fang San, berpura-pura tidak mengetahui materi pertemuan itu.

Salah seorang tetua pun bangkit berdiri lalu membungkuk menunjukan rasa hormatnya. Dia adalah— Gao Li 50 tahun, tetua ke dua Sekte Embun Pagi, wajahnya keriput dan jenggot putihnya yang panjang. Jika sekilas, jenggot nya hampir menyatu dengan rambutnya yang panjang penuh uban.

Lalu, Gao Li pun berbicara, "Ketua Sekte, bagaimana kita akan mengambil tindakan kedepannya? Jika Keluarga Zhou dari Kekaisaran Api Agung tidak terima dengan perlakuan kita kemarin itu." tanya Gao Li.

Fang San pun berbicara, "Tindakan apa yang tetua ke dua maksud?" sahut Fang San, berbalik bertanya.

Lalu, seorang tetua lainnya pun bangkit berdiri menghadap Fang San. Dia adalah Hu Lei— tetua pertama Sekte Embun Pagi, atau bisa dikatakan pemimpin para tetua sekte, di bawah kepemimpinan Ketua Sekte Fang San. Tidak lain, posisinya di dalam sekte sudah seperti wakil ketua sekte. Namun, Sekte Embun Pagi tidak memiliki wakil ketua sekte.

Lalu, tetua Hu Lei pun berbicara, "Ketua Sekte! Kita semua tahu bahwa seorang wanita muda dan pria muda yang kemarin datang itu... adalah orang dari Keluarga Zhou dan... kita telah mempermalukan kedua pemuda itu. Dengan reputasi Keluarga Zhou yang kejam dan berkuasa... dikhawatirkan mereka tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja!" ujar Hu Lei.

"Ya, itu benar, Ketua!" sahut Gao Li, "Walaupun mereka di permalukan oleh Chen Xuan yang merupakan Tuan Muda Keluarga Zhou, tapi dia adalah orang yang telah dikeluarkan dari Klan nya sendiri. Lebih tepatnya, Chen Xuan bukan lagi bagian dari keluarga Zhou. Perlakuan Chen Xuan terhadap kedua pemuda itu bisa di katakan sebagai balas dendam atau pun perlawanan terhadap mantan Klan nya sendiri, aku takut ...." sambung Gao Li, tetapi perkataannya terhenti di saat Fang San memotong nya.

"Takut apa?" kata Fang San, memotong ucapan Gao Li.

Brak!

Fang San menghentakkan tingkat kayu nya dengan keras di atas lantai ruangan. Membuat kesepuluh tetua pun menundukkan wajahnya.

"Kita memang sekte kecil! Kita memang lemah, tidak memiliki kekuatan tempur yang tinggi. Tapi, jika orang-orang datang ke tempat kita lalu membuat kekacauan apalagi sampai menghina Sekte kita sendiri... apa kalian akan tetap diam?" kata Fang San lagi, berbicara sembari berdiri dan dengan nada yang meninggi, tegas, dan sedikit amarah.

Semuanya terdiam tak berani untuk berbicara, bahkan mereka tidak memiliki keberanian untuk mengangkat wajahnya, memandang ketua sekte.

"Kalian adalah tetua di sekte ini. Kalian tidak hanya bertanggung jawab untuk mengelola sekte, mengajar para murid... kalian juga bertanggung jawab atas keamanan semua murid-murid di sini, terlebih lagi... Sekte Embun Pagi adalah sekte yang didirikan sepuluh tahun yang lalu untuk menjadi pilar Desa Embun Pagi, desa yang tak pernah memiliki kultivator hebat, desa yang selalu menjadi bahan tertawaan banyak orang. Tapi sekarang... dengan adanya Sekte Embun Pagi, desa ini mulai dipandang oleh orang-orang luar. Kita... sebagai penatua harus bersikap tegas terutama terhadap orang-orang seperti itu. Sekalipun kita harus menyinggung keluarga Zhou sekali pun, kita tetap harus berdiri tegak untuk melawan." ujar Fang San dengan nada yang tegas.

Tidak ada yang menjawabnya, tidak ada yang berbicara. Semuanya tetap terdiam dengan wajah mereka yang tertuju ke bawah.

"Tegakkan kepala kalian!" bentak Fang San, tetapi mereka tetap menundukkan kepalanya.

"Apa yang dilakukan oleh muridku Chen Xuan... aku anggap benar. Itu baru jiwa seorang pejuang, jiwa seorang petarung. Kita boleh kalah, tetapi harga diri tidak boleh di injak siapa pun!" kata Fang San lagi.

Ruang pertemuan itu benar-benar menjadi sunyi. Tidak ada lagi yang berbicara, tidak ada lagi yang berkomentar. Semuanya hanya bisa mengikuti pengaturan Ketua Sekte. Namun, bagaimana kedepannya Sekte Embun Pagi menghadapi masalah, semuanya bergantung kepada mereka semua tentang bagaimana mereka akan menyikapinya?

Saat itu, pertemuan pun dibubarkan. Ketua Sekte Fang San pun segera kembali ke Paviliun Langit.

Di halaman depan Paviliun, Shen Mu bersama Chen Dong sedang berlatih bersama, saling bertukar pukulan untuk melatih ketajaman pertarungan mereka.

Fang San tersenyum melihat murid-muridnya yang selalu giat dan penuh semangat untuk berlatih. Lalu, ia pun berjalan memasuki Paviliun.

Di dalam ruangan, Fang San berjalan menuju kamar Xiao Ling'er. Namun, ia merasakan fluktuasi energi Xiao Ling'er yang akan segera naik ke tingkatan Ranah Lima Elemen. Maka dari itu, Fang San pun tidak ingin mengganggu nya.

Tetapi, dia merasakan fluktuasi energi Qi yang lebih pekat, murni, dan begitu melimpah dari ruangan kamar Chen Xuan.

Lalu, ia pun berjalan ke depan pintu kamar Chen Xuan untuk melihatnya.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!