NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Segelas susu hangat.

Rumah besar itu tampak sangat sepi. Bibi Tika yang sudah pulang sejak sore tadi meninggalkan Aurin sendirian di dalam rumah yang megah namun terasa hampa. Geanetta dan Ayuna juga belum kunjung pulang, memberi indikasi kuat kalau mereka berdua mungkin akan menginap di rumah utama Alastar malam ini.

​Sekarang gadis itu bingung hendak melakukan apa. Ia hanya duduk diam di ruang tamu sembari bengong sendirian. Bukan rasa takut yang mengusiknya, melainkan rasa bosan setengah mati yang kini mulai menghantui benak Aurin. Apalagi Gallelio yang dalam beberapa hari terakhir ini biasanya selalu pulang lebih cepat, kini justru belum juga menampakkan batang hidungnya padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

​Aurin menghela napas panjang berkali-kali. Ia sempat berpikir untuk bermain ponsel demi mengusir rasa gabutnya, namun gadis itu teringat kalau dirinya bahkan tidak memiliki benda elektronik tersebut. Televisi di ruang tamu sebenarnya menyala terang, tetapi Aurin sama sekali tidak betah untuk menyaksikan drama-drama televisi yang terasa membosankan bagi dirinya.

​"Huhhh... Sepi banget!" gumamnya lirih sembari merebahkan diri di atas sofa panjang.

​Hanya berselang beberapa saat, ia kembali duduk tegak, lalu tiduran lagi, kemudian duduk lagi. Begitu saja terus siklus aktivitasnya sampai Aurin merasa jengah sendiri dengan tingkahnya. Perlahan, tanpa bisa ia cegah, sepasang matanya mulai terasa sangat berat hingga benar-benar terpejam rapat. Gadis itu akhirnya terlelap di atas sofa dengan posisi televisi yang masih menyala terang benderang.

​Mobil mewah milik Gallelio perlahan meluncur masuk ke dalam area garasi. Pria itu baru saja menginjakkan kaki di rumah saat waktu sudah melewati jam sepuluh malam lewat sedikit. Tatapan tajamnya langsung mengarah ke pintu utama rumah yang tertutup rapat, di mana cahaya lampu dari dalam ruang tamu masih tampak bersinar terang.

​Gallelio melangkah masuk ke dalam rumah. Langkah kakinya yang tegap spontan melambat saat sayup-sayup suara dari balik televisi di ruang tamu terdengar memenuhi indra pendengarannya.

​Dia tertidur tanpa mematikan televisi, batin Gallelio sembari melangkah mendekat.

​Mata pria itu menatap lurus ke arah Aurin yang terbaring di atas sofa dengan posisi tidur yang sedikit membungkuk. Gallelio kemudian berjalan mendekat ke arah televisi untuk mematikan dayanya terlebih dahulu melalui remot.

​"Kenapa dia tidak tidur di dalam kamarnya saja?" gumam Gallelio heran.

​Cowok itu meletakkan tas kerja kulitnya di atas meja, kemudian berjongkok pelan di samping sofa. Tangannya bergerak terulur, mengguncang bahu kecil Aurin dengan gerakan yang cukup lembut.

​"Hei... Bangun!" ujarnya dengan nada suara yang rendah namun terdengar sangat berat.

​Aurin sama sekali tidak terusik dari alam bawah sadarnya. Gadis yang kelelahan itu hanya melakukan gerakan kecil berupa gumaman samar, kemudian lanjut membalikkan tubuhnya menghadap ke arah samping sofa untuk meneruskan tidurnya.

​"Ck, Aurin! Aurin, bangun!" Gallelio kembali mengguncang bahu gadis itu, kali ini dengan sedikit penekanan agar sang empunya tubuh segera tersadar.

.

.

.

Aurin melenguh pelan, kemudian perlahan-lahan membuka matanya yang terasa begitu berat. Pandangan gadis itu seketika langsung bertemu dengan tatapan tajam milik Gallelio. Selama beberapa saat, Aurin sempat terdiam di posisinya dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya, hingga suara dari pria di depannya terdengar memecah keheningan.

​"Bangun!"

​Suara berat pria itu sukses membuat Aurin tersentak kaget dan langsung terlonjak dari atas permukaan sofa. Akibat gerakannya yang terlalu mendadak, tubuhnya kehilangan keseimbangan hingga jatuh terjerembap tepat di sisi tempat Gallelio berjongkok. Pergerakan tiba-tiba itu membuat Gallelio spontan memundurkan langkahnya ke belakang, lalu berdiri tegak sembari menatap heran ke arah gadis di bawahnya.

​"Maaf... Maaf, saya ketiduran, Tuan," ujar Aurin dengan nada suara yang tergagap. Ia segera bangkit berdiri dengan gerakan yang sangat cepat, lalu menundukkan kepalanya berulang kali di depan pria itu untuk meminta maaf.

​"Maaf karena saya tidak menyambut kedatangan Anda. Saya siap menerima hukuman apa pun dari Anda, Tuan," lanjut gadis itu dengan raut wajah cemas.

​Pletak!

​Gallelio tiba-tiba saja menyentil kening Aurin dengan cukup pelan, sama sekali tidak menggubris rentetan kalimat permintaan maaf yang diucapkan oleh gadis tersebut. "Kenapa kamu tidur tapi televisi tidak dimatikan?" tanya Gallelio. "Dan kenapa juga malah tidur di sini, bukan di dalam kamarmu sendiri?"

​"Saya kan harus menunggu dan menyambut kedatangan Anda, Tuan. Itu adalah poin baru yang kemarin baru saja Anda revisi," jawab Aurin polos. Ia rupanya masih menerapkan poin-poin peraturan ketat itu dengan sangat patuh meski waktu sudah selarut ini.

​Gallelio hanya mendelik sesaat mendengar alasan tersebut. "Pergi tidur sana!" usir pria itu kemudian, memutus pembicaraan.

​Aurin mengangguk singkat tanpa membantah. Ia kembali menundukkan kepalanya dengan sopan sebelum berbalik untuk melangkah berlalu dari ruang tamu.

​"Oh iya, kamu sudah makan malam?" tanya Gallelio tiba-tiba, berhasil menghentikan langkah kaki gadis itu yang nyaris naik anak tangga.

​Aurin membalikkan tubuhnya kembali menghadap sang majikan. "Sudah, Tuan," jawabnya jujur.

​"Susunya sudah diminum?" tanya Gallelio lagi, memastikan rutinitas malam gadis itu tidak terlewat.

Aurin tersenyum kikuk, persis seperti anak kecil yang tidak pandai berpura-pura di depan orang dewasa. "Belum, Tuan..." cicitnya dengan suara yang semakin mengecil di ujung kalimat.

​Minum susu sebenarnya bukanlah hal yang disukai oleh Aurin. Namun, sudah beberapa hari terakhir ini ia diwajibkan untuk mengonsumsi minuman sehat tersebut oleh sang pemilik rumah. Semua aturan baru itu berawal dari Ayuna yang dengan patuh mendengarkan keluhan Gallelio malam itu, lalu keesokan harinya langsung memborong banyak kotak susu untuk dijadikan stok penuh di dalam rumah.

​"Kamu sudah mulai berani membangkang perintah saya sekarang?" tanya Gallelio dengan nada suara yang sengaja dibuat mengintimidasi.

​"Ti... Tidak, Tuan. Tadi saya hanya lupa. Saya... saya akan segera membuatnya se—"

​"Sudah, tidak usah. Cepat kamu kembali ke kamar, biar saya yang buat!" potong pria itu dengan cepat sembari mengusir Aurin dari hadapannya.

​Tanpa menunggu jawaban lagi dari gadis yang masih mematung itu, Gallelio langsung membalikkan tubuhnya dan melangkah lebar menuju ke arah dapur untuk membuatkan segelas susu.

...----------------...

Segelas susu hangat itu diletakkan dengan pelan oleh Gallelio di atas meja kecil di dalam kamar Aurin. Sementara itu, mata Aurin tampak membulat sempurna. Ia jelas sama sekali tidak menyangka bahwa minuman tersebut akan dibuatkan langsung oleh sang pemilik rumah yang biasanya sangat kaku dan dingin itu.

​Apakah dunia ini benar-benar mau kiamat? batin Aurin yang masih tidak habis pikir dengan perlakuan tersebut.

​"Minum!" perintah Gallelio singkat.

​"Terima kasih, Tuan. Maaf sudah sangat merepotkan Anda," ujar gadis itu sembari menunjukkan senyum lembut yang tampak sangat tulus.

​Gallelio membuang muka sebentar ke arah lain, lalu bersedekap dada dengan angkuh. Ia kemudian kembali menatap Aurin dengan tatapan datarnya yang mengintimidasi. "Telan sampai habis, jangan sisakan sedikit pun!" ujarnya datar saat menyadari Aurin sempat terlihat ragu-ragu untuk meminum susu putih tersebut.

​"Bagus!" gumamnya setelah melihat gelas itu mulai kosong.

"Kamu harus punya nutrisi untuk kerja lebih keras besok!" lanjut Gallelio dengan nada dingin yang menusuk, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah keluar begitu saja dari kamar Aurin.

​Pintu kamar tertutup rapat, meninggalkan rasa lega yang luar biasa setelah tekanan suara berat itu sempat memenuhi seisi ruangan. Aurin menghela napas panjang, mencoba mengendurkan pundaknya yang sejak tadi menegang.

​"Cih, definisi sudah diangkat tinggi-tinggi, lalu dibanting dengan kalimat tajamnya itu!" umpat Aurin pelan.

​Namun, bukannya kesal, seulas senyum tipis justru perlahan terbit di wajahnya sembari menatap lekat gelas kosong di atas meja. Gadis itu kemudian melempar tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya. Rasa kantuk yang semula menggelayuti matanya kini sirna entah ke mana, berganti sepenuhnya dengan bayangan wajah Gallelio yang berujar datar namun menyelipkan sedikit perhatian yang tersirat, setidaknya menurut penilaian Aurin malam ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!