NovelToon NovelToon
Dalam Dekapan Istri Muda

Dalam Dekapan Istri Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

Elizabeth Zamora atau yang biasa di panggil dengan Liz telah terjebak dalam pernikahan kontrak yang membawa dia pada titik terendah dalam hidupnya.

Akankah Liz bisa melalui takdir yang telah digariskan semesta untuknya ??

Happy Reading 💜
Enjoy 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Karena permintaan sekaligus ancaman dari Ibunya, mau tak mau Liz mengejar Yurike.

Ternyata Yurike sudah berlari sampai parkiran. Bahunya terlihat lunglai dan tas tangannya terkulai lemas disamping tubuh.

"Yurike, tunggu!" Panggil Liz, berusaha menekan egonya.

Yurike berbalik, tersenyum sambil menghapus jejak air mata buaya dengan gerakkan anggun.

"Bagaimana aktingku ? Luar biasa, bukan ?"

Liz mematung, terngiang ucapan Tama semalam.

'Kamu tidak tahu seberapa licik dia selama ini!'

Kalimat itu seakan memperjelas bagaimana sifat asli Yurike sekarang. Liz tidak tahu, bahkan sama sekali tidak pernah membayangkannya.

"Kau mau lihat seberapa hebat aktingku selanjutnya ?"

Liz menatap Yurike tanpa riak ekspresi.

"Jika rumah tanggaku kau hancurkan hari ini, maka aku tidak boleh hancur sendiri!" ucap Yurike yang tidak dimengerti sama sekali oleh Elizabeth.

Yurike menarik satu sudut bibirnya, kemudian melihat sekeliling, tapi parkiran tak terlalu ramai, mungkin karena masih terlalu pagi. Tiba-tiba Yurike mengeluarkan ponsel..

"Hai, guys." Kamera telepon genggamnya menyorot ke arah sang 'madu'. "Kenalan dulu sama sahabat sekaligus perusak rumah tanggaku,"

Mata Liz langsung membelalak.

"Yurike, apa-apaan kamu ini!" Pekik Liz panik sambil menutupi wajah.

"Lho ?!" Yurike malah melangkah semakin dekat, "Kenapa ditutup ? Bukannya kamu bangga sudah menjadi pelakor, huh ?"

"Yurike, tolong berhenti!" Liz mundur ketakutan, "I-ibu... Ibu nggak boleh tahu soal ini!"

Yurike tertawa pendek, "Ibu ? Ah... Ibu mu tidak tahu ? Jadi kau membohonginya ?" Yurike menggeleng dengan mulut yang tertutup, penyempurna aktingnya kali ini, "Kau menikah dengan suamiku tapi Ibumu tidak tahu bahwa suami kita orang yang sama, begitu ??"

Kamera telepon beralih cepat ke wajahnya. Entah sejak kapan air mata Yurike sudah membasahi wajahnya yang glowing itu.

"Kalian dengar kan, guys ??? Dia... Dia sudah berbohong pada Ibunya sendiri. Padahal Ibunya sedang dirawat karena kanker darah. Tega sekali. Dia bukan hanya menghancurkan rumah tanggaku, tapi dia juga sudah menyandang predikat sebagai anak durhaka."

Wajah Liz langsung merah padam.

Tiba-tiba suara sumbang mulai bermunculan.

'Dasar pelakor! Suami sahabat sendiri direbut!'

'Anak tidak tahu diri! Kalau aku jadi Ibunya, aku akan mengutuknya mandul agar tidak ada yang mewarisi sifat jahatnya itu.'

'Benar. Semoga karma datang sesegera mungkin.'

Liz meremas pakaian nya disisi tubuh. Bulir kristal bening menetes tanpa bisa ditahan lagi.

Yurike mematikan sesi livenya, lalu berjalan ke arah Liz, sekali lagi."Nikmati neraka yang ku ciptakan untukmu, sahabat-ku sayang. Aku mencintaimu." Bisik Yurike sebelum pergi.

Yurike masuk ke dalam mobil perlahan, membiarkan pintu tertutup dengan dentuman pelan.

Sementara Liz, dia hanya bisa membeku ditempatnya. Tak menyangka drama yang dibuat Yurike akan sampai dibabak ini.

Ketika tersadar sedang menjadi pusat perhatian, Liz pun masuk ke dalam rumah sakit lagi dengan langkah cepat.

"Mana Yurike ? Kenapa kamu datang seorang diri ?"

"Bu... A-aku..." Suara Liz terdengar parau, seolah pita suaranya dipaksa bekerja terlalu keras.

Ibu membuang muka. "Ibu nggak mau lihat kamu disini! Kamu sudah mengecewakan Ibu!"

Liz memejamkan mata. Dia berjalan ke nakas untuk mengambil tasnya.

Tanpa bicara sepatah kata lagi, Liz pun keluar dari ruang perawatan Ibunya.

'Eh, itu kan cewe yang divideo viral tadi! Ya ampun, ternyata benar, Ibu nya dirawat dirumah sakit ini. Ya ampun, nggak nyangka ya. Wajahnya alim tapi kelakuannya melebihi iblis!'

Tiba-tiba, suara bernada sinis yang entah datang dari mana semakin membuat Liz kesulitan bernafas.

Liz berlari dengan langkah tak menentu, dan berhenti dipinggir jalan yang sepi. Seluruh tubuhnya terasa gemetar, lemas.

Rasanya... Liz ingin mati saja.

Ditengah guncangan itu, tiba-tiba sebuah wajah muncul jelas dibenak Liz, wajah Tama.

Mendadak ponsel didalam tasnya bergetar, Liz mengambil ponsel dengan sisa tenaga yang dimiliknya sebelum bisikan setan semakin membawanya jauh ke lubang penyesalan.

Tama.

Liz menggeser tombol hijau dengan jari gemetar.

Tama 📞 Aku dalam perjalanan pulang sekarang! Tetap di tempat, supir akan menjemputmu!

Liz 📞.....

Sambungan telepon langsung dimatikan sepihak. Suara Tama berat syarat akan emosi yang tertahan.

Liz duduk di pinggir jalan. Tidak tahu harus kemana da harus berbuat apa. Dia hanya menunggu, menunggu supir yang dikirim Tama untuk menjemputnya.

Tama tidak perlu menanyakan keberadaan Liz sebab dia sudah memasang aplikasi berbagi lokasi pada ponsel Liz tanpa sepengetahuan Liz sendiri.

Selang tiga puluh menit, mobil SUV milik Tama berhenti tepat disamping Liz duduk.

"Nona Liz, ayo masuk. Tuan meminta saya membawa Non pulang sekarang," Ucap Supir itu sambil membuka pintu mobil.

Dengan mata sembab, Liz pun masuk kedalam mobil.

Sampai dirumah, keadaan rumah masih kosong. Liz mengurung diri dikamar.

Sampai menjelang sore, suara mesin mobil yang entah milik siapa memasuki halaman rumah.

"Nyonya besar.." Surti menyambut kedatangan Nenek yang baru saja pulang berlibur.

"Dimana cucu menantuku ?" tanya Nenek sambil melangkah masuk.

"Nyonya Yurike diusir dari rumah semalam, Nyonya besar."

"Aku tidak perduli soal dia. Dimana Elizabeth ?" tanya Nenek kali ini suara nya lebih menuntut.

"Di kamarnya, Nyonya besar." Jawab Surti takut-takut.

Rupanya Nenek sudah melihat Video viral yang ternyata sudah di tonton ratusan ribu akun diaplikasi biru.

Tok. Tok.

"Liz, ini Nenek. Boleh Nenek masuk, nak ?" Suara Nenek lembut memecah keheningan didalam kamar.

Liz bangun, menyalakan lampu kamar kemudian membuka pintu.

"Nek.." Liz berhambur kepelukan Nenek.

"Ssstt...sudah, ayo masuk dulu. Kita bicara didalam." Nenek membawa Liz masuk lagi ke kamar.

"Apa yang terjadi, Liz ? Kenapa Tama bisa mengusir Yurike dan kenapa Yurike bisa berbuat senekat itu ?"

Liz menceritakan apa yang terjadi kemarin, tidak ada yang dilebihkan dan tidak ada yang dikurangkan. Semua sesuai fakta dilapangan.

"Kurang ajar, Yurike! Dia sudah mempermalukan keluarga besar Baskoro!" pekik Nenek, emosi.

"Kita tunggu Tama pulang. Dia juga harus bertanggung jawab karena dia dan Yurike yang sudah membawa kamu dalam masalah rumah tangga mereka!"

Nenek menyuruh Liz istirahat.

"Kamu istirahat dulu, Nenek mau menghubungi pengacara keluarga. Kita harus selesaikan ini dengan cepat dan bersih." Kata Nenek dengan penuh wibawa dan ketegasan.

Pukul 6 sore, Tama baru saja sampai.

"Nek, dimana istriku ?" tanya Tama tergesa-gesa. Wajahnya kusut, penuh kekhawatiran.

"Sini dulu! Nenek mau bicara. Sebentar lagi Pak Darius sampai." Nenek menyebutkan nama seorang pengacara kondang, pengacara keluarga dari jaman Kakek dan kedua orang tua Tama masih ada.

"Aku mau melihat keadaan Liz dulu, Nek. Aku khawatir."

Tanpa menunggu jawaban, Tama langsung menuju kamar Liz.

Tama langsung masuk tanpa mengetuk dulu.

Didalam Liz sedang memasukkan bajunya kembali kedalam koper.

"Hei, kamu mau kemana ?" Tama melangkah maju dengan terburu-buru. Dia meletakkan tangannya diatas koper, menahan pergerakkan Liz untuk sesaat.

"A-aku.... maaf.." Liz tak mampu berkata lagi, dadanya terlalu sesak untuk menjelaskan.

Tanpa banyak tanya, Tama langsung merengkuh tubuh Liz yang terguncang. Dia tau Yurike sudah bermain bukan lagi lewat fisik seperti semalam, tapi kini dia mulai memanipulasi psikologis Liz.

"Aku sudah bilang. Kamu hanya perlu memikirkan aku, sisanya serahkan padaku." Ucap Tama sambil mengusap dan mengecup pucuk kepala Liz.

Liz tidak menjawab, dia hanya bisa menangis dalam dekapan Tama.

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike kudu diapain yaa 🤨 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh kasihan Liz KK 🙄 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
asyik..asyik.. mereka mau bersatu ... 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
semoga mereka selalu bersama dan bersatu 🤲 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
nahloo Yurike...senjata makan tuan ...🙄 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
kasihan kau Liz 🥺 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
yang sabar yaa Liz 🥺 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh ngancem nya... jahat juga yaa ..kaya rentenir 😜 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
mungkin kah mereka bersatu 😔 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike Yee kalau ngomong nyakitin orang 😡 kk cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
aneh yaa mereka 🙄 KK cantik pinisirin 😘
Fitria Syafei
semangat KK cantik 😘 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh KK mungkinkah mereka bersatu 🙄 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!