NovelToon NovelToon
Petani Ndeso Di Dunia Game

Petani Ndeso Di Dunia Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa / Slice of Life
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vila di Tangan! Lautan Bunga Bugenvil!

Bima langsung memusatkan pikirannya pada layar antarmuka di benaknya.

Karakter gamenya kembali naik level. Dari notifikasi yang muncul, ia kini bisa membuka 6 petak Lahan Tingkat 1 baru, dan diizinkan meng-upgrade satu lahan menjadi Lahan Tingkat 3!

Lahan Tingkat 3 jelas bisa digunakan untuk menanam komoditas yang nilai jualnya jauh lebih fantastis.

Tapi tentu saja, upgrade Lahan Tingkat 3 ini butuh ongkos Koin Emas game. Masalahnya, selama ini semua hasil panennya dijual di dunia nyata, otomatis pundi-pundi koin emas di gamenya zonk.

Untung saja, stok ikan hasil pancingannya beberapa hari terakhir masih numpuk di kolam.

Ia pun gercep menjual seluruh stok ikan kualitas reguler ke sistem. Tentu saja, untuk Ikan Mas, Ikan Gurame, dan Ikan Patin Liar yang berstatus Kualitas 2 tetap ia simpan. Monster-monster air itu barang langka, wajib diamankan buat konsumsi sendiri.

Namun, setelah semua ikan biasa ludes terjual ke sistem, Bima mendadak lemas. Koin emas yang terkumpul ternyata masih belum cukup untuk membayar biaya upgrade Lahan Tingkat 3!

Tampaknya semakin tinggi level tanah, biaya upgrade yang dipatok sistem bakal melonjak semakin gila-gilaan.

Tak punya pilihan, Bima mengontrol karakternya untuk mengambil perkakas dan menggarap 6 Lahan Tingkat 1 yang baru saja terbuka. Cabut rumput, hancurkan batu, tebang tunggul kayu... Setelah menghabiskan waktu beberapa saat, 6 lahan itu akhirnya gembur dan langsung ditanami benih okra baru.

Khusus untuk 6 lahan ini, Bima memutuskan untuk tidak memanennya ke dunia nyata. Seluruh hasilnya mutlak akan ia jual ke sistem game. Biar bagaimanapun, Lahan Tingkat 3 itu harus segera dibuka!

Ke depannya, ia memang harus mendisiplinkan diri menyisihkan beberapa lahan khusus untuk supply sistem. Semakin karakternya naik level, biaya buka lahan dan upgrade pasti butuh koin emas yang tak sedikit.

Waktu terus berlalu.

Tepat pukul 2 siang, Bima menerima SMS notifikasi bahwa lelang Pengadilan Negeri sudah resmi dimulai.

Seiring perkembangan era digital, lelang tradisional main ketok palu secara tatap muka sudah mulai ditinggalkan. Instansi pengadilan kini sudah mengikuti zaman dan menjalankan pelelangan via portal e-Auction.

Bima segera login ke situs Lelang KPKNL lokal. Di sistem, ia sudah mendapatkan nomor identitas peserta lelang.

Aset-aset sitaan limpahan dari Kantor Pajak mulai ditawarkan satu per satu.

Tak berselang lama, giliran Vila Tirta Kencana pun tiba.

Dan persis seperti dugaannya, ada pihak lain yang juga melirik potensi properti raksasa ini!

Baru saja pelelangan dibuka di angka Open Bid Rp 1.200.000.000, langsung ada 3 orang yang sahut-menyahut melemparkan penawaran. Dari Rp 1,2 Miliar naik menjadi Rp 1,22 Miliar, Rp 1,24 Miliar, Rp 1,26 Miliar... dan terus merangkak pelan hingga menyentuh angka Rp 1,4 Miliar.

Ketiga peserta ini kompak menaikkan harga pelan-pelan dengan kelipatan Rp 20 Juta. Kelihatan banget kalau mereka ini aslinya pelit dan bujetnya pas-pasan, cuma ngarep bisa menang di harga semurah mungkin.

Melihat laju angka itu, otak Bima mulai berhitung. Bujet maksimalnya saat ini sekitar Rp 2,56 Miliar. Ia sama sekali buta dengan kedalaman kantong para pesaingnya ini.

Tapi dia ogah kalau harus ikut-ikutan main mental tarik-ulur Rp 20 Juta kayak tiga orang itu. Orang-orang model begini biasanya punya satu pola pikir yang sama: "Coba tak tambahin 20 juta lagi deh, siapa tahu yang lain pada nyerah." Murni modal hoki. Lagipula, kelipatan 20 juta itu tekanannya nggak seberapa. Sepuluh kali klik bid aja baru habis 200 juta.

Tapi beda ceritanya kalau sekali tembak langsung naik ratusan juta. Tekanan psikologisnya bakal langsung menghantam mental lawan, seolah menegaskan: "Gue sultan dan gue pastiin barang ini jatuh ke tangan gue!"

Baru saja Bima bersiap menaikkan harga lompat Rp 200 Juta, tiba-tiba ada peserta ke-4 yang ikut nimbrung. Orang ini dengan beringas langsung mematok bid di angka Rp 1.600.000.000!

Wah, ternyata ada peserta lain yang taktiknya sama dengan Bima, sekali tembak langsung naikin Rp 200 Juta!

Dan gertakan itu ternyata sukses besar. Tiga penawar culun yang daritadi tarik-ulur angka 20 juta itu langsung bungkam. Nggak ada lagi yang berani bid. Kenaikan barbar ini jelas sukses menciutkan nyali mereka, sekaligus membuktikan kalau bujet mereka memang cekak dan cuma murni ngejar barang diskonan.

Bima menyeringai. Ini dia lawan yang sepadan. Sayangnya dia tetap nggak tahu batas bujet si peserta ke-4 ini.

"Halah, wis lah. Langsung gas pol all-in aja. Dapet syukur, nggak dapet ya berarti belum jodoh," gumam Bima nekat.

Jarinya dengan cepat menginput nominal gila: Rp 2.400.000.000! Langsung dua kali lipat dari harga Open Bid!

Mau main adu mekanik gertakan? Ayo kita lihat jantung siapa yang copot duluan. Toh duit ini juga hasil rezeki nomplok nyangkul di ladang gaib. Kalau lawannya masih berani nambah dan bujet Bima lewat, ya sudah, anggap saja bukan rezeki.

Sementara itu, di sebuah ruangan kantor di Surabaya. Tiga orang pemuda sedang menatap layar monitor dengan senyum jemawa.

Salah satu dari mereka tertawa puas, "Hahaha! Udah gue bilang kan, sekali lompat naik 200 juta, tiga cecenguk tadi pasti langsung mental! Kalau kita jabanin main naik 20 juta terus, ujung-ujungnya malah bisa habis lebih dari 200 juta!"

Masa muda adalah masa di mana ambisi dan semangat juang sedang membara, persis seperti ketiga pemuda ini. Sebelumnya, mereka adalah tim perencana pariwisata di Surabaya. Setelah beberapa tahun mengumpulkan jam terbang dan modal, mereka nekat pulang kampung ke kabupaten untuk merintis bisnis mandiri.

Mereka bertiga sama-sama sepakat kalau Vila Tirta Kencana punya potensi meledak, makanya mereka patungan modal demi memenangkan lelang aset ini.

Melihat taktik gertakan mereka sukses membungkam lawan, ketiganya sedang berada di puncak euforia.

"Peserta q43 menawar Rp 2.400.000.000!"

Suara notifikasi sistem mendadak menggema memecah keheningan ruangan.

"Jancuk! Kok masih ada yang berani nyamber?!" umpat salah satu pemuda dengan wajah frustrasi.

Dua koma empat miliar?!

Mata ketiga pemuda itu terbelalak menatap layar monitor seakan tak percaya.

Sekali bid langsung dilompatin Rp 800 Juta?!

"Ini orang gendeng apa gimana?!"

"Asli, sultan sableng!"

Ketiganya cuma bisa mengumpat. Mereka mana tahu kalau orang misterius ini aslinya cuma niat menggertak atau memang uangnya nggak berseri. Tapi yang jelas, tadi mereka berhasil menggertak lawan, eh sekarang giliran mereka yang digertak balik sama preman kakap.

"Gimana... masih mau lanjut bid nggak nih?" tanya salah satunya dengan nada ragu.

Dua temannya saling berpandangan dengan wajah kusut. Harga segitu udah mutlak melampaui bujet patungan maksimal mereka.

"Nggak usah lah," desah salah satunya pasrah. "Kita masih muda, ntar juga ada peluang proyek lain yang lebih masuk akal."

"Ya udah, lepas aja."

"Sepakat, lepas."

"Selamat kepada Peserta q43 karena telah memenangkan lelang Vila Tirta Kencana. Silakan ikuti instruksi sistem untuk melunasi sisa pembayaran dan mengurus administrasi di Pengadilan Negeri sesuai batas waktu yang ditentukan."

Bima mengembuskan napas lega melihat notifikasi kemenangannya.

Ternyata lawannya tadi juga cuma modal gertak sambal. Kena counter-attack nominal buas dari Bima, mereka langsung lempar handuk.

Vila raksasa itu kini resmi jatuh ke tangannya. Bima tak mau menunda-nunda. Ia segera menyambar jaketnya dan meluncur ke Pengadilan Negeri untuk mengurus administrasi sekaligus melunasi sisa tagihan Rp 2,4 Miliar tersebut.

Mengurus aset lelang sitaan bernilai miliaran memang lumayan ribet. Bima harus mengambil Surat Penetapan Pemenang Lelang, Kuitansi Pelunasan, lalu meminta Surat Pengantar Eksekusi dari pengadilan agar instansi terkait seperti BPN dan Pemda mau kooperatif untuk proses balik nama.

Proses screening dan kelengkapan dokumen ini biasanya memakan waktu beberapa hari.

Namun setelah uang Rp 2,4 Miliar disetor lunas dan Surat Penetapan beserta Kuitansi sudah di tangan, sisa urusannya tinggal jalan pelan-pelan saja. Toh ini lelang resmi hasil sitaan negara dari koruptor, instansi mana coba yang berani mempersulit? Kalau sampai ketahuan main-main, bisa hancur kredibilitas lembaga pemerintah di mata publik.

Menjelang sore.

Bima memanen stroberi dan okra lalu mengantarkannya ke Toserba Makmur Jaya. Setelah omzet hariannya cair, sisa saldo di rekeningnya yang tadinya merosot ke angka Rp 160.000.000 kini kembali merangkak naik menembus Rp 240.000.000.

Setelah beres bekerja, ia mengendarai motor listriknya meluncur ke Kantor Pajak Pratama untuk menjemput Dinda. Otaknya sudah merangkai skenario buat pamer soal kemenangannya di Vila Tirta Kencana.

Tak butuh waktu lama, Dinda keluar dari gedung dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.

"Sayang, kelihatan hepi banget. Ada kabar bagus ya hari ini?" goda Bima dari atas motor.

Dinda tertawa kecil sambil naik ke boncengan. "Pasti dong! Bulan ini kantorku dapet achievement, aku juga bakal kecipratan bonus lumayan! Aset-aset sitaan yang dilimpahin kantor pajak hari ini laku keras di lelang lho, Mas. Semuanya kejual di atas estimasi kita!"

"Apalagi yang Vila Tirta Kencana itu. Denger-denger ada Sultan gabut yang naksir berat, masa dari harga buka langsung dihajar dua kali lipat jadi 2,4 Miliar!"

"Ini angkanya udah jauh ngelewatin target pemulihan aset negara. Orang-orang di kantor pada nggosipin dia. Katanya peserta lain pada kicep digertak. Padahal kalau aja ada yang berani nahan bid satu dua putaran lagi, si 'orang tajir bego' itu pasti kepancing buat bayar jauh lebih mahal lagi!"

"..." Bima langsung speechless.

Sultan gabut? Orang tajir bego?!

Ini istrinya lagi ngatain dia, kan?!

Asem, niat awal mau pamer langsung ambyar seketika. Mending dia bungkam mulut rapat-rapat deh. Biar nanti saja dikasih tahu kalau vilanya udah rame dan sukses, biar jadi kejutan epik yang bikin istrinya jantungan sekalian.

Dinda terus mengoceh dengan antusias, "Tapi ya, Mas, logikanya orang yang berani ngeluarin duit segitu banyak buat beli Vila Tirta Kencana, pasti punya niat dan visi serius buat ngembanginnya jadi tempat wisata, kan?"

"Sejujurnya ya, area vilanya tuh punya lahan kosong yang lumayan gede dan terbengkalai. Andaikan lahan itu disulap jadi lautan Bunga Bugenvil warna-warni... wah, pemandangannya pasti magis banget! Dijamin bakal viral dan narik banyak turis buat foto-foto."

Mendengar celetukan polos istrinya, Bima diam-diam mencatat ide emas itu di otaknya.

Lautan Bunga Bugenvil. Fix, proyek ini wajib masuk prioritas utama!

1
Maz Shell
lanjut update
Yuliana Tunru
kapqnnih kejutan x buat dinda ..pasti dinda ternehek2 takjub bina sdh jd orkay 🤭🤭
Maz Shell
lanjutkan Thor
Yuliana Tunru
mantap bima hrs jd suami setia hempaskan cwek2 halu sok cantik pula mulut x penuh filter racun 🤭🤭
Yuliana Tunru
bima mmg the best tak sabar nunghu oeresmian vila oleh dinda jgn lupa klga x dinda ya sekian lamaran resmi ke ihu x dinda vila jd mas kawin bakqlqn shock habis tuh ibu2 💪💪💪bima up 3 napa thorrr blm puas ini
Tio Kusuma
mantappppp
Manusia Biasa
auto diborong🤣
Hardjoe Kewek
terima kasih
Hardjoe Kewek
cerita nya bagus,alurnya jg bagus
Jujun Adnin
lanjut
Yuliana Tunru
tak sabar gmn para karyawan bima yrrmehek2 liat bijit tanaman bogenvile x di tata aplg yg kelas sultan up x kurang thorrr 🤭🤭🤭
ZHIVER
thor tak bisa bahasa jawa
Yuliana Tunru
kwalitas gila tuh tak sabar nunggu bima nanam semua hunga di tanah koßoang trus buat gazebo2 buqt qisatawan nikmati ..cuan ngalir kyk air 💪💪 bimaa
Yuliana Tunru
smoga bimo yg dapat vila x buat hadiah pernikahan x dgn dinda ..gassss
Jack Strom
Lah dapat ikan hias legend, masalahnya mau diletak dimana itu ikan???🤔😁
Blue Izoel
tetap semangat thor bikin cerita petani 👍💪
Jack Strom
Ikan² kualitas 2 gak usah dijual, buat dikonsumsi saja, sayang efeknya tuh... 😁
Jack Strom
Selain lunasi pinjaman 100jt, juga kasih bantuan nikah 50jt cukup... 😁
Yuliana Tunru
mantal bima...bayarin utang2 mu duku bima hbs tuh siap2 ngumpuli buat beliin dinda rmh jd lapang tuh hati
Blue Izoel
update terus thor bakal saingan nih sma lahan mustika klo bnyk episode nya👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!