Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Wina tiba di rumah orang tua nya, dia segera menemui Mama nya. Dia ingin memberi tahu kabar gembira yang dia bawa.
"Ma, Papa di mana?" Tanya Wina pada Mama Lila yang sedang asyik dengan sosial media milik nya.
"Papa mu sedang keluar, dia menemui teman nya. Dia ingin mencari bantuan, agar perusahaan bisa tetap berdiri!" Jawab Mama Lila pada putri nya.
"Ma, aku udah menemukan solusi untuk semua permasalahan kita!" Ujar Wina dengan sebagian 45.
"Oh ya, benarkah?" Tanya Mama Lila dengan sangat antusias.
Wanita yang masih terlihat cantik walaupun sudah tidak muda lagi itu, segera meletakkan kan ponsel nya di atas meja. Dia tertarik dengan apa yang barusan di sampai kan oleh putri semata wayang nya.
"Bener Ma, aku tahu siapa yang bisa membantu kita!" Wina berkata dengan senyum lebar nya.
"Katakan pada Mama, siapa dia?" Tanya Mama Wina lagi dengan sangat antusias.
"Mas Erlan, Ma!" Jawab Wina sambil tersenyum.
"Erlan, apa kamu yakin dengan ucapan mu? Bukan kah dulu kamu sudah meninggal kan nya, apakah dia masih mau membantu kita?" Tanya Mama Lila dengan nada yang kurang meyakin kan.
"Ma, mas Erlan itu cinta mati sama aku. Demi aku, dia bahkan sudah mengusir dn mencerai kan istri nya. Dan satu hal lagi Ma, perusahaan milik orang tua nya mas Erlan sudah berkembang menajdi perusahaan besar. Aku yakin mas Erlan akan melakukan apa saja, asal kan bisa kembali pada ku!" Wina berkata dengan nada percaya diri yang begitu tinggi.
"Wow, ini berita yang sangat bagus. Papa mu pasti senang mendengar nya!" Mama Lila juga ikut bahagia mendengar kabar dari putri nya.
"Pokok nya Mama harus bantu aku agar secepat nya meresmikan hubungan antara aku dan mas Erlan. Jika aku sudah menjadi istri nya, maka kita bisa dengan mudah menguasai semua nya!" Kembali Wina berkata.
"Tapi, bagai mana dengan orang tua nya? Apakah mereka merestui jika kalian kembali seperti dulu?" Tanya Mama Lila dengan nada cemas.
"Ma, Mama tenang saja. Mas Erlan itu adalah putra tunggal mereka, pewaris satu - satu nya harta mereka. Aku sangat tahu persis Ma, mereka akan melupakan apa saja demi kebahagian putra mereka. Dan jika seandainya mereka tidak merestui ku, maka aku tidak perduli Ma. Yang penting bagi ku Mas Erlan bisa aku kuasai!" Jawab Wina lagi dengan penuh percaya diri.
"Ya udah, Mama akan dukung kamu!" Mama Lila mengagguk kan kepala nya.
Mama Lila adalah wanita yang tidak mau hidup miskin, jadi dia akan melakukan apa saja agar keluarga nya tidak jatuh miskin. Termasuk mendukung kejahatan yang di lakukan oleh suami dan juga anak nya.
*****
Bu Sarah dan pak Rama akan tetap tinggal selama beberapa hari lagi di pondok pesantren ini, dia akan menemani sang putri. Setelah itu baru lah dia akan membawa putri nya kembali pulang ke rumah mereka.
"Abah, Umi, pak Rama, bu Sarah, saya benar - benar minta maaf atas apa yang sudah di lakukan oleh Erlan terhadap Kania. Kami merasa malu dengan semua ini!" Papa Beni meminta maaf atas nama putra nya.
"Mungkin jodoh nya anak - anak cuma sampai di sini, kita sebagai orang tua tidak bisa memaksakan kehendak takdir!" Abah Muis tampak menerima semua nya dengan lapang dada.
"Sekali lagi, tolong maafkan putra saya jika memungkinkan. Sekalipun Kania dan Erlan susah berpisah, maka kami akan tetap menganggap Kania sebagai putri kandung kami sendiri!" Mama Indri juga ikut berkata.
"Terima kasih, Ma. Aku bahagai di anugerahi orang tua seperti kalian semua!" Kania memeluk tubuh Mama mertua nya.
"Kami pamit dulu nak, kami tidak nisa terlalu lama di sini. Ada banyak hak yang harus Papa mu urus!" Mama Indri pamit pada Kania dan semua orang.
"Hati - hati di jalan, dan jangan lupa sekalian kabari kami!" Umi Latifah ikut mengantar kan besan nya hingga ke mobil.
"Baik Umi, bu Sarah!" Mama Indri menyalami mereka satu persatu.
Papa Beni dan Mama Indri tidak isa terlalu lama berada di sini, mereka segera pulang setelah memastikan keadan Kania baik - baik saja. Entah kenapa Papa Beni pun tidak begitu percaya dengan Erlan sekarang untuk mengurus perusahaan setelah dia kembali pada Wina.
Papa Beni punya firasat yang tidak baik, jadi sebelum semua nya terjadi dia harus turun tangan sendiri.
Sebenar nya Pak Rama sangat murka saat dia mengetahui putri nya di perlakukan dengan tidak baik oleh Erlan, tapi dia memilih untuk diam karena menghormati Abah Muis dan Umi Latifah yang sudah membesarkan putri kandung mereka.
"Abah, Umi, terima kasih kalian sudah menjaga putri ku dengan sangat baik. Kami akan melakukan apa saja demi membalas budi pada kalian!" Pak Rama berkata pada Abah Muis dan Umi Latifah.
"Jangan bicara begitu pak Rama, sudah menjadi kewajiban kami untuk merawat semua anak - anak di sini!" Jawab Abah Muis sambil tersenyum.
"Abah, izin kan kami membangun pondok dan panti asuhan ini agar bisa menampung lebih banyak santri. Sebagai rasa terima kasih kami pada Abah dan Umi yang sudah merawat dan menjaga putri kami selama ini!" Pak Rama kembali berkata.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Rama atas bantuan nya. Saya menerima nya dengan senang hati!" Abah Muis sangat senang sekali mendengar ucapan Pak Rama.
Kania juga tak kalah bahagia, keinginan nya sejak dulu ingin merenovasi panti dan pondok pesantren ini agar lebih layak kini sudah terwujud. Sekalipun itu tidak di lakukan oleh nya, tapi semua itu di lakukan oleh orang tua kandung nya.
"Mama, Papa terima kasih banyak. Niat Kania sejak dulu bisa terlaksana berkat Papa dan Mama!" Kania terharu dengan apa yang di lakukan oleh orang tua kandung nya.
Bu Sarah memeluk tubuh putri nya dengan erat, perpisahan yang terjadi 25 tahun yang lalu telah membuat kerinduan nya semakin menggunung.
"Sayang, Mama dan Papa akan melakukan apapun untuk mu!" Ujar Bu Sarah sambil membingkai wajah putri nya.
Umi Latifah terharu dengan pemandangan di depan mata nya, pertemuan Kania dengan orang tua kandung nya telah membuat nya bahagia.
Dulu Kania sempat merasa, bahwa dia sengaja di buang oleh orang tua kandung nya sebab dia adalah anak haram yang tidak di ingin kan. Tapi sekarang Kania merasa bersalah pada orang tua nya, karena sempat berprasangka yang buruk terhadap mereka. Orang tua nya tidak pernah membuang nya, tapi dia di culik oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan sengaja di buang di panti asuhan ini.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡