NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Nyai Sekar Arum sudah menggunakan ilmunya untuk membangunkan orang di rumah itu.

Mereka juga bangun di jam biasanya, jadi tidak akan curiga, karena ingatan mereka sudah dihapus.

Arumi keluar dari kamarnya, gadis itu memang kembali tertidur setelah salat Subuh.

Saat keluar, para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu sudah berkutat membereskan rumah.

"Kak Arumi, haloooo!" sapa Bella heboh.

"Oh kamu, udah bangun ternyata," jawab Arumi.

"Kak, rasanya aku lemes banget deh ini, apa gara-gara kelamaan tidur ya?" tanya Bella, sembari mendudukan dirinya di sofa ruang tamu.

"Loh, bukannya enak ya tidur lama?" Arumi heran.

Seharusnya, tidur dalam waktu lama itu bisa membuat segar karena istirahat yang cukup.

"Enak matamu itu, Kak. Tidur juga butuh energi kali. Orang koma aja kalau udah lama banget tidur, pas sadar ya badannya kaku, lemes, malah ada yang sampe lumpuh juga gara-gara kelamaan nggak sadar," jawab Bella emosi.

"Iya-iya, sabar dong, cantik. Ya udah, makan sana!" perintah Arumi.

"Nggak mau. Aku maunya minum energen," jawab Bella.

"Ya udah atuh tinggal bikin, Dek,"

"Bikinin, Kaaak," pinta Bella.

"Bikinlah sendiri, aku ini masih puasa," jawab Arumi.

"Loh, kamu serius masih puasa?" tanya Bella.

Bella kira, jika sang kakak sudah diajak oleh Nyai Sekar Arum, maka ia sudah tidak berpuasa lagi.

"Masih, Dek, sehari ini, besok udah nggak," jawab Arumi.

"Hmm, ya udah deh aku bikin sendiri. Tapi janji, ya, nanti siang beliin es krim," ucap Bella.

"Iya, nanti dibeliin. Asal dahar heula," jawab Arumi.

"Siap,"

Setelahnya, Bella langsung berlari ke dapur untuk membuat energen yang dia ingin.

Tak, tak, tak.

Nyai Sawitri dan Pak Broto keluar dari kamar mereka.

Pakaiannya sudah rapi, sepertinya mereka akan keluar rumah.

"Kalian mau ke mana, Pak, Bu?" tanya Arumi.

"Kami mau ada urusan bentar ke kota, Neng, kamu sama adikmu saja di rumah," jawab Nyai Sawitrri.

"Oh. Lama atau enggak?" tanya Arumi.

"Lama, nanti sore kemungkinan baru pulang," jawab Nyai Sawitri.

"Oh ya udah, hati-hati," imbuh Arumi.

Kemudian, gadis itu menyalami tangan Bapak dan Ibunya.

"Assalamualaikum," ucap Pak Broto dan Nyai Sawitri.

"Waalaikumsalam," jawab Arumi.

Mobil Pak Broto terdengar meninggalkan rumah itu.

***Jam menunjuk angka 12.00.

Arumi sedang terduduk di teras rumahnya, setelah sebelumnya pergi ke warung guna membelikan Bella es krim.

Gadis itu sedang memikirkan sesuatu.

Mungkin sudah saatnya Arumi mencari tahu tentang siapa sebenarnya kuntilanak merah itu, dan apa alasannya meneror warga dengan menculik bayi.

"Nyai," panggil Arumi.

"Ada apa, Neng?"

Nyai Sekar Arum muncul seketika di depan Arumi.

Kali ini, Arumi tidak sekaget dulu.

Ia sudah cukup terbiasa dengan kemunculan Nyai Sekar Arum yang tiba-tiba itu.

"Nyai, menurutmu aku harus mulai dari mana untuk tahu soal kuntilanak merah itu?" tanya Arumi.

"Coba saja dari kamar orang tuamu, siapa tahu ada sesuatu yang bisa kau temukan," saran Nyai Sekar Arum.

"Hmm, iya deh. Aku akan ngajakin Bella buat bantu nyari," jawab Arumi.

Arumi beranjak bangkit, kakinya ia bawa menuju ke arah kamar sang adik.

Sampai di sana, Arumi tak langsung masuk.

Diketuknya terlebih dahulu kamar sang adik.

Tok, tok, tok.

"Masuk, nggak dikunci kok," ucap Bella dari dalam.

Ceklek.

Pintu terbuka, menampakan isi kamar yang bersih, tentu saja karena sudah dibereskan oleh para asisten.

Bella duduk di pinggir ranjang, rambutnya acak-acakan seperti biasanya.

"Ngapain, Kak? Tumben kamu ke sini?" tanya Bella.

"Emang nggak boleh ya ke kamar adik sendiri?"

"Boleh, sih,"

Arumi duduk di pinggir ranjang Bella, tepat di samping gadis itu.

"Kamu mau ikut nggak?" tanya Arumi.

"Ikut ke mana? Ngapain?" Tatapan Bella sedikit menelisik kakaknya yang terlihat serius.

"Ibu sama Bapak kan lagi nggak ada. Aku mau ngecek ke kamar mereka, siapa tahu ada yang bisa kita temuin soal kuntilanak itu," ucap Arumi.

Bella mengerutkan dahi, ia tampak berpikir sejenak sebelum menjawab.

"Tapi, Kak, bukannya udah 2 malem ini nggak ada bayi yang hilang di desa kita?" tanya Bella.

Arumi menganggukan kepala, ia pun tahu akan hal itu.

"Emang nggak ada, Bell. Tapi, kan kita nggak tahu malem-malem besok dia nyulik bayi lagi apa enggak," jawab Arumi.

"Udah, intinya gini, kamu mau ikut nemenin aku nggak?"

"Ya udahlah, ayo," Bella akhirnya setuju.

"Nah, gitu dong," kata Arumi.

Kedua kakak beradik itu akhirnya berjalan bersama, menuju ke kamar kedua orang tua mereka.

Ceklek.

Arumi membuka pintu kamar itu.

Aroma pengharum ruangan langsung menyeruak, kala pintu terbuka sepenuhnya.

Kamar itu besar, 2 kali lipat lebih besar dari kamar Arumi dan Bella.

Di atas meja nakas, terdapat bunga hias kesukaan Nyai Sawitri.

Di sudut kamar bagian sebelah kanan dekat ranjang, terdapat meja yang memiliki laci untuk menyimpan barang.

Sementara itu, di sudut kiri kamar tersebut, terdapat sebuah lemari besar yang terbuat dari kayu jati.

"Kamu periksa lemari gede itu, Dek, biar laci-laci ini sama aku," ucap Arumi membagi tugas.

"Siap, Kak,"

Dengan cekatan, Arumi mulai membuka laci meja satu-persatu.

Ketika laci pertama dibuka, isinya hanya ada surat-surat dari perhiasan sang ibu.

Begitu pun laci berikutnya, semuanya hanya ada fotokopian dari dokumen penting saja, tidak ada yang menarik.

"Kak, ini ada map, tapi kayaknya map ini penting deh, soalnya tersembunyi banget," ucap Bella, seraya tangannya menarik sebuah map coklat dari tumpukan baju.

Memang map itu terlihat sangat tersembunyi, ia berada di tumpukan baju yang paling bawah, seolah keberadaannya tak boleh dilihat siapapun.

Namun, kali ini Bella yang menemukannya.

"Wah, kamu obrak-abrik sampe ke bawah ini, Bell," Arumi sedikit terkejut.

"Ya iyalah, nyari sesuatu itu nggak boleh setengah-setengah," jawab Bella.

Setelah beberapa saat ditarik, akhirnya map coklat itu berada di tangan Bella.

Cukup sulit menariknya, Arumi sampai ikut membantu mengangkat beberapa baju supaya tidak terlalu berat.

Jangan lupa kasih dukungannya, ya, biar aku lebih semangat lagi.

Alhamdulillah aku juga seneng banget, soalnya semenjak ganti cover pembaca sama popularitasnya meningkat.

Terima kasih buat kalian yang sudah membaca kisah yang masih banyak kekurangan ini.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ayoo cari tahu alasannya arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dahar heula,, lapar aing eui😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mangan saetik😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayak disirep ya ini, buat orangnya jadi lupa ingatan beberapa saat
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, yang paling kusukai dari novel ini adalah gaya penceritaan nya, pemilihan kata yang sederhana dan bahasa sehari-hari.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pake istilah yang kekinian, cetaaaakkkkk
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
😄 aku suka sama istilah kamu Thor, ilmu melipat bumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aduh, ya iya ada dong,, kayak kita Mauk ke dalam dunia cermin, nah dalam kamuflase cermin itu ada pantulan matahari juga, gitu kan yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang iyaa dengan meditasi bisa fokus, trus fikiran tentang hantu akan hilang
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
di Sumatera istilah begu juga ada dipakai, begu artinya setan di salah satu daerah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ini tahapan-tahapan bersemedi yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayaknya meditasi kalau di dalam gua cocok bagi yang perlu liburan weekend kelar mumet kerjaan numpuk yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
berat kalau jalani tirakat yaaa, tapi nanti semua keinginan sikabulin begitu kah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
tenaga dalamnya terkuras ya Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
terima kasih sudah menyajikan cerita horor atau misteri dengan sederhana. Saya jadi tak parno membacanya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor tahu gak, kamu membuat sebuah cerita misteri jadi terkesan dialog sehari-hari antar sesama manusia, padahal mah setan dan cs semua tokoh-tokoh pembantunya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kenapa gak beli aja Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
oh ini toh kujang
Lili Aksara
Nah guys, sekarang saya udah tahu ya caranya nambahin ilustrasi ke dalam bab, jadi mungkin sedikit saya akan masukan ilustrasi supaya nggak terlalu ngebosenin.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang tubuh yang sudah ditakdirkan dirasuki leluhur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!